Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KESENJANGAN BAHASA MAHASISWA NON-JAWA DALAM MEMAHAMI KITAB KUNING BERBAHASA PEGON DI MA'HAD AL-JAMI'AH HASYIM ASY'ARI DIWEK JOMBANG Rahmawati, Riska
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.12024

Abstract

Penelitian ini membahas kesenjangan bahasa yang dialami mahasiswa non-Jawa dalam memahami kitab kuning berbahasa Pegon di Ma’had Al-Jami’ah Hasyim Asy’ari Diwek Jombang. Latar belakang penelitian berangkat dari realitas bahwa sebagian besar mahasiswa non-Jawa tidak memiliki kompetensi bahasa Jawa maupun kemampuan membaca aksara Pegon, sehingga memunculkan hambatan akademik dan sosial dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan linguistik, kultural, dan komunikasi yang dialami mahasiswa non-Jawa, serta menganalisis strategi pembelajaran yang dapat mengurangi kesenjangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada ketidakmampuan membaca aksara Pegon, minimnya kosakata bahasa Jawa, serta metode pengajaran yang masih bertumpu pada tradisi pesantren. Selain itu, mahasiswa non-Jawa mengalami kendala dalam berinteraksi dengan pengajar dan teman sebaya yang menggunakan bahasa Jawa dalam proses belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesenjangan bahasa berdampak nyata pada pemahaman kitab dan partisipasi akademik mahasiswa non-Jawa, sehingga diperlukan strategi pembelajaran inklusif seperti penggunaan transliterasi Latin, kelas pendahuluan bahasa Jawa dasar, serta pelatihan membaca Pegon secara bertahap. This study examines the linguistic gap experienced by non-Javanese students in understanding Pegon-language Islamic classical texts (kitab kuning) at Ma’had Al-Jami’ah Hasyim Asy’ari Diwek Jombang. The research is motivated by the fact that most non-Javanese students lack proficiency in both the Javanese language and Pegon script, creating academic and social challenges in the learning process. The study aims to identify the linguistic, cultural, and communicative obstacles faced by non-Javanese students and to explore instructional strategies that can minimize these learning barriers. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. Findings show that the primary difficulties include an inability to read Pegon script, limited Javanese vocabulary, and traditional teaching methods that rely heavily on oral explanation in Javanese. Non-Javanese students also struggle to engage in academic interactions due to language differences with instructors and Javanese-speaking peers. The study concludes that the linguistic gap significantly affects comprehension and learning participation among non-Javanese students. Therefore, inclusive instructional strategies—such as using Latin transliteration, introductory Javanese language classes, and gradual Pegon reading training—are necessary to support equitable learning.
Kompos Sekam Kopi untuk Memperbaiki ketersediaan Fosfat Lempung Berliat di Kebun Kopi Robusta Nurin, Yusuf Mahardika; Hanuf, Atiqah Aulia; Rahmawati, Riska
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.09

Abstract

ABSTRAKRendahnya ketersediaan P pada lapisan tanah atas dan bawah merupakan kendala utama yang membatasi produktivitas tanaman kopi Robusta. Sementara itu, sekam kopi kaya akan unsur hara esensial yang dapat dikomposkan menjadi kompos yang kaya unsur hara, terutama fosfat yang tersedia bagi tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos sekam kopi melalui BIH40 cm (lubang resapan biopori 40 cm) terhadap kandungan P tersedia dalam tanah, dan produktivitas tanaman kopi. Penelitian dilakukan di perkebunan kopi Robusta yang masih produktif, dengan tujuh perlakuan dosis kompos (0-10 ton.ha-1) yang diberikan melalui BIH40 cm. Setiap perlakuan diulang empat kali dalam Rancangan Acak Kelompok. Pengamatan tanah dan tanaman dilakukan 5 MAA (bulan setelah pemberian) meliputi pH tanah, kandungan C organik, P tersedia, jumlah daun, tinggi tanaman dan produksi pohon kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberian kompos sekam kopi melalui BIH40cm sampai dengan dosis 10 ton.ha-1 dapat meningkatkan ketersediaan P tanah pada perakaran kopi, meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman, serta produktivitas tanaman kopi; (2) hubungan antara kandungan P tersedia tanah (P20, P40, dan P60), jumlah daun (LN) dan produktivitas tanaman kopi (Prod) dinyatakan dengan persamaan regresi linier berganda: Prod = 333,815 + 47,132P40 + 12,278P20 + 2,081LN – 37,269P60 (R2 = 0,9980; sig F = 0,0039).
Lubang Resapan Biopori Berkompos (LRBB) Memperbaiki Agregasi Tanah di Kebun Kopi, Jatikerto, Malang Fitria, Lailatul; Ulya, Ulya; Rahmawati, Riska; Naily, Zahrotun
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kopi di Jawa Timur mengalami penurunan dari tahun 2018 hingga tahun 2020. Salah satu penyebabnya adalah kondisi tanah yang kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kopi akibat pengelolaan tanah pada perkebunan kopi yang kurang tepat. Proses pemadatan tanah pada perkebunan kopi berdampak buruk terhadap pertumbuhan akar tanaman kopi sehingga mengganggu penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah. Penelitian dilakukan di Agro Techno Park (ATP) Jatikerto, Malang, Jawa Timur untuk mengevaluasi penerapan lubang resapan biopori (BIH) dengan kompos terhadap stabilitas agregat tanah pada zona perakaran kopi. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P1 (tanpa BIH) sebagai kontrol, P2 (BIH kosong), P3 (BIH + 1,5 kg kompos per lubang), dan P4 (BIH + 3,0 kg kompos per lubang). Pengamatan karakteristik tanah dilakukan setiap dua bulan pada tiga kedalaman yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm yang meliputi kestabilan agregat tanah, berat jenis, porositas, pH, dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lubang Resapan Biopori (BIH) yang diisi kompos dapat meningkatkan kestabilan agregat tanah pada zona perakaran kopi. Nilai DMR tertinggi ditunjukkan pada perlakuan BIH dengan dosis 3,0 kg kompos per lubang (BIH). Peningkatan kestabilan agregat tanah berkorelasi positif nyata terhadap produksi kopi.