Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Layanan Offline Tatap Muka (LA OFTAMU) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kolaka Utara dalam Perspektif New Public Service Manajemen Asmi Andini; La Ode Asrun Asiz; Ahmad Farouq Mulku Zahari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2429

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Layanan Offline Tatap Muka (LA OFTAMU) Dikantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Kolaka Utara Dalam Persfektif New Public Service Manajemen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif ,data yang dikumpulkan dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari wawancara dengan para informan yang berjumlah 7 orang dan hasil pengamatan lapangan. Sedangkan untuk data sekunder dengan melakukan pengumpulan data melalui studi kepustakaan, dan literatur pendukung. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan menggunakan reduksi data, display data penyajian dan penarikan kesimpulan teknik keabsahan data keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, credibility, transferability, dependability, dan confirmability.Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terkait dengan bukti fisik, fasilitas pendukung pelayanan di Disdukcapil Kabupaten Kolaka Utara belum memadai dan memuaskan masyarakat. Hal ini dikarenakan belum adanya kipas angin maupun AC di ruang tunggu, belum adanya pengeras suara untuk memanggil antrian, serta belum adanya buku bacaan atau koran yang dapat dibaca selama menunggu antrian proses layanan. Namun pegawai Disdukcapil Kabupaten Kolaka Utara melayani masyarakat dengan baik. Pegawai merespon hal-hal yang ditanyakan masyarakat dan memberi pengarahan terkait dengan pertanyaan tersebut. Pegawai melayani dengan ramah dan sopan serta handal, kompeten dan sikap baik kepada masyarakat.
Kinerja Puskesmas Poleang dalam Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) di Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana Sazki Azizah; La Ode Asrun Azis R; Ahmad Farouq Mulku Zahari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Puskesmas Poleang Dalam Pelaksanaan Program perilaku Hidup Bersih dan Sehat menggunakan teori kinerja organisasi menurut Dwiyanto dalam Nugraha (2020), yang mencakup Produktivitas, Kualitas layanan, Responsivitas, Responsibilitas dan Akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, terdiri dari tenaga Kesehatan puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja puskesmas poleang dalam pelaksanaan program PHBS tergolong cukup baik, namun belum optimal. Dari aspek produktivitas, puskesmas telah melaksanakan penyuluhan, pemantauan jamban, pendampingan rumah tangga sehat, serta kegiatan lintas sektor secara rutin, tetapi masih terkendala rendahnya partisipasi masyarakat dan lambatnya perubahan perilaku kesehatan. Dari aspek kualitas layanan, edukasi kesehatan berjalan melalui media informasi dan posyandu, namun respon dan pemahaman masyarakat masih rendah akibat metode penyampaian yang kurang sesuai dan keterbatasan sarana seperti jamban sehat. Dari aspek responsivitas, puskesmas telah menanggapi kebutuhan masyarakat, meski dukungan sumber daya belum merata. Pada aspek responsibilitas, pelaksanaan program telah mengikuti pedoman dan prosedur, tetapi tingkat partisipasi masih menjadi hambatan. Dari aspek akuntabilitas, puskesmas telah mempertanggungjawabkan kegiatan melalui pelaporan rutin dan koordinasi lintas sektor, tetapi transparansi terkait evaluasi program masih perlu ditingkatkan.
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Dewi Sarmila; I Rawati; Ahmad Farouq Mulku Zahari; Arafat Mallapiseng
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2448

Abstract

Artikel ini merupakan luaran penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan Efektivitas Program Pengembangan Dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT CNI dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di ecamatan Wolo kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriftif, jenis data yaitu data perimer yang di kumpulkan dari hasil wawancara dan observasi, adapun data sekundernya di kumpulkan melalui metode studi dokumentasi. Wawacara dilakukan terhadap beberapa informan yang di tentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas PT. Ceria Nugraha Indotama terkait dengan penerapan program pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat, terdapat delapan program kerja yang dijalankan dengan baik program PPM CERIA diantaranya program kesehatan yakni Pemberian Makanan tambahan kepada Ibu hamil, Anak Balita serta para lansia di 8 posyandu Ring 1 dan Pemberian PMT ++ berupa Susu Ibu hamil, Susu ibu menyusui, Susu / biscuit bagi Balita dan Susu bagi lansia,program pendidikan yakni Program pemberian Beasiswa kepada siswa tingkat / setingkat SD, SMP, SMA dan S1 & Program pelengkapan sarana dan prasarana baca Perpustakaan SMA Wolo, dan program kemandirian Ekonomi, Program pemberian alat pertanian: Handtraktor serta sprayer penyemprot hama dan sarana bagi petani: Sanggar Tani, Pengiriman mobil uji tanah untuk memberikan petani pengetahuan mengenai keadaan tanah dan kadar pupuk yang tepat serta Pembinaan UMKM Madu Trigona.
Kinerja Dinas Kesehatan dalam Mengawasi Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Tanggatada Kabupaten Kolaka Sindi; La Ode Asrun Azis R; Ahmad Farouq Mulku Zahari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3284

Abstract

This study aims to find out the performance of the Kolaka Regency Health Office in monitoring the quality of Refill Drinking Water Depots in Tanggetada District, Kolaka Regency. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The study was carried out in Tanggetada District with informants selected purposively, consisting of the Health Office, community health centers, DAMIU owners, and the local community. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and documentation, and then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and drawing and verifying conclusions. The number of refill drinking water depots recorded in Tanggetada District increased from 19 depots in 2024 to 22 depots in 2025, reflecting significant growth in demand. However, this increase in depots hasn't been matched by compliance with licensing regulations. Data from Tanggetada Health Center shows that out of the 22 depots, only 13 have official permits from the Health Office, while 9 depots are still unlicensed. Research results show that, in general, the performance of the Health Department in monitoring the quality of refill drinking water depots is not yet optimal. In terms of productivity, supervision only reached 13 out of 22 depots in operation (59.1%), due to the limited number of sanitarians (only three people for the entire district) and the absence of a dedicated budget for supervision activities. In terms of service quality, the staff are considered fairly professional, but there is still no structured complaint mechanism, the licensing procedures are felt to be complicated, and outreach to consumers is still very minimal. In terms of responsiveness, the Health Department is still reactive, relying on reports from community health centers and not yet directly involving public participation, with the last outreach activities carried out in 2021. From the responsibility aspect, compliance with regulations and procedures is fairly good, but enforcement of sanctions is still weak because it only involves verbal warnings without administrative penalties for unlicensed depots. From the accountability aspect, internal responsibility between the health centers and the Health Department is running fairly well, but transparency of inspection results to the public is still very limited.