Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA LEBAKSARI MELALUI PENGOLAHAN PELEPAH PISANG MENJADI PRODUK INOVATIF Manshur, Ahmad; Al-Bari, Akhmad; Izza, Yogi Prana; Hidayat, Nur Maulana; Ningsih, Wita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61165

Abstract

Lebaksari Village, located in Bojonegoro Regency, has strong agricultural potential. One of its main strengths is the abundant growth of banana trees, planted both as primary crops and as a means to utilize unused land. Although banana pseudostems have the potential to be processed into higher-value products, their use has been limited to making ropes with low economic value. To enhance the value of local products, a community service program using the Asset-Based Community Development (ABCD) method was implemented. The program followed five stages: discovery, dream, design, define, and destiny. Technical training was provided to members of the PKK women’s group and local artisans. The training focused on producing innovative crafts from banana pseudostems, such as bags and jewelry. For sustainability, the initiative was entrusted to the PKK group through their regular meetings, with support from Lebaksari village officials. The products are expected to be marketed through local bazaars and social media platforms, with a sales target of at least 1.25 times the production cost to boost household income through creative industries. A qualitative evaluation revealed high enthusiasm and active participation, as shown by the number of questions raised. The program successfully improved community knowledge and skills. Participants demonstrated the ability to identify good-quality raw materials, apply innovative crafting techniques, and produce products that meet performance criteria such as neatness, functionality, and marketability. This initiative lays the foundation for a self-sustaining creative economy in Lebaksari, reflecting the success of knowledge transfer and community empowerment.Desa Lebaksari yang terletak di Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi besar di bidang pertanian. Salah satu keunggulan desa ini adalah keberadaan pohon pisang yang banyak ditanam, baik sebagai tanaman utama maupun untuk memanfaatkan lahan kosong. Meskipun pelepah dari pohon pisang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, namun pemanfaatannya di desa ini masih terbatas pada pembuatan tali yang memiliki nilai ekonomi rendah. Untuk meningkatkan nilai produk lokal, program pengabdian masyarakat menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) maka dilaksanakan. Tahapan program mencakup discovery, dream, design, define, dan destiny. Pelatihan teknis diberikan kepada anggota PKK dan pengrajin lokal, berfokus pada pembuatan kerajinan inovatif dari pelepah pisang seperti tas dan perhiasan. Untuk keberlanjutan program maka program kemudian dititipkan melalui ibu PKK melaui pertemuan rutinnya serta dukungan pejabat desa lebaksari. Produk diharapkan dapat dipasarkan lewat bazar lokal dan media sosial, dengan target omzet minimal 1,25 kali dari biaya produksi. Produk-produk ini diharapkan dapat dipasarkan melalui bazar lokal dan media sosial untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui ekonomi kreatif. Evaluasi kualitatif menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif peserta yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, dibuktikan dengan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi bahan baku pelepah pisang, menerapkan teknik produksi inovatif, serta menghasilkan produk yang memenuhi kriteria unjuk kerja seperti kerapihan, fungsionalitas, dan nilai jual.
Pembentukan Bank Sampah “Lintang Alul” Sebagai Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Di Kelurahan Banjarejo Bojonegoro Kartini, Alif Yuanita; Yunita Dwi Setyoningsih; Yogi Prana Izza
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.10884

Abstract

Background: Pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pendirian bank sampahsebagai strategi penanganan masalah sampah dengan basis masyarakat. Bank sampahadalah bentuk penanganan sampah dengan basis masyarakat dimana masyarakat memilah,mengumpulkan dan menukar sampah dengan sejumlah uang. Diharapkan dengan adanyabank sampah, timbunan sampah menjadi berkurang serta lingkungan sekitar menjadi lebihbersih, indah dan lestari. Selain itu dengan terbentuknya bank sampah ini diharapkan bisamenambah pemasukan bagi masyarakat sekitar. Metode: Kegiatan Pengabdian KepadaMasyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Banjarejo, Bojonegoro oleh tim dari UniversitasNahdlatul Ulama Sunan Giri. Kegiatan ini diadakan dalam tiga bulan yakni bulanDesember 2021 hingga Februari 2022 dengan menggunakan metode Pendidikanmasyarakat. Hasil: Hasil dari kegiatan ini adalah sosialisasi dan edukasi kepadamasyarakat dapat menggantikan kultur masyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Selainitu dengan kehadiran Bank Sampah “Lintang Alul” merupakan jalan keluar dalammengatasi masalah sampah khususnya di kelurahan Banjarejo. Masyarakat kelurahanBanjarejo antusias dan mendukung dengan adanya Bank Sampah “Lintang Alul”.Pembentukan Bank Sampah “Lintang Alul” merupakan alternatif solusi dalam pengelolaansampah berbasis masyarakat yang menjadikan kelurahan Banjarejo bebas dari sampah.Kesimpulan: Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dapat mengubah kebiasaan danpengikiran masyarakat dalam hal pengelolaan sampah bahwasanya “Sampahku adalahTanggung Jawabku”. Masyarakat Kelurahan Banjarejo antusias dan mendukung denganadanya Bank Sampah “Lintang Alul”.