Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pembentukan Bank Sampah “Lintang Alul” Sebagai Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Di Kelurahan Banjarejo Bojonegoro Kartini, Alif Yuanita; Yunita Dwi Setyoningsih; Yogi Prana Izza
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.10884

Abstract

Background: Pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pendirian bank sampahsebagai strategi penanganan masalah sampah dengan basis masyarakat. Bank sampahadalah bentuk penanganan sampah dengan basis masyarakat dimana masyarakat memilah,mengumpulkan dan menukar sampah dengan sejumlah uang. Diharapkan dengan adanyabank sampah, timbunan sampah menjadi berkurang serta lingkungan sekitar menjadi lebihbersih, indah dan lestari. Selain itu dengan terbentuknya bank sampah ini diharapkan bisamenambah pemasukan bagi masyarakat sekitar. Metode: Kegiatan Pengabdian KepadaMasyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Banjarejo, Bojonegoro oleh tim dari UniversitasNahdlatul Ulama Sunan Giri. Kegiatan ini diadakan dalam tiga bulan yakni bulanDesember 2021 hingga Februari 2022 dengan menggunakan metode Pendidikanmasyarakat. Hasil: Hasil dari kegiatan ini adalah sosialisasi dan edukasi kepadamasyarakat dapat menggantikan kultur masyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Selainitu dengan kehadiran Bank Sampah “Lintang Alul” merupakan jalan keluar dalammengatasi masalah sampah khususnya di kelurahan Banjarejo. Masyarakat kelurahanBanjarejo antusias dan mendukung dengan adanya Bank Sampah “Lintang Alul”.Pembentukan Bank Sampah “Lintang Alul” merupakan alternatif solusi dalam pengelolaansampah berbasis masyarakat yang menjadikan kelurahan Banjarejo bebas dari sampah.Kesimpulan: Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dapat mengubah kebiasaan danpengikiran masyarakat dalam hal pengelolaan sampah bahwasanya “Sampahku adalahTanggung Jawabku”. Masyarakat Kelurahan Banjarejo antusias dan mendukung denganadanya Bank Sampah “Lintang Alul”.
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Talang dengan Pelatihan Pembuatan Kerajinan Tas Dari Pelepah Pisang Fathoni, M. Ivan Ariful; Ardianti, Aprillia Dwi; Izza, Yogi Prana; Chumaidi, Achmad; Tina, Aprillia Nur
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v2i1.1317

Abstract

Desa Talang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mayoritas penduduk Desa Talang memiliki mata pencaharian sebagai seorang petani. Banyak petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen. Kondisi ini menyebabkan penghasilan rendah, kesejahteraan masyarakat berkurang, dan masyarakat menjadi pengangguran musiman. Berdasarkan modal komoditas pisang yang ada di Desa Talang, dilaksanakan pelatihan pembuatan kerajinan dari pelepah pisang. Pelepah pisang dapat diolah menjadi berbagai bahan jadi yang memiliki nilai jual tinggi seperti tali, tas, kopyah, asbak, pot, tempat pensil, dan lainnya. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat. Dalam pelatihan ini, dikhususkan pada produk tas sebagai contoh produk yang dapat dihasilkan dari pelepah pisang kering. Selain itu, tas juga merupakan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis tinggi jika nantinya dapat dikembangan oleh masyarakat Desa Talang sebagai produk UMKM unggulan desa. Metode yang dipakai dalam pendampingan pelatihan pelepah pisang adalah PAR (Participatory Action Research). Pelatihan diikuti oleh 20 orang ibu-ibu PKK Desa Talang, serta melibatkan kepala desa dan perangkat desa setempat. Pelatihan dilaksanakan dua hari berturut-turut. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap tahap demi tahap dalam proses pembuatan kerajinan. Hingga akhirnya, semua kelompok peserta dapat membuat kerajinan ini dengan baik.
Analysis of Religious Values in the Cow Birthday Tradition Saeful Anwar; Yogi Prana Izza; Arif Fatikhur Ridho; Suttrisno Suttrisno; Mohammad Anas Bin Ali
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i2.1505

Abstract

Purpose of the study: The rapid advancement of technology has influenced village communities, leading to a gradual loss of identity and neglect of local culture, customs, and wisdom, as foreign cultures become more favored. This study aims to explore the procession and religious values embedded in the cow birthday tradition in Tegalagung Village, Semanding District, Tuban Regency. Methodology: This research employs a descriptive qualitative approach. The sample is selected using purposive sampling, involving respondents such as religious leaders, community figures, and Tegalagung village officials. Data collection methods include interviews, observations, and documentation. Data analysis involves data reduction, data display, and drawing conclusions. Main Findings: The cow birthday tradition involves a series of activities starting with the preparation of ketupat (rice cakes wrapped in palm leaves or janur). Neighbors gather at the cowshed, followed by a communal prayer. The cow is then decorated with ketupat sungu and ketupat kepal, and the ketupat is distributed. Novelty/Originality of the Study: This study offers a unique perspective by examining the intersection of indigenous traditions and religious values. It highlights how rural communities maintain religious awareness through cultural practices. The findings suggest that preserving such traditions, in harmony with modern religious understanding, can strengthen community bonds and spiritual consciousness. Future research may explore similar traditions in different cultural settings.