Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PKM Penerapan Teknologi Alat Pencetak Batu Bata Merah Guna Peningkatan Produktivitas Industri Rumah Tangga di Desa Bontolangkasa Utara Kabupaten Gowa Hijrah Amaliah Azis; Ida Ifdaliah Amin; Sukaini Sukaini; Nurfika Ramdani; Mariaulfa Mustam; Asrar Kurniawan; Aditya Aswar
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21194

Abstract

Industri batu bata merah di Desa Bontolangkasa Utara Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa telah lama memproduksi batu bata merah untuk memenuhi pesatnya keperluan di sektor infrakstruktur. Proses pembuatan batu bata merah dimulai dari proses pencampuran, pencetakan, pengeringan sampai pembakaran masih dilakukan secara tradisional. Hal ini menjadi permasalahan yang dihadapi mitra yakni lamanya proses produksi sehingga jumlah produksi batu bata merah sangat turun, selain itu kurangnya kemampuan mitra dalam menjalankan usaha. Oleh karena itu perlu untuk memberikan penyuluhan terkait penerapan teknologi alat pencetak batu bata merah guna meningkatkan kuanititas produksi, memberikan pendampingan dalam penggunaan alat, memberikan pelatihan dan pendampingan cara meningkatkan kemampuan menjalankan usaha dari segi pengembangan pemasaran dan manajemen keuangan/pembukuan. Metode pelaksanaan terdiri dari persiapan (observasi/studi literatur), sosialisasi/penyuluhan, pelatihan/penerapan teknologi dan pendampingan/evaluasi. Hasil kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mitra dalam segi peningkatan kuantitas produksi melalui penerapan teknologi alat pencetak batu bata merah dan peningkatan kemampuan menjalankan usaha melalui pendampingan/pelatihan di bidang pemasaran dan keuangan dengan pemasangan papan usaha dan manajemen pembukuan. Melalui kegiatan PKM ini diharapkan proses transfer pengetahuan  dan keterampilan dalam penerapan teknologi dalam pembuatan batu bata merah dapat terus berjalan dan dimanfaatkan oleh mitra dan masyarakat luas, baik dari pengembangan teknologi dari segi proses pembakaran maupun pengeringan. Sehingga pengembangan usaha batu bata merah dan  kesejahteraan mitra dan masyarakat akan semakin meningat.
Application of Subcritical Water Hydrolysis (SCW) in Producing Reducing Sugar for Biofuel Production Dian Ranggina; Maria Assumpta Nogo Olea; Hanny F. Sangian; Arief Widjaja; Hijrah Amaliah Azis
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No 2 December 2024
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v8i2.86196

Abstract

Abstract. This work aimed to produce reducing sugar from coconut husk using subcritical water hydrolysis. Coconut husk contains cellulose and hemicellulose that can be converted into reducing sugars and then fermented into biofuel. In this study, the subcritical water hydrolysis was carried out in a batch reactor at  temperatures 120-260 oC and pressures, 40, 80, and 160 bar for 1 h. Subcritical water method obtained two products, namely (a) liquid containing sugar and (b) solid containing cellulose, hemicellulose and lignin. The liquid sugars were analyzed by HPLC and DNS, while crystal structure was characterized by XRD and SEM. The highest yield of reducing sugar obtained was 0.25 g/g cellulose+ hemicellulose at 150 oC and 80 bar.Keywords: Biofuel, Coconut husk, Lignocellulose, Reducing sugar, Subcritical water
Aktivitas Antibakteri Disinfektan Ekstrak Daun Sirih dan Jeruk Nipis Terhadap Bakteri Staphylococcus. a dan E.coli Mariaulfa Mustam; Hijrah Amaliah Azis; Rahmat Alam
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i2.624

Abstract

Mudahnya penyebaran virus korona mengharuskan kita menerapkan pola hidup bersih dan sehat sesuai protokol kesehatan yang ada melalui cuci tangan dan penyemprotan cairan kimia yang bisa membunuh virus dan kuman atau disinfeksi. Disinfeksi sendiri harus dilakukan dari lingkungan terkecil yaitu rumah dan dimulai dari diri sendiri. Penyemprotan cairan disinfektan tengah marak dilakukan di tengah pandemi global virus Covid-19. Tidak hanya oleh instansi resmi, warga juga berlomba-lomba melakukannya secara mandiri. (Budiman,2020). Sebagai alternatif pengganti disinfektan dari alkohol dan klorin, yaitu dengan menggunakan air rebusan daun sirih dan jeruk nipis yang merupakan bahan alami dan bisa kita temukan di pasar maupun di perkebunan. Daun sirih bisa menjadi alternatif di tengah kelangkaan bahan-bahan yang digunakan membuat cairan disinfektan. (Wisnu,2018). Pada penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yaitu Studi Pustaka (Library Research). Studi kepustakaan adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah dan membandingkan buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan. Penggunaan daun sirih dan jeruk nipis untuk bahan alami pembuatan disinfektan terbukti efektif untuk menghambat penyebaran pathogen, membunuh pathogen, membasmi virus, kuman, jamur. Kandungan unsur-unsur senyawa dari kedua bahan alami ini berfungsi sebagai antiseptik alami terhadap beberapa pathogen, seperti Staphylococcus aureus., Bacillus sp., Escherichia coli, dan Salmonella Rafi.