Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Activated Carbon from Sawdust Biomass Via ZnCl₂ and NaOH Activation for Water Biofiltration Applications Hamid, Syarwan; Gusnawati; Thahirah Arief; Muh. Ilham Anggamulia; Hijrah Amaliah Azis; Muh Arman
Journal of Green Chemical and Environmental Engineering Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Green Chemical and Environmental Engineering
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jgcee.v1i4.18

Abstract

The declining availability of fossil energy sources in Indonesia has driven the development of renewable and environmentally friendly alternatives, including the utilization of biomass waste such as teak sawdust (Tectona grandis L.F.). This study aims to produce activated carbon via pyrolysis and chemical activation using ZnCl₂ and NaOH for water filtration applications. Pyrolysis was conducted at 300-400°C with biomass-to-activator ratios of 1:3, 1:5, and 1:7. SEM analysis revealed that chemical activation increased pore number and size; ZnCl₂ produced larger and more complex pore structures, while NaOH resulted in more uniform pores. FTIR spectra showed a reduction in hydroxyl (O–H), carbonyl (C=O), and ether (C–O) groups with increasing temperature, along with the emergence of aromatic (C=C) bands, indicating enhanced carbonization and structural stability. NaOH activation at 380°C yielded the highest iodine adsorption (1124 mg/g), while ZnCl₂ was optimal at 320 °C (980 mg/g). These results demonstrate that teak sawdust-derived activated carbon possesses a microporous structure and functional surface groups suitable for water purification and efficient removal of organic contaminants
PKM Penerapan Teknologi Alat Pencetak Batu Bata Merah Guna Peningkatan Produktivitas Industri Rumah Tangga di Desa Bontolangkasa Utara Kabupaten Gowa Azis, Hijrah Amaliah; Amin, Ida Ifdaliah; Sukaini, Sukaini; Ramdani, Nurfika; Mustam, Mariaulfa; Kurniawan, Asrar; Aswar, Aditya
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21194

Abstract

Industri batu bata merah di Desa Bontolangkasa Utara Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa telah lama memproduksi batu bata merah untuk memenuhi pesatnya keperluan di sektor infrakstruktur. Proses pembuatan batu bata merah dimulai dari proses pencampuran, pencetakan, pengeringan sampai pembakaran masih dilakukan secara tradisional. Hal ini menjadi permasalahan yang dihadapi mitra yakni lamanya proses produksi sehingga jumlah produksi batu bata merah sangat turun, selain itu kurangnya kemampuan mitra dalam menjalankan usaha. Oleh karena itu perlu untuk memberikan penyuluhan terkait penerapan teknologi alat pencetak batu bata merah guna meningkatkan kuanititas produksi, memberikan pendampingan dalam penggunaan alat, memberikan pelatihan dan pendampingan cara meningkatkan kemampuan menjalankan usaha dari segi pengembangan pemasaran dan manajemen keuangan/pembukuan. Metode pelaksanaan terdiri dari persiapan (observasi/studi literatur), sosialisasi/penyuluhan, pelatihan/penerapan teknologi dan pendampingan/evaluasi. Hasil kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mitra dalam segi peningkatan kuantitas produksi melalui penerapan teknologi alat pencetak batu bata merah dan peningkatan kemampuan menjalankan usaha melalui pendampingan/pelatihan di bidang pemasaran dan keuangan dengan pemasangan papan usaha dan manajemen pembukuan. Melalui kegiatan PKM ini diharapkan proses transfer pengetahuan  dan keterampilan dalam penerapan teknologi dalam pembuatan batu bata merah dapat terus berjalan dan dimanfaatkan oleh mitra dan masyarakat luas, baik dari pengembangan teknologi dari segi proses pembakaran maupun pengeringan. Sehingga pengembangan usaha batu bata merah dan  kesejahteraan mitra dan masyarakat akan semakin meningat.
Application of Subcritical Water Hydrolysis (SCW) in Producing Reducing Sugar for Biofuel Production Ranggina, Dian; Nogo Olea, Maria Assumpta; F. Sangian, Hanny; Widjaja, Arief; Azis, Hijrah Amaliah
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No 2 December 2024
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v8i2.86196

Abstract

Abstract. This work aimed to produce reducing sugar from coconut husk using subcritical water hydrolysis. Coconut husk contains cellulose and hemicellulose that can be converted into reducing sugars and then fermented into biofuel. In this study, the subcritical water hydrolysis was carried out in a batch reactor at  temperatures 120-260 oC and pressures, 40, 80, and 160 bar for 1 h. Subcritical water method obtained two products, namely (a) liquid containing sugar and (b) solid containing cellulose, hemicellulose and lignin. The liquid sugars were analyzed by HPLC and DNS, while crystal structure was characterized by XRD and SEM. The highest yield of reducing sugar obtained was 0.25 g/g cellulose+ hemicellulose at 150 oC and 80 bar.Keywords: Biofuel, Coconut husk, Lignocellulose, Reducing sugar, Subcritical water