Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Relevansi Konsep Pendidikan Akhlak Imam Al-Ghazali Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin Dengan Pendidikan Karakter Kurikulum 2013 Moh Isbir; Rizkiyah Mardiana; Abd Haris
Jurnal Subulana Vol. 5 No. 2 (2022): Subulana March 2022
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v5i2.105

Abstract

Pendidikan Islam merupakan sarana ideal untuk mengarahkan kehidupan ke arah yang lebih baik, karena di dalam pendidikan agama Islam hal yang lebih diutamakan sebelum belajar ilmu pengetahuan adalah akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan relevansi konsep pendidikan akhlak Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dengan pendidikan karakter kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualiatatif berupa library research dengan mengumpulkan data dari karya tulis ilmiah dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian yang didapat yaitu konsep pendidikan akhlak Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dengan konsep pendidikan karakter kurikulum 2013 cukup relevan sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam memperbaiki pendidikan akhlak di dunia pendidikan. Salah satu permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini, yakni merosotnya akhlak yang sangat mengkhawatirkan, lebih tepatnya, lembaga pendidikan di Indonesia masih berlomba-lomba meningkatkan kualitas intelektual sementara masalah akhlak dan moralitas masih dikesampingkan. Al-Ghazali merupakan tokoh legendaris yang menekuni dunia pendidikan khususnya ilmu di bidang keagamaaan, hal ini dapat dilihat dari karya-karyanya yang fenomenal serta banyak dijadikan sebagai rujukan dalam penelitian dan sarana perbaikan dalam dunia pendidikan. Simpulannya, hanya terdapat beberapa perbedaan antar konsep pendidikan akhlak Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dengan konsep pendidikan karakter kurikulum 2013. Kata Kunci: Pendidikan Akhlak, Ihya’ Ulumuddin, Pendidikan Karakter, Kurikulum 2013
Pentingnya Bimbingan Islami bagi Pendidikan ditengah Kebinekaan Moh Subhan; Abd. Haris
Risda: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Ar-Rosyid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humans are social creatures. In the case of guidance in the midst of diversity, there is a relationship between two subjects, namely the guidance of subjects who guide more subjects who are less. The realization of independence and freedom from the shackles of the oppression of the colonizers until the realization of peace in the archipelago which has been recognized throughout the world for its independy ence, are noble values ??that are full of rahmatan lil'alamin which is loaded with the religion of Islam that is presented in Indonesia, Islam is present on mother earth this motherland without war and not brought by the invaders, Islam comes with hospitality and politeness as well as dialogue and culture. Islam and culture are not at all contradicted so that it is easy to be accepted by all groups, that is one way that Islam rahmatan lil'alamin enters through cultural dialogue. Islam has spread and is faced with various cultural realitifes so that this is what allows Islam to develop into a truly rahmatan lil'alamin teaching. The strength of Islamic values ??does not completely shift the strength of cultural values ??but instead enriches them. The position of Islam is able to be a guardian for the establishment of religious harmony.
Pembelajaran Pendidikan Karakter dalam Paradigma Tasawuf Akhlaqi Perspektif Al-Qur’an Muhammad Sirojuddin Cholili; Abd. Haris
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1108

Abstract

Pembelajaran Pendidikan karakter dalam paradigma tasawuf akhlaqi dilihat dari sudut pandang al-Qur’an mengusung model pembelajaran kepribadian religius. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengamalan maqamat dalam tasawuf akhlaqi dari sudut pandang Al-Qur’an memberikan sumbangan besar terhadap pembelajaran pendidikan karakter, sebagaimana pada maqam taubat yang mendidik karakter tentang komitmen dan loyalitas, maqam sabar yang mendidik karakter tentang konsep pengendalian diri, maqam zuhud yang dapat menjadi bekal bagi diri terhadap pencegahan diri terhadap karakter yang terlalu cinta duniawi, maqam tawakal mengajarkan tentang ikhlas, maqam syukur mendidik karakter solidaritas dan kepekaan sosial masyarakat, maqam fakir mencegah karakter yang bersifat materialistis, dan maqam rida pendidikan karakter kerelaan hati. Penelitian ini mendukung pandangan Muhammad ash Shaikhani (1999), berpendapat bahwa untuk meningkatkan kualitas pribadi yang mulia, diperlukan pendidikan kepribadian yang bersifat sufistik/kesufian, Sayyed Hossein Nasr (2001), juga mengatakan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama harus menjadikan tasawuf sebagai pendekatan, serta mendukung pandangan Abuddin Nata (2017), yang mempertegas bahwa upaya mengatasi krisis dimensi moral adalah pengembangan kehidupan moral tasawuf. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui penelitian kepustakaan. Metode tafsir Al-Qur’an yang digunakan adalah metode tafsir almaudu’i versi Abd alHayy al Farmawi. Metode ini digunakan untuk memahami kembali tasawuf Akhlaqi dari perspektif Al-Qur’an.
HAKIKAT TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Mokhamad Ali Musyaffa'; Abd Haris
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sebagai upaya untuk membangun sumber daya manusia memerlukan wawasan yang sangat luas. karena pendidikan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia baik dalam pemikiran maupun dalam pengalamannya. Oleh karena itu, pembahasan pendidikan tidak cukup berdasarkan pengalaman saja, melainkan dibutuhkan suatu pemikiran yang luas dan mendalam. Salah satunya adalah Imam Al-Ghazali merupakan seorang pemikir besar, sufi dan praktisi pendidikan di dunia Islam. Dalam kajian ini akan dijelaskan tentang hakikat tujuan pendidikan Islam menurut Imam Al-Ghazali. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan mengkaji tentang hakikat tujuan pendidikan Islam Perspektif Imam Al-Ghazali. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa; taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah adalah tujuan pendidikan Islam yang terpenting. Menguasai ilmu bagi Imam Al-Ghazali adalah sebagai media untuk taqarrub kepada Allah dimana tak satupun bisa sampai kepadanya tanpa ilmu.
Konsep dan Implikasi Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Inovasi Pendidikan Islam Dainuri Dainuri; Abd Haris
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 1 (2022): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i1.63

Abstract

Filsafat pendidikan Pendidikan Islam selain bersifat teoritik juga realistik yang dapat diwujudkan dalam tingkah laku dan mudah di transformasikan dalam kehidupan. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam melampaui hal-hal dan nilai- nilai yang selalu bersifat absolut. Konsep dan prinsip yang menjadi landasan bagi pelaksanaan pendidikan selalu dikritisi dan dievaluasi, disinilah filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai norma Pendidikan. Filsafat pendidikan islam merupakan aplikasi ide-ide filsafat dalam pendidikan mengandung nilai-nilai esensial yang mengarahkan pada tujuan-tujuan dan pelaksanaan pendidikan Agama Isam dan berimpilkasi pada inovasi pendidikan Islam. Filsafat pendidikan Islam secara umum akan mengkaji berbagai masalah yang terdapat dalam bidang pendidikan, mulai dari visi, misi, tujuan pendidikan, dasar-dasar dan asas-asas pendidikan Islam, konsep manusia, guru, anak didik, kurikulum, dan metode pembelajaran sampai dengan evaluasi dan inovasi dalam pendidikan secara filosofis
AL-MABADI’ Al-ISLAMIYAH LI MU’ALAJATI ATS-TSAQAFAT AL-MUTATHARRIFAH FI AL-MUJTAMA’ AL-INDUNISI Zulfi Mubaraq; Abd Haris; Uril Bahruddin; Mualimin Mochammad Sahid
El-HARAKAH (TERAKREDITASI) Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i1.15169

Abstract

لم يزل المجتمع الإندونيسي تعانيه مشكلة التطرف الديني، بل أصبحت فكرة التطرف ثقافة لدى بعض الأفراد الأكاديميين. وفي جانب آخر عرف الشعب الإندونيسي بالتسامح والتعاون والتعاطف. فأهداف البحث وصف (1) نماذج الثقافات المتطرفة في المجتمع، (2) أسباب انتشار الثقافات المتطرفة في المجتمع، (3) المبادئ الإسلامية لمعالجة الثقافات المتطرفة في المجتمع. استخدم هذا البحث المدخل الكيفي والدراسة المكتبية، وجمع البيانات فيه عن طريق دراسة الوثائق المتعلقة بالموضوع وتحليلها. ويتم بعد ذلك تنظيم البيانات وتفسيرها والمقارنة مع نتائج البحوث الأخرى ثم الاستنتاج منها. وقد توصل البحث إلى أن هناك نماذج الثقافات المتطرفة التي تتمثل في الفهم الخاطئ عن معنى والولاء والبراء والجهاد، وأن أسباب انتشار الثقافات المتطرفة نوعان الدينية التي تتمثل فيعدم فهم الدين فهما صحيحا، والأخذ بظاهر النصوص الدينية، الغلو في الدين، وضعف فهم السيرة والتاريخ، وغير الدينية تتمثل في وعد وجود العدالة في مجالات الحياة، وأن هناك مبادئ إسلاميةلمعالجتها، منها الإنكار على أهل الغلو والتقصير، وأن الوسطية من صفات الأمة، والمسامحة ولين الجانب، والرحمة والرفق والشفقة على المخالف، وإبراز الأمور المتفق عليها على المخالف، وإزالة التصورات الخاطئة وتوضيح الحقائق، وعدم الإساءة إلى الآخرين أو إلى ما يعتقدوه، وقبول الحق من المخالفين، والتركيز على القضايا الأساسية.ومن هنا يمكن أن تعمم نتائج هذا البحث بأن تطبيق المنهج الوسطي في المجتمع الإسلامي يلزم نشر الوعي الإسلامي الوسطي ومناقشة الثقافات المتطرفة التي تؤدي إلى إساءة صورة الإسلام والمسلمين.
IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DI TK MUAWANAH LAMONGAN Muh. Hasyim Rosyidi; Sunaji Sunaji; Abd.Haris
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.395 KB)

Abstract

Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang disediakan sebagai acuan dalam proses pembelajaran, yang otomatis harus mengikuti perubahan dan perkembangan kemajuan manusia. Dengan demikian program kurikulum yang ada disekolah harus selalu melakukan pengembangan, dalam arti memperbarui, mendesain atau merumuskan kembali dari kurikulum sebelumnya. Perubahan yang terjadi pada kurikulum tingkat satuan Pendidikan menjadi kurikulum 2013, dan sekarang menjadi kurikulum darurat sehingga menjadikan beberapa guru belum sepenuhnya memahami maksud dari kurikulum tersebut dan cara untuk mengimplementasikannya. Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui implementasi kurikulum perspektif filsafat pendidikan islam anak usia dini di TK Muawanah. 2) mengetahui apa faktor penghambat dan pendukung dalam mengimplementasikan kurikulum perspektif filsafat pendidikan islam anak usia dini di TK Muawanah. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yang disesuaikan Lembaga TK Muawanah. Teknik pengumpulan data yaitu dengan Wawancara, Observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Implementasi Di TK Muawanah pada masa seperti saat ini masa pandemi ini menggunakan kurikulum darurat. Kurikulum tersebut telah dikembangkan dan disesuaikan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Dan kurikulum darurat telah berjalan dengan baik. Mengenai pengembangan kurikulum PAUD di TK Muawanah, saat ini TK Muawanah mengikuti arahan dari kementrian Agama kabupaten/kota dan kementrian agama provinsi untuk mengembangkan kurikulum darurat. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik yang merupakan tuntunan dari kurikulum 2013 yang berupa mengamati, menanya mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan. Dari sini bisa kita lihat kalau kurikulum darurat adalah penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu kurikulum 2013. Dalam proses penilaian telah menggunakan penilaian autentik yang meliputi penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan
Rekonsepsi Pendidikan Karakter Berbasis Islam Pada Masyarakat Multikultural Singapura Abd. Haris; Salman Arif Ramadhan; Leufigo Sadam Mubarok
J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JPAI Vol. 8 No. 2 Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpai.v8i2.17437

Abstract

Inequality that occurs in this life is caused by poor human character. Efforts to equip generations with character education continue to be a concern. The purpose of this research is to reveal; (1) the form of reconceptualization of Islamic-based character education in the Singapore Perdaus institution, (2) the influencing factors, and (3) the impact or implications. The approach used is qualitative, the research data is information about character education in the Perdaus Singapore institution, the data analysis is descriptive-qualitative. The findings of this study are (1) the concept of character education in the Singapore Perdaus institution is implemented in the form of character education through the al-Quran, kurban activities, early childhood education, and character education for youth, (2) there are two influencing factors, namely; External factors include government support, public awareness, well-established community conditions, and high intensity of career women. As for the internal factors in the form of competent human resources, open institutions, and innovation and adequate facilities, (3) the positive impact is the strengthening of public trust in Islamic institutions, the birth of a cultured generation of advanced society, and the opening of job opportunities. The conclusion of this study shows that the values of universal Islamic character do not conflict with the life of developed societies.
HAKIKAT TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Mokhamad Ali Musyaffa'; Abd Haris
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i1.3033

Abstract

Pendidikan sebagai upaya untuk membangun sumber daya manusia memerlukan wawasan yang sangat luas. karena pendidikan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia baik dalam pemikiran maupun dalam pengalamannya. Oleh karena itu, pembahasan pendidikan tidak cukup berdasarkan pengalaman saja, melainkan dibutuhkan suatu pemikiran yang luas dan mendalam. Salah satunya adalah Imam Al-Ghazali merupakan seorang pemikir besar, sufi dan praktisi pendidikan di dunia Islam. Dalam kajian ini akan dijelaskan tentang hakikat tujuan pendidikan Islam menurut Imam Al-Ghazali. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan mengkaji tentang hakikat tujuan pendidikan Islam Perspektif Imam Al-Ghazali. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa; taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah adalah tujuan pendidikan Islam yang terpenting. Menguasai ilmu bagi Imam Al-Ghazali adalah sebagai media untuk taqarrub kepada Allah dimana tak satupun bisa sampai kepadanya tanpa ilmu.
Hakikat Manusia sebagai Pelaku Pendidikan Islam Bima Fandi Asy'arie; Abd. Haris
Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 4 No 1 (2023): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAI Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educators are people who teach or carry out educational activities. Educators as controllers, directors, and guides the process that directs human development and growth. In building the relationship between teacher and student is the educator's most important task. Meanwhile, students are individuals who will receive education from a teacher. Being a good teacher requires qualities that include courage, self-confidence, dependability, and respect for others. Teachers must also have pedagogical, professional, personality, and social abilities. The research is qualitative in nature using the method of library research (library research). In the literature study method, this is done by preparing a research framework. The purpose of this research is to find out the nature of educators in Islamic education, and the nature of students in Islamic education). The results in this study include (1) the definition of educators, the duties of educators, the characteristics of education, the competence of educators, and the responsibilities of educators. (2) the definition of students, the duties and responsibilities of students, and the ethics of students.