Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Preventing and Controlling COVID-19: A Practical-Based Review in Offshore Workplace Sunandar, Hendar; Ramdhan, Doni Hikmat
Kesmas Vol. 16, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An offshore platform is a workplace with complex facilities and limited space due to the complex installed equipment and components. Therefore, the offshoreas enclosed area platform is more likely to have a high risk of COVID-19 outbreak. Furthermore, a company must strictly follow health protocols to preventworkers from being exposed to COVID-19 in the offshore workplace. However, workers are often forced to onboard without proper health protocols becauseof operational needs and production targets. This paper aimed to explore the essence of the steps in preventing and controlling COVID-19 in the offshoreworkplace and the challenges. The analysis found that the company must take preventive measures against COVID-19 before workers are on board and inthe workplace and control it using the hierarchy of control: engineering control, administrative control, and personal protective equipment (PPE).
Penelitian Genom dan Implikasinya dalam Kesehatan Masyarakat di Indonesia Ramdhan, Doni Hikmat
Kesmas Vol. 9, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian genom yang mengkaji kaitan antara setiap gen dengan suatu penyakit sekaligus mekanismenya untuk mendapatkan pengetahuan yang menyeluruh dalam pengobatan, telah membawa perubahan besar dunia kedokteran dalam mengobati berbagai penyakit. Namun demikian, penelitian genom seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk pengobatan tetapi juga untuk pencegahan penyakit. Artikel ini membahas masalah kesehatan masyarakat dan peluang pemanfaatan penelitian genom dalam pencegahan penyakit. Penelitian genom yang dapat dimanfaatkan pada bidang kesehatan masyarakat adalah toksikogenomik dan nutrigenomik. Penelitian toksikogenomik mengkaji respons gen akibat pajanan toksikan yang berdampak pada kesehatan manusia. Penelitian nutrigenomik mengkaji respons gen terhadap makanan yang berdampak pada kesehatan manusia. Penelitian toksikogenomik dan nutrigenomik dapat mengungkap mekanisme molekuler suatu penyakit. Selanjutnya, pada gen yang mengalami perubahan ekspresi dapat dijadikan target molekuler untuk pencegahan. Dengan demikian, perkembangan penelitian genom memberikan tantangan bagi pengembangan ilmu kesehatan masyarakat untuk dalam pencegahan penyakit. Genome research which examines association of each gene with a disease and its mechanism to explore comprehensive knowledge in disease treatment, has brought about great changes in medicine in the treatment of diseases. However, genomic research should not only be applied in treatment but also in disease prevention. This article discusses public health problems and opportunities of genomic research application in disease prevention. Genome research that can be utilized in the field of public health is toxicogenomics and nutrigenomics. Research toxicogenomics investigate gene responses due to exposure to the toxicant that impact on human health. Nutrigenomics research examines gene response to food that affect to human health. Toxicogenomics and nutrigenomics research can uncover the molecular mechanisms of disease. Furthermore, the gene expression changes that may be used as molecular targets for prevention. Thus, the development of genome research provides a challenge for the development of public health sciences to be used in the prevention of disease.
IMPLEMENTATION OF SAFETY MANAGEMENT SYSTEM HAS A POSITIVE INFLUENCE ON SAFETY CULTURE IN INDONESIAN RAILWAY CONSTRUCTION PROJECTS hasbi, hariandy; Ramdhan, Doni Hikmat
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2888

Abstract

This study aims to measure the implementation of safety management systems in Indonesian railway construction uses Cooper's reciprocal safety culture model.  In addition, it is emphasized that an effective safety management system and a strong management commitment to safety play an important role in improving the safety culture in the railway construction sector. Research analysis tools using confirmatory factor analysis (CFA), data collection through questionnaires distributed to workers in the railway construction sector by measuring three main dimensions of safety culture, namely: workers' perception of safety climate, safety behavior, and safety management system. The results of the analysis show that worker safety behavior, safety climate, and safety management system have a positive and significant influence on safety culture. Good safety behavior, a positive safety climate, and an effective safety management system all contribute to strengthening the safety culture in the field of railway construction. Implementation of a good safety management system, including strict procedures, effective training, and efficient communication, significantly improves worker safety behavior and reduces the risk of work accidents.Keywords: Safety Culture, Safety Climate, Safety Behavior, Safety Management System, Cooper's reciprocal safety culture model.
The Impact of Hydration Level on Groundhandling Officer at Bandara Soekarno Hatta Siti Zubaidah; Doni Hikmat Ramdhan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5373

Abstract

Background: Groundhandling workers are workers who are exposed to heat for quite a long time. A work environment that exceeds tolerance limits can cause health problems such as dehydration and fatigue. Lestari (2016) in his research stated that a hot work environment that exceeds the Threshold Limit Value (TLV) can increase the risk of dehydration. Purpose: This research focuses on fatigue and the risk factors of fatigue, especially those caused by dehydration, without disregarding other risk factors among ground handling workers at Soekarno-Hatta Airport. Method: The method used in this research is an observational analytic approach with a cross-sectional design. The sampling technique employed random sampling with a sample size of 219 respondents consisting of ground handling workers working both inside buildings and on the apron. The measuring instruments used were specific gravity urine tests to determine hydration status and IFRC questionnaires to assess workers' physical fatigue status. Result: From the existing data it was found that the majority of respondenst experienced mild fatigue, namely 36,5% of the 219 respondents and others experienced severe fatigue 63,5%. With hydration status, most workers have good hydration status (euhydration), namely 70,3% and and some others experienced dehydration, namely 29,7%. The result of the analysis between hydration status and level fatigue showed 35,4% of respondents who werw dehydrated experienced severe fatigue, while 37% of respondents who were euhydrated/normohydrated experirienced severe fatgue. The results of the analysis test obtained was no relationship between hydratin status and fatigue level. The OR (Odd Ratio) shows a result or 0,932 meaning that respondents withs dehyration are protective factor of 0,93 times agains severe fatigue. Conclusion: The conclusion of this research is that good hydraton status can prevent fatigue in workers, especially those who work with direct heat exposure.
PENGARUH KUANTITAS DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KELELAHAN DAN KEWASPADAAN PEKERJA LEPAS PANTAI PT. X Kharisma Muffti Pratama; Doni Hikmat Ramdhan
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2699

Abstract

Beberapa kecelakaan besar di offshore disebabkan oleh adanya kurangnya kewaspadaan dan kejadian kelelahan yang dialami oleh pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kuantitas dan kualitas tidur, hubungan sleep hygiene dengan kualitas dan kuantitas tidur, dan melihat hubungan antara kualitas tidur dengan kewaspadaan dan kelelahan yang dialami pekerja offshore PT. X. Penelitian dilakukan di offshore PT. X, dengan responden kuesioner sebanyak 84 pekerja dan pemakai alat aktigrafi sebanyak 22 pekerja. Data aktigrafi diambil selama 14 hari kerja, dibedakan menjadi tiga kelompok shift dan pengaturan temperatur ruangan. Dari PSQI, 63,1% responden memiliki kualitas tidur yang buruk dengan durasi tidur rata-rata terendah pada data aktigrafi diperoleh pada shift malam (300 menit), sedangkan durasi tidur tertinggi diperoleh pekerja non shift (358 menit). Data aktigrafi menunjukkan durasi tidur rata-rata pekerja PT. X menggunakan HVAC A (26,9℃) lebih panjang daripada menggunakan HVAC B (23,4℃). 59,5% responden mengalami normal fatigue dan 40,5% responden mengalami mild fatigue. Hampir seluruh responden memiliki sleep hygiene yang baik (95,2%) dan tidak ada hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur. Juga tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dan kewaspadaan pekerja (p-value : 0,466). Untuk kelelahan diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kondisi kelelahan pekerja (p-value : 0,062).
HUBUNGAN KELELAHAN DAN KEWASPADAAN AKIBAT PAJANAN PANAS DENGAN POTENSI KECELAKAAN PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI Nino, Bagus Putra; Ramdhan, Doni Hikmat
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1743

Abstract

Proyek konstruksi tidak terhindarkan dengan pajanan panas pada setiap aktivitasnya. Studi ini menganalisis faktor kelelahan dan kewaspadaan akibat panas dengan potensi kecelakaan kerja yang timbul dari tindakan tidak aman saat panas pada proyek konstruksi PT X. desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi berjumlah 150 pekerja, sampel yang diambil adalah total populasi. Pengumpulan data responden menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah 51% pekerja berpotensi mengalami kecelakaan atau cidera akibat tindakan tidak aman saat terik. Beban kerja, kejadian tekanan panas, keluhan subyektif berhubungan dengan kelelahan akibat panas (p value <0,05). Beban kerja dan kejadian tekanan panas tidak berhubungan dengan tingkat kewaspadaan (p value >0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan Kelelahan dan kewaspadaan berhubungan dengan potensi kecelakaan (p value <0,05).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA DI PT X DI JABODETABEK Adytra, Luthfi; Ramdhan, Doni Hikmat
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1744

Abstract

Studi ini mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja di area proyek konstruksi gedung bertingkat salah satu perusahaan konstruksi di Indonesia yang berada di area Jabodetabek. Studi potong lintang ini memeriksa hubungan antara usia, status pernikahan, masa kerja, kualitas tidur, dan higiene tidur dengan kelelahan kerja subyektif. Analisis menggunakan uji chi square digunakan terhadap 124 orang responden penelitian yang dipilih secara acak sederhana setelah mempertimbangkan kriteria tertentu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan kerja dan kualitas tidur (p = 0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan kerja dan higiene tidur (p = 0,001), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, status pernikahan, dan masa kerja terhadap kelelahan kerja. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas dan higiene tidur memiliki korelasi yang signifikan terhadap timbulnya kelelahan kerja.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT. XYZ Zulkarnaen, Zulkarnaen; Ramdhan, Doni Hikmat
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1745

Abstract

Berdasarkan data dari tahun 2019-2022 tercatat 17 kejadian kecelakaan kerja yang dilaporkan di dalam PT. XYZ, dari 17 kecelakaan tersebut 14 diantaranya terjadi di bagian produksi. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja bagian produksi di PT. XYZ. Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional. Populasi berjumlah 152 pekerja. Sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara teknik sampling jenuh, yaitu keseluruhan anggota populasi menjadi sampel. Pengumpulan data responden menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian 40,1% pekerja pernah mengalami kecelakaan kerja dengan jenis kecelakaan terbanyak adalah terjepit, kemudian ada hubungan antara pengetahuan, tindakan tidak aman, kondisi fisik, pelatihan dan kondisi tidak aman dengan kecelakaan kerja (p value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah 40,1% pekerja pernah mengalami kecelakaan kerja dengan jenis kecelakaan terbanyak adalah terjepit, ada hubungan antara pengetahuan, tindakan tidak aman, kondisi fisik, pelatihan dan kondisi tidak aman dengan kecelakaan kerja, kemudian faktor manusia menjadi faktor dengan variabel paling banyak berhubungan dengan kecelakaan kerja di PT. XYZ.
ANALISIS FAKTOR RISIKO STRES KERJA PADA PEKERJA PELAYANAN KESEHATAN DI REMOTE SITE PT. X Yulita, Rifa; Ramdhan, Doni Hikmat
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stres kerja pada pekerja kesehatan di remote site. Peneliti melakukan studi potong lintang pada Mei-Juni 2023 dengan melibatkan 103 responden dari berbagai industri. Peneliti menggunakan instrumen penelitian COPSOQ III untuk mengukur stres kerja dan faktor risikonya. Pada 103 responden industri Oil & Gas, pertambangan, dan konstruksi menunjukkan usia, durasi shift, dan lama kerja tidak berhubungan signifikan dengan stres kerja. Namun, jenis industri dan gender memiliki hubungan signifikan dengan jenis stres tertentu. Pekerja kontrak lebih cenderung mengalami stres kerja, burnout, dan stres kognitif. Faktor risiko psikososial seperti tuntutan pekerjaan, konflik peran, kecepatan kerja, dan tuntutan emosional juga berhubungan dengan stres kerja. Tuntutan pekerjaan, kecepatan kerja, dan konflik peran mempengaruhi skor stres kerja, menjelaskan 26,5% variasi skor stres. Pekerja pelayanan kesehatan di remote site PT. X mengalami stres kerja yang signifikan, dipengaruhi oleh faktor seperti beban kerja, kecepatan kerja, dan konflik peran. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar ada penyesuaian beban kerja, fleksibilitas shift kerja, dukungan sosial, serta kejelasan peran dan penghargaan untuk mengurangi stres kerja. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami dan menangani stres kerja di kalangan pekerja pelayanan kesehatan, khususnya di remote site.
Literature Review: Faktor Risiko Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pekerja Pengguna Komputer Baraja, Wafi Syukri; Ramdhan, Doni Hikmat; Modjo, Robiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i04.3899

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome yang merupakan mononeuropati perifer yang berdasarkan patofisiologi disebabkan oleh tekanan jaringan yang meningkat di terowongan karpal, sepanjang saraf medianus, parestesia (kesemutan), nyeri, dan kelainan sensorik dan motorik disebabkan oleh mekanisme supresi lokal dan iskemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel risiko CTS pada pekerja. Metode dalam penelitian ini menggunakan kajian pustaka. Pencarian pustaka dilakukan secara daring menggunakan situs web bereputasi baik seperti PUBMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dalam 10 tahun terakhir (2014-2024) dengan menggunakan kata kunci faktor risiko carpal tunnel syndrome . Kajian pustaka dilakukan pada 20 artikel yang terdiri dari 11 artikel internasional dan 9 nasional. Artikel dikaji melalui editing, organization, analyze dan diseminasi. Hasil kajian pustaka ini memperlihatkan bahwa faktor risiko non okupasi meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, riwayat penyakit, merokok, status menikah, tingkat pendidikan, dan minum alkohol serta faktor risiko okupasi meliputi lama kerja, masa kerja, gerakan repetitif, stres kerja, dan postur janggal. faktor risiko non okupasi yang memiliki hubungan kuat yaitu jenis kelamin sedangkan faktor risiko okupasi yaitu lama kerja.