Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Systematic Literature Review : Efektivitas Pendekatan Etnomatematika dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis di Indonesia Dhafa Purbaya Nurrohim; Bambang Eko Susilo
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gpemzw74

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Salah satu pendekatan yang berpotensi mendukung pengembangannya adalah etnomatematika, yaitu pendekatan yang mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis karakteristik penelitian serta mengevaluasi efektivitas pendekatan etnomatematika dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada tahapan Zawacki-Richter et al. (2020). Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar menggunakan aplikasi Harzing's Publish or Perish terhadap artikel jurnal terindeks SINTA tahun 2018–2025. Berdasarkan proses seleksi dan quality assessment, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penelitian didominasi pada jenjang SD/sederajat, materi geometri, wilayah Pulau Jawa, metode kuantitatif, serta penggunaan kombinasi media digital dan non-digital. Seluruh artikel menunjukkan bahwa pendekatan etnomatematika efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis, ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar, nilai N-Gain dan effect size yang efektif, serta perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan etnomatematika merupakan alternatif pembelajaran yang efektif sekaligus memberikan gambaran mengenai karakteristik penelitian sebagai dasar pengembangan penelitian selanjutnya.
Eksplorasi Literasi Matematika Peserta Didik SMP Negeri 1 Pangenan Berdasarkan Tingkat Motivasi Intrinsik: Indonesia Muhamad Rizki Subarkah; Wardono; Bambang Eko Susilo
Media Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2025): J-MPM
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FSTT, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v13i2.17582

Abstract

Mathematical literacy is an essential 21st-century competency. However, national assessment results and international studies such as PISA indicate that Indonesian students’ mathematical literacy remains below the average. A similar condition was found at SMP Negeri 1 Pangenan, where this research was conducted. Based on an intrinsic motivation questionnaire administered to 34 students, their motivation levels were classified into three categories: high (), medium (), and low (). This study aims to explore students’ mathematical literacy skills based on their levels of intrinsic motivation. The research employed a qualitative descriptive–exploratory approach. The subjects were selected using purposive sampling, consisting of six eighth-grade students representing each level of intrinsic motivation. Data were collected through intrinsic motivation questionnaires, mathematical literacy tests, semi-structured interviews, classroom observations. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, conclusion drawing. The findings show that: (1) Students with high intrinsic motivation demonstrated excellent performance in almost all components of mathematical literacy, accompanied by strong learning control, self-confidence, and full engagement. (2) Students with medium intrinsic motivation showed fairly good but inconsistent performance, particularly in reasoning, the use of symbols. Their learning control and self-confidence were not yet stable. (3) Students with low intrinsic motivation tended to perform at a fair to low level, with weak motivation and low engagement. These findings indicate that there are clear differences in mathematical literacy performance based on students’ levels of intrinsic motivation. This study recommends implementing learning approaches that take motivational variations into account to optimize students’ mathematical literacy
Systeamtic Literature Review: Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Indonesia pada Pembelajaran Problem Based Learning di Masa Pandemi Novian Aditya Praja; Bambang Eko Susilo
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1109

Abstract

Pendidikan matematika menjadi pilar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, maka dari itu diharapkan siswa memiliki kemampuan matematika yang baik, salah satunya yaitu kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa pada abad 21. Penelitian ini akan mengkaji secara literatur dengan metode systematic literature review terkait bagaimana pengaruh pembelajaran menggunakan problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Kriteria literatur yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa artikel jurnal yang paling tidak terindeks Sinta atau Google Scholar dengan rentang tahun publikasi yakni tahun 2019-2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mengkaji, serta membuat kesimpulan terkait keseluruhan dari hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada matematika. Berdasarkan hasil analisis dari literatur-literatur mengenai pembelajaran model problem based learning dan kemampuan pemecahan masalah dapat disimpulkan bahwa model problem based learning memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran dengan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
How mathematical disposition shapes computational thinking in solving systems of linear equations: A flowchart-supported qualitative study Ananda Jullailatul Azizia; Masrukan; Bambang Eko Susilo; Ahmad Arifuddin
Jurnal Elemen Vol 11 No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v11i4.32082

Abstract

Computational thinking (CT) is a vital 21st-century skill in mathematics education, enabling students to solve problems systematically through decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. However, students’ mathematical disposition—encompassing beliefs, habits of mind, and affective tendencies—may significantly influence CT development. Guided by the affective–cognitive interaction model, this study aimed to explore how mathematical disposition shapes students’ CT skills, particularly in solving systems of three-variable linear equations using self-constructed, flowchart-supported algorithmic representations. A descriptive qualitative approach was adopted, with six students (two each from high, medium, and low disposition levels, identified via questionnaire) participating. Data collection involved a disposition scale, CT test, interviews, and documentation. Findings revealed that high-disposition students successfully demonstrated all CT indicators and produced coherent flowcharts. Medium-disposition students showed variability: some met all criteria, while others faltered in algorithmic design. Low-disposition students managed only basic decomposition and pattern recognition, with incomplete abstraction and fragmented flowcharts. These results suggest a strong link between affective factors and cognitive performance in CT tasks. Implications highlight the importance of integrating disposition-aware scaffolding—such as interactive visual tools and guided reflection—to support diverse learners and enhance CT development in mathematics classrooms.
Penerapan Media Wayang Bungkus Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah pada Materi Bangun Ruang Rif’an Kristiawan; Alviyatun Ni’mah; Rokhaniyah Rokhaniyah; Fitriyani Pnca Suraya; Wahyu Prasojo; Bambang Eko Susilo
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i22020p87-94

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa MI Roudlotul Huda Semarang pada materi Bangun Ruang melalui penerapan media Wayang Bungkus (Wayang Bangun Ruang Kardus). Kegiatan ini menerapkan metode PALS ( Participatory Action and Learning System) yang melibatkan siswa dan guru sebagai objek dan subjek kegiatan. Metode ini terbagi meliputi tahap : penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan, dan pelembagaan. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) terciptanya media Wayang Bungkus yang dilengkapi bahan ajar, lembar kerja siswa, dan naskah cerita (2) peningkatan pemahaman siswa terhadap materi bangun ruang, (3) pemahaman guru terkait tahapan pembuatan dan pembelajaran menggunakan media Wayang Bungkus, serta (4) perjanjian kerjasama dan pembentukan tim pelaksanana pembelajaran, pengembangan, penelitian, dan pengabdian media Wayang Bungkus antara Jurusan Matematika UNNES dan MI Roudlotul Huda Semarang.
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA INDONESIA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Firdhausa Salsabila; Bambang Eko Susilo
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cj2m7e74

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa di Indonesia melelui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 20 artikel pada jurnal nasional terindeks SINTA tahun 2019–2025. Proses penelitian dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis hasil penelitian dari artikel yang telah terseleksi. Hasil analisis terhadap 20 artikel yang diperoleh dari database Google Scholar dan SINTA menunjukkan bahwa penerapan PBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata, perolehan n-gain kategori sedang hingga tinggi, serta adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini disebabkan karena PBL menekankan pada pemecahan masalah kontekstual, kerja sama, dan aktivitas penyelidikan peserta didik. Selain itu, penggunaan media pembelajaran baik cetak maupun digital turut meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, PBL dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang efektif.
Meta-Synthesis of Metacognition’s Role in Enhancing Mathematical Critical Thinking Dimas Ghulam Istiqlal; Bambang Eko Susilo; Scolastika Mariani; Isnaini Rosyida
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v14i2.24753

Abstract

This study aims to analyze and synthesize various research findings on the role of metacognition in developing students’ mathematical critical thinking skills. The method employed is a qualitative meta-synthesis using a systematic literature review approach on six published articles from 2020 to 2025 that are relevant to metacognition and critical thinking in mathematics learning. The analysis was conducted through thematic coding and cross-study interpretation to identify patterns, distinctions, and theoretical development directions. The synthesis results indicate that metacognition functions as a regulatory mechanism of intellectual awareness, guiding students to plan, monitor, and evaluate their thinking processes reflectively. The relationship between metacognition and critical thinking is reciprocal and hierarchical: metacognition serves as the foundation for critical thinking, while critical thinking reinforces metacognitive awareness through continuous reflection. These findings highlight a paradigm shift from metacognition as a teaching strategy to metacognition as a cognitive architecture. This study recommends the development of a conceptual model of the metacognitive–critical thinking cycle within mathematics learning contexts that are adaptive to students’ cognitive and cultural characteristics.