Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Alat Catch Pot Menggunakan Penutup Fleksibel Pada Metode Vacuum Infusion Untuk Membentuk Composite Arifin, Ronald Akbar; Utama, Firman Yasa
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15853107

Abstract

Abstract: This This study aims to explore the process of designing a catch pot to collect excess resin, which previously lacked a cover in the vacuum infusion method used for carbon fiber production, thereby complicating maintenance procedures. The research method employed is Research and Development (R&D), which ensures that the developed tool is both innovative and functional. The R&D process includes stages of design, fabrication, and functional testing. The resulting catch pot measures 20 cm × 20 cm × 20 cm and features a cover equipped with a pressure gauge and a 19 cm metal support to prevent deformation. To ensure a secure seal, silicone sealant and two locking clamps are added on each side of the lid. Two holes with a diameter of 16 mm were created to mount nipples on both sides of the catch pot, connecting to pneumatic hoses sized 10 × 6.5 mm. The catch pot is capable of reaching a vacuum pressure of up to -0.94 bar. Experimental testing using a mud guard specimen showed that the original mud guard weighed 50 grams, while the carbon fiber version produced three times resulted in a lighter average weight of 33 grams, or 33.33% less. These results indicate that the developed catch pot improves the efficiency and maintainability of the vacuum infusion process for carbon fiber fabrication.
Pengaruh Mata Pisau Dynaflow Blade 4 Dan 12 Cutter Pada Mesin Pencacah Sampah Organik Terhadap Waktu Produksi Nasrul, Nasrulloh Ibrahim; Utama, Firman Yasa; Riandadari, Dyah; Puspitasari, Dewi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.66422

Abstract

Mesin pencacah sampah organik memiliki komponen yang sangat penting, yaitu mata pisau. Mata pisauberfungsi untuk mencacah sampah organik menjadi lebih kecil, sehingga dapat dengan mudah diolah menjadi produklainya. Tipe mata pisau yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tipe dynaflow blade yang terinspirasi dari penelitianterdahulu dengan memodifikasinya menjadi 4 dan 12 mata pisau cutter. Penelitian ini bertujuan untuk menentukanjumlah mata pisau yang memiliki waktu pencacahan dan waktu produksi paling cepat. Metode yang digunakan olehpeneliti adalah metode penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan eksperimental. Hasil yang didapatkan setelahmelakukan pengambilan data yaitu, jumlah mata pisau cutter 4 memiliki rata-rata waktu pencacahan selama 251 detikdengan kapasitas produksi 107,6 kg/jam, sedangkan mata pisau cutter 12 memiliki rata-rata waktu pencacahan palingcepat yaitu selama 184 detik dengan kapasitas produksi sebesar 146,7 kg/jam. Hal ini bisa terjadi dikarenakan bebanpencacahan terbagi dengan lebih banyak mata pisau, sehingga jumlah potongan dalam satu putaran lebih banyak danproses pencacahan lebih cepat serta kapasitas produksi menjadi lebih banyak. Berdasarkan hasil tersebut dapatdisimpulkan semakin banyak jumlah mata pisau, semakin singkat pula waktu produksinya.
Perancangan Spray Booth Multifungsi Sebagai Media Untuk Mengatur Jarak Semprot dan Waktu Pengeringan Cat Rahman, Muhammad rahmani willdanata; Utama, Firman Yasa; Riandadari, Dyah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.66545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang Spray Booth multifungsi guna meningkatkan kualitas pengecatan dan efisiensi proses pengeringan benda kerja, khususnya bagi industri kecil dan menengah. Alat berukuran 600 mm × 500 mm × 500 mm, menggunakan pelat besi 1,2 mm, serta dilengkapi dengan tatakan berputar berdiameter 340 mm yang beroperasi pada kecepatan 27,6 rpm, digerakkan oleh dinamo DC 12V. Sistem pengeringan menggabungkan exhaust kipas 90 mm × 90 mm dan lampu pijar 15 watt yang mampu meningkatkan suhu hingga 53,5°C. Fitur pengaturan jarak semprot 10 cm dan 20 cm dirancang untuk memastikan distribusi cat yang merata. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) meliputi tahapan perancangan, pembuatan, dan pengujian fungsi alat dengan beberapa pengulangan uji. Hasil pengujian menunjukkan jarak semprot berpengaruh signifikan terhadap waktu pengeringan dan suhu; pada jarak 10 cm suhu rata-rata 53,5°C dengan waktu pengeringan 23,01 menit, sedangkan pada jarak 20 cm suhu rata-rata 51,6°C dengan waktu pengeringan lebih cepat, yaitu 19,47 menit. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan jarak semprot dapat mempercepat proses pengeringan meskipun suhu sedikit menurun, sehingga Spray Booth ini dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kualitas pengecatan pada skala industri kecil.
Pengaruh Mata Pisau 12 Cutter pada Mesin Pencacah Sampah Organik terhadap Kapasitas Produksi Febrianto, Andrie Seva; Utama, Firman Yasa; Wulandari, Diah; Widoretno, Yustin Setiya
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.66720

Abstract

Sampah organik yang dihasilkan setiap harinya bertambah dapat menimbulkan permasalahan sampahbaik di jenjang daerah maupun rumah tangga. Dengan adanya alat penghancur sampah organik dalam skalakecil yang bisa diaplikasikan di setiap rumah. Mesin pencacah untuk sampah organik yang mempunyai dimensiringkas dengan penggunaan daya dan biaya yang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. Mesin pencacahsampah organik memiliki komponen yang sangat penting, yaitu mata pisau. Mata pisau berfungsi untukmencacah sampah organik menjadi lebih kecil sehingga dapat dengan mudah diolah menjadi produk lainnya.Tipe mata pisau yang digunakan yaitu tipe dynaflow blade dengan jumlah mata pisau cutter 12. Metode yangdigunakan adalah metode penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan eksperimental. Parameter yangdiukur meliputi kecepatan pencacahan, ukuran hasil cacahan, dan kapasitas produksi dalam satuan kg/jam. Padapenelitian ini pengaruh mata pisau 12 cutter pada mesin pencacah sampah organik membutuhkan air untukmemudahkan mencacah dan mempercepat waktu cacahan produksi. Hasil dari pengaruh tersebut mendapatkankapasitas produksi 89,5kg/jam dengan perbandingan sampah dan air 1:1 dan berat total sampah dan air 5000g.Untuk rata-rata waktu pencacahan yang didapatkan 201 detik.
PENGARUH VARIASI DIMENSI COIL TERHADAP RESISTENSI PADA PRODUK MESIN COIL PREBUILD VAPE rachmansyah, fajar; Ganda, Andita; Utama, Firman Yasa; Riandadari, Dyah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.66921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dimensi coil terhadap resistensi pada produk mesin coil prebuild vape. Coil merupakan komponen utama dalam perangkat vape yang berfungsi sebagai elemen pemanas untuk mengubah cairan menjadi uap. Resistensi coil mempengaruhi kinerja perangkat vape, termasuk produksi uap dan konsumsi daya baterai, yang memiliki dampak langsung pada pengalaman pengguna. Variasi dimensi coil, seperti diameter lilitan dan jenis kawat, dapat memengaruhi nilai resistensi yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan memvariasikan diameter coil (2 mm, 2,5 mm, dan 3 mm) serta menggunakan kawat Nichrome Ni60 berukuran 26 AWG dan 28 AWG. Pengujian dilakukan dengan mengukur resistensi coil menggunakan ohmmeter setelah coil dipasang dan dipanaskan dalam perangkat vape. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter lilitan coil, semakin tinggi nilai resistensi yang dihasilkan. Nilai resistensi rata-rata untuk diameter 2 mm adalah 0,41 Ω, diameter 2,5 mm sebesar 0,46 Ω, dan diameter 3 mm sebesar 0,49 Ω. Penelitian ini melibatkan 30 sampel coil untuk masing-masing variasi diameter, dan analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan resistensi antar diameter adalah signifikan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa dimensi coil, terutama diameter lilitan, memiliki pengaruh signifikan terhadap resistensi, di mana peningkatan diameter lilitan akan menyebabkan kenaikan nilai resistensi. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengembangan perangkat vape yang lebih efisien dan berkualitas di industri manufaktur coil, serta menjadi referensi bagi penelitian lanjutan mengenai optimasi performa vaping.
Pengaruh Jarak Penyemprotan Terhadap Ketebalan Lapisan Cat Menggunakan Spray Booth Multifungsi Nadhdhif Fikri Ferdiansyah; Utama, Firman Yasa; Ganda, Andita; Puspitasari, Dewi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.67304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak penyemprotan terhadap ketebalan lapisan cat dengan menggunakan thickness meter sebagai alat ukur. Jarak penyemprotan yang diuji adalah 10 cm, 18 cm, dan 22 cm, menggunakan cat Nitrocellulose (NC) merek Nippe 2000 dan Suzuka. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan ketidak pastian hasil pengecatan akibat jarak semprot yang kurang tepat, yang dapat menyebabkan ketebalan lapisan tidak merata dan menjadikan penumpukan cat. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, eksperimen, pengambilan data, dan analisis data, dengan fokus untuk menentukan jarak semprot guna menghasilkan kualitas pengecatan yang maksimal. Hasil ketebalan lapisan cat terbaik pada penelitian ini diperoleh pada jarak 18 cm dengan rata-rata 0,24 mm. Jarak ini menghasilkan distribusi cat yang merata.
Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Multifungsi Berkapasitas 54 kg/jam Santoso, Muchammad Rafly; Utama, Firman Yasa; Warju; Riandadari, Dyah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 02 (2025): JRM Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i02.67450

Abstract

Permasalahan dalam penanganan sampah mendorong munculnya berbagai inovasi mesin pencacah sampah organik berskala industri dengan alokasi biaya yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pencacah sampah organik multifungsi berkapasitas 54 kg/jam, yang dapat digunakan untuk mencacah sampah organik dengan menyesuaikan kapasitas rumah tangga. Metode dalam penelitian ini yaitu research and development, dimulai dari observasi, studi literatur, desain alat, hingga uji coba fungsi mesin. Mesin dirancang dengan dimensi 30 cm x 24 cm x 120 cm yang beroperasi pada kecepatan 1415,1 rpm dan membutuhkan daya sebesar 372,54 Watt serta menghasilkan torsi 2,514 Nm. Mesin ini menggunakan desain pisau dynaflow pada blender yang dapat dilepas pasang dengan variasi 4, 8, hingga 12 mata pisau. Pengujian mesin menggunakan sampah sayur atau buah yang dicampur air dengan perbandingan massa 1:1 (2,7 kg sampah dan 2,7 liter air) dengan waktu pencacahan 3 menit. Hasil pencacahan terbagi menjadi dua bentuk, yakni hasil pencacahan yang melewati saringan dengan diameter ≤ 5 mm dengan tekstur lebih cair dan hasil pencacahan > 5 mm yang bertekstur lebih padat. Hasil pencacahan pada mesin pencacah sampah organik ini dapat digunakan sebagai pakan ternak maupun diolah menjadi pupuk cair.
Rancang Bangun Alat Pemberi Pakan Hewan Peliharaan Secara Otomatis Berbasis Mikrontroler ESP32 Al Faruq, Umar; Abdi, Ferly Isnomo; Utama, Firman Yasa; Riandadari, Dyah; Najimuddin, Ahmad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 02 (2025): JRM Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i02.69455

Abstract

Memelihara hewan peliharaan seperti kucing atau anjing memerlukan waktu dan perhatianyang tidak sedikit. Bagi mereka yang memiliki aktivitas padat, hal ini bisa menjadi tantangan. Untukitu, alat pemberi pakan otomatis berbasis smartphone-based control dirancang guna membantupemilik hewan dalam memberi makan secara praktis. Penelitian ini menggunakan metode Researchand Development (R&D) untuk membuat prototipe pet feeder berbasis mikrokontroler ESP32 sebagai kontrol utama. Alat ini dilengkapi baterai cadangan, motor servo sebagai penggerak, sertamenggunakan 3D printing untuk bodi dan rangkanya. Dimensinya adalah 20 cm × 20 cm × 22,5 cmdengan kapasitas tampung pakan kering hingga 3,3 kg. Tiga variasi kecepatan motor diuji 4 rpm, 7rpm, dan 10 rpm masing-masing dengan durasi kerja 1 menit. Hasilnya menunjukkan bahwasemakin lambat kecepatannya, semakin banyak pakan yang dikeluarkan: 50 gram (4 rpm), 41,3 gram(7 rpm), dan 33,3 gram (10 rpm). Dengan demikian, isi pakan dapat mencukupi kebutuhan selama 20–30 hari. Untuk kemudahan penggunaan, kecepatan ini diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan:low, medium, dan high, disesuaikan dengan usia dan kebutuhan makan hewan peliharaan. Prototipeini diharapkan dapat membantu pemilik hewan dalam memberi makan secara efisien dan terjadwal,terutama saat mereka sedang sibuk.
Analysis of Fiber Orientation on the Bending Strength of Aluminium-Carbon Fiber FML Composites Audyna Naomi, Irena; Yasa Utama, Firman
Indonesian Journal of Engineering and Technology (INAJET) Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inajet.v8n1.p19-24

Abstract

One such innovation is the application of composite materials as subtitutes for conventional metals. However, pure composites exhibit poor resistance to shock loads, leading to the development of Fiber Metal Laminates (FMLs), which combine carbon fiber and aluminium sheets. This research investigates the flexural behavior of carbon fiber-reinforced FMLs with varying fiber orientations (0°, 45°, dan 90°). The study employed a quantitative approach using an experimental method to evaluate the mechanical response under bending conditions. The laminates were manufactured using the vacuum infusion process, with epoxy resin as the matrix and aluminium as laminates and core. Bending tests were conducted in accordance with ASTM D790, using a Tarno Grocki universal testing machine. The results were evaluated based on maximum flexural strenght. The results showed significant differences in bending strenght based on fiber orientation. The highest bending strenght was recorded at 0° (111.43 MPa), followed by 45° (90.92 MPa), and 90° (69.87 MPa). This research may serve as a reference for futher development of FML composites for automotive body aplications.
PERANCANGAN CYLINDER CATCHPOT VACUUM INFUSION SEBAGAI MEDIA PEMBUAT KOMPOSIT SERAT KARBON Utama, Firman Yasa; Mohammad Irfan; Annisa Kesy Garside; Andita Nataria F.G.; Ferly Isnomo Abdi
Otopro Vol 21 No 1 Nov 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v21n1.p30-37

Abstract

The use of metal or steel in a variety of applications has begun to be replaced by Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Some of the advantages of CFRP include mechanical strength almost equal to, and sometimes exceeding, that of metal materials. One innovation in the manufacture of carbon fibre composites is the vacuum infusion method. Resin is drawn into the mould under suction pressure from a vacuum pump. Excess resin is drained from the mould through a hose and collected in a container, which also serves to control the vacuum pressure in the mould before it enters the pump. Previously, the catchpot was made of square-shaped iron with permanently welded joints, resulting in unstable suction pressure. Additionally, the resin's fast curing properties made cleaning difficult, leading to blockages in the hose over time. These issues highlight the need for a vacuum infusion design that is easy to open and close, easy to control and leak-proof. In this study, a research and development (R&D) approach was taken. The design process for the Cylinder Catchpot Vacuum Infusion begins with the design, calculation, and design stages, and ends with functional testing. The design process takes into account dimensions and the motor power required to use ¼HP for a 1-liter catchpot. The component is manufactured through the manufacturing stage and undergoes functional testing, where the Cylinder Catchpot Vacuum Infusion tool detects no leaks in the circuit, ensuring stable pressure, and ensuring proper resin distribution throughout the fibers, ensuring no voids in the composite
Co-Authors 'Ilmi, Muhammad Iklil Ulil Achmad, Caesario Zakaria Afdhol, Muhammad Zikri Afero Pranesti, Dennova Ahmad Khusnul Hidayat AHMAD SAPUTRA, FANDY Akbar, Mokhamad Rizky Akhmad Hafizh Ainur Rasyid Andita Nataria F.G. Annisa Kesy Garside ARDI KUSUMA, JUAN Arifin, Ronald Akbar Arya Mahendra Sakti Audyna Naomi, Irena Aufillah, Muhammad Husain Austin, Aqsha Parisya AZMI ROMADHON, MIFTAKHUL BRAHMASETA HERMIANTO, KUSUMADETYA Caesario Zakaria Achmad Chinsa, Iqbal Rifky Dany Iman Santoso Dany Iman Santoso Darmawan, Indra Dewi Puspitasari DHIMAS WIDAYANTO, LUTHFI Diah Wulandari DWI PRATAMA, YAN Dyah Riandadari EKA ARISMA, NIKO Fahmi, Mochamad Amrizal Fajar, Rafianto Takbiral Fawzi, Ahmad Bahar Febrianto, Andrie Seva Ferly Isnomo Abdi Firmansyah, Rian Fitri Ganda, Andita Nataria Ganda, Andita Ganda, Andita Nataria Fitri Gegatama, Muhammad Henwa GUNTUR CHRISARDY, ELISA HANAN ERITAMA, MUHAMMAD Hendra Wibowo Heru Arizal Hidayat, Ahmad Khusnul Huda Mei Setio Jalakusuma, Kevin Firdaus Juan Ardi Kusuma Khumaidillah, Moh. Rifqi Kurnia Sandy, Muhammad Khoir Kusuma, Juan Ardi Kusuma, Rachmad Andrian Jaya Manggalasari, Lena Citra Marzad, Deftana Aqsya Mochammad Hildad Ajiban Mohammad Irfan Muhammad Ibrahim Muhimatul Ulya Mukasafah Mujakki, Muhammad Akbar Mukasafah, Muhimatul Ulya Nadhdhif Fikri Ferdiansyah najimuddin, ahmad Nasrul, Nasrulloh Ibrahim Nur, Muhammad Baihaqi Pamenang, Ferli Rycarhana Pata Ledi, Simon Aten Rachmad Syarifudin Hidayatullah rachmansyah, fajar Rahman, Muhammad rahmani willdanata Rasyid, Akhmad Hafizh Ainur RATRIKA RINA OKTAVIANI, DEVA RIZKY BACHTIAR, MOCH Rozi Ainurrochim, Miftachur Santoso, Muchammad Rafly Setio, Huda Mei Shadiq, Muhammad Difa Ash Shaid Khanafi Soeryanto Soeryanto Soeryanto Soeryanto Sugiarto, Fikri Ariyadhana Syafa'at, Rachmad Arif Tri Hartutuk Ningsih Umar Al Faruq WAHYU ARDYANTO, MUSLICH WARJU WARJU Wibowo, Hendra Widoretno, Yustin Setiya WIJATMIKO, FENGKI Wijatmiko, Fengki Winoto, Roy Ariel Yan Dwi Pratama Yulianto, Angki Narda ZAKARIA ACHMAD, CAESARIO Zulfa Sari