Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Spot Welding 25A dengan Perhitungan Beban Daya Trafo Kurnia Sandy, Muhammad Khoir; Utama, Firman Yasa; Sakti, Arya Mahendra; Fitri Ganda, Andita Nataria
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 01 (2023): JRM April 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i01.54273

Abstract

Pada tahun 2021, jumlah kendaraan mobil penumpang di Indonesia mencapai 16.903.094 unit diimbangi angka kecelakaan lalu lintas darat di Indonesia, mencapai 103.645 kasus. Kecelakaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada cat dan bodi kendaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang bangun Alat Spot Welding 25A. Penelitian ini menggunakan metode perancangan yang bertujuan untuk membuat besar arus listrik dan voltase tertentu sehingga didapatkan nilai daya yang dibutuhkan. Alat Spot Welding ini direncanaka nmemiliki kuat arus sebesar 25A dan tegangan sebesar 9V. Dalam percobaan modifikasi trafo bekas mikrowave, dilakukan pengubahan lilitan sekunder menggunakan kawat Email EIW berdiameter 2,7 mm. Hasilnya, diperoleh voltase sebesar 9 volt dan kuat arus sebesar 25A. Selanjutnya, dilakukan percobaan dent pulling menggunakan tiga jenis material, yaitu besi, aluminium, dan tembaga, pada plat besi dengan ketebalan 0,6 mm. Percobaan ini menggunakan tegangan 9 volt, kuat arus 25A, dan waktu selama 6 detik. Namun, dalam percobaan tersebut, dent pulling dengan menggunakan material aluminium tidak dapat menempel dengan tegangan, kuat arus, dan waktu yang sama seperti yang lainnya.
Analisis Kecepatan Putaran dan Jumlah Mata Pisau Stainless Steel terhadap Hasil Produksi pada Mesin Cutting Ubi Jalar Fahmi, Mochamad Amrizal; Riandadari, Dyah; Abdi, Ferly Isnomo; Utama, Firman Yasa
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 02 (2023): JRM Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i02.54645

Abstract

Abstrak: Ubi jalar sebagai salah satu bahan pangan yang mengandung karbohidrat tinggi, salah satu olahan ubi jalar yang sering dijumpai yakni keripik berbahan dasar ubi jalar putih. Permasalahannya pada proses pembuatan keripik ubi jalar ini masih dilakukan dengan cara sederhana menggunakan alat potong manual yakni pisau dapur, sehingga pemotongan ubi jalar tebal tipisnya tidak sama. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat mesin pemotong keripik ubi jalar untuk membantu dan mempermudah dalam proses pemotongan. Mesin pemotong keripik ubi jalar ini bertujuan untuk membantu dalam menghasilkan produk yang lebih maksimal. Selain dapat mempercepat dalam proses produksi mesin pemotong keripik ubi jalar ini bertujuan untuk menghasilkan hasil produksi dengan ketebalan keripik ubi jalar yang sama rata yaitu 1-2 mm. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan secara deskriptif kuantitatif, dimana pengerjaannya diawali dengan pengujian, pengambilan data berupa angka-angka yang diolah menjadi data sampel kemudian dianalisis untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara variabel jumlah mata pisau yakni 1,2 dan 4 serta variasi kecepatan putaran sebesar 368, 440, dan 527 rpm terhadap hasil pemotongan ubi jalar. Hasil dari analisis dengan 1, 2, dan 4 mata pisau ini ketiganya sama-sama didapatkan hasil terbaik jika menggunakan kecepatan putaran sebesar 527 rpm. Begitu pula dengan efisiensi hasil produksinya yang menghasilkan 94,78%, 95,7%, dan 97,01%. Dengan jumlah mata pisau yang semakin banyak maka kapasitas hasil produksi ubi jalar juga bertambah, begitu pula dengan efisiensi hasil produksinya yang semakin tinggi. Sehingga dikatakan bahwa variasi jumlah mata pisau dan variasi kecepatan putaran pada mata pisau keduanya sama-sama berpengaruh terhadap hasil pemotongan pada ubi jalar.   Kata kunci: Jumlah mata pisau, Ketebalan Keripik, Kecepatan putaran, Ubi jalar   Abstract: Sweet potatoes as one of the foods that contain high carbohydrates, one of the processed sweet potatoes that are often found are chips made from white sweet potatoes. The problem with the process of making sweet potato chips is still done in a simple way using a manual cutting tool, namely a kitchen knife, so that the cutting of thin thick sweet potatoes is not the same. Therefore, a sweet potato chip cutting machine is needed to help and facilitate the cutting process. This sweet potato chip cutting machine aims to help in producing maximum products. Besides being able to speed up the production process, this sweet potato chip cutting machine aims to produce production results with the same thickness of sweet potato chips, which is 1-2 mm. The method used is a quantitative descriptive approach method, where the process begins with testing, taking data in the form of numbers that are processed into sample data and then analyzed to find out how the influence between the variable number of blades, namely 1, 2 and 4 and variations in rotation speed of 368, 440, and 527 rpm on the results of sweet potato cutting. The results of the analysis with 1, 2, and 4 blades are all three of these three obtained the best results when using a rotation speed of 527 rpm. Similarly, the efficiency of its production results which produce 94.78%, 95.7%, and 97.01%. With the increasing number of blades, the production capacity of sweet potatoes also increases, as well as the efficiency of the production is getting higher. So it is said that variations in the number of blades and variations in rotation speed on the blades both affect the cutting results of sweet potatoes.   Keywords: Number of blades, Thickness of chips, Speed of rotation, Sweet potato
Rancang Bangun Vacuum Infusion dengan Flow Rate 84 L/min untuk Pembuatan Material Fiber Carbon Ringan Mujakki, Muhammad Akbar; Utama, Firman Yasa; Sakti, Arya Mahendra; Wulandari, Diah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 02 (2023): JRM Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i02.54896

Abstract

Abstrak: Salah satu teknologi saat ini yang digunakan dalam pembuatan bodi kendaraan dengan material composite menggunakan metode vacuum infusion. Tetapi ada masalah saat proses distribusi resin pada cetakan karena tekanan tidak stabil dan pengaplikasian untuk mengalirkan resin memerlukan jeda waktu, akibatnya beberapa permukaan tidak terdistribusi dengan baik karena sudah terjadi proses curing. Pada proses rancang bangun vacuum infusion ini, bertujuan untuk mengetahui desain alat, proses manufaktur dan pengaplikasian alat dengan membentuk serat composite menjadi model pada bodi kendaraan. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dimana pengerjaan alat dimulai dari perancangan yang meliputi: observasi, desain alat dan uji fungsi. Hasil dari rancang bangun vacuum infusion pada pengerjaan rangka dengan dimensi Panjang × Lebar × Tinggi adalah 57 × 39 × 31 cm dan dimensi catch-pot Panjang × Lebar × Tinggi adalah 20,5 × 20,7 × 20,7 cm. Spesifikasi vacuum pump yang dipilih yaitu: flow rate 84 L/min dengan ultimate vacuum 2 Pa/150 micron. Diameter dalam selang sebesar 10 mm sesuai dengan nipple. Panjang total selang 1,7 m. Pengujian alat dilakukan saat pembuatan spesimen composite sandwich dan pembuatan model menggunakan serat carbon fiber. Kondisi tekanan vacuum pada gauge mencapai -0,94 bar.   Kata kunci: Serat Composite, Tekanan, Vacuum Infusion.   Abstract: One of current technologies in making vehicle bodies with composite materials is using vacuum infusion method. However, the problem is during the resin distribution process in the mold, because the pressure was unstable and application to resin required time lag, the result is some surfaces were not properly distributed. The method is experimental in design process of this vacuum infusion, it aims to determine the design of tool, manufacturing process and application of the tool by forming composite fibers into a model on vehicle body. Work on the tool starts from the design which includes: observation, tool design and function testing. Results from vacuum infusion design with dimensions of Length × Width × Height of 57 × 39 × 31 cm and dimensions of catch-pot Length × Width × Height are 20.5 × 20.7 × 20.7 cm. Vacuum pump flow rate specification 84L/min with vacuum 2 Pa/150 micron. Inner diameter of the hose is 10 mm total length 1.7 m. The tool tested when making composite sandwich specimens and making models using carbon fiber. Condition of vacuum pressure on gauge reaches -0.94 bar.   Keywords: Composite Fiber, Pressure, Vacuum Infusion.
Analisis Regangan Dent Pulling Menggunakan Wesher Welding 25A dengan Pembebanan Tarik Kusuma, Rachmad Andrian Jaya; Utama, Firman Yasa; Wulandari, Diah; Abdi, Ferly Isnomo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 02 (2023): JRM Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i02.54902

Abstract

Abstrak: Resistance Spot Welding (RSW) adalah proses pengelasan otomotif yang populer. Alat Wesher Welding dikembangkan untuk menghasilkan variasi dent pulling dengan berbagai bahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil terbaik dari variasi bahan dent pulling, setelah dilakukan pembebanan tarik dan regangan. Metode eksperimen digunakan dalam menentukan hasil pembebanan tarik dan regangan pada dent pulling. Proses pengujian dilakukan dengan menggunakan kuat arus 25 Ampere, tegangan 9 Volt. Pembebanan tarik dilakukan menggunakan timbangan manual selama 5 detik. Penelitian ini mengunakan bahan dent pulling besi, aluminium, dan tembaga dengan ketebalan 0,6 mm. Variasi bahan dent pulling terkuat adalah bahan  dent pulling tembaga, seperti yang ditunjukkan oleh besar beban tarik 41,67. Bahan dent pulling tembaga menunjukkan perubahan regangan yang paling stabil di antara pengujian ini, dengan perubahan terkecil 5,1mm dan terbesar 5,2mm, Dengan rata-rata hasil regangan yakni 6,67%.   Kata kunci: Dent Pulling, Spot Welding, Kuat Arus, Tegangan, Unjuk Kerja Kekuatan Hasil Las.     Abstract: Resistance Spot Welding (RSW) is a popular automotive welding process. The Wesher Welding tool was developed to produce dent pulling variations with various materials. The purpose of this research is to determine the best results of dent pulling material variations, after tensile and strain loading. The experimental method is used in determining the results of tensile and strain loading on dent pulling. The testing process was carried out using a current strength of 25 Amperes, a voltage of 9 Volts. Tensile loading was carried out using manual scales for 5 seconds. This research uses iron, aluminum, and copper dent pulling materials with a thickness of 0.6 mm. The strongest dent pulling material variation is the copper dent pulling material, as shown by the large tensile load of 41.67. The copper dent pulling material showed the most stable strain change among these tests, with the smallest change of 5.1mm and the largest of 5.2mm, with an average strain result of 6.67%.   Keywords: Dent Pulling, Spot Welding, Strong Current, Voltage, Weld Strength Performance.
Rancang Bangun Prototype Bumper Mobil Berbasis Uji Impact Winoto, Roy Ariel; Wulandari, Diah; Utama, Firman Yasa; Ganda, Andita Nataria Fitri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 02 (2023): JRM Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i02.54953

Abstract

Abstrak: Komponen pendukung kendaraan dilindungi dengan pemasangan bumper mobil ke badan pengangkut. Jika terjadi benturan, tujuan utama bumper adalah untuk mengurangi benturan keras langsung pada komponen depan, belakang, dan samping kendaraan. Tanaman bambu dapat digunakan untuk membuat material komposit karena kekuatannya yang besar dan kualitasnya yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini yang akan dibahas yaitu “Rancang Bangun Prototype Bumper Mobil  Berbasis Uji Impact” dengan menggunakan serat alami sebagai layer atau skin dan resin epoxy sebagai matriks. Proses pembuatan menggunakan metode hand lay- up. Hasil penelitian ini adalah Proses pembuatan bumper di mulai dengan desain bumper prototype, pengerjaan moulding positif, pengerjaan moulding negatif, pengerjaan bumper meliputi penataan arah serat dan proses hand lay-up dan proses finishing. Analisis simulasi deformasi bumper dengan berpenguat serat alami bambu didapatkan dengan nilai deformasi 16.100 mm. pada simulasi pengujian tegangan bumper mampu menahan tegangan sebesar 172.08 MPa. Pada pengujian impact bumper dengan ketebalan 3 mm berpenguat serat alam bambu mampu menahan kerusakan sebesar 3.21 J.   Kata Kunci: Bumper, Hand lay-up, Impact, Serat Alami Bambu.   Abstract: Vehicle components are protected by installing bumpers on the body of the carrier. In the event of a collision, the main purpose of the bumper is to reduce direct and severe impact on the front, rear, and sides of the vehicle's components. Bamboo plants can be used to create composite materials due to their strength and environmentally friendly qualities. This thesis will discuss the "Development of a Prototype Car Bumper Based on Impact Testing" using natural fibers as the layer or skin and epoxy resin as the matrix. The manufacturing process utilizes the Hand lay-up method. The results of this research include the process of bumper creation, starting with the prototype bumper design, positive moulding, negative moulding, bumper construction involving fiber alignment and Hand lay-up process, and finishing process. Deformation simulation analysis of the bumper with bamboo natural fiber reinforcement yielded a deformation value of 16,100 mm. The bumper's tensile strength testing simulation demonstrated its ability to withstand a tension of 172.08 MPa. Impact testing of the 3mm thick bumper with bamboo natural fiber reinforcement showed it could withstand damage up to 3.21 J.   Keywords: Bumper, Hand lay-up, Impact Bamboo Natural Fiber.
Analisis Variasi Diameter Pulley Mesin Sangrai Kemiri Semi Otomatis terhadap Kualitas Hasil Sangrai Kemiri Darmawan, Indra; Sakti, Arya Mahendra; Utama, Firman Yasa; Abdi, Ferly Isnomo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 03 (2023): JRM Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i03.55643

Abstract

Candlenut is a shrub with broad leaves that produces edible fruit that can also be used as an ingredient in various foods and cosmetics. Various studies on the method of roasting biji kemiri seeds have been carried out, but research on modification of the pulley for the candlenut roasting machine is still lacking. Therefore, it is necessary to conduct research on the effect of changing the diameter of the pulley on the candlenut roasting machine to determine the effect on the results of roasting the candlenut seeds. A quantitative technique was adopted as the research methodology. The object of research used in this study were pulleys with different diameters on Lumajang black sand media which were processed for 15 minutes, with a diameter of 3, 4 or 5 inches. It was concluded that the best variation of the pulley diameter to use is the 4-inch diameter because it produces a rotation of 602.5 RPM when roasting the biji kemiris with an electric motor that has a rotation of 2800. The results obtained from a 3-inch diameter produce a quality of 1.73% moisture content, then a 4-inch diameter produces a quality of 1.71% moisture content, and a 5-inch diameter produces a moisture content of 1.69%.
Analisis Variasi Putaran Terhadap Waktu Permesinan dan Karakteristik Bentuk Chips pada Mesin Bubut Multi Purpose HQ400 Terhadap Material ST40 Syafa'at, Rachmad Arif; Utama, Firman Yasa; Abdi, Ferly Isnomo; Ganda, Andita Nataria Fitri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 03 (2023): JRM Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i03.56258

Abstract

Perkembangan teknologi industri manufaktur terus meningkat, peningkatan produksi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas hasil produksi. Ditemukannya mesin-mesin produksi permesinan sangat membantu dalam peningkatan kualitas. Dalam proses permesinan terdapat parameter yang dapat mempengaruhi waktu permesinan seperti kecepatan potong, kedalaman pemakanan, pahat potong, material benda kerja. Selain itu dalam proses permesinan khususnya di mesin bubut proses pengendalian chips pada pemotongan kecepatan tinggi maupun kecepatan rendah mendapatkan chips yang baik sesuai dengan tingkatan jenis-jenis chips. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong dan material benda kerja dalam proses pembubutan rata terhadap waktu permesinan dan bentuk chips. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Mesin bubut yang digunakan adalah Multi Purpose HQ400 dengan satu jenis pahat HSS, serta kecepatan putaran yang digunakan adalah 361 rpm, 808 rpm, 818 rpm, dan material uji yang digunakan adalah ST40. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu tercepat pada material ST40 ialah 12,51 detik menggunakan kecepatan putaran paling tertinggi yaitu 818 rpm.
Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran dan Ukuran Mata Bor dengan Mesin Bor HQ 400 Terhadap Ketepatan Pengeboran dan Jenis Chips Menggunakan ST 40 Marzad, Deftana Aqsya; Utama, Firman Yasa; Sakti, Arya Mahendra; Wulandari, Diah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 03 (2023): JRM Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i03.56275

Abstract

Didalam dunia perindustrian, mesin merupakan salah suatu bagian penting yang tidak dapat terpisahkan untuk menunjang kelangsungan proses produksi yang sangat modern di era sekarang. Proses Permesinan merupakan suatu proses (manufaktur) yang dimana pemotongan yang dilakukan dengan cara membuang bagian benda kerja yang tidak digunakan menjadi geram (chips). Salah satunya proses drill atau biasa yang disebut bor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis gram (chips) dengan variasi kecepatan putaran dan ukuran mata bor yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui jenis chips yang akan dihasilkan di mesin bor HQ 400 ini. Menggunakan tiga variasi kecepatan yang berbeda-beda yaitu 300 RPM, 669 RPM, 678 RPM. Untuk tingkat ketepatan pengeboran yang tepat yaitu menggunakan kecepatan paling rendah yaitu 300 RPM, karena dengan kecepatan rendah mata bor akan lebih stabil perputaran nya. Mata bor berukuran 5 mm rata-rata lebih tepat ketepatan pengeborannya nya bila dibandingkan dengan mata bor berukuran 6 mm. Setelah melakukan pengeboran maka muncul adanya geram atau chips yang dimana ada berbagai macam jenis bentuk antara lain : Conical Helical Chips(Long), Tubular Chips,Conical Helical Chips(short), Tubular Chips (Short), Conical Helical Chips (Long), Conical Helical Chips (short), Arc Chips, Conical Helical Chips (short),Arc Chips.
Pengaruh Kombinasi Diameter Pulley terhadap Uji Fungsi pada Mesin Bubut Multi Purpose Tipe HQ 400 Sugiarto, Fikri Ariyadhana; Utama, Firman Yasa; Sakti, Arya Mahendra; Abdi, Ferly Isnomo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8 No 03 (2023): JRM Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v8i03.56280

Abstract

Machine tools have a very important role in the industrial sector, especially the manufacturing industry. Various types of machine tools that are often used, one of which is a lathe. Damage that often occurs in the engine drive components, namely the pulley. Therefore, in this study, he was interested in conducting research entitled "The Effect of Pulley Diameter Combination on Functional Testing on the HQ 400 Type Multi-Purpose Lathe. Based on the results of the redesign on the HQ 400 multi-purpose machine, there is a redesigned component, namely the pulley. The dynamo machine used is the multi-purpose HQ 400 with a speed of 1500 RPM using a lathe/chisel eye that is used with a diameter of 6 mm and a 1 mm incision in the lathe function test, with the tested speed of 846.116 Rpm, 825.688 and Rpm, 307.649 Rpm on steel material of st 40 type steel with a length of 10 cm. from the test results on the function test of the hq 400 multi-purpose lathe, at speeds 1 and 2 there is a difference in time that is not too far, namely 25 seconds, while for speed 3 the lowest with the longest turning time is 9 minutes 35 seconds.
Analisis Laju Aliran Fluida Menggunakan Software Ansys Pada Prototype Intake Manifold Engine Yanmar L48N6 Berbahan Carbon Fiber Jalakusuma, Kevin Firdaus; Utama, Firman Yasa; Sakti, Arya Mahendra; Ganda, Andita Nataria Fitri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 01 (2024): JRM April 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i01.60377

Abstract

Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) adalah ajang untuk inovasi efisiensi energi dan ramah lingkungan yang diselenggarakan oleh Puspresnas Kemdikbudristek. Salah satu tim yang berpartisipasi adalah Tim Garnesa Racing Team dengan pencapaian konsumsi bahan bakar sebesar 165,25 km/l, 135 km/l, dan 112 km/l. Penurunan performa ini disebabkan oleh kinerja intake manifold yang kurang optimal melalui analisisaliran fluida. Penelitian ini bertujuan memodifikasi intake manifolddengan mempertimbangkan dimensi dan variabel aliran seperti tekanan dan kecepatan udara. Metode yang digunakan adalah analisis menggunakan software simulasi dengan model turbulensi K-epsilon Reliaezable. Bahan intake manifold yang digunakan adalah Polyamide Carbon Fiber (Pa-Cf)dengan kepadatan 1450 kg/m³, kepadatan udara 1.225 kg/m³, dan kecepatan awal 0,137 m/s. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa intake manifold modifikasi dengan panjang 8 cm memiliki kinerja lebih baik dibandingkan variasi lainnya, dengan tekanan 2,195 × 10^(-1) Pa dan kecepatan 6,088 × 10^(-1) m/s. Kesimpulannya, variasi panjang 8 cm pada intake manifold dapat dijadikan referensi utama dalam pembuatan prototipe untuk meningkatkan kinerja mesin.
Co-Authors 'Ilmi, Muhammad Iklil Ulil Achmad, Caesario Zakaria Afdhol, Muhammad Zikri Afero Pranesti, Dennova Ahmad Khusnul Hidayat AHMAD SAPUTRA, FANDY Akbar, Mokhamad Rizky Akhmad Hafizh Ainur Rasyid Andita Nataria F.G. Annisa Kesy Garside ARDI KUSUMA, JUAN Arifin, Ronald Akbar Arya Mahendra Sakti Audyna Naomi, Irena Aufillah, Muhammad Husain Austin, Aqsha Parisya AZMI ROMADHON, MIFTAKHUL BRAHMASETA HERMIANTO, KUSUMADETYA Caesario Zakaria Achmad Chinsa, Iqbal Rifky Dany Iman Santoso Dany Iman Santoso Darmawan, Indra Dewi Puspitasari DHIMAS WIDAYANTO, LUTHFI Diah Wulandari DWI PRATAMA, YAN Dyah Riandadari EKA ARISMA, NIKO Fahmi, Mochamad Amrizal Fajar, Rafianto Takbiral Fawzi, Ahmad Bahar Febrianto, Andrie Seva Ferly Isnomo Abdi Firmansyah, Rian Fitri Ganda, Andita Nataria Ganda, Andita Ganda, Andita Nataria Fitri Gegatama, Muhammad Henwa GUNTUR CHRISARDY, ELISA HANAN ERITAMA, MUHAMMAD Hendra Wibowo Heru Arizal Hidayat, Ahmad Khusnul Huda Mei Setio Jalakusuma, Kevin Firdaus Juan Ardi Kusuma Khumaidillah, Moh. Rifqi Kurnia Sandy, Muhammad Khoir Kusuma, Juan Ardi Kusuma, Rachmad Andrian Jaya Manggalasari, Lena Citra Marzad, Deftana Aqsya Mochammad Hildad Ajiban Mohammad Irfan Muhammad Ibrahim Muhimatul Ulya Mukasafah Mujakki, Muhammad Akbar Mukasafah, Muhimatul Ulya Nadhdhif Fikri Ferdiansyah najimuddin, ahmad Nasrul, Nasrulloh Ibrahim Nur, Muhammad Baihaqi Pamenang, Ferli Rycarhana Pata Ledi, Simon Aten Rachmad Syarifudin Hidayatullah rachmansyah, fajar Rahman, Muhammad rahmani willdanata Rasyid, Akhmad Hafizh Ainur RATRIKA RINA OKTAVIANI, DEVA RIZKY BACHTIAR, MOCH Rozi Ainurrochim, Miftachur Santoso, Muchammad Rafly Setio, Huda Mei Shadiq, Muhammad Difa Ash Shaid Khanafi Soeryanto Soeryanto Soeryanto Soeryanto Sugiarto, Fikri Ariyadhana Syafa'at, Rachmad Arif Tri Hartutuk Ningsih Umar Al Faruq WAHYU ARDYANTO, MUSLICH WARJU WARJU Wibowo, Hendra Widoretno, Yustin Setiya WIJATMIKO, FENGKI Wijatmiko, Fengki Winoto, Roy Ariel Yan Dwi Pratama Yulianto, Angki Narda ZAKARIA ACHMAD, CAESARIO Zulfa Sari