Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA DM TIPE II Deomedes; Rahmawati, Annisa; Pradika, Jaka
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i5.66

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that requires long-term management, including medication  adherence,  to  prevent  complications.  However,  medication  adherence  among  DM  patients  remains  low  in  various  regions. Objective: To describe the level of medication adherence among patients with Type II Diabetes Mellitus in the working  area of Manis Mata Health Center, Ketapang. Methods: This descriptive study used a total sampling technique involving 70 respondents diagnosed with Type II DM. Data were collected using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) questionnaire and analyzed univariately to obtain the frequency distribution of respondent characteristics and adherence levels. Results: Most  respondents  were  aged  56–66  years  (45.7%),  female  (58.6%),  had  a  junior  high  school  education (40.0%), were unemployed (37.1%), and had suffered from DM for more than 5 years (70.0%). The level of medication adherence was very low, with 94.3% of respondents being non-adherent, 5.7% moderately adherent, and 0% fully adherent. Advanced age, low education, unemployment, and longer duration of illness were the main contributing factors to poor adherence. Conclusion: Medication adherence among patients with Type II DM in this study area was very low. Comprehensive interventions,  continuous  health  education,  family  support,  and  optimization  of  non communicable  disease  control programs at the primary care level are essential to improve patient adherence.
Sosialisasi Penggunaan Bahasa Isyarat Bagi Tenaga Kesehatan Sebagai Upaya Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Yang : Penelitian Cau Kim Jiu; Jaka Pradika; Usman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.573

Abstract

Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang ramah terhadap difabel dan pelayanan yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat maka dibutuhkan tenaga kesehatan yang menguasai bahasa isyarat dalam berkomunikasi. Kemampuan menggunakan bahasa isyarat oleh tenaga kesehatan di Puskesmas maupun di rumah sakit saat penting untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat berdampak pada kesalahan dalam praktik atau malpraktik akibat kesalahan dalam menerjemahkan informasi yang disampaikan. Masalah yang dihadapi saat ini adalah belum semua tenaga kesehatan mampu menggunakan bahasa isyarat dalam berinteraksi dengan kelompok difabel. Perlu upaya sosialisasi penggunaan bahasa isyarat bagi tenaga kesehatan agar memiliki keterampilan dalam menggunakan bahasa isyarat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi penggunaan bahasa isyarat yang di ikuti oleh peserta dari tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas dan rumah sakit serta mahasiswa kesehatan. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu peserta dapat mempraktikkan penggunaan bahasa isyarat menggunakan SIBI (Sistem isyarat Bahasa Indonesia) yang disampaikan oleh narasumber dari salah satu Sekolah Luar Biasa yang ada di Kota Pontianak.
Pengaruh Terapi Murotal Al-Qur’an Irama Nahawand Terhadap Penurunan Skor Kecemasan Pasien Dispepsia: Scooping Review Radhamudi, Dedi; Suriadi, Suriadi; Haryanto, Haryanto; Pradika, Jaka
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54789

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna bagian atas yang sering dijumpai dan sebagian besar bersifat fungsional. Selain faktor fisiologis, kecemasan diketahui berperan penting dalam memperberat gejala dispepsia melalui mekanisme gut–brain axis. Pendekatan penatalaksanaan yang hanya berfokus pada terapi farmakologis sering kali belum optimal, sehingga intervensi nonfarmakologis, termasuk terapi murottal Al-Qur’an, mulai dikembangkan sebagai terapi komplementer. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan mensintesis bukti ilmiah terkait terapi murottal Al-Qur’an, khususnya irama Nahawand, dalam kaitannya dengan penurunan skor kecemasan pada pasien dispepsia. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengacu pada pedoman Joanna Briggs Institute (JBI) dan pelaporan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data elektronik dan literatur abu-abu dengan kriteria inklusi berbasis Population–Concept–Context (PCC). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an secara umum berhubungan dengan penurunan kecemasan pada berbagai populasi klinis. Namun, bukti yang secara spesifik melibatkan pasien dispepsia dan menggunakan irama Nahawand masih sangat terbatas, dengan variasi desain penelitian, instrumen kecemasan, serta pelaporan intervensi. Scoping review ini menegaskan adanya kesenjangan penelitian dan perlunya studi primer lanjutan dengan desain dan pelaporan yang lebih terstandar.
KADAR VITAMIN D TERHADAP DERAJAT LUKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS Pratiwi, Ajeng; Suriadi; Pratama, Kharisma; Amrullah, Syahid; Pradika, Jaka
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i6.68

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels, which over time causes serious damage to the heart, blood vessels, eyes, kidneys, and nerves. Vitamin D is thought to affect glucose metabolism, reduce ß-cell function, and increase insulin resistance and glucose intolerance. Objective: This study aimed to determine the relationship between vitamin D levels and the degree of wounds in patients with diabetes mellitus at the Kitamura Clinic, Pontianak. Methods: This research method is a quantitative descriptive method. Results: This study showed that the majority of patients with diabetic foot ulcers at the Kitamura Clinic Pontianak had normal vitamin D levels (86.7%), while 10% had low levels, and 3.3% had high levels. Most of the wounds were at a severe level, namely grade 3 (33.3%) and 4 (30%). Spearman correlation analysis showed a negative relationship between vitamin D levels and wound severity (r = -0.267), but this relationship was not statistically significant (p = 0.153). Conclusion: This study concluded that vitamin D levels were not significantly associated with the severity of diabetic foot ulcers.