Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TURMERIC EXTRACT AND SALT FOR WOUND HEALING PROCESS amrullah, Syahid; Pratama, Kharisma; Kurniawan, Rahmad; Hartono, Hartono; Pradika, Jaka; Saputra, Ari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.361

Abstract

Turmeric is an herbal plant that is believed to accelerate the wound healing process. Scientifically, turmeric has been proven to have anti-inflammatory and antibacterial effects. This study aimed to determine the effectiveness of turmeric extract and salt on wound healing. This was experimental study. Experimental animals were divided into two groups, each group consisted of five white rats, each group was given treatment using (turmeric extract with salt and Normal Saline solution). The data were analyzed by using the Statistical Product and Service Solution Program (analysis of variance, Wilcoxon). This study showed that there were significant differences in the intervention group and the control group (P<0.05). However, The Mann withney test showed that there are the same results between the treatment group by Turmeric and Salt Extract (TSE) with the control group by Normal Saline Solution (NSS) and also showed that both treatments has the same function in accelerating wound healing process. There is a strong effect of using TSE treatment in wound care for wound healing process on white rats.
IMPLEMENTASI AIR OZON DALAM MENURUNKAN KOLONI BAKTERI PADA LUKA PASIEN DIABETIC FOOT ULCER Pradika, Jaka; Pratama, Kharisma; Amrullah, Syahid
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v12i1.365

Abstract

Background: Diabetic foot ulcer (DFU) is a condition of infection, ulceration and or destruction of connective tissue caused by neuropathy, ischemic or whole (neuroiskemic). Wound Cleansing is an important initial step in cleaning the wound. Ozone water which contains bacterial activity is a suitable cleaning fluid to maximize the cleanliness of DFU. Objective: Knowing the effect of wound cleansing using Ozone Water in reducing bacterial colonies and wound healing in DFU. Methods: This study used a quasi-experimental method with pre-test post-test control group design. The total sample of 44 respondents who were divided into Ozone and NaCl were 0.9%. Each group cleansed the wound using ozone water and 0.9% NaCl. The sampling technique uses consecutive sampling and counting the number of bacteria using the Bacterial Counter tool and assessment score of wound healing used instrument of Bates Jensen Wound Assessment Tools (BJWAT). Results: The BJWAT score in the Ozone and NaCl 0.9% group had significance values (p = 0.018) and (p = 0.012). Conclusion: There was no significant difference in wound cleansing between ozone water and 0.9% NaCl in reducing the number of bacterial colonies and wound healing in DFU. Suggestion: Further research is needed with larger samples and other comparative fluids.
Genetic polymorphism and the risk of diabetic foot: a bibliometric analysis from 2011-2021 Maliza, Rita; Irham, Lalu Muhammad; Pradika, Jaka; Pratama, Kharisma; Dania, Haafizah; Arya, Bramadi; Perwitasari, Dyah Aryani
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i4.23028

Abstract

Diabetic foot ulcer (DFU) has been associated with genetic and environmental factors, which could potentially have a role in DFU development. Single nucleotide polymorphisms (SNPs) in genes linked to DFU, including inflammation. Bibliometric studies on the SNP on genes affecting DFU still have not been evaluated. This study aims to depict bibliographically and understand the topic trend of genetic polymorphism and the risk of DFU publications. A bibliometric methodology was applied in this study. The data were extracted through the Scopus database from 2011 to 2021. VOS viewer was used to classify and summarize Scopus articles. The 35 articles were evaluated. India topped the list of countries with the most publications, and Tehran University of Medical Sciences was the primary institution. Singh K and his team were the first contributing authors with 44 citations. Keywords analysis indicated that the research hotspots were DFU, type 2 diabetes mellitus (T2DM), diabetic foot ulcers, polymorphisms, hypoxia, vascular endothelial growth factor (VEGF), diabetic foot, diabetes mellitus, and oxidative stress. This study summarizes the current state, trends in genetic polymorphism and risk with DFU research. It may provide researchers with insight into the genetic polymorphism and risk associated with DFU research, as well as useful information for identifying possible collaborators and partner institutions.
Implementasi Protokol Pengkajian dan Perawatan Kaki Diabetik Berbasis Video Pratama, Kharisma; Kardiatun, Tutur; Amrullah, Syahid; Pradika, Jaka; Paramitha, Nurul; Siswanto, Muhammad Ikhwan
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3711

Abstract

Ulkus merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus. Hilangnya sensasi pada kaki yang disebabkan oleh neuropati perifer merupakan salah satu gejala penyebab terjadinya ulkus. Ulkus yang tidak segera diatasi akan berkembang menjadi infeksi serius hingga amputasi. Sehingga hal ini membutuhkan kesadaran penderita diabetes melitus untuk selalu mengawasi adanya tanda-tanda yang menyebabkan terjadinya ulkus dan melakukan perawatan kaki untuk terhindar dari infeksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui keterampilan penderita diabetes mellitus dalam mengimplementasikan protokol pengkajian dan perawatan kaki diabetik berbasis video berbahasa awam. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Februari 2024 pada 30 penderita diabetes melitus di Teluk Keramat, Sambas, Kalimantan Barat. Metode kegiatan terdiri dari survei kelompok sasaran, persiapan sarana dan prasarana, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan mayoritas peserta berusia 56-65 tahun 15 (50%), jenis kelamin perempuan 19 (63%), lama menderita DM > 5 tahun 23 (76,67%) peserta, dan didapatkan bahwa nilai selisih rata-rata keterampilan peserta setelah sosialisasi adalah 21,13, nilai rata-rata N Gain Skor 57,37. Nilai rata-rata N Gain berada pada rentang 56-75, maka metode yang digunakan efektif untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan. Sosialisasi protokol pengkajian dan perawatan kaki diabetik berbasis video dengan bahasa awam mampu meningkatkan keterampilan penderita diabetes melitus untuk mengkaji dan merawat kaki dalam upaya mencegah terjadinya luka.
Distress pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik Pratama, Kharisma; Usman, Usman; Amrullah, Syahid; Pradika, Jaka; Jiu, Cau Kim
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.1596

Abstract

Ulkus kaki diabetikum merupakan salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes melitus. Komplikasi ini disebabkan oleh banyak faktor yaitu tidak efektifnya perawatan luka, kontrol infeksi yang buruk, gangguan vaskularisasi, penuaan, nutrisi yang tidak adekuat, penyakit penyerta, perilaku merokok, pengobatan tidak teratur, dan gangguan psikologis. Gangguan psikologi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka dan sering dialami oleh penderita diabetes yaitu salah satunya adalah stress. Mengetahui hubungan antara keparahan ulkus kaki diabetik dengan tingkat distress. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 40 pasien dengan ulkus kaku diabetik di klinik speasialis perawatan luka Pontianak. sebagian besar responden rata-rata usia adalah 56,7 tahun, berjenis kelamin perempuan yaitu 27 responden (67%) dan pendidikan SMA sejumlah 18 responden (45%). Rata-rata pasien menderita DM 10,4 tahun, dan sebagian besar tidak mengalami gangguan neuropati yaitu sejumlah 28 responden (70%). Karakteristik luka berada pada kedalaman subcutaneous/dermis to fatty tissue 20 (50%), tidak ada maserasi 25 (62,5%), tidak ada infeksi (12 (30%), luas luka mayoritas 4 cm2< ≤9 cm2 yaitu 10 (25%), dasar luka tampak White, yellow, and/or grey necrotic tissue 20 (50%), tepian luka tidak ada tampilan khusus 20 (50%), dan tidak ada tunneling atau undermining (37 (92,5%). luka yang dialami pasien pada kategori Buruk 26 (65,0 %), mayoritas pasien mengalami distress pada skala sedang yaitu 25 (62,5%). Uji statistik memperlihatkan nilai Pearson Chi Square = 0,026, jika dibandingkan dengan α = 0,05 maka ρ value < 0,05. Ada hubungan antara tingkat keparahan luka dengan distress pada pasien ulkus kaki diabetik.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI GOUT ARHTRITIS DENGAN KEJADIAN INSOMNIADIPUSKESMAS SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK UTARA Roni, Syah; Pradika, Jaka; ., Sukarni
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.091 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42850

Abstract

Latar belakang: Gout Arthritis merupakan gangguan inflamasi akut yang ditandai adanya nyeri pada sendiakibat penimbunan kristal monosodium. Pravelensinya didunia menurut World Health Organization (WHO)berkisar 355 juta orang dan meningkat 4 kali lebih tinggi pada pria. Indonesia adalah negara terbesar ke 4didunia yang penduduknya menderita gout arthritis.Tujuan: Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri gout arthritis dengan kejadianinsomnia di Puskesmas Siantan Hilir Pontianak Utara.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik kolerasi dengan studi kohort danmenggunakan uji Gamma and Sommer"™d. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 109 orang dengan jumlahsampel sebanyak 86 orang yang terdiagnosa gout arthritis di Puskesmas Siantan Hilir. .Hasil: Responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki berjumlah 45 (52,3%). Intensitas nyeri respondensebagian besar memiliki nyeri sedang (4-7) dengan persentase 59,3 %. Kejadian insomnia sebagian besarresponden yang mengalamin insomnia berjumlah 46 (53,5%). Hasil statistik didapatkan dengan nilai p=value0,919 dengan nilai r=0,022 yang menunjukkan bahwa korelasi lemah.Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara intensitas nyeri gout arthritis dengan kejadian insomnia di PuskesmasSiantan Hilir Pontianak Utara. Kata Kunci: Gout arthritis, intensitas nyeri, kejadian insomnia.Referensi: 68 (2008-2018)
TERAPI RENDAM KAKI AIR JAHE DAN RENDAM KAKI KOMBINASI AROMATHERAPY LEMON DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH Amrullah, Syahid; Kardiatun, Tutur; Pratama, Kharisma; Pradika, Jaka; Kurniawati, Riska
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i1.3

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan dunia yang juga dikenal sebagai “Silent Killer”. Tekanan darah tinggi biasanya terjadi pada usia lanjut, dan hampir semua orang mengalami peningkatan tekanan darah seiring bertambahnya usia. Tekanan darah tinggi dapat menimbulkan banyak komplikasi, salah satunya adalah stroke. Hal ini disebabkan adanya perubahan elastisitas dinding aorta, katup jantung menebal dan kaku, serta kemampuan jantung dalam memompa darah menurun sehingga menyebabkan kontraksi dan kapasitas menurun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas rendam kaki menggunakan jahe dan rendam kaki kombinasi Aromatherapy Lemon terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eskperiment dengan pre dan post test control grup. Hasil: Hasil yang di dapatkan tidak terdapat perbedaan efektivitas rendam kaki menggunakan jahe dan rendam kaki kombinasi lemon terhadapat tekanan darah penderita hipetensi, namun kedua intervensi tersebut sama sama efektiv dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Kesimpulan: Kedua terapi tersebut dapat direkomendasikan dalam menurunkan tekanan pada penderita hipertensi.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN V-EDU PADA PASIEN PRA KATETERISASI JANTUNG Supriyadi, Agus; Pradika, Jaka; Kardiatun, Tutur
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i1.6

Abstract

Latar belakang: Menurut organisasi kesehatan dunia, diperkirakan 17,9 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular pada tahun 2021. Deteksi dini pada penyakit kardiovaskuler dapat dilakukan salah satunya dengan pemeriksaan yang paling terpercaya (gold standard) yaitu kateterisasi jantung. Katerisasi jantung merupakan tindakan invasif non bedah yang fungsi utamanya adalah mendeteksi gangguan pembuluh darah dan jantung secara spesifik. Pemeriksaan ini dapat menimbulkan reaksi berupa stress dan kecemasan. Diperlukan cara untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah dengan pemberian informasi melalui video edukasi. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian V-edu pada pasien pra kateterisasi jantung di RSUD dr.Soedarso Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimen (Pre dan post test Design) tanpa kelompok kontrol. Teknik  pengambilan  sampel  yang digunakan  adalah probability Sampling dengan jenis Quota Sampling. Data  diambil  meliputi karakteristik  responden  dan  tingkat  kecemasan  dengan  skala  Zung Self-Rating Anxiety Scale (Z-SARS), dikumpulkan menggunakan kuesioner (google form) dan dianalisis menggunakan Uji Marginal Homogeneity. Hasil: Uji statistik didapatkan hasil nilai p value sebesar 0.000 < 0.05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah mendapatkan intervensi V-edu pada tingkat kecemasan pasien pra kateterisasi jantung di RSUD dr.Soedarso Kalimantan Barat. Kesimpulan: Pemberian V-edu dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien pra kateterisasi jantung di RSUD dr.Soedarso Kalimantan Barat melalui peningkatan informasi dan pemahaman tentang prosedur katetrisasi jantung.
GAMBARAN STATUS GIZI BERDASARKAN INDEKS MASA TUBUH DAN LINGKAR LENGAN ATAS Pradika, Jaka; Sumarna, Felisianus; Amelia, Lince; Astuti Purnamawati, Ditha; Patama, Kharisma; Amrullah, Syahid
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i1.8

Abstract

Background: Nutritional status is one of the important elements in shaping health status. The utilization of nutrients in the body is influenced by two factors, namely primary and secondary. Primary factors are conditions that affect nutritional intake due to the improper arrangement of food consumed, while secondary factors are nutrients that do not meet the body's needs due to disturbances in the utilization of nutrients in the body. Objective: The purpose of this study was to determine the Nutritional Status of Body Mass Index (BMI) and Upper Arm Circumference (LILA) at SMP Negeri 04 Retok Acin Kuala Mandor B. Methods: This research method is descriptive with a cross sectional approach. Results: The results showed that based on the BMI value, the most respondents were found in the normal category, namely 31 people (57.4%), and the second category was thin there were 18 people (33.3%), and the fat category was 5 people (9.3%) while obesity did not exist in total from this category there were 54 people with a percentage (100.0). Based on LILA, the results obtained with the percentage of categories at risk of Chronic Energy Deficiency (CHD) were more, namely 46 people (85.2%), and not at risk of CHD as many as 8 people (14.8%). Conclusion: Based on BMI values, most of the students of SMPN 4 kuala mandor B have normal BMI categories as many as 31 people (57.4%). and based on LILA values, most students are at risk of SEZ, namely 46 people (85.2%).
Assistance of Android-Based Diabetes Mellitus Risk Early Detection Model Application Syahid, Syahid Amrullah; Pratama, Kharisma; pradika, Jaka; Kim Jiu, Cau; Wuriani, Wuriani; Usman, Usman
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3191

Abstract

DM cases in the world are still very high, where an increase is reported, in 2019 there were 463 million to 537 million people in 2021. Several cases of DM patients and even those who have experienced complications of diabetic foot ulcers have been found based on reports from the Sungai Ambangah village. This should be a concern, not only taking action on patients who have experienced complications, because preventive measures must also be a priority to be carried out, so that no more people experience DM. Therefore, to increase awareness of the importance of improving lifestyle in order to avoid DM disease, early detection is needed. One of them can be by utilizing an android application (Si Manis)