Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Identifikasi Prediabetes dan Edukasi Konsumsi Kopi Sehat sebagai Upaya Promotif Kesehatan Metabolik pada Pegawai Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Febriyanti, Eka; Nasution, Huwainan Nisa; Lufiana, Fadella
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18849

Abstract

Background: Prediabetes merupakan kondisi awal gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas normal namun belum memenuhi kriteria diabetes melitus. Deteksi dini terhadap prediabetes menjadi langkah penting dalam mencegah progresivitas penyakit menuju diabetes tipe 2. Di sisi lain, konsumsi kopi yang merupakan kebiasaan umum di kalangan masyarakat, termasuk pegawai perguruan tinggi, memiliki pengaruh terhadap metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin, baik secara positif maupun negatif tergantung pada pola konsumsinya. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi status prediabetes pada pegawai Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melalui pemeriksaan glukosa darah puasa, serta memberikan edukasi tentang konsumsi kopi yang sehat dan berbasis bukti ilmiah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif dan pemeriksaan gula darah secara langsung menggunakan teknik spektofotometri kepada 48 orang pegawai UMSU. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki kadar glukosa darah yang berada dalam rentang prediabetes, serta sebagian besar belum mengetahui hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan metabolik. Edukasi yang diberikan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya konsumsi kopi secara moderat dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Kesimpulan: Kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran serta mendorong perubahan gaya hidup sehat pada kalangan pegawai perguruan tinggi.
Upaya Promotif Kesehatan Metabolik melalui Identifikasi Prediabetes dan Edukasi Kopi Sehat pada Pegawai BKKBN di Sumatera Utara: Metabolic Health Promotion Efforts through Identification of Prediabetes and Healthy Coffee Education for BKKBN Employees in North Sumatra Nasution, Huwainan Nisa; Febriyanti, Eka; Lufiana, Fardella
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 9 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i9.10058

Abstract

Prediabetes is a condition characterized by glucose or HbA1C levels that do not meet the criteria for diabetes but have abnormal carbohydrate metabolism that results in abnormal glucose levels between normoglycemia and diabetes. Early screening in young adults is an effort to prevent progression to diabetes mellitus. On the other hand, coffee consumption habits in young adults, including office workers, affect glucose metabolism and insulin sensitivity. This activity aims to identify prediabetes status in employees of Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) in North Sumatra through fasting blood glucose level examinations, as well as providing education about prediabetes and healthy coffee. The methods used include interactive counseling and fasting blood glucose level examinations using spectrophotometry techniques. The results of the activity showed that 26.7% of participants suffered from prediabetes, and most of them did not know the relationship between coffee consumption and prediabetes. Conclusion: This activity increased participants' knowledge and awareness of healthy coffee and efforts to prevent prediabetes.
Skrining Kesehatan dan Edukasi Nutrisi Berkelompok di Desa Nelayan Jaring Halus Kabupaten Langkat Sebagai Upaya Pencegahan Non-Communicable Disease Febriyanti, Eka; Saragih, Syaiful Amri; Hadipramana, Josef; Siregar, Muhammad Said
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15470

Abstract

Background: Non-Communicable Disease masih menjadi masalah utama pada masyarakat Indonesia dimana penatalaksanaannya membutuhkan biaya yang besar serta akses pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Desa Jaring Halus merupakan desa yang terpencil di daerah Langkat, Sumatera Utara, dimana akses pelayanan kesehatan ini terbatas dan begitu juga dengan informasi kesehatan.  Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendeteksian Non-Communicable Disease (NCD) yang mungkin terjadi di daerah terpencil ini sehingga dapat dilakukan tindakan kewaspadaan maupun penatalaksanaan yang tepat. Metode: Kegiatan ini dilakukan kepada masyarakat Desa Jaring Halus dengan jumlah peserta 38 orang. Dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan beberapa indikator seperti gula darah sewaktu, kolesterol dan hemoglobin menggunakan alat glucocheck, kemudian dilakukan penyuluhan berkelompok terkait masalah kesehatan yang ditemukan terutama dari segi nutrisi.  Hasil: Dari pemeriksaan kesehatan ditemukan hampir sebagian masyarakat yang diperiksa mengalami NCD dan belum mendapatkan pengobatan yang rutin terkait akses pelayanan kesehatan yang terbatas. Edukasi berkelompok menjelaskan mengenai nutrisi yang tepat mencegah atau menatalaksana NCD. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar dengan penemuan NCD yang utama adalah hiperglikemia atau diabetes mellitus pada masyarakat Desa Jaring Halus.
Pemberdayaan Kelompok Posyandu dalam Inovasi Nugget Tuna sebagai Upaya Penanganan Balita Stunting di Pesisir Belawan Sicanang Simanjuntak, Siska Evi Martina; Febriyanti, Eka; Sibero, Alexander F.K; Awidyah, Awidyah; Wulandari, Fadillah; Simanungkalit, Sri Mianda; Julita, Dian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17406

Abstract

ABSTRAK Ikan Tuna mempunyai peranan penting sebagai sumber asam amino dan omega tinggi. Protein yang terkandung di dalam ikan merupakan komponen yang menyumbang 20% dari total protein hewani.Balita cenderung sulit untuk makan ikan sehingga ahrus diolah dalam bentuk yang menarik. Hasil ikan yang didapat masih dijual segar untuk sumber mata pencaharian masyarakat dan belum diolah menjadi makanan bergizi bagi Balita sehingga masih tingginya prevalensi stunting di Belawan Sicanang. Tujuan kegiatan PKM untuk memberdayakan, menguatkan partisipasi masyarakat dalam swamedikasi, optimalisasi potensi ikan tuna, edukasi kesehatan mengenai penanganan stunting dan manfaat ikan tuna, pelatihan dan pendampingan mengolah ikan tuna menjadi nugget tuna. Kegiatan diawali melalui survei untuk mengukur pemahaman mengenai pemanfaatan ikan tuna. Setelah dilaksanakan edukasi, peserta kembali diminta mengisi kuesioner untuk melihat peningkatan pemahamannya. Sebelum edukasi Kesehatan tentang pemanfaatan ikan tuna, mayoritas pengetahuan peserta kurang (50%) dan setelah edukasi kesehatan mayoritas pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori baik (80 %). Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang inovasi ikan tuna menjadi nugget tuna dapat membantu masyarakat memanfaatkan ikan tuna dengan optimal dalam upaya percepatan penanganan stunting dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Belawan Sicanang. Kata Kunci: Nugget Tuna, Inovasi, Stunting  ABSTRACT Tuna has an important role as a source of amino acids and high omega. The protein contained in fish is a component that accounts for 20% of total animal protein. Toddlers tend to find it difficult to eat fish so it must be processed in an attractive form. The fish obtained is still sold fresh for the community's livelihood and has not been processed into nutritious food for toddlers so that there is still a high prevalence of stunting in Belawan Sicanang. The objectives of PKM activities are to empower, strengthen community participation in self-medication, optimize the potential of tuna fish, health education about handling stunting and the benefits of tuna fish, training and assistance in processing tuna fish into tuna nuggets. The activity began with a survey to measure understanding of the utilization of tuna fish. After the education, participants were again asked to fill out a questionnaire to see the improvement of their understanding. Before health education on tuna fish utilization, the majority of participants' knowledge was poor (50%) and after health education the majority of participants' knowledge increased to the good category (80%). Increasing participants' knowledge and understanding of tuna fish innovation into tuna nuggets can help the community optimally utilize tuna fish in an effort to accelerate the handling of stunting and improve the economy of the Belawan Sicanang coastal community. Keywords: Tunna, Nugget, Inovation, Stunting
Edukasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Langkat Febriyanti, Eka; Khairani , Leylia; Hajar, Siti
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12676

Abstract

Background: Stunting has major short- and long-term impacts on health, intelligence, and even productivity. The acceleration of stunting reduction in various regions continues to be promoted through various programs, collaborations and funding in the form of specific and sensitive nutrition interventions. This community service in the form of education to stop open defecation aims to carry out nutrition-sensitive interventions in stunting prevention. Method: Video screening and interactive counseling to 37 children at SDN 054866 Sidomulyo village, Langkat Regency, North Sumatra. In this activity, the dangers of open defecation and the importance of maintaining cleanliness to avoid various diseases, school children also simulated 6-step hand washing. Results: Stop defecation education activities run smoothly and can increase the knowledge of school children about the importance of maintaining cleanliness including not defecating carelessly so that they can avoid various infectious diseases and can grow optimally. Conclusion: This activity is able to increase the knowledge of school children and needs to be carried out continuously in partner schools and other schools, especially in stunting locus areas.
Empowerment of Aisyiah Study Mothers in Bandar Khalipah Village, North Sumatra, as Cadres Caring for the Elderly Suryani, Des; Febriyanti, Eka; Siregar, Pinta Pudiyanti
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.14169

Abstract

Background: Meningkatnya usia lanjut pada dekade terakhir ini, menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Jumlah posyandu lansia yang terbatas, menyebabkan cakupan program masih terbatas. PKPM (Program kemitraan Pengembangan Muhammadiyah) ini bertujuan untuk mengkader ibu-ibu pengajian Aisyiah agar bisa memberikan layanan kesehatan pada lansia. Metode: Mitra dalam PKPM ini adalah Pengajian aisyiah pasar 4 tembung, 4 anggota dipilih untuk mengikuti kegiatan pendampingan dalam pelaksanaan skrining kesehatan dan penyuluhan kesehatan lansia yang ada di pengajian aisyiah dan masyarakat sekitar.serta advokasi ke desa dan bidan desa setempat. Hasil: Kader yang dilatih semakin mahir melakukan kegiatan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap 25 orang lansia yang mengalami hipertensi dan obesitas. Kesimpulan: PKPM ini telah memberdayakan masyarakat untuk melakukan deteksi dini kesehatan lansia sehingga dapat melakukan pencegahan lebih dini pada penyakit lansia.
Penguatan PHBS Berbasis Komunitas Untuk Pencegahan Penularan Malaria di Kecamatan Tanjung Beringin Annisa; Febriyanti, Eka; Nurfadly; Purwoningsih, Emni
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20287

Abstract

Pendahuluan: Malaria merupakan masalah kesehatan global, khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia. Upaya pengendalian malaria dilakukan melalui promosi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.), pengendalian vektor, serta pemeriksaan dan pengobatan dini. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki PHBS berbasis komunitas untuk menurunkan jumlah kasus dan pencegahan penularan malaria di Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai. Metode yang digunakan yaitu edukasi dengan materi PHBS, penularan malaria, gejala malaria, mengenali nyamuk Anopheles, dan cara pencegahan penularan malaria. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan pembinaan PHBS berbasis komunitas melalui edukasi dapat meningkatkan pengetahuan warga tentang  PHBS, penularan malaria, gejala malaria, mengenali nyamuk Anopheles, dan cara pencegahan penularan malaria sebanyak 85%. Kesimpulan:  Kegiatan edukasi PHBS berbasis komunitas dapat dilakukan secara masif dan berkala sebagai salah satu upaya pencegahan dan penurunan kasus malaria.
Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Desa Gung Pinto Melalui Intervensi Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Terpadu: Enhancing Community Health Status in Gung Pinto Village Through Integrated Nutrition Education and Health Services Intervention Febriyanti, Eka; Zambak, Muhammad Fitra; Saragih, Syaiful Amri; Hadipramana, Josef
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 12 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i12.10603

Abstract

Public health challenges in rural areas of Indonesia are often influenced by low nutrition literacy, suboptimal clean and healthy living behaviors (CHLB), and limited access to healthcare services. This community engagement program aimed to improve nutrition literacy, promote preventive health behaviors, and facilitate early detection of health problems among residents of Gung Pinto Village, Karo Regency. The intervention was conducted on July 24, 2025, at the village hall, involving 30 participants from various age groups. The activities included balanced nutrition and CHLB education through interactive lectures and group discussions, as well as anthropometric measurements, physical examinations, and free medical treatment provided according to medical indications. Results revealed that most participants had a waist circumference above the standard threshold (80%), indicating central obesity, alongside complaints of gastritis/dyspepsia (20%), hypertension (6.7%), acute respiratory infections (3.3%), and mild neuralgia (6.7%). The combination of balanced nutrition and CHLB education, along with health screening and medical services, effectively increased awareness and facilitated the early identification of health issues. These findings underscore the need for integrated, context-specific public health approaches that align with Sustainable Development Goal (SDG) target three on good health and well-being.
Comparative Impact of Black Coffee and Milk Coffee on Prediabetes in Obese Adults Eka Febriyanti; Huwainan Nisa Nasution; Fardella Lufiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i4.35512

Abstract

Obesity is a major risk factor for metabolic diseases such as diabetes mellitus, hypertension, and cardiovascular disorders, primarily through the mechanism of insulin resistance. One contributing factor to obesity is the increasing consumption of sugar sweetened beverages, including milk coffee. However, coffee also contains bioactive compounds with potential protective effects. This study aimed to compare the effects of pure black coffee and milk coffee consumption on prediabetes status and fat mass among obese individuals. An analytical observational study with a cross sectional design was conducted in Medan City from December 2024 to February 2025 involving 82 obese participants aged 19–45 years. Coffee intake was assessed using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), fasting blood glucose levels were measured using spectrophotometry, and fat mass was evaluated with a Body Composition Analyzer. Data were analyzed using a chi-square test with a significance level of p < 0.05. Results showed no significant difference in prediabetes incidence between black coffee and milk coffee consumers (p = 0.925). Similarly, fat mass did not differ significantly between groups (31.1 ± 7.4 vs. 31.7 ± 7.3). In conclusion, consumption of black coffee or coffee with milk showed no significant effect on prediabetes incidence or fat mass among obese individuals.
Sosialisasi Pencegahan Obesitas Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Ade Raisah; Eka Febriyanti
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11797

Abstract

Abstrak: Obesitas merupakan masalah yang banyak terjadi di zaman modern ini. Obesitas merupakan suatu kelainan akibat penimbunan lemak yang berlebihan. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan parameter dalam menentukan seseorang mengalami obesitas atau tidak, parameter ini sering digunakan karena mudah diterapkan, cepat dan memiliki hasil yang tepat. Salah satu faktor yang berperan penting dalam kejadian obesitas adalah aktivitas fisik, yakni segala pergerakan tubuh yang mengeluarkan energi serta membakar lemak. Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya mengenal indeks massa tubuh untuk mengetahui kondisi obesitas serta factor resiko dan penanganannya di masyarakat. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk penyuluhan berkelompok dihadiri oleh 40 peserta. Kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat pengetahuan IMT kepada masyarakat.