Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI BAHAYA BAHAN KIMIA OBAT YANG TERDAPAT DIDALAM OBAT TRADISIONAL Wahyu Margi Sidoretno; Ira Oktaviani Rz
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 1 No 2 (2018): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.488 KB) | DOI: 10.36341/jpm.v1i2.453

Abstract

Obat Tradisional (OT), merupakan campuran bahan-bahan alami yang berasal daritumbuhan, hewan, mineral, dan gelenika atau campuran dari bahan tersebut yang secaraturun-temurun telah digunakan untuk pengobatan. OT membutuhkan waktu yang lebih lamauntuk memberikan efek kerja dibandingkan obat kimia. Namun sering kali masyarakatmenginginkan OT yang berefek “cespleng”. Padahal sebaliknya, jika khasiat OT cesplengdalam sekali pakai maka perlu diwaspadai kemungkinan ditambahkan bahan kimia obat(BKO). BKO yang ditambahkan seringkali tidak terukur takarannya, sehingga berpotensimembahayakan kesehatan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus.Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan motivasi kepada kaderposyandu dan PKK untuk memahami bahaya BKO dalam obat tradisional sehingga mampumemberikan penjelasan dan meningkatkan pengetahuan pada masyarakat atas penggunaanobat tradisional sehingga terwujud masyarakat yang sadar obat. Tahap persiapan meliputiaudiensi, koordinasi dan pemantapan dengan mitra kemuadian identifikasi peserta kegiatan.Tahap pelaksanaan yaitu kegiatan berupa pemberian materi, diskusi dan memberikanpelatihan bagaimana cara melihat izin edar obat tradisional pada web BPOM. Pada akhirpelaksanaan diadakan evaluasi dan perbaikan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilanproses yang ditunjukkan dengan kehadiran peserta mencapai 73,3%. Peningkatanpengetahuan sebesar 60% dan sebanyak 90% peserta telah memiliki pengetahuan dalammemilih obat tradisional yang aman digunakan.
KARAKTERISASI FISIKOKIMIA NANOKRISTAL EKSTRAK HERBA SELEDRI ( Apium graveolens L.) DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI POLOXAMER188 Henni Rosaini; Rina Wahyuni; Boyke Panata Sinaga; Wahyu Margi Sidoretno
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 4 No 1 (2020): Journal Of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v4i1.1578

Abstract

Celery (Apium graveolens L) is a plant of Apiaceae family which contains flavonoids, saponins, tannins, essential oils, apiin, apigenin, choline, asparagine, vitamin A, B, C. Apigenin contained in celery included in the BCS (Biopharmaceutics Classification System) class II, which has low solubility and high permeability drugs. One method for increasing solubility is the nanocrystal method. Where the purpose of this study was to see the effect of differences in the concentration of poloxamer 188 on the characterization of nanocrystal. The results of the particle size analyzer (PSA) showed particle size distribution in formula 1 the concentration of poloxamer 188 40% 6 hour grinding time of 1648.5 nm with a potential zeta value of -11.2. While the formula 2 concentration of poloxamer 188 50% and formula 3 the concentration of poloxamer 188 60% with a 5 hour grinding time of 1049.6 and 1483.2 with a potential zeta value of -12.5 and -8.9. From the FT-IR analysis shows the presence of clusters in formulas 1, 2, and 3 which are not found in apigenin which is a celery marker compound, on the contrary there are groups on apigenin which are not found in formulas 1, 2, and 3.
Formulasi Dan Evaluasi Granul Effervescent Kombinasi Ekstrak Kering Rimpang Jahe Merah, Temulawak Dan Kayu Manis Wahyu Margi Sidoretno
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 5 No 2 (2022): Journal Of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v5i2.2461

Abstract

Granul effervescent merupakan serbuk kasar sampai kasar sekali mengandung unsur obat dalam campuran yang kering, biasanya terdiri dari natrium bikarbonat, asam sitrat, dan asam tartrat bila ditambah dengan air, asam dan basanya bereaksi membebaskan karbondioksida sehingga menghasilkan buih. Sediaan dalam bentuk Effervescent dapat menghasilkan rasa yang enak yang disebabkan adanya karbonat yang mana dapat membantu memperbaiki rasa dari beberapa obat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis yang di formulasi menjadi granul effervescent dan memenuhi kriteria granul effervescent yang baik. Metode yang digunakan adalah granulasi basah dengan empat variasi formula yaitu F1 merupakan granul biasa, F2 granul effervescent tanpa zat aktif, F3 dan F4 granul effervescent dengan variasi asam dan basa. Evaluasi mutu fisik granul meliputi uji kadar air, uji kompresibilitas, uji waktu alir, sudut istirahat, uji daya penyerapan cairan, Scanning Electron Microscope (SEM), waktu dispersi dan pH. Berdasarkan hasil yang diperoleh kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis dapat diformulasi menjadi granul effervescent. Sediaan granul effervescent kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis belum memenuhi kriteria granul effervescent yang baik yaitu pada pengujian kadar air granul F2, F3, F4 masing masing diperoleh 6,47±0,07, 6,61±0,03, dan 5,82±0,04% dimana rentang kadar air granul yang baik 2-5%
PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZIM UNTUK MENGURANGI LIMBAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN TANGKERANG LABUAI KOTA PEKANBARU Susi Endrini; Siti Juariah; Isna Wardaniati; Wahyu Margi Sidoretno; Salsabila Marfyanda; Willy Octavia
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i1.775

Abstract

Eco-enzyme is a versatile liquid that can be used in household, agriculture, livestock, and industrial fields. Its applications range from natural cosmetics, natural medicines, floor cleaners/disinfectants, insecticides, to liquid fertilizers that stimulate plant hormones to improve the quality of fruits and vegetables and increase harvest yields. Several methods of organic waste processing include eco-enzyme production and aerobic and anaerobic composting. Eco-enzymes are unique because they do not require extensive land for fermentation, unlike compost. This makes them very land-efficient and can be done at home. The purpose of this activity is to train housewives to reduce waste piles in the Tangkerang Labuai sub-district of Pekanbaru city by producing eco-enzyme products. The activity takes place in the Tangkerang Labuai sub-district. The target audience for this activity is housewives in the Tangkerang Labuai sub-district of Pekanbaru city. The method of this activity is training and evaluation. Training is conducted directly involving the target audience. Evaluation is done before and after training through pre-tests and post-tests. The results obtained are that housewives in the Tangkerang Labuai sub-district are skilled in producing eco-enzyme products, as evidenced by the results of eco-enzyme products that meet the quality criteria of eco-enzymes. The conclusion of this activity is that the implementation can proceed according to plan and it is hoped that the community can sustainably apply eco-enzyme production activities to reduce pollution in the environment of Pekanbaru city.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penyimpanan Obat Dan Beyond Use Date (BUD) Wahyu Margi Sidoretno; Salma Yudhistira Mayrade; Goldha Faroliu
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i14
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan obat yang benar serta pemahaman mengenai Beyond Use Date (BUD) adalah aspek penting dalam menjaga kualitas dan efektivitas obat. Penyimpanan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat dan potensi risiko kesehatan. Selain itu, banyak masyarakat yang kurang memahami pentingnya BUD sehingga menimbulkan kehilangan potensi obat atau menimbulkan risiko buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyimpanan obat dan BUD. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana semua populasi yang datang dan memenuhi kriteria inklusi dimasukkan sebagai sampel dalam penelitian. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 400 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar kuesioner yang dirancang dalam bentuk online. Penelitian dilakukan pada periode dari bulan Februari-Mei 2024. Hasil pengumpulan data yang didapat kemudian dikumpulkan dan dilakukan pengolahan data. Pengukuran tingkat pengetahuan dari 400 responden menunjukkan bahwa 219 responden (54,8%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang penyimpanan obat dan 254 responden (63,5%) memiliki pengetahuan tinggi tentang BUD, 103 responden (25,8%) memiliki pengetahuan cukup tentang penyimpanan obat dan 101 responden (25,3%) memiliki pengetahuan cukup tentang BUD, dan 78 responden (19,5%) memiliki pengetahuan yang rendah tentang penyimpanan obat dan 45 responden (11,3%) memiliki pengetahuan yang rendah tentang BUD.
Penyuluhan Kosmetik Aman dan Halal pada Siswa SMA Negeri 2 Siak Hulu Suardi, Muslim; Wahyu Margi Sidoretno; Rambe, Wahyudi; Shinta Lestari, Suci; Pasadena, Helga
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i1.1307

Abstract

Peningkatan pemakaian produk kosmetik di kalangan remaja memerlukan perhatian khusus terhadap keamanan dan kehalalan produk yang digunakan. Kurangnya pemahaman mengenai zat berbahaya serta sertifikasi halal dapat berisiko bagi kesehatan dan keyakinan agama mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan interaktif kepada siswa SMA Negeri 2 Siak Hulu guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka terkait kosmetik yang aman dan halal. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest menggunakan analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 65% dan posttest 95%, mengalami peningkatan sebesar 30%. Program ini berhasil memberikan wawasan yang lebih baik kepada siswa, sekaligus mendorong mereka untuk lebih selektif dalam memilih kosmetik yang sesuai dengan prinsip kesehatan dan kehalalan. Temuan ini sekaligus menjadi dasar penting untuk melaksanakan program edukasi berkelanjutan tentang kosmetik yang aman dan halal di kalangan remaja
Sosialisasi Tanaman Toga Pelancar Asi Di Daerah Limbungan RW 08 Kelurahan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Febriani, Ade; Erick Caesarrani; Novi Elvira; Sellia Juwita; Wahyu Margi Sidoretno; Siti Aisyah
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 6 No. 2 (2022): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v6i2.3969

Abstract

This community service activity program is so that mothers, especially breastfeeding mothers, can know the types and benefits of the toga plant to facilitate breastfeeding. This community service is carried out in the form of counseling and implementation of the introduction of special toga plants to facilitate breastfeeding for breastfeeding mothers directly and planting toga plants in the area around the mother's house (respondents). Community service consists of 2 stages, the first stage is collecting data on breastfeeding mothers and planting toga seedlings and the second stage is the distribution of seeds which will be carried out during the posyandu schedule in the Limbungan RW 08 Kelurahan Rumbai Pesisir, namely on June 08 2022. the result of this community service activity is a good response from the respondents. Participants are able and have been able to do processing and understand about the toga plant to facilitate the production of breast milk. During the activity, it was found that the mother's knowledge about the toga plant to increase breast milk was good and all the audience understood about the toga plant to increase breast milk.
Sosialisasi Pengolahan Mpasi Sehat Cegah Stunting Dari Tulang Ikan Patin Dan Implementasi Posyanduq Cegah Stunting Ramalia Noratama; Debi Setiawan; Sara Herlina; wahyu Margi Sidoretno
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v2i2.409

Abstract

Dalam peningkatan pelayanan kesehatan dan upaya pencegahan stunting maka posyandu mekar sari memiliki beberapa permasalahan, 1) Minimnya pengetahuan masyarakat Desa Pulau Gadang dan kader posyandu dalam mengolah Makanan Sehat untuk mencegah stunting, 2) Belum tersedianya IPTEK di Posyandu Mekar Sari. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi dari kegiatan PKM ini adalah : 1) Sosialiasasi, penyuluhan, serta pendampingan cara mengolah MPASI dan makanan sehat cegah stunting dari bahan tulang ikan patin, 2) Penerapan IPTEK POsyanduQ: Cegah Stunting.
Edukasi dan Sosialisasi tentang BUD (Beyon Use Date) Kosmetika kepada Siswa-Siswi SMA Negeri 7 Pekanbaru Wahyu Margi Sidoretno; Asiska Permata Dewi; Ade Febriani; Mega Pratiwi Irawan; Wahyu Ramadhan; Henni Rosaini
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.492

Abstract

Pemilihan penggunaan produk kosmetika pada remaja masih didasari oleh kecenderungan terhadap trend yang sedang berlangsung. Pemahaman dan pengetahuan remaja terhadap keamanan kosmetika yang digunakan masih sebatas pada bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan ada, namun tentang penyimpanan dan batas waktu penggunaannya masih rendah. Tujuan kegiatan PkM ini adalah untu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi SMK Negeri 7 Pekanbaru terhadap BUD (Beyon Use Date) Kosmetika sehingga menghindari gangguan Kesehatan yang tidak diingnkan. Kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk seminar dilakukan dengan metoda presentase dan pembagian leaflet terkait BUD pada Kosmetika. Data dari kegiatan PkM ini didapat melalui Pre-Experimental Design (One Group Pre-Test Post-Test) dengan menggunakan instrumen kuis berisi 10 pertanyaan. Hasil test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa-siswi SMA Negeri 7 Pekanbaru sebesar 54 %.
Peningkatan UMKM Desa Teratak Buluh Melalui Penciptaan Produk Ecoprint Oleh Kelompok KKKN XIV Universitas Abdurrab Wisnuhadi Bagaskara; Nadya Wulandari; Nurul Husna Santila; Yohana Partician Nainggolan; Yudhis Thira; Zaharatul Aini; Siti Hajar; Putri Zalfa Azura; Silvia Indriani; Nabila Anil Hawa; Resti Viviasiska Putri; Alya Rosa; Ramadri Saputra; Dirga Prasetyo; Wahyu Margi Sidoretno
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.536

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program wajib yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa. Melalui kegiatan ini mahasiswa dituntut untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama perkuliahan kepada masyarakat. Setiap program kerja KKN harus disertai dengan visi dan misi Universitas Abdurrab, salah satunya menjadi penggerak program UMKM yang juga di gaungkan oleh pemerintah. Selain melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Stunting, Sadar Pemilu, Mitigasi Penanganan Banjir, Bullying dan Pelecehan Anak dari Sosial Media, Pencegahan LGBT, Bijak Bersosial Media, Informasi Tentang Pendidikan Perguruan Tinggi dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program wajib yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa. Melalui kegiatan ini mahasiswa dituntut untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama perkuliahan kepada masyarakat. Setiap program kerja KKN harus disertai dengan visi dan misi Universitas Abdurrab, salah satunya menjadi penggerak program UMKM yang juga di gaungkan oleh pemerintah. Selain melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Stunting, Sadar Pemilu, Mitigasi Penanganan Banjir, Bullying dan Pelecehan Anak dari Sosial Media, Pencegahan LGBT, Bijak Bersosial Media, Informasi Tentang Pendidikan Perguruan Tinggi dan Universitas Abdurrab kelompok KKN XIV juga melaksanakan visi emas yaitu Pembuatan Ecoprint, Pembuatan Desain Logo, Pembuatan Konten Vidio Pasar Ikan Teratak Buluh. Permasalahan yang ada dimasyarakat Desa Teratak Buluh adalah kurang menyadari potensi sekitar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Selama ini perekonomian didukung oleh adanya pasar ikan yang menjadi perputaran utama perekenomian desa.