Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pembelajaran Daring pada saat Pandemik Covid-19 di Pendidikan Kepariwisataan Fitriyani, Endah; Suwandi, Andreas; Gumelar, Abih
Journal of Tourism and Creativity Vol. 6 No. 2 (2022): Sport Tourism and Event
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v6i1.29150

Abstract

The online learning process is considered a new challenge in the era of the industrial revolution 4.0, especially in the midst of a pandemic like today. This is related to the current condition of Indonesia in the midst of the Covid-19 virus outbreak where students are required to study at home. Digital-based learning models have been massively maximized in almost all of Indonesia during the pandemic. The purpose of this research is to analyze the digital-based learning model due to the COVID-19 pandemic in the online class of the Tourism Vocational School in Bandung Raya. The research method used is quantitative with descriptive study analysis of data in the form of a questionnaire. The results of the study are expected to be able to answer the problems of this research which includes the implementation of online learning during the Covid-19 virus pandemic.
The Meaning of the Value of Responsibility from the Perspective of Students of State Vocational School 15 Bandung: A Phenomenological Study of the Implementation of Character Strengthening Education Nurul Fauziah, Fitri; Ruyadi, Yadi; Maftuh, Bunyamin; Ganeswara, Ganjar Muhammad; Gumelar, Abih
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 7 No. 1 (2025): Dinasti International Journal of Digital Business Management (December 2025 - J
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijdbm.v7i1.6076

Abstract

This research stems from the urgency of strengthening character education in the 21st century, which demands integration between students' cognitive, moral, and social competencies within the context of vocational education. The value of Responsibility as one of the main dimensions of character is considered increasingly important to be studied in depth, especially for Vocational High School (SMK) students who are prepared to face the world of work based on professional ethics. This study aims to understand the meaning of the value of Responsibility from the perspective of students at SMK Negeri 15 Bandung and to trace the process of its formation in the implementation of the Character Education Strengthening Program (PPK) and the West Java Priority Program. The research approach employed is a qualitative phenomenological design, involving 50 students as participants, selected through simple random sampling. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation studies, and validated by triangulation of sources, methods, and member checks. The results show that students interpret Responsibility as moral awareness, self-discipline, and social commitment that develop through reflective interactions with teachers, the learning environment, and the habituation of values through school programs. The value of Responsibility develops in an educational ecosystem that emphasizes role models, collaboration, and students' cognitive well-being
Peran Guru dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying: Tinjauan Pendidikan Karakter Intan Indah Permatasari; Bunyamin Maftuh; Yadi Ruyadi; Ganjar Muhammad Ganeswara; Abih Gumelar
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.652

Abstract

Fenomena bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada perkembangan moral, psikologis, dan sosial peserta didik. Meningkatnya kasus perundungan menunjukkan bahwa sekolah belum sepenuhnya berfungsi sebagai ruang aman bagi siswa. Dalam konteks tersebut, peran guru menjadi sangat krusial, khususnya melalui penguatan pendidikan karakter sebagai strategi pencegahan dan penanganan bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran guru dalam pencegahan dan penanganan bullying di sekolah ditinjau dari perspektif pendidikan karakter, serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter dominan yang berkontribusi dalam membangun budaya sekolah anti-bullying.  Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2023–2025 dan diakses melalui database Google Scholar. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penentuan artikel akhir dengan menggunakan parameter PICO (Population, Intervention, Comparator, Outcome). Dari 1.248 artikel awal, sebanyak 21 artikel dinyatakan memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Analisis data menggunakan sintesis tematik dan komparatif terhadap temuan penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran multidimensional dalam pencegahan dan penanganan bullying, meliputi peran sebagai pembimbing moral, teladan perilaku, konselor, mediator, serta penggerak budaya sekolah yang positif. Penerapan pendidikan karakter melalui penanaman nilai empati, toleransi, tanggung jawab, religiusitas, dan kepedulian sosial berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan karakter yang konsisten dan kolaboratif merupakan strategi kunci dalam membangun budaya sekolah anti-bullying yang berkelanjutan.
Pembelajaran Reflektif sebagai Strategi Penguatan Etika Digital Mahasiswa pada Pendidikan Pancasila di UT Bandung Mustafizul Ichsan; Evi Abdurohmat; Encep Syarief Nurdin; Imas Kurniawaty; Abih Gumelar
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.689

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut mahasiswa memiliki kesadaran etika yang kuat dalam menggunakan media daring, namun berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pembelajaran reflektif dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila dapat mengembangkan kesadaran etika digital dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus reflektif yang dilaksanakan di Universitas Terbuka Bandung dengan melibatkan delapan belas mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan kuesioner reflektif, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran reflektif membantu mahasiswa tidak hanya memahami etika digital secara normatif, tetapi juga menilai konsekuensi moral dari tindakan digital mereka, meningkatkan sikap kritis terhadap informasi, serta memperdalam pemaknaan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. Proses refleksi berbasis pengalaman nyata memungkinkan mahasiswa mengaitkan nilai Pancasila dengan praktik bermedia digital secara lebih kontekstual. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran reflektif merupakan strategi pedagogis yang relevan dalam Pendidikan Pancasila untuk memperkuat kesadaran etika mahasiswa dalam menghadapi tantangan etika di era digital.
Evaluasi Peran Guru dalam Penguatan Karakter Siswa melalui Disiplin Positif di Sekolah Dasar Anto Akbar; Ace Suryadi; Asep Dahliyana; Abih Gumelar
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1131

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan dasar untuk membentuk peserta didik yang berakhlak, bertanggung jawab, dan mampu berperilaku sesuai nilai-nilai moral. Namun, berbagai permasalahan seperti rendahnya kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian masih ditemukan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran guru dalam penguatan karakter siswa melalui disiplin positif di sekolah dasar menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, satu guru kelas V, dan enam siswa kelas V pada salah satu sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, sekolah memiliki kebijakan, program, dan budaya sekolah yang mendukung penerapan disiplin positif. Pada aspek input, guru menunjukkan kesiapan yang baik melalui pemahaman konsep disiplin positif, pengalaman pelatihan, serta dukungan sekolah. Pada aspek process, disiplin positif diterapkan melalui hubungan positif antara guru dan siswa, kesepakatan kelas, penguatan positif, dan restitusi. Pada aspek product, penerapan disiplin positif berkontribusi terhadap perkembangan karakter siswa, terutama pada aspek disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan pembinaan yang berkelanjutan agar perilaku positif dapat berkembang secara konsisten. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan disiplin positif memberikan kontribusi positif dalam mendukung penguatan karakter siswa di sekolah dasar, meskipun hasil penelitian ini terbatas pada konteks sekolah yang diteliti.
PENDIDIKAN ETIKA PANCASILA DALAM MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI: SEBUAH KAJIAN LITERATUR Mulyadi Nugraha, Dadi; Supriyono, Supriyono; Abih Gumelar; Kurniawaty, Imas
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Now Available
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62672

Abstract

Moral degradation among students, ranging from academic plagiarism, ethical violations, intolerance, to corrupt behavior, indicates a value crisis that threatens the character of the nation. Pancasila Education as a mandatory curriculum course in higher education has a strategic position to internalize Pancasila ethics, but its implementation often gets trapped in cognitive-oriented learning. This study aims to examine the concept, position, learning strategies, and challenges of Pancasila ethics education in the Pancasila Education course at higher education institutions. The method used is a literature review of scientific articles in accredited national journals and relevant references published from 2018 to 2024, analyzed using content analysis techniques thru the stages of identification, selection, in-depth reading, and thematic synthesis. The study results show that: (1) Pancasila ethics is a value-based ethical system derived from the five principles and serves as a normative guideline for students' moral considerations; (2) the Pancasila Education course is the main vehicle for Pancasila ethics education, but its effectiveness depends on the learning design; (3) participatory learning strategies such as case studies, group discussions, project-based learning, and game-based learning thru educational board games have proven to be more effective in internalizing Pancasila ethics values compared to the expository approach; and (4) the challenges faced include digital disruption, a learning orientation that emphasizes knowledge over attitude, and the gap between understanding and ethical behavior. This study recommends transforming the Pancasila Education learning model toward a reflective, contextual, and experience-based ethical practice model.
Lokakarya Reflektif–Partisipatif untuk Penguatan Wawasan Kebinekaan Global Guru Sekolah Dasar Toto Subroto; Rudi Adi Nugroho; Asep Herry Hernawan; Abih Gumelar; Gymnastiar Nur Hambali; Yulia Puspita
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 3 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i3.28943

Abstract

Masyarakat dengan berbagai keragaman di dalamnya menyimpan potensi positif dan negatif, baik di skala nasional maupun global. Berbagai kasus di masyarakat menunjukkan potensi negatif yang semakin menguat, khususnya terkait kasus intoleransi, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Guru yang merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan perlu mendapatkan penguatan terkait wawasan kebinekaan global agar lebih mampu menangkal potensi intoleransi di dunia pendidikan, khususnya di sekolah. Lokakarya reflektif-partisipatif ini bertujuan untuk memberikan penguatan sekaligus bimbingan teknis bagi para guru SD terkait implementasi wawasan kebinekaan global di sekolah. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru SD di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di SDN Pancasila dan diikuti oleh 21 peserta. Kegiatan lokakarya terlaksana dengan efektif. Kegiatan dikemas dengan sangat interaktif dan peserta sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Berdasarkan berbagai dokumen yang dihasilkan peserta dapat disimpulkan bahwa wawasan kebinekaan global para peserta meningkat yang dapat dilihat pada kemampuan peserta dalam mengaplikasikan konsep-konsep tentang kebinekaan global yang telah terima. Peserta menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam mengidentifikasi berbagai potensi di sekolah untuk menguatkan budaya toleransi di sekolah. Selain itu, peserta menunjukkan kemampuan dalam penyusunan rencana peguatan budaya toleransi terhadap berbagai keragaman di sekolah.