Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Hubungan Pengetahuan, Sikap Dengan Perilaku Prakonsepsi Di Kabupaten Kudus Aulia Dita Kurnia; Noor Hidayah; Tri Suwarto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat pengetahuan sikap dengan perilaku prakonsepsi pada ibu yang merencanakan kehamilan di wilayah Puskesmas Kabupaten Kudus. Latar belakang menunjukkan bahwa kejadian kehamilan berisiko dan angka kematian ibu di wilayah kudus masih tinggi, menjadikan perawatan prakonsepsi krusial. Namun perilaku prakonsepsi masih rendah,dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Tujuan umum dari penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku prakonsepsi. Adapun tujuan khususnya meliputi identifikasi tingkat pengetahuan, sikap dengan perilaku prakonsepsi, serta menguji hubungan antara pengetahuan dengan perilaku prakonsepsi dan sikap dengan perilaku prakonsepsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasi analitik dan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian terdiri dari 100 ibu yang merencanakan kehamilan dari 19 puskesmas di kabupaten Kudus. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan (64,0%), sikap (57,0%), dan perilaku prakonsepsi (71,0%) yang baik. Berdasarkan hasil uji bivariat menemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku prakonsepsi P-value =0,001 COR 2,876 (1,563 -5,295) dimana pengetahuan kurang baik meningkatkan risiko perilaku kurang baik sebesar 2,876x lebih besar memilki perilaku prakonsepsi yang kurang baik. Kemudian terdapat hubungan signifikan antara sikap dan perilaku prakonsepsi P-value =0,073 COR 1,878(1,006-3,505), dengan ibu yang memiliki sikap kurang baik berisiko 1,878 x lebih besar menunjukan perilaku prakonsepsi yang kurang baik. Kesimpulannya terdapat hubungan pengetahuan sikap dengan perilaku prakonsepsi di kabupaten kudus. Disarankan agar puskesmas meningkatkan edukasi dan screening prakonsepsi untuk menurunkan risiko kehamilan.
Efektifitas Edukasi Dampak Anemia Dengan Media Video Terhadap Perilaku Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 2 Demak Muhammad Maulana Saparudin; Noor Hidayah; Sri Karyati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4573

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pemerintah Indonesia telah menjalankan program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dan wanita usia subur. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD masih rendah. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan perilaku konsumsi TTD pada remaja SMA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode quasy-eksperimental pre-posttest with control group. Penelitian di lakukan di SMA Negeri 2 Demak pada bulan April 2025. Jumlah sampel adalah 69 responden, dengan teknik sampling purposive sampling. Kriteria Inklusi: siswi kelas 10, bersedia mengikuti seluruh tahapan penelitian. Kriteria Eksklusi: siswi yang memiliki riwayat penyakit kronis atau gangguan kesehatan serius, tidak mengikuti edukasi, tidak hadir saat evaluasi, dan tidak memberikan persetujuan untuk berpartisipasi dalam penelitian. Instrumen menggunakan kuesioner kejadian anemia dan perilaku konsumsi tablet tambah darah. Analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi setiap variabel penelitian secara terpisah. Untuk mengetahui perbedaan pre dan postest digunakan uji wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui efektifitas edukasi menggunakan uji Mann Whitney Test. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswi baik pada kelompok intervensi (52,6%) maupun kontrol (76,3%) belum mengonsumsi TTD sesuai anjuran. Setelah edukasi kesehatan, perilaku konsumsi TTD pada kelompok intervensi meningkat signifikan hingga 97,4% sesuai anjuran, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan terhadap perilaku konsumsi TTD (p = 0,000).