Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Keterlibatan Dan Partisipasi Perawat Dalam Discharge Planning Terhadap Tingkat Kesiapan Pulang Pasien Di RSUD RA Kartini Jepara Novia Dwi Anggraini; Muhammad Purnomo; Anny Rosiana Mashitoh
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61729

Abstract

Kesiapan pulang pasien merupakan indikator penting keberhasilan transisi perawatan dari rumah sakit ke rumah. Keterlibatan dan partisipasi perawat dalam discharge planning berperan dalam memberikan edukasi, koordinasi pelayanan, melibatkan keluarga, serta mempersiapkan pasien untuk melakukan perawatan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan keterlibatan dan partisipasi perawat dalam discharge planning dengan tingkat kesiapan pulang pasien di RSUD R.A. Kartini Jepara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 98 pasien rawat inap yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi Quality of Discharge Teaching Scale (QDTS) keterlibatan perawat dan partisipasi perawat serta Readiness for Hospital Discharge Scale (RHDS) untuk kesiapan pulang pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan perawat kategori tinggi sebesar 70,4% dan partisipasi perawat kategori tinggi sebesar 72,4%. Kesiapan pulang pasien sebagian besar cukup siap sebesar 50,0%. Terdapat hubungan signifikan keterlibatan perawat dengan kesiapan pulang (p=0,000; r=-0,623) dan partisipasi perawat dengan kesiapan pulang (p=0,000; r=-0,664). Semakin optimal keterlibatan dan partisipasi perawat, semakin baik kesiapan pasien melanjutkan perawatan di rumah.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN SOSIAL SEBAYA DENGAN KONDISI MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK DI SMP Gayla Fredella; Muhammad Purnomo; Sri Karyati
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 8 No 1 (2026): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v8i1.795

Abstract

Kondisi mental emosional anak menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena pada masa ini anak mulai belajar bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan. Salah satu lingkungan yang mempengaruhi adalah lingkungan sosial sebaya. Namun, lingkungan sebaya seorang anak ternyata tidak selalu positif sehingga mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sosial sebaya dengan kondisi mental emosional pada anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 responden dari jenjang kelas VIII yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner lingkungan sosial sebaya dan kuesioner kondisi mental emosional yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program SPSS versi 27. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial sebaya dengan kondisi mental emosional anak (p = 0,001; r = -0,422), dengan arah korelasi negatif dan kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa semakin baik lingkungan sosial sebaya yang dimiliki anak, maka semakin baik pula kondisi mental emosionalnya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak, khususnya di lingkungan sosial sebaya.
Hubungan Motivasi Kerja dan Dukungan Manajerial dengan Produktivitas Kerja Perawat di RSUD RA Kartini Jepara Nor Melita Selly Desiana; Muhammad Purnomo; Sri Siska Mardiana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62024

Abstract

Produktivitas kerja perawat merupakan indikator penting dalam menentukan mutu dan efektivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Produktivitas perawat dapat dipengaruhi oleh faktor internal berupa motivasi kerja dan faktor eksternal berupa dukungan manajerial. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat motivasi kerja, tingkat dukungan manajerial, tingkat produktivitas kerja perawat, serta menganalisis hubungan motivasi kerja dan dukungan manajerial dengan produktivitas kerja perawat di RSUD RA Kartini Jepara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner motivasi kerja, dukungan manajerial, dan produktivitas kerja perawat, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki motivasi kerja kategori cukup (55,1%), dukungan manajerial kategori tinggi (48,7%), dan produktivitas kerja kategori baik (78,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja perawat (p = 0,000) serta antara dukungan manajerial dengan produktivitas kerja perawat (p = 0,001). Semakin baik motivasi kerja dan semakin tinggi dukungan manajerial, maka produktivitas kerja perawat cenderung semakin baik.
EFEKTIVITAS STRATEGI KOPING EMOSIONAL : YOGA RESTORATIVE TERHADAP BURNOUT PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA ROBAYAN Salma Fatmala; Diana Tri Lestari; Muhammad Purnomo
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Nusantara Hasana Journal, August 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i3.2248

Abstract

Burnout among housewives has become an increasingly common problem due to continuous domestic workloads, multiple role demands, limited rest, inadequate social support, and insufficient attention to mental health. This condition is characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and reduced personal accomplishment. This study aimed to analyze the effectiveness of emotional coping strategies through restorative yoga in reducing burnout among housewives. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was employed. The study population consisted of 202 housewives in Robayan Village, with a sample of 64 participants selected using purposive sampling, including 32 participants in the intervention group and 32 participants in the control group. Burnout levels were measured before and after the intervention using the Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnaire. Data were analyzed through instrument validity testing, univariate analysis, and bivariate analysis using the Dependent t-test and Independent t-test, as the data were normally distributed. The findings revealed that restorative yoga significantly reduced burnout levels among participants in the intervention group, whereas no significant changes were observed in the control group. Furthermore, there was a statistically significant difference in burnout levels between the intervention and control groups following the intervention. These findings indicate that restorative yoga is an effective emotional coping strategy for reducing burnout among housewives. This study provides scientific evidence supporting the development of non-pharmacological interventions to improve mental health and psychological well-being among housewives.
Faktor Determinasi dalam Pemilihan Rumah Sakit Enggar Dwi Lestari; Muhammad Purnomo; Jeki Pornomo
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.281

Abstract

Pemilihan rumah sakit merupakan proses kompleks yang dipengaruhi faktor individu dan karakteristik fasilitas, sehingga penting dipahami untuk mendukung perencanaan pelayanan kesehatan di Kecamatan Jepara. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih rumah sakit di Kecamatan Jepara. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 400 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan instrumen kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas (r hitung > r tabel 0,0978) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,716–0,881). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat untuk mengidentifikasi pengaruh masing-masing faktor terhadap keputusan pemilihan rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan seluruh faktor yang dikaji berpengaruh signifikan, dengan faktor lokasi sebagai faktor paling dominan, disusul rasa aman dan kepercayaan serta pelayanan pasien. Kualitas pelayanan dan fasilitas tetap berperan, sedangkan biaya, asuransi, dan kondisi kesehatan pasien memiliki pengaruh relatif lebih rendah. Kedekatan, aksesibilitas, dan persepsi keamanan menjadi penentu utama pemilihan rumah sakit di Kecamatan Jepara. Direkomendasikan agar rumah sakit memperkuat strategi lokasi, meningkatkan mutu pelayanan, keamanan, dan pengalaman pasien, serta mengoptimalkan informasi biaya dan cakupan asuransi untuk mendukung keputusan masyarakat.
The Relationship Between Eating Junk Food and a Sedentary Lifestyle with Obesity in Elementary School Children Faridatul Ummah; Indanah Indanah; Muhammad Purnomo
Advances in Healthcare Research Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ahr.v3i2.557

Abstract

Purpose: Obesity is a long-term condition caused by the accumulation of fat in the body due to an imbalance between energy intake and expenditure. This study aims to investigate the relationship between junk food consumption and a sedentary lifestyle, as well as the incidence of obesity, among elementary school children, particularly at SD 1 Megawon, Kudus Regency. This study also aims to understand the types of fast food consumed and the duration of sedentary behavior in children. Research Method: The research design employed was quantitative, utilizing a correlational analytical approach and a case-control design. The study was conducted at SD 1 Megawon in March 2025. The sample consisted of 60 respondents, namely 30 children with obesity and 30 children without obesity, selected using purposive sampling. Data were collected through the Food Frequency Questionnaire (FFQ) to assess junk food consumption habits and the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) to measure sedentary activity. Data analysis was performed using bivariate analysis with the chi-square test. Results and Discussion: The results indicate a significant relationship between the frequency of junk food consumption and sedentary activity levels, as well as obesity, in elementary school children. The p-values for both variables indicate statistical significance (p < 0.05). Implications: These findings provide a crucial foundation for schools and parents to implement healthy eating patterns and encourage physical activity, thereby preventing childhood obesity from an early age.
Hubungan Keseimbangan Kerja dan Kehidupan (Work-Life Balance) dengan Kepuasan Kerja Perawat di RSI Sunan Kudus Vianita Wulan Oktaviana; Muhammad Purnomo; Anny Rosiana Masithoh
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2316

Abstract

Kepuasan kerja perawat merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan dipengaruhi oleh kemampuan menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Work-Life Balance dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional cross sectional. Populasi berjumlah 329 perawat, dengan sampel 77 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Work-Life Balance Fisher, Bulger, dan Smith serta Job Satisfaction Survey (JSS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan 54,5% perawat memiliki Work-Life Balance yang baik dan 54,5% merasa puas terhadap pekerjaannya. Uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Work-Life Balance dan kepuasan kerja (r = 0,581; p < 0,001). Disimpulkan bahwa semakin baik Work-Life Balance yang dimiliki perawat, semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dirasakan. Temuan ini menjadi dasar bagi rumah sakit untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan guna meningkatkan kesejahteraan perawat.
PENGUATAN REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PERAWAT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Iffana Alayya Novida; Fitriana Kartikasari; Muhammad Purnomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 2 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i2.3709

Abstract

Kepuasan kerja perawat merupakan faktor penting yang memengaruhi mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Rendahnya   kepuasan kerja dapat menurunkan kinerja, motivasi kerja, dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan kerja perawat adalah pemberian reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan reward dan punishment dengan kepuasan kerja perawat rawat inap di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 171 perawat pelaksana, dengan sampel sebanyak 120 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner reward, punishment, dan Job Satisfaction Survey yang diisi langsung oleh responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman rho dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memperoleh reward kategori cukup, punishment kategori baik, dan kepuasan kerja kategori sedang. Terdapat hubungan antara reward dengan kepuasan kerja perawat dengan kekuatan hubungan kuat dan arah positif, serta terdapat hubungan punishment dengan kepuasan kerja perawat dengan kekuatan cukup kuat dan arah positif. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak, semakin baik reward dan punishment yang diberikan, maka semakin tinggi kepuasan kerja perawat. Hasil ini menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem reward serta penerapan punishment yang edukatif untuk meningkatkan kepuasan kerja dan mutu pelayanan keperawatan.