Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Lingkungan Di Hulu DAS Cicatih Melalui Program Sekolah Berbudaya Lingkungan Arif Supendi; Hendri Hadianto; Dine Meigawati; Yuyun Sri Wahyuni; Asril Adi Sunarto; Lelah Lelah; R Eriska Ginalita; Amalia Nur Milla
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.101

Abstract

Kawasan hulu DAS merupakan kawasan yang vital untuk keberlangsungn kehidupan manusia. Upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hulu DAS sangat penting untuk dikelola dengan baik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk memlihara lingkungan pada masyarakat yang hidup dan beraktivitas pada kawasan hulu DAS Cicatih-Cimandiri. Sasaran kegiatan pemberdayaan ini yaitu sekolah-sekolah tingkat pertama dan tingkat atas. Hasil kegiatan ini yaitu terbentuknya sekolah-sekolah yang berbudaya lingkungan di sekitar kawasan hulu DAS Cicatih-Cimandiri yang diharapkan menjadi cikal bakal basis kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pengaruh Luas Lahan, Serangan OPT, dan Akses Kelembagaan Terhadap Produksi Hanjeli di Desa Waluran Mandiri Fadilah, Muhammad Iqbal; Milla, Amalia Nur
JURNAL AGRITA Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan akses kelembagaan terhadap produksi hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) di Desa Waluran Mandiri, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap 34 petani hanjeli. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi hanjeli dan mampu menjelaskan 81% variasi produksi (R² = 0.810). Secara parsial, luas lahan (?=0.090) dan akses kelembagaan (?=28.871) berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, serangan OPT (?=-19.584) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi. Akses kelembagaan merupakan faktor pendorong dengan pengaruh positif paling kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan dukungan institusional, seperti penyuluhan dan akses modal, menjadi strategi krusial untuk meningkatkan produksi hanjeli secara berkelanjutan di tengah tantangan biofisik seperti serangan OPT.