Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGABDIAN MASYARAKAT PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MELALUI KEGIATAN KKN TEMATIK LINGKUNGAN HIDUP DI WILAYAH SUKABUMI Amalia Nur Milla; Robin Robin; Ashrul Tsani; Aa Juhanda; Arfatul Makiyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3767-3774

Abstract

Salah satu masalah lingkungan yang harus segera diatasi adalah sampah rumah tangga sebagai penyumbang sumber sampah terbesar yaitu 39,37% (SIPSN KLHK, 2022). Tujuan dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sukabumi adalah melaksanakan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah sampah rumah tangga. Pelaksanaan Kegiatan di bulan Juli-Agustus 2023, berlokasi di satu Desa di Kabupaten Sukabumi dan 3 Kelurahan di Kota Sukabumi. Metode yang Kegiatan yang dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan dan praktek bersama yang difasilitasi oleh mahasiswa KKN dan dosen. Hasil kegiatan adalah adanya edukasi dan penyadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dengan memilah sampah organik dan an organik, pembentukan pos lingkungan hidup, sosialisasi program sodakoh sampah atau bank sampah, penyuluhan dampak sampah terhadap Kesehatan, pelatihan pemanfaatan sampah an organik menjadi ecobrick dan penggunaannya serta pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi ecoenzym dan pupuk organik cair (POC).
Factors Affecting The Income of Edamame Farmers (A Case Study in Sindangsari Village, Lembursitu Subdistrict, Sukabumi City) Noviyanti Dewi; Amalia Nur Milla; Neneng Kartika Rini
Advances In Social Humanities Research Vol. 4 No. 7 (2026): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v4i7.581

Abstract

This research aims to determine the effects of production volume, edamame price, education level, farmer age, number of workers, land ownership, and land area on the income of edamame farmers, as well as identify the variables with the strongest influence on farmer income. This study employed a descriptive quantitative research approach. The results showed that, simultaneously, all independent variables (production volume, price, education level, age, number of workers, land ownership, and land area) significantly influenced farmer income, with an F-statistic value of 6.024 > F-table value of 2.64 and a significance value of 0.000 < 0.05. Partially, production volume (t-count = 3.297 > t-table = 2.034, sig. = 0.002) and land area (t-count = 2.610 > t-table = 2.034, sig. = 0.014) had positive and significant effects on income, while price, education level, age, number of workers, and land ownership did not show significant effects. Land area was identified as the variable with the most dominant influence on farmer income. The coefficient of determination (R²) of 0.5210 indicated that 52.10% of income variation was explained by the independent variables, while the remaining 47.90% was influenced by other factors outside the model. These findings confirmed that increasing production volume and expanding cultivated land area were key strategies for improving edamame farmer income in the study area.
IMPLEMENTASI PENATAAN ASET DAN PENATAAN AKSES REFORMA AGRARIA PADA PETANI PENGGARAP EKS-HGU PT SUGIH MUKTI DI KABUPATEN SUKABUMI Budi Setiawan; Amalia Nur Milla; Ema Hilma Meilani
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i2.8843

Abstract

Reforma agraria merupakan kebijakan strategis nasional untuk menata kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih berkeadilan, yang secara operasional dijabarkan melalui dua pilar utama, yaitu penataan aset (asset reform) dan penataan akses (access reform). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi penataan aset dan penataan akses reforma agraria pada program redistribusi tanah eks-Hak Guna Usaha (HGU) PT Sugih Mukti di Kabupaten Sukabumi, yang dilaksanakan pada petani penggarap di Kecamatan Warungkiara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan gabungan (mixed methods) secara embedded, yaitu data kuantitatif dari 94 responden petani penerima manfaat yang diambil melalui teknik simple random sampling dari populasi 1.507 petani, dilengkapi data kualitatif dari wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan aset terwujud melalui penerbitan 1.507 Sertifikat Hak Milik (SHM) atas 320 hektare tanah eks-HGU PT Sugih Mukti bagi petani penggarap di lima desa, menggunakan skema relokasi kapling proporsional 30-35 persen agar seluruh petani penggarap tetap terakomodasi. Penataan akses diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis kawasan oleh Dinas Pertanian, fasilitasi akses permodalan perbankan, penguatan kelembagaan melalui Forum Petani Penggarap Warungkiara (FPW) dan Koperasi Wajah Sakti Warungkiara, serta partisipasi aktif masyarakat sejak tahap pendataan hingga musyawarah penetapan skema redistribusi. Program integratif ini terbukti memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi petani penggarap secara berkelanjutan.
Pengaruh Luas Lahan, Serangan OPT, dan Akses Kelembagaan Terhadap Produksi Hanjeli di Desa Waluran Mandiri Muhammad Iqbal Fadilah; Amalia Nur Milla
JURNAL AGRITA Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan akses kelembagaan terhadap produksi hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) di Desa Waluran Mandiri, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap 34 petani hanjeli. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi hanjeli dan mampu menjelaskan 81% variasi produksi (R² = 0.810). Secara parsial, luas lahan (?=0.090) dan akses kelembagaan (?=28.871) berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, serangan OPT (?=-19.584) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi. Akses kelembagaan merupakan faktor pendorong dengan pengaruh positif paling kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan dukungan institusional, seperti penyuluhan dan akses modal, menjadi strategi krusial untuk meningkatkan produksi hanjeli secara berkelanjutan di tengah tantangan biofisik seperti serangan OPT.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI KAPULAGA DI KECAMATAN CIDOLOG KABUPATEN SUKABUMI Resnawati Resnawati; Amalia Nur Milla; Ashrul Tsani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.19708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani kapulaga basah dan kering berdasarkan aspek biaya, penerimaan, pendapatan, dan rasio R/C (Revenue/Cost) di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling terhadap 30 orang petani, terdiri dari 15 petani kapulaga basah dan 15 petani kapulaga kering. Data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder dari instansi terkait . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi kapulaga basah sebesar Rp 2.371.336 dengan penerimaan Rp 11.580.000 dan pendapatan sebesar Rp 9.208.664. Sementara itu, total biaya kapulaga kering sebesar Rp 2.506.490 dengan penerimaan Rp 8.240.000 dan pendapatan sebesar Rp 5.733.510. Nilai R/C Ratio untuk kapulaga basah adalah 4,89 dan untuk kapulaga kering adalah 3,29. Kedua jenis usahatani menunjukkan nilai R/C > 1 yang berarti layak dan menguntungkan untuk diusahakan. Namun, usahatani kapulaga basah lebih efisien secara ekonomi dibandingkan kapulaga kering. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk petani dan serta pihak terkait dalam mengembangkan usaha kapulaga secara berkelanjutan.
Analisis Kelayakan Usahatani Labu Siam di Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupten Sukabumi Yudha Hermawan; Amalia Nur Milla; Neneng Kartika Rini
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v8i3.1805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani labu siam di Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terhadap 30 petani labu siam yang dipilih secara purposive sampling. Rata-rata luas lahan yang diusahakan oleh responden sebesar 0,11 hektar. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio, Benefit Cost Ratio, dan Break Even Point untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani labu siam mencapai 14.928 kilogram per musim tanam pada rata-rata luas lahan 0,11 hektar dengan harga jual rata-rata sebesar Rp1.430/kg. Rata-rata total penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 21.347.040 per musim tanam, sedangkan rata-rata total biaya produksi sebesar Rp. 10.016.633 per musim tanam. Dengan demikian, rata-rata pendapatan petani mencapai Rp. 11.330.407 per musim tanam. Nilai Revenue Cost Ratio sebesar 2,1 dan Benefit Cost Ratio sebesar 1,13 menunjukkan bahwa usahatani labu siam layak dan menguntungkan untuk diusahakan. Hasil analisis Break Even Point menunjukkan bahwa BEP produksi sebesar 7.005 kilogram dan BEP harga sebesar Rp670/kg, sehingga produksi dan harga jual aktual masih berada di atas titik impas. Penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani labu siam memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan secara berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan petani.