Articles
RANCANGAN KAWASAN AGROWISATA DI DESA BUKIT RAYA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR
Anton Nurcahyo;
Eman Sukmana;
Bhanu Rizfa Hakim;
Rizky Sulvika Pusparinda;
Adi Chandra
Sebatik Vol 25 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.735 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i2.1528
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menetapkan bahwa sektor komersial umum khususnya pariwisata merupakan sektor penting dalam meningkatkan pendapatan daerah, dengan indikator jumlah kunjungan dan pergerakan wisatawan, serta rata-rata tingkat hunian akomodasi yang berada di Kukar selama kegiatan wisata. Sesuai dengan program nasional yang menjelaskan bahwa sektor pariwisata berperan penting dalam regulasi keuangan selama kurang lebih 5 tahun (sebelum penyebaran Covid-19) mengingat peningkatan jumlah wisatawan mancanegara setiap tahun. Bukit Raya merupakan salah satu desa di Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki potensi komersial di bidang pertanian. Kemudian, setelah dilakukan penelitian awal oleh penulis, hasilnya luar biasa dengan potensi lahan pertanian yang luas dengan tingkat kebersihan yang tinggi dan organisir dengan baik, Bukit Raya memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata terbesar di Provinsi Kalimantan Timur dengan produk unggulan Mina-Padi (kombinasi ikan dan padi). Penelitian ini bertujuan untuk menata dan mendesain kawasan agrowisata dengan teknik pemetaan dan pembuatan desain kawasan (site plan) sebagai metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil analisis yaitu memberikan gambaran perencanaan kawasan agrowisata pedesaan Bukit Raya secara keseluruhan berupa penanda peta sebagai implementasi zonasi daya tarik wisata serta rancangan kawasan agrowisata (site plan) yang berbasis pada pertanian. Perancangan kawasan pertanian dilakukan dengan menggunakan pendekatan perencanaan, zonasi dan desain arsitektur menggunakan penanda peta (marker map) dan perangkat lunak lansekap. Hasil perencanaan Desa Bukit Raya kemudian dibandingkan dengan konsep kategori agrowisata dan dianalisis sesuai dengan potensi kendala yang mungkin dihadapi masyarakat.
ANALISIS LUAS BANGUNAN DAN FAKTOR SEKUNDER PENENTU KENYAMANAN RUMAH TINGGAL SEDERHANA
Hatta Musthafa Adham Putra;
Bhanu Rizfa Hakim
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31848/arcade.v5i1.608
Abstract: Demand of simple housing is growing rapidly as the population increases. Especially for simple housing for residents who run the National Family Planning Program. In principle, a house is not only a place of shelter but a place for various activities of each individual resident of the house so that it will be related to the ideal area. The simple residence has an area of 21 sqm, 36 sqm, 45 sqm and 60 sqm. A certain area of residence will affect the comfort level of residents in their activities. The research will use qualitative and quantitative descriptive methods in analyzing the comfort level of the area to the comfort level of the occupants in activities as seen from the size, shape and function of the space. This research will produce the ideal house area for residents of the Family Planning Program, as well as external factors that affect the comfort of the house.Abstrak: Kebutuhan rumah tinggal sederhana berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Khususnya kebutuhan rumah sederhana bagi penghuni yang menjalankan Program Keluarga Berencana Nasional. Rumah tinggal pada prinsipnya bukan hanya menjadi tempat bernaung melainkan sebagai wadah untuk berbagai aktifitas setiap individu penghuni rumah sehingga akan berkaitan dengan luasan ideal. Rumah tinggal sederhana memiliki luasan dari 21 m2, 36 m2, 45 m2, dan 60 m2. Luasan rumah tinggal tertentu akan mempengaruhi tingkat kenyamanan penghuni dalam beraktifitas. Penelitian akan menggunakan metode deskriftif kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisa tingkat kenyamanan luasan terhadap tingkat kenyaman penghuni dalam beraktifitas yang dilihat dari luasan, bentuk, dan fungsi-fungsi ruang. Penelitian akan menghasilkan luasan rumah ideal bagi penghuni Program Keluarga Berencana, serta faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kenyamanan rumah tinggal.
The assistance of Village-Owned Enterprises (BUMDes) as a support of the Jembayan Tengah tourism village
Eman Sukmana;
M. Fauzan Noor;
I Wayan Lanang Nala;
Bhanu Rizfa Hakim;
Rizky Sulvika Puspa Rinda;
Anton Nurcahyo
Community Empowerment Vol 6 No 11 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.425 KB)
|
DOI: 10.31603/ce.6195
Preparation of Jembayan Tengah Village towards an agro-tourism area based on agriculture and a creative economy is one of the priorities. BUMDes DJT Berjaya in collaboration with the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) Kampong Seraong to create a sustainable Jembayan Tengah Tourism Village. In terms of organizational governance, BUMDes DJT Berjaya is in crisis, but this organization is open to restructuring management by the community who are committed to advancing the village. This service program is focused on BUMDes management training to improve the governance system and classify business units. In addition, training on the creation and management of village websites was carried out as a first step in digitizing which will work together with kutaicoding.com. The results are an increase in the quality of organizational governance for BUMDes and POKDARWIS as well as the creation of a website that contains profiles, organizational activities and complaint features.
REDESAIN PASAR SEPINGGAN BALIKPAPAN PENEKANAN PADA PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN ALAMI
Bhanu Rizfa Hakim;
Cisyulia Octavia Hs;
Felixsdinata Pangasih;
Andi Alif Sadikin
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 10 No. 2 (2022): Vol. 10, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Indonesian Society of Applied Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46964/jkdpia.v10i2.278
Di kota Balikpapan terdapat banyak pasar tradisional, salah satunya adalah Pasar Sepinggan Balikpapan.Meredesain Pasar Sepinggan Balikpapan agar mampu mewadahi aktifitas jual-beli dengan penerapan Pencahayaan dan Penghawaan alami.Metode yang digunakan dalam Redesain Pasar Sepinggan, lebih menekankan pada penerapan Pencahayaan dan Penghawaan Alami serta sistem utilitas pada pasar. Selain itu terdapat beberapa literatur yang dapat digunakan dan menjadi standar dalam proses redesain Pasar Sepinggan Balikpapan. Pasar Sepinggan Balikpapan merupakan salah satu pasar tradisional yang ramai pengunjung di Kota Balikpapan , karena terkenal dengan harga yang lebih murah dari pasar lain , namun penataan para pedagang masih belum dilakukan dan pola parkir yang tidak beraturan menimbulkan kemacetan pada pagi dan sore harikonsep penataan kembali baik dari segi bangunan , zonasi dan layout ruang pada pasar tersebut ,pertimbangan arsitektur yang diberikan akan menghasilkan sebuah desain yang membentuk sebuah suasana yang berbeda dari sebelumnya untuk mengikat minat pengunjung dan memberikan kenyamana pada aktifitas jual-beli yang terjadi.
ANALISIS LUAS BANGUNAN DAN FAKTOR SEKUNDER PENENTU KENYAMANAN RUMAH TINGGAL SEDERHANA
Hatta Musthafa Adham Putra;
Bhanu Rizfa Hakim
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31848/arcade.v5i1.608
Abstract: Demand of simple housing is growing rapidly as the population increases. Especially for simple housing for residents who run the National Family Planning Program. In principle, a house is not only a place of shelter but a place for various activities of each individual resident of the house so that it will be related to the ideal area. The simple residence has an area of 21 sqm, 36 sqm, 45 sqm and 60 sqm. A certain area of residence will affect the comfort level of residents in their activities. The research will use qualitative and quantitative descriptive methods in analyzing the comfort level of the area to the comfort level of the occupants in activities as seen from the size, shape and function of the space. This research will produce the ideal house area for residents of the Family Planning Program, as well as external factors that affect the comfort of the house.Abstrak: Kebutuhan rumah tinggal sederhana berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Khususnya kebutuhan rumah sederhana bagi penghuni yang menjalankan Program Keluarga Berencana Nasional. Rumah tinggal pada prinsipnya bukan hanya menjadi tempat bernaung melainkan sebagai wadah untuk berbagai aktifitas setiap individu penghuni rumah sehingga akan berkaitan dengan luasan ideal. Rumah tinggal sederhana memiliki luasan dari 21 m2, 36 m2, 45 m2, dan 60 m2. Luasan rumah tinggal tertentu akan mempengaruhi tingkat kenyamanan penghuni dalam beraktifitas. Penelitian akan menggunakan metode deskriftif kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisa tingkat kenyamanan luasan terhadap tingkat kenyaman penghuni dalam beraktifitas yang dilihat dari luasan, bentuk, dan fungsi-fungsi ruang. Penelitian akan menghasilkan luasan rumah ideal bagi penghuni Program Keluarga Berencana, serta faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kenyamanan rumah tinggal.
PERENCANAAN GEDUNG JURUSAN KEMARITIMAN POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA PENEKANAN PADA ARSITEKTUR KONSTEKTUAL
Bhanu Rizfa Hakim;
Zakiah Hidayati;
Siti Fatimah
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 11 No. 1 (2023): Vol.11, No. 1, April 2023
Publisher : Indonesian Society of Applied Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46964/jkdpia.v11i1.277
Politeknik Negeri Samarinda merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di Kota Samarinda. Salah satu jurusannya adalah Kemaritiman. Dan ada tiga program studi yang di adakan yaitu Nuatik, Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPNK), dan Teknika. Jurusan Maritim Politeknik Negeri Samarinda terus mengalami perkembangan setiap tahunnya dan melihat kondisi yang ada sekarang, jauhnya akses kampus Kemaritiman yang ada di Sempaja, hal ini yang mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas dalam satu Kawasan Politeknik Negeri Samarinda, untuk memudahkan Mahasiswa dan Pengajar agar selalu dapat berkomunikasi dan berurusan dengan mudah bila berdirinya gedung maritim dalam satu Kawasan Polnes. Arsitektur Kontekstual merupakan konsep arsitektur yang digunakan untuk menciptakan rancangan bangunan dan aspek-aspeknya. Pendekatan ini mempertimbangkan karakteritsik setempat dimana bangunan akan didirikan sehingga hasil rancangan dapat berkesinambungan dengan kondisi lahan eksisting. Organisasi ruang yang direncanakan pada bangunan ini terdiri dari ruang -ruang lain yang berkaitan satu sama lain menurut fungsinya, sehingga terorganisir menjadi pola -pola bentuk dan ruang yang saling berkaitan.
Optimasi Pencahayaan Alami pada Masjid Konsep Terbuka di Samarinda
Bhanu Rizfa Hakim;
Ayu Asvitasari;
Feliksdinata Pangasih
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 1 (2024): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/arst.v22i1.80066
The mosque serves as a place of worship for the Muslim community and is imperative to possess an optimal level of comfort. Mosque design has evolved not only in terms of functionality but also in considering the comfort level through the utilization of natural lighting. The utilization of Natural Lighting emerges as a significant choice, particularly for mosques with expansive areas, facilitating energy conservation. Challenges in implementing natural lighting in mosque design, especially in open concepts, include temperature rise and glare effects that may disrupt worship comfort. Research methodology involves measuring the incoming light values using a lux meter and conducting thermal envelope measurements using a thermal camera (FLIR) within the spaces of the open-concept mosque, followed by simulation to devise a design for sunshade fins. The design of sunshade fins aids in temperature reduction while maintaining natural light penetration and mitigating glare issues in open-concept mosques.
Dampak Bukaan Cahaya Alami Bagian Atas terhadap Kenyamanan Visual dan Termal Rumah Tinggal Dempet
Bhanu Rizfa Hakim;
Feliksdinata Pangasih;
Nur Husniah Thamrin
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 21, No 2 (2023): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/arst.v21i2.73848
Housing is one of the 3 primary human needs, namely clothing, food and shelter. The development of residential houses is growing rapidly with various types, one of which is a couple or attached type of residence developed by housing developers. Couple residences generally do not have side openings and only use natural light sources from the front and back of the house. These problems make the owner make a solution for opening the upper natural lighting with the aim of optimizing the entry of sunlight during the day so that there is no need for additional energy to illuminate the room. The next problem from the application of top light openings is that the light consumed by the space will be excessive and cause heat in the space. This research method is measuring the value of incoming light using a lux meter and measuring temperature and heat envelopes using a thermal camera with the hope that the measurement results are able to create the right top light opening so that it does not cause glare and does not increase heat in the room.
Redesain Tata Ruang Dalam pada Rumah Singgah Kanker di Samarinda
Ayu Asvitasari;
Nur Husniah Thamrin;
Bhanu Rizfa Hakim
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 8 No. 3 (2024): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37859/jpumri.v8i3.7826
Rumah singgah kanker Samarinda merupakan rumah singgah khusus untuk memfasilitasi bagi pasien kanker yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Samarinda, yang berdiri awalnya dari gotong royong Masyarakat dan para donatur. Rumah singgah kanker Samarinda pada dasarnya menggunakan hunian rumah tinggal biasa yang dialihfungsikan menjadi rumah singgah untuk pasien kanker, yang dimana secara peruangan tidak memenuhi standar ruang untuk dihuni oleh pasien penyakit kanker seperti kondisi ruang yang kurang memadai, pasien kanker menjadi tidak mendapat kenyamanan. Melalui redesain ulang tata ruang dalam rumah singgah kanker mampu menciptakan sebuah rumah sementara dengan konsep hunian dengan lingkungan positif melalui aspek bentuk dan space ruang, sirkulasi, tata ruang, bukaan, pencahayaan dan ketersedian ramp bagi pengguna difable.Melalui pendekatan secara arsitektur, yaitu mengidentifikasi perilaku penghuni rumah singgah kanker dalam proses perancangan guna menghasilkan redesain tata ruang dalam interior rumah singgah kanker yang memperhatikan faktor kenyamanaan dan kesembuhan penghuni, melalui pendekatan desain home like Healing environment berupa simulasi gambar visual 3D interior.
Pemanfaatan Pencahayaan Alami Pada Renovasi Rumah Tinggal Menghadap Arah Barat
Ibayasid Ibayasid;
Sujiati Jepriani;
Hatta Musthafa A.P;
Bhanu Rizfa Hakim
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32722/pt.v19i1.2733
The need for housing is very rapid, especially the type of house growing with several choices of area, namely types 21, 27, 36, 45 to 120m2. In the growing house will be provided land for homeowners to develop the house so it is more feasible. The concept of housing provided by the developer is sometimes incompatible with the concept of utilizing natural lighting because it only emphasizes attractive design and number of units. For this reason, it is necessary to provide a reference for homeowners as a strategy to renovate buildings facing the west so that the utilization of natural lighting remains optimal and meets the measurement of comfort visually. The study will analyze the average lux value or Daylight Levels avarage of natural lighting resulting from the amount of light openings. The analysis will be done is the average value of natural lighting from the location strategy and the amount of light aperture in producing quality lighting in space. The kitchen room and family room are spaces with a high level of activity that require optimal lighting. The most optimal lighting level is the opening type of model 1 with 10% opening in the west, 10% opening in the roof, and 50% in the east. The resulting lighting level is 998.58 lux in clear sky conditions and 849 lux overcast conditions.