Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS LUAS BANGUNAN DAN FAKTOR SEKUNDER PENENTU KENYAMANAN RUMAH TINGGAL SEDERHANA Putra, Hatta Musthafa Adham; Hakim, Bhanu Rizfa
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Demand of simple housing is growing rapidly as the population increases. Especially for simple housing for residents who run the National Family Planning Program. In principle, a house is not only a place of shelter but a place for various activities of each individual resident of the house so that it will be related to the ideal area. The simple residence has an area of 21 sqm, 36 sqm, 45 sqm and 60 sqm. A certain area of residence will affect the comfort level of residents in their activities. The research will use qualitative and quantitative descriptive methods in analyzing the comfort level of the area to the comfort level of the occupants in activities as seen from the size, shape and function of the space. This research will produce the ideal house area for residents of the Family Planning Program, as well as external factors that affect the comfort of the house.Abstrak: Kebutuhan rumah tinggal sederhana berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Khususnya kebutuhan rumah sederhana bagi penghuni yang menjalankan Program Keluarga Berencana Nasional. Rumah tinggal pada prinsipnya bukan hanya menjadi tempat bernaung melainkan sebagai wadah untuk berbagai aktifitas setiap individu penghuni rumah sehingga akan berkaitan dengan luasan ideal. Rumah tinggal sederhana memiliki luasan dari 21 m2, 36 m2, 45 m2, dan 60 m2. Luasan rumah tinggal tertentu akan mempengaruhi tingkat kenyamanan penghuni dalam beraktifitas. Penelitian akan menggunakan metode deskriftif kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisa tingkat kenyamanan luasan terhadap tingkat kenyaman penghuni dalam beraktifitas yang dilihat dari luasan, bentuk, dan fungsi-fungsi ruang. Penelitian akan menghasilkan luasan rumah ideal bagi penghuni Program Keluarga Berencana, serta faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kenyamanan rumah tinggal.
CHANGE IN THE IMAGE OF REGION TOWARD THE SPATIAL SETTING AND BEHAVIOR (A case study of Tamansari "Cyber" Village, Yogyakarta) Hakim, Bhanu Rizfa; Setiadi, Amos
Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 48 No. 1 (2021): JULY 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1798.889 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.48.1.9-18

Abstract

Cyber village is a residential area in RT (neighborhood association) 36 in the tourist area in Tamansari Yogyakarta. It has recognized image as an information technology based region with good internet network. Internet technology at the cyber village is slowly changing the behavior of the citizens from the social, economy, culture and tourism aspects. The behavior changes on the social, economic, cultural and tourism aspects affect the spatial setting at Tamansari "cyber" village to become a unique tourist area. The methods used in this research were Qualitative Research through observation to identify phenomena that occur, interviews, and literature studies that were analyzed by behavior setting method. The results of this research showed that changes in the image of the region influence the citizens’ behavior that finally creates certain spatial settings to meet the needs for space which could accommodate the village potentials, covering the social, economic, tourism and cultural potentials.
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pada Kawasan Wisata Air Terjun Kandua Raya Pangasih, Feliksdinata; Hakim, Bhanu Rizfa; Rulia, Anna; Noor, Muhammad Fauzan
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 1 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i1.4299

Abstract

Desa Kedang Ipil memiliki keindahan alam yang mempesona, terdapat beberapa air terjun yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal sejak dahulu. Sempat menjadi percontohan bagi desa-desa yang ada disekitarnya, air terjun Kandua Raya merupakan salah satu yang paling terkenal akan keindahan alamnya sehingga dijuluki sebagai niagara kedang ipil, sayangnya objek wisata ini sudah semakin tua dan mulai kehilangan daya tariknya karena termakan usia, fasilitas yang seadanya dan tidak ada pengembangan yang signifikan dalam kurun waktu yang cukup lama membuat air terjun “niagara” sedikit kehilangan pesonanya. Setelah terbentuk Pokdarwis Dewi Karya beberapa bulan terakhir yang diprakarsai anggota-anggota berjiwa muda menimbulkan hasrat untuk melakukan pengembangan. Dibutuhkan rencana yang cepat dan tanggap untuk dapat terlaksana pada pengembangan kawasan wisata tersebut, Kegiatan pengabdian ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan pengembangan wisata pada kawasan tersebut terutama dengan pembangunan fasilitas berupa gerbang utama dan spot foto wisata alam yang menarik serta pengembangan pariwisata sebagai kelompok usaha berbasis masyarakat, sehingga dapat menghantarkan kawasan wisata alam air terjun Kandua Raya kembali bersinar seperti pada masa jayanya.
Perancangan Desain Taman Luar Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM) Retno Yanti, Sugesti; Prasasto Satwiko; Lucia Asdra Ludwiarti; Bhanu Rizfa Hakim
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i6.12503

Abstract

The Sanjaya Muntilan Pastoral Center (PPSM) has excellent potential as a public space that supports spiritual, educational, and social activities. However, limited outdoor facilities and uncomfortable environmental conditions challenge the area's development. This study aims to design an outdoor garden based on sustainable landscape architecture that enhances comfort, ecological value, and social functionality at PPSM. The methods employed include literature review, field observation, SWOT analysis, and thermal comfort simulation using ENVI-met software. The design outcomes include functional zone division, selection of local vegetation, and integration of hardscape–softscape elements. Thermal simulations during peak outdoor activity hours (08:00, 10:00, 16:00, and 18:00 WIB) showed a significant reduction in PET temperatures in key areas, demonstrating the design's effectiveness in creating a more comfortable microclimate. With an ecological and participatory approach, this park is expected to become a green oasis supporting pastoral services and the well-being of the surrounding environment.