Claim Missing Document
Check
Articles

Effects of Planting Media and Banana Waste-Based Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Biru Lancor Shallot (Allium ascalonicum L.) Variety Sa'diah, Trisna Aminatus; Moeljani, Ida Retno; Suryandika, Fadila
Journal of Applied Plant Technology Vol 4 No 2 (2025): Journal of Applied Plant Technology (JAPT)
Publisher : Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/azp4fr83

Abstract

Shallots (Allium ascalonicum L.) are a high-value horticultural commodity with increasing demand, but their production is hampered by shrinking land and excessive use of inorganic fertilizers. Research is needed to find sustainable solutions for yield improvement. This study aimed to determine the most optimal planting media composition and banana tree waste POC (organic liquid fertilizer) concentration for shallot (Allium ascalonicum L.) growth. The study was conducted from July to September 2024 in Sidomukti Village, Bungah District, Gresik Regency. The method applied was a factorial experiment with a Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors, with each treatment repeated three times, totaling 36 plants with three samples for each treatment combination. Data analysis utilized analysis of variance (ANOVA), followed by an HSD test at a 5% significance level if ANOVA showed significant results. The study revealed a significant interaction regarding plant height at 42 days after planting (DAP) and shoot dry weight. The planting media composition of soil + vermicompost + goat manure (1:2:2) significantly affected plant height at 56 DAP. A POC concentration of 30% significantly influenced the number of leaves from 21 DAP to 35 DAP.
INDUKSI RADIASI SINAR GAMMA 60CO DOSIS 3 GY TERHADAP KERAGAMAN GENETIK POPULASI MUTAN (M4) TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS BAUJI Asza, Adam Ankeda; Retno Moeljani, Ida; Koentjoro, Yonny
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6108

Abstract

Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) sebagai tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi penting bagi Indonesia. Produksi bawang merah di Indonesia tergolong rendah dan terus mengalami penurunan jumlah produksi, hal ini disebabkan karena petani yang kurang dapat memilih kultivar lokal dan varietas unggul yang dapat dibudidayakan. Mutasi merupakan teknik yang tepat untuk merakit dan mendapatkan keragaman yang lebih luas pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah mutan generasi ke-4 (M4) berpengaruh terhadap tingkat keragaman genetik bawang merah varietas bauji. Penelitian ini akan dilakukan di Kebun Petani Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2021. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan yaitu galur mutan M3 bawang merah varietas bauji dosis 3 gray yang terdiri dari 10 galur mutan M3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik mutan (M4) tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada mutan BM1 dosis 3 gray sinar gamma 60Co memiliki nilai heritabilitas tertinggi pada parameter berat brangkasan basah dan berat kering udara dan BM3 dosis 3 gray sinar gamma 60Co memiliki nilai heritabilitas tertinggi pada parameter tinggi tanaman.
KERAGAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonikum L.) VARIETAS BAUJI GENERASI KEDUA (M2) UNTUK MENDAPATKAN GENOTIPE BARU HASIL IRADIASI SINAR 60CO Tania, Velda; Santoso, Juli; Retno Moeljani, Ida
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6161

Abstract

Bawang merah ( Allium ascalonikum L.) ialah komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang besar di Indonesia. Produksi bawang merah di Indonesia dalam kurun waktu 6 tahun terakhir menunjukan kenaikan. Produksiibawang merah hadapi kenaikan 4,43% di tahun 2017, kenaikan produksi bawang merah diperkirakan meningkat sampai tahun 2020. Hasil yang dicoba tahun 2016-2020, produksii bawang merah hendak dihadapi kenaikan sampai menggapai 1, 35 juta ton pada tahun 2020 dengan rata- rata perkembangan 1, 89% per tahun( BPS, 2019). Bawang merah varietas bauji ialah varietas bawang yang dilepas oleh BBTP dengan nomer SK: Nomor 65/ Ktps/ TP. 240/ 2/ 2000, pada 25 februari 2000. Bauji ialah varietas bawang merah yang banyak dibudidayakan umbinya, perbanyakan vegetatif pada tumbuhan mewariskan sifat yang kurang baik serta baik induknya, biaya pembibitan lumayan mahal, serta usia berbunga bawang merah varietas bauji ialah 45 hst. Tujuan dari riset,mengenali pengaruh iradiasi cahaya gamma generasi M2 terhadap sebagian kepribadian agronomi bawang merah (Allium ascalonikum L.) varietas bauji. Riset dilaksanakan bulan Maret 2020 hingga Mei 2020. Penyinaran sinar gamma dilangsungkan di Laboratorium PAIR BATAN, Pasar Jumat, Jakarta. Percobaan di Kebun Petani Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan metode single plant. Metode pemuliaan mutasi yang dicoba memakai cahaya gamma 60CO dicoba dengan memastikan dosis radiasi yang cocok dengan tumbuhan, sebab tiap tumbuhan mempunyai reaksi terhadap paparan radiasi yang berbeda- beda.   
Efektivitas Seed Coating pada Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas Bara yang Kadaluarsa Putri, Aulia Azzahrah Akhyak; Moeljani, Ida Retno; Triani, Nova
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 27 No 2 (2025)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.27.2.87-93

Abstract

[EFFECTIVENESS OF SEED COATING ON EXPIRED ‘BARA’ BIRD’S EYE CHILI (Capsicum frutescens L.) SEEDS]. The decline in physiological quality of bird’s eye chili (Capsicum frutescens L.) seeds due to prolonged storage poses a significant challenge in horticultural crop production, particularly in ensuring the availability of high-quality seeds. This study aimed to evaluate the effectiveness of seed coating using carboxymethyl cellulose (CMC) and humic acid in combination with Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) in enhancing the viability and vigor of aged ‘Bara’ chili seeds. The experiment was conducted from March to June 2025 at the laboratory, field, and greenhouse facilities of the UPT for Rice and Palawija Seed Development, Singosari, Malang, East Java. A factorial completely randomized design (CRD) was employed with two factors: type of coating material (CMC, humic acid, and CMC + humic acid) and PGPR dosage (10 g and 20 g). The observed variables included maximum growth potential, germination rate, vigor index, and seedling growth rate. The results indicated that treatment with 1% humic acid + 20 g PGPR yielded the highest maximum growth potential and germination rate (100%), while the combination of 1% humic acid + 10 g PGPR produced the highest vigor index (33.33%) and growth rate (5.89%/day). The application of organic coating materials combined with PGPR was proven effective in restoring the physiological quality of aged chili seeds. These findings can be implemented as a seed invigoration strategy to extend the shelf life of horticultural seeds and improve seedling establishment under field conditions, thereby supporting sustainable crop production systems. Full text pdf