Claim Missing Document
Check
Articles

Pendugaan Keragaman Genetik Dan Penentuan Ld50 Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var ascalonikum. Linn) Varietas Bauji Hasil Iradiasi Sinar Gamma 60Co Moeljani, Ida Retno; Makziah; Wahyuni, Endang
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.3.183-190

Abstract

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum. Linn) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Indonesia. Ketersediaan bibit umbi bawang merah yang berkualitas dan bermutu sangat diperlukan dalam usaha peningkatan produktivitas bawang merah. Dalam hal ini untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah varietas Bauji dapat dilakukan perbaikan dari sisi genetiknya. Perbaikan tanaman dari sisi genetik bisa dilakukan melalui pemuliaan tanaman. Metode pemuliaan mutasi dengan menggunakan sinar gamma 60Co dilakukan dengan menentukan dosis radiasi yang sesuai dengan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis letal 20% (LD20) dan 50% (LD50) dan pengaruh sinar gamma 60Co terhadap keragaman tanaman bawang merah. Umbi bawang merah diiradiasi di Laboratorium PAIR BATAN, kemudian umbi di tanam di kebun petani Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan Oktober 2019 sampai Januari 2020. Penelitian menggunakan faktor perlakuan tunggal dosis sinar gamma yang terdiri dari 8 taraf yaitu 0 Gy sampai 7 Gy. Hasil pengamatan di analisa dengan curve expert dan untuk pendugaan parameter genetik menggunakan nilai heritabilitas, Koefisien Keragaman Genetik (KKG) dan Koefisien Keragaman Fenotip (KKF). Hasil penelitian menunjukkan nilai LD20 dan LD50 pada bawang merah Varietas Bauji adalah sebesar 43.527 Gy dan 112.154 Gy. Nilai duga heritabilitas, keragaman genetik maupun fenotip menunjukkan kriteria yang tinggi dihampir semua parameter.Kata kunci: lethal dose, mutan, resistensi hama, varietas bauji
PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.) Hidayatullah, Muchammad Fajar; Dewanti, Felicitas Deru; Moeljani, Ida Retno
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6682

Abstract

Tanaman paria (Momordica charantia L.) merupakan komoditas hortikultura sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi tanaman paria dapat ditingkatkan melalui beberapa cara di antaranya dengan pemberian urin kelinci dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian urin kelinci dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paria. Penelitian dilakukan di Desa Panjerejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor perlakuan dan kontrol. Konsentrasi urin kelinci sebagai petak utama (main plot) dan macam pupuk kandang sebagai anak petak (sub plot). Konsentrasi urin kelinci terdiri dari empat taraf yaitu: U0= 0 ml/l, U1= 10 ml/l, U2= 20 ml/l, dan U3= 30 ml/l. Macam pupuk kandang terdiri dari tiga taraf yaitu: K1= pupuk kandang ayam, K2= pupuk kandang sapi, dan K3= pupuk kandang guano. Kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk NPK. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan konsentrasi urin kelinci dan macam pupuk kandang terhadap parameter jumlah bunga tanaman paria saja. Pupuk kandang sapi meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah buah/tanaman, dan diameter yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk kandang ayam. Perlakuan konsentrasi urin kelinci 20 ml/l memberikan hasil yang tidak berbeda dengan perlakuan konsentrasi 10 ml/l dan 30 ml/l pada parameter panjang tanaman, jumlah bunga betina, diameter buah dan jumlah buah/tanaman.
Keragaman Genetik Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas Bauji Hasil Iradiasi Sinar Gamma 60Co (Generasi 5) Widyaningtyas, Nanda Widyaningtyas; Moeljani, Ida Retno; Sulistyono, Agus
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 7 No 2 (2023): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v7i2.447

Abstract

One of the important factors in developing new superior varieties is genetic diversity. Gamma ray irradiation of 60Co is one method of mutation induction. The aim of the study was to find out the dose of irradiation that had the best diversity value in Allium ascalonicum the Bauji variety gamma irradiation 60Co, which consisted of doses of 3 Gy and 4 Gy with 7 replications each using a Randomized Block Design (RBD). The randomization method uses the lottery draw manually. Each treatment required 56 tubers and 1 planter bag contained 4 tubers. Control plants are symbolized by the code "B", plants with a dose of 3 Gy are symbolized by the code "MB 3", and plants with a treatment dose of 4 Gy are symbolized by the code "MB 4". The results showed that the highest plant diversity based on the standard deviation value was in the MB 4 Gy treatment in terms of plant length, tuber number, tuber diameter, wet tuber stover weight, dry tuber weight and tuber weight. While the control produces the highest standard deviation values ​​on the parameters of the number of leaves and the age of flowering. In conclusion, gamma 60Co irradiation had a significant effect on the results of research on the fifth generation of the shallot variety Bauji on the parameters of number of leaves, age of flowering, number of tubers, tuber diameter, wet stover weight of tubers and tuber weight.
Keragaman Genetik Dan Heritabilitas M1 Mentimun (Cucumis sativus L.) Lokal Madura Hasil Iradiasi Sinar Gamma 60CO Aji Widyapangesthi, Dhita; Retno Moeljani, Ida; Pongki Soedjarwo, Djarwatiningsih
Agrium Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i2.7841

Abstract

Mentimun lokal Madura merupakan varietas mentimun yang berpotensial dikembangkan menjadi varietas unggul baru.  Perbaikan genetik pada tanaman mentimun lokal madura dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman dengan induksi sinar gamma 60Co sebagai upaya perbaikan varietas unggul baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keragaman genetik dan tingkat heritabilitas pada mutan generasi pertama (M1) mentimun lokal Madura hasil iradiasi sinar gamma 60Co. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2022-Maret 2022 di lahan produksi UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan satu faktor perlakuan dari benih mutan generasi pertama (M1) tanaman mentimun varietas lokal Madura hasil iradiasi sinar gamma 60Co dengan dosis 0 Gy, 100 Gy, 200 Gy, 300 Gy, 400 Gy, dan 600 Gy. Analisis data menggunakan koefisien keragaman genetik (KKG), koefisien keragaman fenotipe (KKF) dan heritabilitas (H2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik dan heritabilitas pada populasi M1 hasil dari masing-masing dosis mutasi yaitu ketegori rendah sampai tinggi (beragam).  Keragaman genetik tertinggi terdapat dosis 200 Gy, 300 Gy, dan 600 Gy pada karakter diameter buah.
Pengaruh Masa Simpan Dan Suhu Simpan Terhadap Viabilitas Dan Vigor Benih Coating Kedelai Aldi Perdana, Muhammad; Retno Moeljani, Ida; Pongki Soedjarwo, Djarwatiningsih
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10620

Abstract

Kedelai di Indonesia memiliki prospek pengembangan yang baik dengan nilai ekonomi yang tinggi, namun hal ini sulit dicapai karena beberapa faktor, seperti rendahnya kualitas benih dan kemunduran benih selama penyimpanan sehingga mengalami penurunan mutu benih. Mutu fisiologis adalah salah satu penentu pada mutu. Mutu fisiologis benih terdiri dari viabilitas dan vigor benih. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan teknik pelapisan benih (seed coating). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh masa simpan dan suhu simpan yang tepat terhadap mutu benih coating kedelai selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Green House UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija, Randuagung, Malang, Jawa Timur pada bulan Desember 2021-Maret 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan tersarang (nested design) dengan faktor dua faktor yaitu, faktor masa simpan yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu,tanpa penyimpanan M0, Masa simpan 2 minggu , masa simpan 4 Minggu, Masa simpan 6 Minggu  dan masa simpan 8 Minggu, serta faktor suhu ruang yang terdiri dari 2 taraf, yaitu suhu kamar (27oC) dan suhu kulkas/rendah (6oC). Hasil penelitian menunjukkan masa simpan dan suhu ruang berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh, serta berpengaruh nyata terhadap indeks vigor. Perlakuan kombinasi antara masa simpan 8 minggu pada suhu 6oC adalah kombinasi terbaik untuk benih coating kedelai.
Pelatihan dan Pendampingan Produksi True Shallot Seeds (TSS) Tanaman Bawang Merah pada Greenhouse Berbasis IoT di Desa Purworejo, Kab. Malang Moeljani, Ida Retno; Suryandika, Fadila; Triani, Nova
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v1i1.4

Abstract

Budidaya bawang merah varietas Batu Ijo yang merupakan varietas unggulan lokal petani di Desa Purworejo, Kec. Ngantang, Kab Malang. Selama ini, petani masih membudidayakan bawang merah tersebut dengan tanam umbi. Namun lonjakan harga bawang merah yang tidak menentu di pasaran membuat petani resah sehingga ingin beralih dari sistem tanam umbi. Melihat hal tersebut, tim UPN Veteran Jatim memberikan solusi kepada petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Bhakti, di Desa Purworejo dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan dalam mengupayakan perubahan bahan tanam umbi menjadi bahan tanam biji (True Shallot Seeds/TSS) secara mandiri pada greenhouse berbasis Internet of Thing (IoT). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberitahukan bahwa penyiraman dan pengaturan kelembaban di lingkungan lahan serta pencahayaan mampu mengoptimalkan pembungaan untuk produksi TSS. Metode yang dilakukan adalah dengan pelatihan dan penyuluhan kepada kelompok tani Karya Bhakti. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian ini adalah pengetahuan kepada petani bahwa dengan penggunakan smart sensor melalui kontrol pencahayaan berbasis IoT pada tanaman bawang merah Batu Ijo mampu merangsang pembungaan untuk produksi TSS sebesar 70%.
Effects of Planting Media and Banana Waste-Based Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Biru Lancor Shallot (Allium ascalonicum L.) Variety Sa'diah, Trisna Aminatus; Moeljani, Ida Retno; Suryandika, Fadila
Journal of Applied Plant Technology Vol 4 No 2 (2025): Journal of Applied Plant Technology (JAPT)
Publisher : Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/azp4fr83

Abstract

Shallots (Allium ascalonicum L.) are a high-value horticultural commodity with increasing demand, but their production is hampered by shrinking land and excessive use of inorganic fertilizers. Research is needed to find sustainable solutions for yield improvement. This study aimed to determine the most optimal planting media composition and banana tree waste POC (organic liquid fertilizer) concentration for shallot (Allium ascalonicum L.) growth. The study was conducted from July to September 2024 in Sidomukti Village, Bungah District, Gresik Regency. The method applied was a factorial experiment with a Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors, with each treatment repeated three times, totaling 36 plants with three samples for each treatment combination. Data analysis utilized analysis of variance (ANOVA), followed by an HSD test at a 5% significance level if ANOVA showed significant results. The study revealed a significant interaction regarding plant height at 42 days after planting (DAP) and shoot dry weight. The planting media composition of soil + vermicompost + goat manure (1:2:2) significantly affected plant height at 56 DAP. A POC concentration of 30% significantly influenced the number of leaves from 21 DAP to 35 DAP.
INDUKSI RADIASI SINAR GAMMA 60CO DOSIS 3 GY TERHADAP KERAGAMAN GENETIK POPULASI MUTAN (M4) TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS BAUJI Asza, Adam Ankeda; Retno Moeljani, Ida; Koentjoro, Yonny
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6108

Abstract

Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) sebagai tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi penting bagi Indonesia. Produksi bawang merah di Indonesia tergolong rendah dan terus mengalami penurunan jumlah produksi, hal ini disebabkan karena petani yang kurang dapat memilih kultivar lokal dan varietas unggul yang dapat dibudidayakan. Mutasi merupakan teknik yang tepat untuk merakit dan mendapatkan keragaman yang lebih luas pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah mutan generasi ke-4 (M4) berpengaruh terhadap tingkat keragaman genetik bawang merah varietas bauji. Penelitian ini akan dilakukan di Kebun Petani Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2021. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan yaitu galur mutan M3 bawang merah varietas bauji dosis 3 gray yang terdiri dari 10 galur mutan M3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik mutan (M4) tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada mutan BM1 dosis 3 gray sinar gamma 60Co memiliki nilai heritabilitas tertinggi pada parameter berat brangkasan basah dan berat kering udara dan BM3 dosis 3 gray sinar gamma 60Co memiliki nilai heritabilitas tertinggi pada parameter tinggi tanaman.
KERAGAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonikum L.) VARIETAS BAUJI GENERASI KEDUA (M2) UNTUK MENDAPATKAN GENOTIPE BARU HASIL IRADIASI SINAR 60CO Tania, Velda; Santoso, Juli; Retno Moeljani, Ida
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6161

Abstract

Bawang merah ( Allium ascalonikum L.) ialah komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang besar di Indonesia. Produksi bawang merah di Indonesia dalam kurun waktu 6 tahun terakhir menunjukan kenaikan. Produksiibawang merah hadapi kenaikan 4,43% di tahun 2017, kenaikan produksi bawang merah diperkirakan meningkat sampai tahun 2020. Hasil yang dicoba tahun 2016-2020, produksii bawang merah hendak dihadapi kenaikan sampai menggapai 1, 35 juta ton pada tahun 2020 dengan rata- rata perkembangan 1, 89% per tahun( BPS, 2019). Bawang merah varietas bauji ialah varietas bawang yang dilepas oleh BBTP dengan nomer SK: Nomor 65/ Ktps/ TP. 240/ 2/ 2000, pada 25 februari 2000. Bauji ialah varietas bawang merah yang banyak dibudidayakan umbinya, perbanyakan vegetatif pada tumbuhan mewariskan sifat yang kurang baik serta baik induknya, biaya pembibitan lumayan mahal, serta usia berbunga bawang merah varietas bauji ialah 45 hst. Tujuan dari riset,mengenali pengaruh iradiasi cahaya gamma generasi M2 terhadap sebagian kepribadian agronomi bawang merah (Allium ascalonikum L.) varietas bauji. Riset dilaksanakan bulan Maret 2020 hingga Mei 2020. Penyinaran sinar gamma dilangsungkan di Laboratorium PAIR BATAN, Pasar Jumat, Jakarta. Percobaan di Kebun Petani Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan metode single plant. Metode pemuliaan mutasi yang dicoba memakai cahaya gamma 60CO dicoba dengan memastikan dosis radiasi yang cocok dengan tumbuhan, sebab tiap tumbuhan mempunyai reaksi terhadap paparan radiasi yang berbeda- beda.   
Efektivitas Seed Coating pada Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas Bara yang Kadaluarsa Putri, Aulia Azzahrah Akhyak; Moeljani, Ida Retno; Triani, Nova
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 27 No 2 (2025)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.27.2.87-93

Abstract

[EFFECTIVENESS OF SEED COATING ON EXPIRED ‘BARA’ BIRD’S EYE CHILI (Capsicum frutescens L.) SEEDS]. The decline in physiological quality of bird’s eye chili (Capsicum frutescens L.) seeds due to prolonged storage poses a significant challenge in horticultural crop production, particularly in ensuring the availability of high-quality seeds. This study aimed to evaluate the effectiveness of seed coating using carboxymethyl cellulose (CMC) and humic acid in combination with Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) in enhancing the viability and vigor of aged ‘Bara’ chili seeds. The experiment was conducted from March to June 2025 at the laboratory, field, and greenhouse facilities of the UPT for Rice and Palawija Seed Development, Singosari, Malang, East Java. A factorial completely randomized design (CRD) was employed with two factors: type of coating material (CMC, humic acid, and CMC + humic acid) and PGPR dosage (10 g and 20 g). The observed variables included maximum growth potential, germination rate, vigor index, and seedling growth rate. The results indicated that treatment with 1% humic acid + 20 g PGPR yielded the highest maximum growth potential and germination rate (100%), while the combination of 1% humic acid + 10 g PGPR produced the highest vigor index (33.33%) and growth rate (5.89%/day). The application of organic coating materials combined with PGPR was proven effective in restoring the physiological quality of aged chili seeds. These findings can be implemented as a seed invigoration strategy to extend the shelf life of horticultural seeds and improve seedling establishment under field conditions, thereby supporting sustainable crop production systems. Full text pdf
Co-Authors Achmad Rayhan Maulana Adam Ankeda Asza Agnes Septiya Nuraning Tia Agnes Septiya Nuraning Tias Agus Sulistyono Agus Sulistyono Aji Widyapangesthi, Dhita Aldi Perdana, Muhammad Asza, Adam Ankeda Basuki Rahmat Dewanti, Felicitas Deru Djarwatiningsih Djarwatiningsih Djarwatiningsih Djarwatiningsih Djarwatiningsih Pongki Soedjarwo Endang Wahyuni Fadilla Eka Rohcahyani Fadlillah, Ifan Firmansyah, M. Rizal Guniarti Guniarti Guniarti Guniarti Guniarti Guniarti Guniarti Guniarti Guniarti, Guniarti Hadi Munarko Hadi Suhardjono Hadi Suhardjono Harianto Hartono, Aldia Safira Hartono, Aldira Safira Hidayatullah, Muchammad Fajar Ifan Fadlillah Irfan Satria Anpama Irfan Satria Anpama Jeremia Setyo Laksono Makhziah Makziah Maulana, Achmad Rayhan Maulida Safira Maya Novita Mukarromah, Wahdaniatul Mulianti, Salsabila Najvania Nawaal Najvania Nawaal Najvania Nawaal Nawaal, Najvania Nora Augustien Nora Augustien Kusumaningrum Nova Triani Nurhiza Purnama Wulandari Penta Suryaminarsih Penta SURYAMINARSIH Pikir, Juli Santoso Pongki Soedjarwo, Djarwatiningsih Prastiko, Fega Nadya Pribadi, Didik Utomo Puji Lestari Tarigan Putri Amalia, Arizka Putri, Aulia Azzahrah Akhyak Sa'diah, Trisna Aminatus Santoso, Juli Siska Dwi Lestari Siska Dwi Lestari Sudiyarto Sudjarwo, Happy Kharisma Suryandika, Fadila Tania, Velda Vega Melania Fitra Vega Melania Fitra Velda Tania Visto Renardi Kusumawardana W. Guntoro W. Guntoro Widjajani, Bhakti Wisnu Widyaningtyas, Nanda Widyaningtyas Yoga Faristiawan Yonny Koentjoro Yuatno, Fatma Ursila Zerlinda Aqila Gitta Maharani