Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Penggunaan Pupuk Organik Hayati Mikoriza dan Pupuk Kascing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ungu (Zea mays L.) Firmansyah, M. Rizal; Makhziah, Makhziah; Moeljani, Ida Retno
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i1.1955

Abstract

Jagung ungu (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh serta memiliki nilai jual yang tinggi namun memiliki produktivitas yang rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya kuantitas produksi ini dapat diatasi dengan melakukan pemberian pupuk organik pada tanaman jagung ungu. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian warga, Jl. Made Utara, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur pada bulan juli hingga september 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 3 x 3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk organik hayati mikoriza dengan dosis 5 g/tanaman, 10 g/tanaman, dan 15 g/tanaman, sedangkan faktor kedua adalah pupuk kascing dengan dosis 45 g/tanaman, 67 g/tanaman, dan 90 g/tanaman. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa terdapat interaksi pada parameter tinggi tanaman dan bobot tongkol dengan klobot. Secara terpisah pupuk organik hayati mikoriza dan pupuk kascing memberikan pengaruh nyata terhadap parameter waktu muncul bunga, berat kering brangkasan per tanaman, dan berat pipilan kering per 1000 butir.
Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Cobalt - 60 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Lokal Madura: The Effect of Cobalt - 60 Gamma Iradiation on the Growth and Production of Local Madura Cucumber (Cucumis sativus L.) Vega Melania Fitra; Guniarti, Guniarti; Ida Retno Moeljani
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 10 No. 1 (2022): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v10i1.1516

Abstract

Mentimun lokal madura ini memiliki keunggulan yaitu bentuk yang besar dan rasa yang gurih. Benih timun lokal Madura ini mempunyai ciri khusus dibandingkan dengan mentimun Jawa yaitu mengandung air yang cukup banyak dan biji yang sangat banyak. Petani di Indonesia banyak menanam varietas mentimun introduksi karena memiliki buah yang lebih besar dan seragam, akan tetapi benih ini tidak dapat ditanam kembali pada periode tanam berikutnya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya khusus untuk memperbaiki sifat genetik benih pada tanaman mentimun melalui pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan mendapatkan nilai LD50 serta menngetahui dan mendapatkan hasil pertumbuhan dari tanaman mentimun lokal Madura yang di iradiasi sinar Gamma Cobalt-60. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Mei 2021 sampai bulan Juni 2021. Terdiri dari 11 taraf dengan kode D0 tanpa iradiasi (0Gy/ kontrol), D1 (100Gy), D2 (200Gy), D3 (300Gy), D4 (400Gy), D5 (500Gy), D6 (600Gy), D7 (700Gy), D8 (800Gy), D9 (900Gy), D10 (1000Gy). Terdapat 11 petak percobaan dan menggunakan single plant yang merupakan menaman tanpa adanya ulangan di lingkungan pertanaman yang sama dengan analisis uji t taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukan dosis iradiasi sinar gamma Cobalt-60 mendapatkan nilai Lethal Dose 20 (LD20) sebesar 306,752 Gy dan Lethal Dose 50 (LD50) sebesar 690,92 Gy. Iradiasi sinar gamma Cobalt-60 berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil produksi pada parameter tinggi tanaman, bobot buah dan panjang buah pada mentimun lokal Madura. This Madura local cucumber has the advantage of having a large shape and savory taste. These local Madura cucumber seeds have special characteristics compared to Javanese cucumbers, namely they contain a lot of water and a lot of seeds. Farmers in Indonesia plant a lot of introduced cucumber varieties because they have larger and uniform fruits, but these seeds cannot be planted again in the next planting period. Therefore, it is necessary to make special efforts to improve the genetic characteristics of seeds in cucumber plants through plant breeding. This study aims to determine and obtain the LD50 value and to determine and obtain the growth yield of local Madura cucumber plants irradiated by Gamma Cobalt-60 rays. This research was conducted in Burneh Village, Burneh District, Bangkalan Regency. The time of the research starts from May 2021 to June 2021. Consists of 11 levels with codes D0 without irradiation (0Gy/control), D1 (100Gy), D2 (200Gy), D3 (300Gy), D4 (400Gy), D5 ( 500Gy), D6 (600Gy), D7 (700Gy), D8 (800Gy), D9 (900Gy), D10 (1000Gy). There are 11 experimental plots and using a single plant which is a plant without replication in the same planting environment with T-test analysis at 5% and 1% levels. The results showed that the Cobalt-60 gamma ray irradiation dose obtained a Lethal Dose 20 (LD20) of 306.752 Gy and a Lethal Dose of 50 (LD50) of 690.92 Gy. Cobalt-60 gamma ray irradiation affects the growth and yield of plant height, fruit weight and fruit length parameters on Madura local cucumbers.
Pendugaan Keragaman Genetik Dan Penentuan Ld50 Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var ascalonikum. Linn) Varietas Bauji Hasil Iradiasi Sinar Gamma 60Co Moeljani, Ida Retno; Makziah; Wahyuni, Endang
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.3.183-190

Abstract

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum. Linn) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Indonesia. Ketersediaan bibit umbi bawang merah yang berkualitas dan bermutu sangat diperlukan dalam usaha peningkatan produktivitas bawang merah. Dalam hal ini untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah varietas Bauji dapat dilakukan perbaikan dari sisi genetiknya. Perbaikan tanaman dari sisi genetik bisa dilakukan melalui pemuliaan tanaman. Metode pemuliaan mutasi dengan menggunakan sinar gamma 60Co dilakukan dengan menentukan dosis radiasi yang sesuai dengan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis letal 20% (LD20) dan 50% (LD50) dan pengaruh sinar gamma 60Co terhadap keragaman tanaman bawang merah. Umbi bawang merah diiradiasi di Laboratorium PAIR BATAN, kemudian umbi di tanam di kebun petani Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan Oktober 2019 sampai Januari 2020. Penelitian menggunakan faktor perlakuan tunggal dosis sinar gamma yang terdiri dari 8 taraf yaitu 0 Gy sampai 7 Gy. Hasil pengamatan di analisa dengan curve expert dan untuk pendugaan parameter genetik menggunakan nilai heritabilitas, Koefisien Keragaman Genetik (KKG) dan Koefisien Keragaman Fenotip (KKF). Hasil penelitian menunjukkan nilai LD20 dan LD50 pada bawang merah Varietas Bauji adalah sebesar 43.527 Gy dan 112.154 Gy. Nilai duga heritabilitas, keragaman genetik maupun fenotip menunjukkan kriteria yang tinggi dihampir semua parameter.Kata kunci: lethal dose, mutan, resistensi hama, varietas bauji
PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.) Hidayatullah, Muchammad Fajar; Dewanti, Felicitas Deru; Moeljani, Ida Retno
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6682

Abstract

Tanaman paria (Momordica charantia L.) merupakan komoditas hortikultura sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi tanaman paria dapat ditingkatkan melalui beberapa cara di antaranya dengan pemberian urin kelinci dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian urin kelinci dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paria. Penelitian dilakukan di Desa Panjerejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor perlakuan dan kontrol. Konsentrasi urin kelinci sebagai petak utama (main plot) dan macam pupuk kandang sebagai anak petak (sub plot). Konsentrasi urin kelinci terdiri dari empat taraf yaitu: U0= 0 ml/l, U1= 10 ml/l, U2= 20 ml/l, dan U3= 30 ml/l. Macam pupuk kandang terdiri dari tiga taraf yaitu: K1= pupuk kandang ayam, K2= pupuk kandang sapi, dan K3= pupuk kandang guano. Kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk NPK. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan konsentrasi urin kelinci dan macam pupuk kandang terhadap parameter jumlah bunga tanaman paria saja. Pupuk kandang sapi meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah buah/tanaman, dan diameter yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk kandang ayam. Perlakuan konsentrasi urin kelinci 20 ml/l memberikan hasil yang tidak berbeda dengan perlakuan konsentrasi 10 ml/l dan 30 ml/l pada parameter panjang tanaman, jumlah bunga betina, diameter buah dan jumlah buah/tanaman.
Keragaman Genetik Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas Bauji Hasil Iradiasi Sinar Gamma 60Co (Generasi 5) Widyaningtyas, Nanda Widyaningtyas; Moeljani, Ida Retno; Sulistyono, Agus
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 7 No 2 (2023): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v7i2.447

Abstract

One of the important factors in developing new superior varieties is genetic diversity. Gamma ray irradiation of 60Co is one method of mutation induction. The aim of the study was to find out the dose of irradiation that had the best diversity value in Allium ascalonicum the Bauji variety gamma irradiation 60Co, which consisted of doses of 3 Gy and 4 Gy with 7 replications each using a Randomized Block Design (RBD). The randomization method uses the lottery draw manually. Each treatment required 56 tubers and 1 planter bag contained 4 tubers. Control plants are symbolized by the code "B", plants with a dose of 3 Gy are symbolized by the code "MB 3", and plants with a treatment dose of 4 Gy are symbolized by the code "MB 4". The results showed that the highest plant diversity based on the standard deviation value was in the MB 4 Gy treatment in terms of plant length, tuber number, tuber diameter, wet tuber stover weight, dry tuber weight and tuber weight. While the control produces the highest standard deviation values ​​on the parameters of the number of leaves and the age of flowering. In conclusion, gamma 60Co irradiation had a significant effect on the results of research on the fifth generation of the shallot variety Bauji on the parameters of number of leaves, age of flowering, number of tubers, tuber diameter, wet stover weight of tubers and tuber weight.
Keragaman Genetik Dan Heritabilitas M1 Mentimun (Cucumis sativus L.) Lokal Madura Hasil Iradiasi Sinar Gamma 60CO Aji Widyapangesthi, Dhita; Retno Moeljani, Ida; Pongki Soedjarwo, Djarwatiningsih
Agrium Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i2.7841

Abstract

Mentimun lokal Madura merupakan varietas mentimun yang berpotensial dikembangkan menjadi varietas unggul baru.  Perbaikan genetik pada tanaman mentimun lokal madura dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman dengan induksi sinar gamma 60Co sebagai upaya perbaikan varietas unggul baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keragaman genetik dan tingkat heritabilitas pada mutan generasi pertama (M1) mentimun lokal Madura hasil iradiasi sinar gamma 60Co. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2022-Maret 2022 di lahan produksi UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan satu faktor perlakuan dari benih mutan generasi pertama (M1) tanaman mentimun varietas lokal Madura hasil iradiasi sinar gamma 60Co dengan dosis 0 Gy, 100 Gy, 200 Gy, 300 Gy, 400 Gy, dan 600 Gy. Analisis data menggunakan koefisien keragaman genetik (KKG), koefisien keragaman fenotipe (KKF) dan heritabilitas (H2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik dan heritabilitas pada populasi M1 hasil dari masing-masing dosis mutasi yaitu ketegori rendah sampai tinggi (beragam).  Keragaman genetik tertinggi terdapat dosis 200 Gy, 300 Gy, dan 600 Gy pada karakter diameter buah.
Pengaruh Masa Simpan Dan Suhu Simpan Terhadap Viabilitas Dan Vigor Benih Coating Kedelai Aldi Perdana, Muhammad; Retno Moeljani, Ida; Pongki Soedjarwo, Djarwatiningsih
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10620

Abstract

Kedelai di Indonesia memiliki prospek pengembangan yang baik dengan nilai ekonomi yang tinggi, namun hal ini sulit dicapai karena beberapa faktor, seperti rendahnya kualitas benih dan kemunduran benih selama penyimpanan sehingga mengalami penurunan mutu benih. Mutu fisiologis adalah salah satu penentu pada mutu. Mutu fisiologis benih terdiri dari viabilitas dan vigor benih. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan teknik pelapisan benih (seed coating). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh masa simpan dan suhu simpan yang tepat terhadap mutu benih coating kedelai selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Green House UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija, Randuagung, Malang, Jawa Timur pada bulan Desember 2021-Maret 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan tersarang (nested design) dengan faktor dua faktor yaitu, faktor masa simpan yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu,tanpa penyimpanan M0, Masa simpan 2 minggu , masa simpan 4 Minggu, Masa simpan 6 Minggu  dan masa simpan 8 Minggu, serta faktor suhu ruang yang terdiri dari 2 taraf, yaitu suhu kamar (27oC) dan suhu kulkas/rendah (6oC). Hasil penelitian menunjukkan masa simpan dan suhu ruang berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh, serta berpengaruh nyata terhadap indeks vigor. Perlakuan kombinasi antara masa simpan 8 minggu pada suhu 6oC adalah kombinasi terbaik untuk benih coating kedelai.
Pelatihan dan Pendampingan Produksi True Shallot Seeds (TSS) Tanaman Bawang Merah pada Greenhouse Berbasis IoT di Desa Purworejo, Kab. Malang Moeljani, Ida Retno; Suryandika, Fadila; Triani, Nova
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v1i1.4

Abstract

Budidaya bawang merah varietas Batu Ijo yang merupakan varietas unggulan lokal petani di Desa Purworejo, Kec. Ngantang, Kab Malang. Selama ini, petani masih membudidayakan bawang merah tersebut dengan tanam umbi. Namun lonjakan harga bawang merah yang tidak menentu di pasaran membuat petani resah sehingga ingin beralih dari sistem tanam umbi. Melihat hal tersebut, tim UPN Veteran Jatim memberikan solusi kepada petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Bhakti, di Desa Purworejo dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan dalam mengupayakan perubahan bahan tanam umbi menjadi bahan tanam biji (True Shallot Seeds/TSS) secara mandiri pada greenhouse berbasis Internet of Thing (IoT). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberitahukan bahwa penyiraman dan pengaturan kelembaban di lingkungan lahan serta pencahayaan mampu mengoptimalkan pembungaan untuk produksi TSS. Metode yang dilakukan adalah dengan pelatihan dan penyuluhan kepada kelompok tani Karya Bhakti. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian ini adalah pengetahuan kepada petani bahwa dengan penggunakan smart sensor melalui kontrol pencahayaan berbasis IoT pada tanaman bawang merah Batu Ijo mampu merangsang pembungaan untuk produksi TSS sebesar 70%.
Effect of IBA (Indole Butyric Acid) Concentration on the Growth of Avocado Plant Cuttings (Persea americana Mill) Safira, Maulida; Sulistyono, Agus; Moeljani, Ida Retno
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i6.2039-2045

Abstract

The demand for avocados in Indonesia continues to rise, while the availability of high-quality seedlings remains limited. Propagation through stem cuttings with the application of IBA (Indole Butyric Acid) is expected to improve propagation success. This study aims to determine the effect of IBA concentration on the growth of avocado stem cuttings. The research was conducted in Bojonegoro, East Java, using a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely five concentrations of IBA: 0, 75, 100, 125, and 150 ppm. Observed parameters included shoot length, number of shoots, number of leaves, and number of primary roots. The results showed that IBA concentration had a significant effect on all observed parameters, while cutting length had no significant effect. A concentration of 100 ppm produced optimal growth of 1.92 cm, 2.50 shoots, and 4.33 leaves. The treatment without IBA resulted in the lowest values. The application of IBA at concentrations of 75–100 ppm effectively enhanced the growth of avocado stem cuttings, particularly in shoot and leaf development.