Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Jarak Jauh Anik Rahayu; Yustika Irfani Lindawati
Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distance Learning is a learning method that is applied during the outbreak of the Covid-19 virus, especially in Indonesia. Problems accompany the application of distance learning so it is necessary to collaborate with other learning models that can direct students to be more active in carrying out learning activities. This writing aims to determine the effectiveness of the application of the problem-based learning model in distance learning. The research location was conducted at SMAN 1 Banjarsari with the research subjects being students of class XI IPS 2. The research method used was survey research with a descriptive approach. The data collection technique was carried out through a questionnaire instrument that was compiled using the google form. Respondents of the study were 30 students who were determined by the purposive sampling technique. Data analysis was performed using descriptive statistical techniques where the data were processed and presented in diagrams and then discussed with descriptive narrative. The results of the study found the effectiveness of the problem-based learning model in distance learning, namely 1) increasing students' ability to think critically in problem-solving; 2) improve students' skills in innovation; 3) encourage students to be more active in participating during teaching and learning activities; 4) encourage students' ability to formulate solutions to social problems independently.
Tiktok Sebagai Media Informasi Belajar Tambahan Alternatif bagi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi 2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Regita Nariyah Nur Anggraeni; Yustika Irfani Lindawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5179

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah pola belajar mahasiswa, terutama dengan meningkatnya pemanfaatan media sosial sebagai sumber informasi akademik tambahan. Salah satu platform yang banyak digunakan mahasiswa adalah TikTok yang menyediakan konten edukatif singkat, visual, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memanfaatkan TikTok sebagai media belajar alternatif. Penelitian ini juga menganalisis kebutuhan, kepuasan, dan manfaat yang dirasakan mahasiswa dari penggunaan TikTok sebagai sumber belajar tambahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan enam partisipan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok mampu memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, dan personal mahasiswa melalui konten akademik yang ringkas dan visual. Mahasiswa merasa puas karena informasi disampaikan secara cepat, jelas, dan tidak bertele-tele. Sistem algoritma TikTok juga membantu menampilkan konten yang sesuai dengan minat dan kebutuhan belajar mahasiswa. Selain itu, penggunaan TikTok membantu meningkatkan pemahaman materi perkuliahan, efisiensi waktu belajar, serta motivasi belajar mahasiswa. Dengan demikian, TikTok dapat berperan sebagai media belajar alternatif yang efektif dan adaptif bagi mahasiswa di era digital
Pengembangan Wisata Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Pada Pendekatan Community Based Tourism di Kampung Parakanceuri, Pusakamulya, Purwakarta Dahlia Bela Novanza; Wahid Abdul Kudus; Yustika Irfani Lindawati
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6329

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ketidakseimbangan antar mitra (masyarakat, pemerintah dan swasta), karena lemahnya kolaborasi tersebut seluruh proses pengembangan wisata bertumpu pada kemandirian komunitas wisata (Struktur Pengurus Kampung Wisata Edukasi Parakanceuri) dan swadaya masyarakat. Konsep community based tourism (CBT) menjadi alat yang digunakan untuk mencapai keberlanjutan wisata pendidikan berbasis kearifan lokal di Kampung Parakanceuri, Desa Pusakamulya, Kabupaten Purwakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana kemandirian komunitas wisata dan masyarakat lokal dalam proses pengembangan wisata berdasarkan konsep community based tourism (CBT). Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2026 dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan indigenous methodologies (penelitian pribumi) kepada informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengambil keputusan, melaksanakan kegiatan, pengambilan manfaat dan evaluasi kegiatan terlihat dari perannya sebagai perencana, investor, pelaksana, pengelola dan juga pemantau (evaluator). Oleh karena itu masyarakat dapat menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, mengembangkan potensi dan kearifan lokal, mendapatkan manfaat secara pribadi, material maupun sosial serta dapat ikut serta dalam menentukan keberlanjutan wisata. Kata Kunci : Pengembangan wisata, Community based tourism, Partisipasi masyarakatWisata pendidikan
Peran Komunitas Gerakan Anti Kekerasan (GAK) dalam Advokasi Kekerasan Berbasis Online (KBGO) Fitria Juliana; Yustika Irfani Lindawati
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v9i2.34515

Abstract

This study examines the role of the Generasi Anti Kekerasan (GAK) community in responding to Online Gender-Based Violence (OGBV) in Indonesia, particularly cyberbullying, doxing, online harassment, and digital discrimination. The study aims to analyze how GAK carries out digital education, victim advocacy, anti-victim blaming campaigns, and cross-sector collaboration in addressing technology-facilitated gender-based violence. This research employed a qualitative approach using a descriptive case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving members and facilitators of the GAK community.The findings reveal that GAK functions as a digital social movement that not only disseminates information regarding OGBV prevention, but also builds collective awareness, solidarity, and victim-centered advocacy practices. GAK conducts digital literacy education through social media campaigns, public discussions, hashtag activism, and capacity-building activities aimed at increasing awareness of digital safety and gender justice. The study also shows that victim assistance requires emotional support, digital protection, legal referral mechanisms, and collaborative networks involving educational institutions, psychologists, civil society organizations, and digital platforms.This study highlights that grassroots digital communities play a strategic role in creating safer digital spaces and strengthening gender-sensitive digital citizenship. The findings contribute to the development of studies on digital sociology, feminist digital activism, and community-based advocacy in addressing Online Gender-Based Violence in Indonesia.
Keterbukaan Diri Remaja dalam Penggunaan WhatsApp: Studi Sosiologis Tentang Privasi dalam Keluarga Silvia Maulidia; Yustika Irfani Lindawati
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i2.7859

Abstract

This study aims to find out how open adolescents are when using WhatsApp and how this relates to privacy in the family. The methodology used in this study is qualitative with a phenomenological approach to explore the personal experiences of informants. The data was obtained through in-depth interviews with six students aged between 19 and 21 years old from Sultan Ageng Tirtayasa University. The results of this study reveal that adolescents widely use WhatsApp as a tool to communicate, share information, and express feelings through various existing features, such as private messages and statuses. Nonetheless, they also tend to be selective in sharing certain information, especially to parents, to maintain their personal privacy. Some informants choose to use privacy features, such as hiding their status from parents, to avoid misunderstandings or potential conflicts within the family. Although WhatsApp helps maintain the relationship between teens and their families, privacy-related tensions persist due to differences in understanding between teens and parents about the use of digital media. These findings show that digital privacy management is an adaptive strategy carried out by adolescents to maintain a balance between self-openness and harmonious family relationships in the era of digital communication.
Narasi Tandingan terhadap Kondisi Sosial dalam Tagar kaburajadulu: Analisis Wacana Kritis Fairclough Halimahtus Sadiah; Rizki Setiawan; Yustika Irfani Lindawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.7118

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana wacana tandingan terhadap kondisi sosial yang dikonstruksikan dalam tagar #KaburAjaDulu di media sosial X. Fenomena ini muncul sebagai respon kolektif generasi muda terhadap krisis kepercayaan pada sistem meritokrasi, tekanan ekonomi, dan kualitas layanan publik di Indonesia. Menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model tiga dimensi Norman Fairclough, penelitian ini membedah teks pada tingkat mikro, praktik kewacanaan pada tingkat meso, dan sosiokultural pada tingkat makro. Temuan penelitian kemudian diinterpretasikan melalui teori Relasi Kuasa Michel Foucault. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana #KaburAjaDulu terbagi dalam tiga klaster isu utama, yakni gugatan terhadap keadilan pasar kerja yang tidak meritokratis, dekonstruksi nasionalisme sebagai instrumen pendisiplinan ekonomi, serta perbandingan kualitas layanan publik domestik dengan standar global. Melalui perspektif Foucault, fenomena ini diidentifikasi sebagai kontestasi terhadap Rezim Truth narasi pemerintah mengenai Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tagar tersebut menandai retaknya kontrak sosial antara warga negara dan pemerintah di ruang digital, sekaligus merupakan bentuk counter Conduct yang menandakan urgensi reformasi sistem ketenagakerjaan dan peningkatan layanan publik guna mencegah fenomena brain drain yang masif.
Eksplorasi Pembentukan Representasi Diri Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta Melalui Tren di Tiktok Sharfina Bazliah; Yustika Irfani Lindawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37878

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan TikTok yang semakin populer di kalangan mahasiswa dan berpengaruh terhadap cara individu menampilkan identitas di ruang digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk representasi diri mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa angkatan 2023 melalui tren di TikTok. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap konten TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok menjadi ruang ekspresi yang lebih bebas dibandingkan kehidupan nyata. Bentuk representasi diri mahasiswa terbagi menjadi dua kategori, yaitu representasi diri ideal dan representasi gaya hidup. Selain itu, ditemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara identitas yang ditampilkan di dunia digital dan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini dapat dianalisis menggunakan konsep dramaturgi Erving Goffman mengenai panggung depan dan panggung belakang. Dengan demikian, TikTok memiliki peran penting dalam proses pembentukan identitas digital mahasiswa.
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI DI KAMPUNG SUKACAI DESA SUKACAI KECAMATAN BAROS Siti Agni Ramdhini; Yustika Irfani Lindawati; Subhan Widiansyah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1872-1877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ayah dalam mengasuh anak usia dini serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan pengasuhan di Kampung Sukacai, Desa Sukacai, Kecamatan Baros. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi melaui, wawancara, dokumentasi dengan tiga ayah yang memiliki anak usia dini dan tiga ibu sebagai informan tambahan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons melalui skema AGIL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga terlibat terhadap fungsi afeksi, sosialisasi, pendidikan, perlindungan, serta keagamaan. Keterlibatan ayah terlihat melalui pendampingan belajar dan bermain, pemberian kasih sayang, penanaman nilai moral, serta pembiasaan ibadah. Tantangan ayah dalam keterlibatan anak diantaranya manajemen waktu karena pekerjaan, kuatnya budaya patriarki, dan terbatasnya pengetahuan mengenai pola asuh anak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontribusi ayah berperan penting dalam mendukung fungsi keluarga dan perkembangan anak secara optimal meskipun masih menghadapi berbagai hambatan. 
Fungsi Sosialisasi pada Keluarga Generasi Milenial di Lingkungan Lopang Cilik Kota Serang Ani Muchriyani; Yustika Irfani Lindawati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fungsi sosialisasi pada keluarga generasi milenial di Lingkungan Lopang Cilik, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui keterlibatan orang tua dalam proses sosialisasi ditengah keterlibatan pihak luar yaitu pengasuh anak dirumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode etnografis untuk memahami dan menggambarkan kehidupan sosial dan budaya suatu kelompok masyarakat tertentu. Pada penelitian ini peneliti menguji validitas dan memeriksa keabsahan data dengan menggunakan Teknik Triangulasi yaitu menggabungkan informasi dari berbagai sumber yang berbeda untuk memperkuat hasil penelitian. Adapun teknik pengambilan data pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keluarga di lingkungan lopang cilik beranggotakan orang tua yang terkategori sebagai generasi milenial. Keluarga sebagai kelompok sosial primer sekaligus agen sosialisasi primer membutuhkan peran orang tua untuk merawat, mendidik dan membentuk kepribadian anak. Proses sosialisasi yang dilalui anak dalam keluarga generasi milenial di Lingkungan Lopang Cilik memasuki tahapan yang berbeda-beda tergantung pada usia dan fase perkembangannya. Anak dalam keluarga generasi milenial di Lingkungan Lopang Cilik teridentifikasi telah memasuki tahap persiapan (preparatory stage), tahap meniru (play stage) dan tahap siap bertindak (game stage). Pada setiap tahapannya anak akan menunjukkan perkembangan baik dari segi kemampuan fisik maupun emosional berkaitan dengan kepribadiannya. Sehingga, penting untuk orang tua mengawal proses perkembangan anak meskipun telah ada campur tangan pengasuh sebagai pihak luar yang terlibat dalam pengasuhan anak.
Peran Hidden Curriculum dalam Menumbuhkan Prestasi Belajar Siswa di SMAN 1 Ciruas Sajdan Salman Fasha; Yustika Irfani Lindawati; Subhan Widiansyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13564

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran hidden curriculum dalam menumbuhkan prestasi belajar siswa di SMAN 1 Ciruas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi.. Hasil penelitian menunjukkan tiga dimensi utama hidden curriculum berkontribusi pada prestasi siswa. Pertama, crowd menciptakan kebersamaan dan persaingan sehat melalui interaksi kelas, OSIS, ekstrakurikuler, hingga lomba antar kelas, yang mendorong motivasi kolektif untuk berprestasi. Kedua, praise berupa pujian, pengumuman prestasi, dan penghargaan sederhana memperkuat rasa percaya diri, motivasi individual, sekaligus membangun budaya apresiatif di sekolah. Ketiga, power melalui tata tertib, teguran, dan relasi guru-siswa menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, serta motivasi internal untuk mempertahankan prestasi. Temuan ini menegaskan bahwa prestasi siswa tidak hanya lahir dari kurikulum formal, melainkan juga dibentuk oleh praktik pendidikan tersembunyi yang berkesinambungan.