Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Jarak Jauh Anik Rahayu; Yustika Irfani Lindawati
Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distance Learning is a learning method that is applied during the outbreak of the Covid-19 virus, especially in Indonesia. Problems accompany the application of distance learning so it is necessary to collaborate with other learning models that can direct students to be more active in carrying out learning activities. This writing aims to determine the effectiveness of the application of the problem-based learning model in distance learning. The research location was conducted at SMAN 1 Banjarsari with the research subjects being students of class XI IPS 2. The research method used was survey research with a descriptive approach. The data collection technique was carried out through a questionnaire instrument that was compiled using the google form. Respondents of the study were 30 students who were determined by the purposive sampling technique. Data analysis was performed using descriptive statistical techniques where the data were processed and presented in diagrams and then discussed with descriptive narrative. The results of the study found the effectiveness of the problem-based learning model in distance learning, namely 1) increasing students' ability to think critically in problem-solving; 2) improve students' skills in innovation; 3) encourage students to be more active in participating during teaching and learning activities; 4) encourage students' ability to formulate solutions to social problems independently.
Tiktok Sebagai Media Informasi Belajar Tambahan Alternatif bagi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi 2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Regita Nariyah Nur Anggraeni; Yustika Irfani Lindawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5179

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah pola belajar mahasiswa, terutama dengan meningkatnya pemanfaatan media sosial sebagai sumber informasi akademik tambahan. Salah satu platform yang banyak digunakan mahasiswa adalah TikTok yang menyediakan konten edukatif singkat, visual, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memanfaatkan TikTok sebagai media belajar alternatif. Penelitian ini juga menganalisis kebutuhan, kepuasan, dan manfaat yang dirasakan mahasiswa dari penggunaan TikTok sebagai sumber belajar tambahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan enam partisipan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok mampu memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, dan personal mahasiswa melalui konten akademik yang ringkas dan visual. Mahasiswa merasa puas karena informasi disampaikan secara cepat, jelas, dan tidak bertele-tele. Sistem algoritma TikTok juga membantu menampilkan konten yang sesuai dengan minat dan kebutuhan belajar mahasiswa. Selain itu, penggunaan TikTok membantu meningkatkan pemahaman materi perkuliahan, efisiensi waktu belajar, serta motivasi belajar mahasiswa. Dengan demikian, TikTok dapat berperan sebagai media belajar alternatif yang efektif dan adaptif bagi mahasiswa di era digital
Pengembangan Wisata Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Pada Pendekatan Community Based Tourism di Kampung Parakanceuri, Pusakamulya, Purwakarta Dahlia Bela Novanza; Wahid Abdul Kudus; Yustika Irfani Lindawati
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6329

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ketidakseimbangan antar mitra (masyarakat, pemerintah dan swasta), karena lemahnya kolaborasi tersebut seluruh proses pengembangan wisata bertumpu pada kemandirian komunitas wisata (Struktur Pengurus Kampung Wisata Edukasi Parakanceuri) dan swadaya masyarakat. Konsep community based tourism (CBT) menjadi alat yang digunakan untuk mencapai keberlanjutan wisata pendidikan berbasis kearifan lokal di Kampung Parakanceuri, Desa Pusakamulya, Kabupaten Purwakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana kemandirian komunitas wisata dan masyarakat lokal dalam proses pengembangan wisata berdasarkan konsep community based tourism (CBT). Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2026 dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan indigenous methodologies (penelitian pribumi) kepada informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengambil keputusan, melaksanakan kegiatan, pengambilan manfaat dan evaluasi kegiatan terlihat dari perannya sebagai perencana, investor, pelaksana, pengelola dan juga pemantau (evaluator). Oleh karena itu masyarakat dapat menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, mengembangkan potensi dan kearifan lokal, mendapatkan manfaat secara pribadi, material maupun sosial serta dapat ikut serta dalam menentukan keberlanjutan wisata. Kata Kunci : Pengembangan wisata, Community based tourism, Partisipasi masyarakatWisata pendidikan
Peran Komunitas Gerakan Anti Kekerasan (GAK) dalam Advokasi Kekerasan Berbasis Online (KBGO) Fitria Juliana; Yustika Irfani Lindawati
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v9i2.34515

Abstract

This study examines the role of the Generasi Anti Kekerasan (GAK) community in responding to Online Gender-Based Violence (OGBV) in Indonesia, particularly cyberbullying, doxing, online harassment, and digital discrimination. The study aims to analyze how GAK carries out digital education, victim advocacy, anti-victim blaming campaigns, and cross-sector collaboration in addressing technology-facilitated gender-based violence. This research employed a qualitative approach using a descriptive case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving members and facilitators of the GAK community.The findings reveal that GAK functions as a digital social movement that not only disseminates information regarding OGBV prevention, but also builds collective awareness, solidarity, and victim-centered advocacy practices. GAK conducts digital literacy education through social media campaigns, public discussions, hashtag activism, and capacity-building activities aimed at increasing awareness of digital safety and gender justice. The study also shows that victim assistance requires emotional support, digital protection, legal referral mechanisms, and collaborative networks involving educational institutions, psychologists, civil society organizations, and digital platforms.This study highlights that grassroots digital communities play a strategic role in creating safer digital spaces and strengthening gender-sensitive digital citizenship. The findings contribute to the development of studies on digital sociology, feminist digital activism, and community-based advocacy in addressing Online Gender-Based Violence in Indonesia.