Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tanah Ulayat Adat Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam Mangar, Irma -; Ridho, Muhammad Rosyid
El-Dusturie Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v1i1.4176

Abstract

Tanah merupakan bagian dari kehidupan manusia. Hal ini telah berlaku turun temurun dalam sejarah peradaban mereka. Berkaitan dengan hal itu, kepemilikan maupun penguasaan terhadapnya menjadi persoalan yang penting. Tulisan ini mencoba untuk  mengelaborasi status dan kedudukan tanah ulayat adat dalam perspektif hukum positif di Indonesia maupun hukum islam. Melalui metode library research dengan pendekatan studi komparatif antara kedua bentuk hukum tersebut, dapat dideskripsikan hasilnya bahwa tanah ulayat adat perspektif hukum positif merupakan bagian daripada tanah yang pengaturannya berkaitan erat dengan keberadaan masyarakat adat. Adapun statusnya berkaitan dengan masyarakat adat, mereka memegang kepemilikan secara kolektif kolegial, dimana masing-masing individu memiliki andil dalam kepemilikannya sepanjang dan sesuai dengan peraturan adat setempat. Sementara itu dalam hukum islam, hak ulayat identik dengan semacam hak yang dimiliki oleh mereka dalam hal memanfaatkan tanah-tanah yang tidak bertuan, baik erat kaitannya dengan ihjarul mubahat maupun iḥyā’ al-mawāt. Hanya saja, hak tersebut tidak berkaitan erat dengan masyarakat adat, melainkan dengan kondisi tanah itu sendiri yang tidak memiliki tuan. Persamaan dari kepemilikan hak terhadap tanah ulayat adat maupun ihjarul mubahat dan iḥyā’ al-mawāt terbatas pada kepemilikan untuk memanfaatkan, bukan sebagai objek yang diperjualbelikan.Soil is a part of human life. This has been true for generations in the history of their civilization. In this regard, ownership and control over it becomes an important issue. This paper tries to elaborate on the status and position of customary land in the perspective of positive law in Indonesia and Islamic law. Through the library research method with a comparative study approach between the two legal forms, the results can be described that customary customary land from a positive legal perspective is part of land whose regulation is closely related to the existence of indigenous peoples. As for their status with regard to indigenous peoples, they hold collegial collective ownership, where each individual has a share in their ownership as long as and in accordance with local customary regulations. Meanwhile in Islamic law, ulayat rights are identical to the kind of rights they have in terms of utilizing land that is not owned by any owner, both closely related to ihjarul mubahat and iḥyā' al-mawāt. However, these rights are not closely related to indigenous peoples, but to the condition of the land itself which does not have a master. The equality of ownership of rights to customary ulayat land as well as ihjarul mubahat and iḥyā' al-mawāt is limited to ownership for use, not as objects to be traded.
Perjuangan Kesetaraan dalam Novel Fatatu As-Sajair Karya Ratih Kumala (Kajian Kritik Sastra Feminis) Arsita, Wina; Mardiansyah, Yadi; Ridho, Muhammad Rosyid
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v4i1.27852

Abstract

Abstract: This study explains the struggle for gender equality of female figures in several of its parts. The novel Fatatu As-Sajair presents a female characters who has an influence on the development of cigarettes in Indonesia. The representation of female characters in this novel not only places women in an inferior position, but can also be in a superior position. The purpose of this study is to explain the socialist feminism contained in the novel. This study uses a qualitative descriptive analysis method with a type of literary criticism approach, namely feminist literary criticism. The research results from the novel Fatatu As-Sajair show that the novel contains female characters fighting for gender equality by working in the clove cigarette sector.
Dampak Poligami terhadap Struktur Patriarki RIDHO, MUHAMMAD ROSYID
Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/projus.v5i01.1095

Abstract

Artikel ini mengkaji praktik poligami dalam masyarakat patriarkal, di mana laki-laki sering memiliki lebih dari satu istri. Meskipun poligami diperbolehkan dalam Islam dengan syarat keadilan, praktik ini seringkali menguntungkan laki-laki dan memperburuk ketimpangan gender. Dalam keluarga poligami, perempuan sering berada dalam posisi subordinat, yang menyebabkan ketidakadilan dan ketidakseimbangan hak antara laki-laki dan perempuan. Ketimpangan ini sangat terlihat di Indonesia, di mana poligami diatur dalam Undang-Undang Perkawinan, namun perdebatan mengenai dampaknya terhadap hak asasi manusia, khususnya hak perempuan, tetap berlangsung. Meskipun ada aturan hukum, praktik poligami sering mengakibatkan kerugian sosial dan ekonomi bagi perempuan, memperburuk marginalisasi mereka. Artikel ini mengajukan perlunya reformasi hukum dan perubahan sosial untuk mengurangi praktik poligami serta mendorong kesetaraan gender dalam perkawinan. Dengan mengatasi isu-isu ini, diharapkan Indonesia dapat bergerak menuju penghormatan yang lebih besar terhadap hak asasi manusia dan kesetaraan, serta menawarkan pendekatan yang lebih adil dalam struktur perkawinan dan keluarga. Reformasi hukum yang melindungi hak perempuan dalam konteks poligami sangat penting untuk mencapai masyarakat yang seimbang dan adil.
Tingkat Pengetahuan dan Pengalaman Orang Tua di Surabaya Timur tentang Penyakit Atopik Dermatitis pada Anak Woronegoro, Ambarsari; Gerriandi, Aqila Aqhnia Fayza; Al-Faizah, Dinda Elyana; Anrizki, Dio Aden; Sugianto, Michelle Angelina; Ridho, Muhammad Rosyid; Nabila, Mutiara; Cahyaningsih, Toti; Takiya, Trisya Nadita; Pratiwi, Yayan Shanty Ratna; Sukorini, Anila Impian
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.52593

Abstract

Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis yang sering ditemukan pada anak dan memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan pengalaman orang tua mengenai DA pada anak-anak di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling dengan sampelnya adalah orang tua yang memiliki anak berusia 5-12 tahun. Karakteristik responden yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara deskriptif. Dari 100 responden, mayoritas adalah perempuan (85%) dan berusia 20-40 tahun (66%). Sebanyak 13 orang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, mayoritas sebanyak 53 orang (53%) memiliki tingkat pengetahuan yang sedang. Berdasarkan hasil penelitian, hanya 5 orang responden yang anaknya pernah mengalami DA. Dari sebagian besar responden yang mengalami DA, tidak semua memberikan penanganan dan perawatan kulit yang tepat. Mayoritas orang tua di Surabaya Timur memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kurang memadai tentang DA pada anak. Upaya edukasi dan intervensi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mencegah dan mengelola DA, sehingga dapat mengurangi risiko kekambuhan dan dampak negatif pada anak.
Pengaruh pemberian tepung Yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap profil glukosa darah pada tikus model diabetes Renowening, Yuniars; Noviati, Titik Dwi; Ridho, Muhammad Rosyid
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.23845.142-147

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi meningkat dan menimbulkan komplikasi serius. Pengelolaan diabetes tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi memerlukan pendekatan pangan fungsional. Yakon (Smallanthus sonchifolius) merupakan sumber fruktooligosakarida (FOS), inulin, dan polifenol yang berperan dalam modulasi metabolisme glukosa, sensitivitas insulin, serta perlindungan terhadap stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh tepung yakon terhadap profil glukosa darah pada tikus model diabetes. Desain penelitian menggunakan pre-test and post-test control group dengan 30 tikus Wistar yang dibagi dalam enam kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis tepung yakon berbeda. Induksi diabetes dilakukan dengan streptozotocin dan nikotinamid, dilanjutkan intervensi tepung yakon selama 14 hari. Hasil menunjukkan kelompok perlakuan mengalami penurunan nyata kadar glukosa darah puasa dibandingkan kontrol negatif (p<0,05), dengan efek terbesar pada dosis 2 g / kg BB. Pemberian tepung yakon membantu mempertahankan berat badan tikus lebih stabil dibandingkan kontrol negatif. Mekanisme yang mendasari adalah fermentasi FOS menghasilkan short-chain fatty acids (SCFA) serta meningkatkan sekresi GLP-1. Simpulan penelitian ini adalah tepung yakon berpotensi sebagai intervensi nutraseutikal dalam pengelolaan diabetes melitus.
Insult To The Government: Legal And Maqa̅sid Al-Syari̅'ah Analysis Of Freedom Of Expression Firdaus, Royan Ahila; Ridho, Muhammad Rosyid; Rahayu, Fadilah Qotimatun Puji
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v7i1.7684

Abstract

Since the enactment of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code, a main problem related to Articles 240-241 regarding insults to the government has arisen. This has the potential to criminalize public freedoms. This study examines these provisions through the lens of maqāṣid al-sharī'a, which was chosen as the framework of analysis due to its ability to provide a benefit-based philosophical framework that is considered more appropriate than the textual approach of positive law. The method used is normative legal research. The results of the study indicate that Articles 240-241 are subject to multiple interpretations and overlap with Article 433 regarding defamation of individuals. In answering this problem, maqāṣid al-sharī'a provides a profound solution with a balancing principle. Freedom of opinion, as part of ḥifẓ al-'aql (safeguarding reason), is required to be in harmony with ḥifẓ an-nafs wa al-'ird (safeguarding the soul and honor). Therefore, this approach is expected to provide a basis for protecting freedom of expression more fairly, allowing freedom of expression to be protected while upholding respect for the state, while still weighing the benefits and harms of criticism substantively.