Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Diskriminasi Laki-Laki Sebagai Korban Kekerasan Seksual Perspektif Kesetaraan Gender Ridho, Muhammad Rosyid; Hakim, Moh. Riza Taufiqul; Khasanah, Uswatul
ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Vol. 16 No. 1 (2022): ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/adliya.v16i1.18021

Abstract

AbstractThe study aims to determine the forms of discrimination experienced by men when they become victims of sexual violence and to determine the discriminatory treatment of men victims of sexual violence from a gender equality perspective. The study uses a literature method with a gender approach, namely the theory of gender equality. The results of this study, namely, the forms of discriminatory treatment experienced by men as victims of sexual violence are 1) Handling of victims of sexual violence by law enforcers who tend to ignore and slow down and prioritize women. 2) Laws that are more inclined towards women as victims of sexual violence. 3) The lack of social institutions that focus on providing assistance to male victims of sexual violence, both in terms of education and victim recovery. 4) Negative response from society towards male victims of sexual violence. In terms of gender equality, male victims of sexual violence do not have the same access to justice as women, both in terms of handling rights as victims of sexual violence and in legal instruments and law enforcement.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk diskriminasi yang dialami oleh laki-laki ketika menjadi korban kekerasan seksual serta untuk mengetahui perlakuan diskriminatif terhadap laki-laki korban kekerasan seksual perspektif kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan gender yakni teori kesetaraan gender. Hasil dari penelitian ini yakni, bentuk perlakuan diskriminasi yang dialami laki-laki sebagai korban kekerasan seksual adalah: 1) Penanganan korban kekerasan seksual oleh penegak hukum yang cenderung mengabaikan dan lambat dan lebih memprioritaskan perempuan. 2) Perangkat aturan hukum yang lebih condong kepada perempuan sebagai korban kekerasan seksual. 3) Minimnya lembaga sosial yang fokus terhadap pemberian bantuan kepada laki-laki korban kekerasan seksual baik dalam hal edukasi maupun pemulihan korban. 4) Respon negatif dari masyarakat terhadap laki-laki korban kekerasan seksual. Dari segi kesetaraan gender, laki-laki korban kekerasan seksual tidak memiliki access to justice yang sama dengan perempuan baik dalam hak-hak penanganan sebagaimana korban kekerasan seksual maupun dalam instrumen hukum dan penegakan hukum.
The Internal Conflict of the Character Jana in the Film “The Sand Castle” by Matty Brown Nugraha, Sapta Adi; Ridho, Muhammad Rosyid; Halim, Muhammad Abdul
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v8i2.506

Abstract

he film Dari Gelombang Istana Pasir by Matty Brown through a literary psychology approach using Abraham Maslow's hierarchy of needs theory. The inner conflict is analyzed based on Maslow's five basic needs, namely physiological needs, security, love and belonging, self-esteem, and self-actualization. The method used is descriptive qualitative with listening and recording techniques, as well as content analysis of scenes and dialogues that show the inner dynamics of the characters. The results show that the inner conflict experienced by Jana arises from the pressure of extreme situations faced, such as limited basic needs, insecurity, alienation, loss of appreciation, to a strong desire to express human values through real action. This inner conflict shows how the character struggles between fulfilling personal needs and facing a limiting reality, thus enriching the understanding of character depth and psychological dynamics in film works. This research is expected to contribute to the study of literary psychology, especially in understanding the representation of characters' inner conflicts in the medium of film as a reflection of human life.
Tanah Ulayat Adat Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam Mangar, Irma -; Ridho, Muhammad Rosyid
El-Dusturie Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v1i1.4176

Abstract

Tanah merupakan bagian dari kehidupan manusia. Hal ini telah berlaku turun temurun dalam sejarah peradaban mereka. Berkaitan dengan hal itu, kepemilikan maupun penguasaan terhadapnya menjadi persoalan yang penting. Tulisan ini mencoba untuk  mengelaborasi status dan kedudukan tanah ulayat adat dalam perspektif hukum positif di Indonesia maupun hukum islam. Melalui metode library research dengan pendekatan studi komparatif antara kedua bentuk hukum tersebut, dapat dideskripsikan hasilnya bahwa tanah ulayat adat perspektif hukum positif merupakan bagian daripada tanah yang pengaturannya berkaitan erat dengan keberadaan masyarakat adat. Adapun statusnya berkaitan dengan masyarakat adat, mereka memegang kepemilikan secara kolektif kolegial, dimana masing-masing individu memiliki andil dalam kepemilikannya sepanjang dan sesuai dengan peraturan adat setempat. Sementara itu dalam hukum islam, hak ulayat identik dengan semacam hak yang dimiliki oleh mereka dalam hal memanfaatkan tanah-tanah yang tidak bertuan, baik erat kaitannya dengan ihjarul mubahat maupun iḥyā’ al-mawāt. Hanya saja, hak tersebut tidak berkaitan erat dengan masyarakat adat, melainkan dengan kondisi tanah itu sendiri yang tidak memiliki tuan. Persamaan dari kepemilikan hak terhadap tanah ulayat adat maupun ihjarul mubahat dan iḥyā’ al-mawāt terbatas pada kepemilikan untuk memanfaatkan, bukan sebagai objek yang diperjualbelikan.Soil is a part of human life. This has been true for generations in the history of their civilization. In this regard, ownership and control over it becomes an important issue. This paper tries to elaborate on the status and position of customary land in the perspective of positive law in Indonesia and Islamic law. Through the library research method with a comparative study approach between the two legal forms, the results can be described that customary customary land from a positive legal perspective is part of land whose regulation is closely related to the existence of indigenous peoples. As for their status with regard to indigenous peoples, they hold collegial collective ownership, where each individual has a share in their ownership as long as and in accordance with local customary regulations. Meanwhile in Islamic law, ulayat rights are identical to the kind of rights they have in terms of utilizing land that is not owned by any owner, both closely related to ihjarul mubahat and iḥyā' al-mawāt. However, these rights are not closely related to indigenous peoples, but to the condition of the land itself which does not have a master. The equality of ownership of rights to customary ulayat land as well as ihjarul mubahat and iḥyā' al-mawāt is limited to ownership for use, not as objects to be traded.
Peran Orang Tua Dalam Penanganan Anak Korban Bullying Agustini, Dewi; Nuriana, Mutia Azizah; Nadiroh, Nadiroh; Ridho, Muhammad Rosyid
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5 No 1 (2024): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v5i1.277

Abstract

This research aims to analyze the role of parents in handling children who are victims of bullying. This type of research is qualitative in nature, utilizing data sources from the literature. Bullying poses a significant threat to children's well-being, manifesting in various forms including physical, verbal, psychological, social, and cyber dimensions. This study examines the nuanced facets of bullying, encompassing definitions, typologies, and repercussions, with a particular emphasis on the pivotal role of parental involvement in alleviating its adverse effects. Drawing from psychological insights, it delineates the profound psychological, social, academic, and physical ramifications of bullying on victims, highlighting the imperative for targeted interventions. Parental engagement emerges as pivotal in fostering resilience and facilitating recovery, through strategies encompassing open dialogue and the cultivation of social competencies. Additionally, the exploration extends to diverse parenting styles and their implications in addressing bullying incidents. Therapeutic interventions, including individual, family, and group therapies, religious guidance, alongside cognitive-behavioral and remedial approaches, are discussed, with a focus on indicators of successful counseling such as reduced anxiety and enhanced coping mechanisms. Advocating for a holistic approach involving educators, parents, and mental health professionals, and religious guidance. The study underscores the imperative of creating a nurturing environment, empowering children to report incidents, and engaging parents in the counseling process to mitigate the pervasive impact of bullying on children's well-being.
Perjuangan Kesetaraan dalam Novel Fatatu As-Sajair Karya Ratih Kumala (Kajian Kritik Sastra Feminis) Arsita, Wina; Mardiansyah, Yadi; Ridho, Muhammad Rosyid
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v4i1.27852

Abstract

Abstract: This study explains the struggle for gender equality of female figures in several of its parts. The novel Fatatu As-Sajair presents a female characters who has an influence on the development of cigarettes in Indonesia. The representation of female characters in this novel not only places women in an inferior position, but can also be in a superior position. The purpose of this study is to explain the socialist feminism contained in the novel. This study uses a qualitative descriptive analysis method with a type of literary criticism approach, namely feminist literary criticism. The research results from the novel Fatatu As-Sajair show that the novel contains female characters fighting for gender equality by working in the clove cigarette sector.
Dampak Poligami terhadap Struktur Patriarki RIDHO, MUHAMMAD ROSYID
Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/projus.v5i01.1095

Abstract

Artikel ini mengkaji praktik poligami dalam masyarakat patriarkal, di mana laki-laki sering memiliki lebih dari satu istri. Meskipun poligami diperbolehkan dalam Islam dengan syarat keadilan, praktik ini seringkali menguntungkan laki-laki dan memperburuk ketimpangan gender. Dalam keluarga poligami, perempuan sering berada dalam posisi subordinat, yang menyebabkan ketidakadilan dan ketidakseimbangan hak antara laki-laki dan perempuan. Ketimpangan ini sangat terlihat di Indonesia, di mana poligami diatur dalam Undang-Undang Perkawinan, namun perdebatan mengenai dampaknya terhadap hak asasi manusia, khususnya hak perempuan, tetap berlangsung. Meskipun ada aturan hukum, praktik poligami sering mengakibatkan kerugian sosial dan ekonomi bagi perempuan, memperburuk marginalisasi mereka. Artikel ini mengajukan perlunya reformasi hukum dan perubahan sosial untuk mengurangi praktik poligami serta mendorong kesetaraan gender dalam perkawinan. Dengan mengatasi isu-isu ini, diharapkan Indonesia dapat bergerak menuju penghormatan yang lebih besar terhadap hak asasi manusia dan kesetaraan, serta menawarkan pendekatan yang lebih adil dalam struktur perkawinan dan keluarga. Reformasi hukum yang melindungi hak perempuan dalam konteks poligami sangat penting untuk mencapai masyarakat yang seimbang dan adil.
Tingkat Pengetahuan dan Pengalaman Orang Tua di Surabaya Timur tentang Penyakit Atopik Dermatitis pada Anak Woronegoro, Ambarsari; Gerriandi, Aqila Aqhnia Fayza; Al-Faizah, Dinda Elyana; Anrizki, Dio Aden; Sugianto, Michelle Angelina; Ridho, Muhammad Rosyid; Nabila, Mutiara; Cahyaningsih, Toti; Takiya, Trisya Nadita; Pratiwi, Yayan Shanty Ratna; Sukorini, Anila Impian
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.52593

Abstract

Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis yang sering ditemukan pada anak dan memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan pengalaman orang tua mengenai DA pada anak-anak di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling dengan sampelnya adalah orang tua yang memiliki anak berusia 5-12 tahun. Karakteristik responden yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara deskriptif. Dari 100 responden, mayoritas adalah perempuan (85%) dan berusia 20-40 tahun (66%). Sebanyak 13 orang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, mayoritas sebanyak 53 orang (53%) memiliki tingkat pengetahuan yang sedang. Berdasarkan hasil penelitian, hanya 5 orang responden yang anaknya pernah mengalami DA. Dari sebagian besar responden yang mengalami DA, tidak semua memberikan penanganan dan perawatan kulit yang tepat. Mayoritas orang tua di Surabaya Timur memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kurang memadai tentang DA pada anak. Upaya edukasi dan intervensi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mencegah dan mengelola DA, sehingga dapat mengurangi risiko kekambuhan dan dampak negatif pada anak.