Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Sintesis dan Karakteristik Aluminium Sulfat dari Limbah Foil Blister Obat Sari, Mediana Puspita; Fadlilah, Ilma; Prasadi, Oto
METANA Vol 21, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v21i1.66878

Abstract

Limbah foil blister obat merupakan salah satu bahan yang umumnya hanya menjadi sampah bagi masyarakat, padahal limbah aluminium jika berada bebas di lingkungan membutuhkan waktu lebih dari 100 tahun agar dapat terurai. Pemanfaatan kandungan aluminium dalam limbah blister obat menjadi aluminium sulfat merupakan salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pelarut KOH optimal pada sintesis aluminium sulfat dari limbah foil blister obat berdasarkan karakteristik yang dihasilkan. Karakterisasi bahan baku limbah foil blister obat dilakukan dengan menggunakan instrumentasi Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dan menghasilkan kadar Al sebesar 56,67%. Sintesis aluminium sulfat dilakukan melalui proses preparasi bahan baku, proses pelarutan dengan larutan KOH, proses ekstraksi menggunakan H2SO4, proses kristalisasi dan pengeringan. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi larutan KOH 20%, 30%, 40% dan larutan H2SO4 6M. Hasil sintesis aluminium sulfat dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Hasil analisa data menunjukan bahwa aluminium sulfat terbaik diperoleh pada konsentrasi KOH 20% dengan nilai parameter pH, bagian tidak larut dalam air, Fe, Pb dan As telah memenuhi syarat mutu berdasarkan SNI 0032:2011 tentang Aluminium Sulfat. Sedangkan untuk parameter kadar Al2O3 didapatkan hasil sebesar 15,65% dan belum mencapai nilai yang dipersyaratkan yaitu sebesar 17%. Medicine blister foil waste is a material that often becomes waste for the community, therewere aluminium waste if it is free in the environment takes more than 100 years to decompose. Utilization of aluminium content in drug blister waste into aluminium sulfate is one alternative in inorganic waste management. The purpose of this study was to determine the optimal concentration of KOH solvent in the manufacture of aluminium sulfate from pharmaceutical blister foil waste based on the characteristics produced. Characterization of raw materials was carried out using AAS instrumentation and produced an Al content of 56,57%. Aluminium sulfate synthesis was carried out through the process of raw material preparation, dissolution process with KOH solution, extraction process using H2SO4, crystallization and drying. In this study, KOH solution concentrations of 20%, 30%,, 40% and 6M H2SO4 solution. The results of aluminium sulfate were characterized using SEM-EDX. The results of data analysis showed that the best aluminium sulfate coagulant was obtained at a KOH consentration of 20% with pH parameter values, insoluble parts in water, Fe, Pb and As having met the quality requirements based on SNI 0032:2011 about Aluminium Sulfate. Meanwhile, for the Al2O3 content parameter, the results obtained were 15,65%, which has not reached the required value of 17%. The study results indicate that medicine blister foil waste has significant potential as a source of aluminium sulfate, which can serve as an alternative in water treatment.
Sintesis Nanopartikel ZnO-Ag Sebagai Fotokatalis dengan Variasi Suhu Kalsinasi Supriyadi, Aris; Fadlilah, Ilma; Sri Rahayu, Theresia Evila Purwanti
METANA Vol 21, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v21i1.71050

Abstract

Nanopartikel adalah partikel yang memiliki ukuran 1-100 nanometer. Seng oksida dikenal sebagai bahan yang ramah lingkungan dikarenakan kompatibel dengan organisme hidup. Salah satu, cara untuk membuat partikel berukuran nano adalah dengan menggunakan metode sol-gel. Pada penelitian ini, bertujuan untuk mensintesis nanopartikel ZnO-Ag menggunakan metode sol-gel dan mengkaji pengaruh variasi suhu kalsinasi serta mengetahui karakteristik yang dihasilkan. Variabel yang digunakan yaitu variasi suhu kalsinasi yakni 400°C, 500°C dan 600°C. Nano ZnO-Ag yang dihasilkan dianalisis karakteristik morfologinya dan kandungan unsur menggunakan Scanning Electron Microscopy Sinar-x (SEM EDX). Hasil sintesis ZnO-Ag menunjukkan bahwa terjadi perubahan fisik yang dilihat dari segi warna yang tidak terlalu spesifik terhadap ZnO-Ag akibat dari variasi suhu kalsinasi. Hasil uji SEM-EDX menunjukkan bahwa ZnO-Ag menghasilkan morofologi permukaan yang strukturnya tidak merata dan memiliki pori terbuka. Dilihat dari segi ukuran partikel, diketahui bahwa ZnO-Ag dengan suhu kalsinasi 400°C memiliki ukuran partikel paling kecil yaitu 92,17±nm dengan komposisi massa unsur penyusun sebesar Zn 81,6%; O 18,1% dan Ag 0,27%.   Nanoparticles are particles that have a size of 1-100 nanometers. Zinc oxide is known as an environmentally friendly material because it is compatible with living organisms. One way to make nano-sized particles is by using the sol-gel method. In this study, the aim was to synthesize ZnO-Ag nanoparticles using the sol-gel method and to study the effect of variations in calcination temperature and to determine the characteristics produced. The variables used were variations in calcination temperature, namely 400°C, 500°C and 600°C. The resulting ZnO-Ag nanoparticles were analyzed for their morphological characteristics and elemental content using Scanning Electron Microscopy X-rays (SEM EDX). The results of the ZnO-Ag synthesis showed that there were physical changes seen in terms of color that were not very specific to ZnO-Ag due to variations in calcination temperature. The results of the SEM-EDX test showed that ZnO-Ag produced a surface morphology that had an uneven structure and had open pores. In terms of particle size, it is known that ZnO-Ag with a calcination temperature of 400°C has the smallest particle size, namely 92.17±nm with a mass composition of constituent elements of Zn 81.6%; O 18.1% and Ag 0.27%.
Application of Eco-Friendly Activated Carbon from Organic Waste for Polluted River Water Treatment: Kinetic Study and Water Quality Evaluation Mawarni, Mintan; Triwuri, Nurlinda Ayu; Fadlilah, Ilma
Greeners: Journal of Green Engineering for Sustainability Vol 2 No 2 (2025): Journal of Green Engineering for Sustainability
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Universal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63643/jges.v2i2.274

Abstract

River water pollution in Cilacap Regency is caused by industrial activities related to oil refining and river crossing traffic, which generate wastewater containing Total Suspended Solids (TSS), Total Dissolved Solids (TDS), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and heavy metals such as lead. This study aims to evaluate the performance of biomass-based activated carbon—derived from coconut fronds and laban wood sawdust—in river water purification through physicochemical characterization and adsorption kinetics approaches. The activated carbon was characterized according to the Indonesian National Standard (SNI) 06-3730-1995, and its surface area was analyzed using the Brunauer–Emmett–Teller (BET) method. Characterization results for AC-PK 1(100) showed a moisture content of 0.1085%, ash content of 3.05%, iodine adsorption capacity of 571 mg/g, and a surface area of 110.595 m²/g. The adsorption process after 15 minutes demonstrated that the activated carbon was effective in reducing water quality parameters, with the pH reaching neutral (7) and TSS decreasing to 212 mg/L, meeting Class III standards based on Government Regulation No. 82 of 2001. However, the TDS value of 4690 mg/L did not meet the quality standard. Kinetic studies indicated that the first-order reaction model best described the adsorption mechanism, with R² values approaching 1. The adsorption rate constants were 0.0041 min⁻¹ for TSS and 0.0686 min⁻¹ for TDS. These findings suggest the potential application of biomass waste as a raw material for activated carbon in environmentally friendly river water purification technologies.
PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PEMISAH DAGING DAN TULANG IKAN RUCAH PADA KELOMPOK NELAYAN DI CILACAP Fadlilah, Ilma; Shadiq, Zhilal; Tarigan, Roy Aries Permana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i6.11329

Abstract

Kabupaten Cilacap memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar, namun hasil tangkapan ikan tidak hanya terdiri atas jenis-jenis ikan yang diinginkan, tetapi juga terdiri atas jenis ikan-ikan kecil yang kurang diminati oleh pasar atau disebut sebagai ikan rucah. Ikan rucah yang tidak bernilai ekonomis pada umumnya hanya dibiarkan membusuk dan dibuang ke lingkungan. Tujuan utama kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan hasil laut di wilayah Cilacap, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hasil samping tangkapan ikan dan mengurangi jumlah ikan rucah yang terbuang percuma ke lingkungan. Metode pengabdian yang diterapkan untuk menjadi solusi adalah sosialisasi dan penerapan teknologi alat pemisah daging dan tulang ikan rucah. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam penerapan teknologi, sehingga 70% dari masyarakat yang mengikuti kegiatan telah mampu mengoperasikan mesin secara mandiri termasuk dalam aspek keamanan dan perawatan dasar, dan masyarakat telah mampu mengolah ikan rucah dengan kapasitas mencapai 50 kg/jam.
Biokonsentrasi Faktor Logam Berat Timbal (Pb) Dalam Kandungan Ikan di Daerah Pantai Tegal Katilayu Cilacap, Jawa Tengah Nurlinda Ayu; Prasadi, Oto; Fadlilah, Ilma
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 1 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i1.44341

Abstract

Around 143,000 people die every year in developing countries due to exposure to the heavy metal lead (Pb). This, combined with increased heavy metal pollution as a result of increasing industry. Lead can enter the bodies of living creatures through food, drink, air, or through the skin. Fossil fuels, cats, pesticides, soil, toys, car batteries and other sources produce lead. Iron (Fe), Manganese (Mn), Zinc (Zn), Cadmium (Cd), Chromium (Cr), Copper (Cu), Lead (Pb), Nickel (Ni), and Mercury (Hg) are pollutant elements heavy metals originating from industry. These heavy metals can be harmful to human health depending on which part of the body they are most bound to. To determine the bioconcentration factor (BCF) of the heavy metal lead (Pb) in the consumption of fish originating from fishing grounds in Tegal Katilayu Cilacap sea waters. Analysis of lead (Pb) levels in sea water and the bodies of tuna, mackerel and tuna was carried out using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) instrument at the Jendral Soedirman University Laboratory. Meanwhile, sea air pH measurements were carried out directly while still at the Tegalkatilayu Cilacap waters. The sea air pH obtained was still neutral, namely 7.43 and was still in the range (6.5 -8.0). Based on the results of heavy metal tests using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) of Tegalkatilayu sea air, a concentration of 0.236 ppm was obtained, which has passed the maximum quality standard of 0.05 ppm. Meanwhile, test results for the heavy metal lead (Pb) in the body of tuna were 2,291 ppm, tuna 2,892 ppm, and mackerel 0,716 ppm. The degree of acidity (pH) in Tegalkatilayu waters is still within the range (6.5 – 8.0), namely an average pH of 7.34. The lead (Pb) content in sea water was found to be an average of 0.236 ppm, according to the Decree of the Minister of Environment of the Republic of Indonesia No. 51 of 2004 concerning sea water quality standards for port waters has exceeded the maximum limit of 0.05 ppm. Meanwhile, the lead (Pb) content in the body of tuna is 2.291 ppm, tuna is 2.892 ppm, and mackerel is 0.716 ppm. This has resulted in marine air pollution and accumulation of the heavy metal lead (Pb) in fish bodies. The bioconcentration of heavy metal factors contained in the fish's body was found to be <100, which is still in the low category. There needs to be regular monitoring regarding the maximum fish consumption limit for humans per week which has accumulated heavy metals based on body weight, age and gender. Thus, it can reduce the accumulation of the heavy metal lead (Pb) in the human body. Keywords: pH of sea water, bioconcentration of heavy metal factors.
Karakterisasi Material Karbon Aktif Dari Pelepah Nipah (Nypa Fruticans) Dengan Metode Aktivasi Kimia Dwityaningsih, Rosita; Fadlilah, Ilma; Pramita, Ayu
Infotekmesin Vol 15 No 2 (2024): Infotekmesin, Juli 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i2.2332

Abstract

Nypa Palm fronds has a high lignocellulose, so it has potential to be used as activated carbon. In this research, activated carbon will be made from Nypa palm fronds using H3PO4 as activator and heated at high temperature. The aim of this research is to know about characterisation of activated carbon from Nypa palm fronds with H3PO4. Activated carbon from Nypa palm fronds was made by 2 M H3PO4 and the carbon powder siz was 80 mesh. It was found that activated carbon from nipa palm fronds has characteristic that are in accordance with technical activated carbon requiremet of SNI 06-3730-1995. It has water content of 3%, ash content of 7,25%, iodine absorbance 1129.41 milligrams per gram, methylene blue absorbance 123.99 milligrams per gram and contains the functional groups C=C and P-O-P. Additional pores can be seen on the surface of the activated carbon when compared to carbon without activation.
Desalinasi Air Payau Dengan Metode Adsorpsi-Filtrasi Berbasis Material Spirulina Sp, Zeolit Komersial, Dan Karbon Aktif Komersial Kasifya, Elmanna; Triwuri, Nurlinda Ayu; Fadlilah, Ilma
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.69118

Abstract

Air payau merupakan salah satu sumber air yang melimpah dan memiliki potensi untuk diolah menjadi air bersih. Namun air payau tidak dapat langsung digunakan oleh masyrakat karena belum memenuhi syarat untuk hygiene sanitasi. Sebaiknya air payau memerlukan pengolahan untuk mengurangi kadar garam, agar masyarakat dapat memanfaatkan air payau. Salah satunya adalah dengan menggunakan media pengolahan Spirulina Sp, karbon aktif dan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar uji parameter : salinitas, kesadahan, TDS, dan pH pada desalinasi air payau menggunakan 30 liter Spirulina Sp. Mengetahui jenis adsorben yang optimal dan efektivitasnya dengan variasi adsorben karbon aktif 2 kg, zeolit 2 kg dan kombinasi dengan masing-masing adsorben 1 kg. Air payau 10 liter dimasukkan kedalam reactor dan ditambahkan Spirulina Sp cair kemudian disaring dan dilanjutkan dengan adsorpsi- filtrasi menggunakan adsorben dengan waktu kontak 2 jam. Dari hasil penelitian ini volume Spirulina Sp yang paling optimal yaitu S3S (Sampel dengan 30 liter Spirulina Sp). Efektivitas penurunan salinitas  75,71 %, kesadahan 4,54 %, TDS 69,31 %. Dan pH 14,44 %. Adsorben zeolit komersial efektif menurunkan kadar salinitas 76,19 %, kesadahan 11,36 %, pH 14,44%. Adsorben karbon aktif komersial efektif menurunkan kadar TDS yaitu 66,97 %
Karakteristik Fisikokimia Serbuk Tinta Cumi yang Dikeringkan dengan Oven Kristiningsih, Ari; Wittriansyah, Khoeruddin; Sodikin, Jenal; Fadlilah, Ilma
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v18i2.942

Abstract

Tinta cumi merupakan limbah sampingan dari cumi-cumi yang belum termanfaatkan dengan baik. Pemanfaatan tinta cumi masih terbatas pada produk segar, yang mengakibatkannya tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama. Sehingga diperlukan olahan lanjutan untuk memperpanjang masa simpan seperti dijadikan dalam bentuk serbuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisikokimia tinta cumi yang telah diawetkan dalam bentuk serbuk. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan melakukan pengamatan pada serbuk tinta cumi. Pengamatan dilakukan dengan melakukan analisis proksimat, analisis SEM-EDX dan analisis FT-IR. Kandungan lemak dan protein serbuk tinta cumi memiliki nilai lebih rendah dibandingkan dengan bagian tubuh lainya. Analisis SEM-EDX menunjukan bahwa serbuk tinta cumi memiliki bentuk yang tidak beraturan dengan unsur penyusun utama C, N dan O. Hasil analisis FT-IR menunjukan bahwa gugus fungsi yang terdapat di dalam serbuk tinta cumi adalah gugus fungsi fenolik (O-H) dan amina (N-H) yang berpotensi menjadi senyawa antibakteri dan juga antioksidan.Kata Kunci : ABSTRACTSquid ink is a byproduct of squid that has not been utilized properly. Despite its potential, the use of squid ink is still limited to fresh products, which means it cannot be stored for a long time. Therefore, further processing is needed to extend the shelf life, such as making it into powder form. The objective of this study is to determine the physicochemical characteristics of squid ink that has been preserved in powder form. The research method used is exploratory descriptive by observing the squid ink powder. Proximate analysis, SEM-EDX analysis, and FT-IR analysis were carried out to observe the powder. The fat and protein content of squid ink powder is lower compared to other body parts. SEM-EDX analysis shows that squid ink powder has an irregular shape with the main constituent elements of Carbon, Nitrogen, and Oxygen. The results of FT-IR analysis show that squid ink powder contains functional groups of phenolic (O-H) and amine (N-H), which have the potential to be an antibacterial compound and an antioxidant.
ADSORPSI FREE FATTY ACID PADA ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI NaOH Shadiq, Zhilal; Dwityaningsih, Rosita; Fadlilah, Ilma
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 7: Februari 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v19i7.1114

Abstract

Salah satu hasil alam Indonesia yang memiliki nilai produksi dan ekspor yang besar adalah kelapa sawit dengan hasil olahannya berupa minyak sawit mentah (CPO) yang mengandung nutrisi makro dan mikro dengan nilai yang cukup tinggi, sehingga banyak digunakan dalam industri farmasi dan pangan. Keberadaan komponen-komponen yang tidak diinginkan seperti asam lemak bebas (FFA) dapat menyebabkan ketengikan dan menimbulkan aroma yang tidak menyenangkan, sehingga mengakibatkan turunnya kualitas dari CPO tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan metode yang cukup efektif dan bernilai ekonomis untuk menurunkan kadar FFA pada CPO demi menjaga dan meningkatkan kualitasnya. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah dengan cara adsorpsi menggunakan zeolit alam teraktivasi NaOH sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh dari ukuran zeolit alam teraktivasi dan suhu proses adsorpsi terhadap nilai removal FFA dari CPO. Adsorpsi dilakukan secara batch dengan menggunakan adsorben zeolit seberat 25% (b/b) campuran. Zeolit yang digunakan berukuran 150 µm dan 200 µm, dan proses adsorpsi dilakukan pada variasi suhu 25 ℃, 50 ℃, dan 70 ℃. Kemampuan zeolit dalam mengadsorp FFA ditentukan dengan menguji nilai FFA yang tersisa dalam CPO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi FFA oleh zeolit meningkat dengan semakin kecilnya ukuran zeolit dan semakin tingginya suhu pada proses adsorpsi, sehingga nilai removal FFA tertinggi diperoleh dari adsorpsi menggunakan zeolit alam teraktivasi berukuran 150 µm pada suhu 70 ℃ yaitu 57,8%. Kata Kunci: Adsorpsi, Aktiviasi, Asam Lemak Bebas, NaOH, Zeolit Alam
Optimalisasi Koagulan Al2(SO4)3 Dengan Penambahan Flokulan Poliakrilamida pada Pengolahan Limbah Cair Laundry Sari, Desti Atma; Fadlilah, Ilma; Pramita, Ayu
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2025.012.03.3

Abstract

ABSTRAK Limbah cair laundry menjadi salah satu masalah pencemaran lingkungan karena mengandung deterjen, fosfat, surfaktan, dan bahan kimia lain yang berpotensi menurunkan kualitas perairan. Aktivitas ini dilakukan setiap hari sehingga membutuhkan pengolahan secara tepat agar dapat mengurangi beban pencemar di badan air. Salah satu pengolahan limbah cair laundry adalah dengan metode koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan aluminium sulfat dan flokulan poliakrilamida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi flokulan poliakrilamida dan menentukan dosis optimum flokulan terhadap persentase penyisihan kontaminan pada limbah cair laundry. Proses koagulasi-flokulasi limbah cair laundry dilakukan menggunakan metode jar test pada 1000 mL air limbah dengan pengadukan cepat 120 rpm selama 10 menit dan pengadukan lambat 30 rpm selama 20 menit. Dosis koagulan aluminium sulfat yang digunakan sebesar 4 g/L dan variasi dosis flokulan poliakrilamida yang digunakan 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, 0.5, dan 0.6 g/L. Penambahan flokulan poliakrilamida tidak berpengaruh pada perubahan pH karena penurunan pH lebih dipengaruhi oleh penambahan koagulan aluminium sulfat. Persentase penyisihan tertinggi pada parameter TSS, COD, fosfat, dan MBAS diperoleh dengan dosis optimum flokulan sebesar 0.6 g/Ldengan masing-masing persentase penyisihan sebesar 96.52%, 45.65%, -37.23%, dan 88.36%. Kata kunci: Aluminium sulfat, flokulan, limbah cair laundry, poliakrilamida ABSTRACT Laundry wastewater is one of the environmental pollution problems because it contains detergents, phosphates, surfactants, and other chemicals that have the potential to reduce water quality. This activity is carried out every day so it requires proper processing to reduce the pollutant load in water bodies. One of the laundry wastewater treatment methods is the coagulation-flocculation method using aluminum sulfate coagulant and polyacrylamide flocculant. The purpose of this study was to determine the effect of variations in polyacrylamide flocculants and determine the optimum flocculant dosage on the percentage of contaminant removal in laundry wastewater. The coagulation-flocculation process of laundry wastewater was carried out using the jar test method on 1000 mL of wastewater with fast stirring at 120 rpm for 10 minutes and slow stirring at 30 rpm for 20 minutes. The aluminum sulfate coagulant dosage used was 4 g/L and the polyacrylamide flocculant dosage variations used were 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, 0.5, and 0.6 g/L. The addition of polyacrylamide flocculant did not affect the pH change because the decrease in pH was more influenced by the addition of aluminum sulfate coagulant. The highest removal percentages for TSS, COD, phosphate, and MBAS parameters were obtained with an optimum flocculant dose of 0.6 g/L with removal percentages of 96.52%, 45.65%, -37.23%, and 88.36%. Keywords: Aluminum sulfate, flocculant, laundry waste, polyacrylamide