Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ADSORPSI FREE FATTY ACID PADA ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI NaOH Shadiq, Zhilal; Dwityaningsih, Rosita; Fadlilah, Ilma
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 7: Februari 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v19i7.1114

Abstract

Salah satu hasil alam Indonesia yang memiliki nilai produksi dan ekspor yang besar adalah kelapa sawit dengan hasil olahannya berupa minyak sawit mentah (CPO) yang mengandung nutrisi makro dan mikro dengan nilai yang cukup tinggi, sehingga banyak digunakan dalam industri farmasi dan pangan. Keberadaan komponen-komponen yang tidak diinginkan seperti asam lemak bebas (FFA) dapat menyebabkan ketengikan dan menimbulkan aroma yang tidak menyenangkan, sehingga mengakibatkan turunnya kualitas dari CPO tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan metode yang cukup efektif dan bernilai ekonomis untuk menurunkan kadar FFA pada CPO demi menjaga dan meningkatkan kualitasnya. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah dengan cara adsorpsi menggunakan zeolit alam teraktivasi NaOH sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh dari ukuran zeolit alam teraktivasi dan suhu proses adsorpsi terhadap nilai removal FFA dari CPO. Adsorpsi dilakukan secara batch dengan menggunakan adsorben zeolit seberat 25% (b/b) campuran. Zeolit yang digunakan berukuran 150 µm dan 200 µm, dan proses adsorpsi dilakukan pada variasi suhu 25 ℃, 50 ℃, dan 70 ℃. Kemampuan zeolit dalam mengadsorp FFA ditentukan dengan menguji nilai FFA yang tersisa dalam CPO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi FFA oleh zeolit meningkat dengan semakin kecilnya ukuran zeolit dan semakin tingginya suhu pada proses adsorpsi, sehingga nilai removal FFA tertinggi diperoleh dari adsorpsi menggunakan zeolit alam teraktivasi berukuran 150 µm pada suhu 70 ℃ yaitu 57,8%. Kata Kunci: Adsorpsi, Aktiviasi, Asam Lemak Bebas, NaOH, Zeolit Alam
Optimalisasi Koagulan Al2(SO4)3 Dengan Penambahan Flokulan Poliakrilamida pada Pengolahan Limbah Cair Laundry Sari, Desti Atma; Fadlilah, Ilma; Pramita, Ayu
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2025.012.03.3

Abstract

ABSTRAK Limbah cair laundry menjadi salah satu masalah pencemaran lingkungan karena mengandung deterjen, fosfat, surfaktan, dan bahan kimia lain yang berpotensi menurunkan kualitas perairan. Aktivitas ini dilakukan setiap hari sehingga membutuhkan pengolahan secara tepat agar dapat mengurangi beban pencemar di badan air. Salah satu pengolahan limbah cair laundry adalah dengan metode koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan aluminium sulfat dan flokulan poliakrilamida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi flokulan poliakrilamida dan menentukan dosis optimum flokulan terhadap persentase penyisihan kontaminan pada limbah cair laundry. Proses koagulasi-flokulasi limbah cair laundry dilakukan menggunakan metode jar test pada 1000 mL air limbah dengan pengadukan cepat 120 rpm selama 10 menit dan pengadukan lambat 30 rpm selama 20 menit. Dosis koagulan aluminium sulfat yang digunakan sebesar 4 g/L dan variasi dosis flokulan poliakrilamida yang digunakan 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, 0.5, dan 0.6 g/L. Penambahan flokulan poliakrilamida tidak berpengaruh pada perubahan pH karena penurunan pH lebih dipengaruhi oleh penambahan koagulan aluminium sulfat. Persentase penyisihan tertinggi pada parameter TSS, COD, fosfat, dan MBAS diperoleh dengan dosis optimum flokulan sebesar 0.6 g/Ldengan masing-masing persentase penyisihan sebesar 96.52%, 45.65%, -37.23%, dan 88.36%. Kata kunci: Aluminium sulfat, flokulan, limbah cair laundry, poliakrilamida ABSTRACT Laundry wastewater is one of the environmental pollution problems because it contains detergents, phosphates, surfactants, and other chemicals that have the potential to reduce water quality. This activity is carried out every day so it requires proper processing to reduce the pollutant load in water bodies. One of the laundry wastewater treatment methods is the coagulation-flocculation method using aluminum sulfate coagulant and polyacrylamide flocculant. The purpose of this study was to determine the effect of variations in polyacrylamide flocculants and determine the optimum flocculant dosage on the percentage of contaminant removal in laundry wastewater. The coagulation-flocculation process of laundry wastewater was carried out using the jar test method on 1000 mL of wastewater with fast stirring at 120 rpm for 10 minutes and slow stirring at 30 rpm for 20 minutes. The aluminum sulfate coagulant dosage used was 4 g/L and the polyacrylamide flocculant dosage variations used were 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, 0.5, and 0.6 g/L. The addition of polyacrylamide flocculant did not affect the pH change because the decrease in pH was more influenced by the addition of aluminum sulfate coagulant. The highest removal percentages for TSS, COD, phosphate, and MBAS parameters were obtained with an optimum flocculant dose of 0.6 g/L with removal percentages of 96.52%, 45.65%, -37.23%, and 88.36%. Keywords: Aluminum sulfate, flocculant, laundry waste, polyacrylamide
PEMANFAATAN ZEOLIT NaY SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SISA PENGUJIAN CHEMICAL OXIGEN DEMAND (COD) Jayana, Rena; Fadlilah, Ilma; Prasadi, Oto
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.85-96

Abstract

Limbah yang dihasilkan oleh laboratorium kimia yang masih mengandung logam berat yaitu Fe merupakan definisi limbah cair sisa pengujian Chemical Oxygen Demand (COD). Adsorpsi merupakan satu dari beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair tersebut. Zeolit NaY merupakan zeolit sintesis dengan sumber Si dari limbah daun nipah dan sumber Al dari alumunium foil bekas yang digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan logam Fe, Chemical Oxigen Demand (COD),  dan Total Suspended Solid (TDS) dalam limbah cair sisa pengujian COD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu kontak optimum zeolit NaY dalam mengolah limbah cair sisa pengujian COD. Limbah cair yang akan diolah menggunakan zeolit NaY akan dikondisikan pH awal nya di angka 5. Variasi waktu kontak zeolit NaY dengan limbah cair dalam penelitian ini yaitu 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit. Waktu kontak 120 menit dan 150 menit merupakan waktu kontak optimum oleh zeolit NaY yang dapat menyisihkan logam Fe dengan efisiensi sebesar 93,2 %. Parameter COD dapat disisihkan dengan efisiensi sebesar 31,4 % pada waktu kontak 150 menit. Serta parameter TDS dapat disisihkan dengan efisiensi sebesar 75,5 % pada waktu kontak 60 menit.Kata kunci: zeolit NaY, adsorpsi, limbah cair.
Pressure Effect on Turbidity, pH, Lead Content, and Coliform during the Demineralization Process of Brackish Water Camelia Amandasari; Ilma Fadlilah; Rosita Dwityaningsih
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 8 No. 2 (2025): In Progress
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v8i2.17424.103-109

Abstract

Brackish water is a mixture of freshwater and seawater and typically exhibits intermediate physicochemical characteristics. Cilacap City is located in a coastal area, resulting in the mixing of freshwater from river systems with seawater intrusion, thereby producing brackish water with relatively high mineral content. Demineralization is a water purification method that can be applied to treat this type of water or wastewater, producing water with significantly reduced mineral content suitable for various uses. Therefore, this research aimed to investigate the effects of operating pressure on turbidity, pH levels, lead (Pb) concentration, and coliform content during the demineralization of brackish water. This research was carried out from March to June, and the sample of brackish water was obtained from the Northern Cilacap Payau Forest Tour Area. Purification method of demineralization process consists of the filtering of silica sand, zeolite adsorption, membrane filtration, and ion exchange with anion resin and cation resin repeatedly. The best result obtained was a pressure of 10 psi with a pH level of 5.9, decreasing turbidity of 90.81%, lead level content of 28.125%, and coliform bacteria of 55.49%