Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN PRE – EKLAMSI PADA IBU HAMIL DI RSUD KODYA SEMARANG TAHUN 2008 Sri Wahyuning dan Taryunah, Rinayati,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortality of high pregnant mother in Indonesia, one of it`s cause is pre eklamsi. Pre-Eklamsi there is relation with age, in RSUD Kodya Semarang of year 2008 there are 40 mother of pregnancy experiencing of Pre-Eklamsi. Intention of this research to know relation/link of age of mother with occurence of Pre-Eklamsi of at pregnant mother in RSUD Kodya Semarang of year 2008. Method used by is study of correlation with approach of study restropektif. Population as much 40 people. Sample used by is totalizeing to from other side. use of Data use data of sekunder by filling cek-list. Analyse relation/link 2 variable use chi-square with level of significan 5 %. Result of research show most mother of pregnancy experiencing of pre-eklamsi of group of age which have risk < 20 and > 35 year ) as much 22 responder ( 55 ) and pursuant to test of stastitic of where counting/calculating = 47,763 > tables of = 3,841, by level is signifikan 5% and dk = 1, Value of correlation coefficient show Is ha accepted and Ho refused. Becoming there is relation/link of age of mother with occurence of pre-eklamsi of pregnant mother in RSUD Kodya Semarang of year 2008. Keywords : Mother Age, pre-eklamsi
GAMBARAN PENINGKATAN STRATA POSYANDU RW XII KELURAHAN KALIPANCUR KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG E, Ambar Dwi; Yati, Rina; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.107 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.66

Abstract

Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini.Tujuan posyandu adalah Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil, melahirkan dan nifas). Karena dalam kegiatan posyandu dapat ditemukan kejadian ? kejadian luar biasa yang berkontribusi terhadap? kesakitan dan akhirnya angka kematian.Cakuan kehadiran peserta posyandu RW XII Kelurahan Kalipancur masih rendah yaitu 28 ? 35 % dan belum ada program tambahan posyandu sehingga dapat dikatakan strata posyandu di RX II Kelurahan Kalipancur masih dikatakan Pratama.Untuk meningkatkan strata strata posyandu di RW XII Kelurahan Kalipancur dari pratama menjadi Madya dengan cara meningkatkan cakupan kedatangan peserta posyandu balita di RW XII Kelurahan Kalipancur dan melatih kader tentang program tambahan posyandu yang disepakati.Kata Kunci: Posyandu, stara
IbiKK Jasa Pengantaran ASI dan Tempat Penitipan Anak Widya Husada Erawati, Ambar Dwi; Yati, Rina; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.566 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.95

Abstract

IbiKK Jasa Pengantaran ASI dan TPA STIKES Widya Husada berada di sebuah rumah yang ada di depan kampus STIKES Widya Husada? Jl. Subali Utara no 4 Kegiatan tersebut diresmikan pada tanggal 10 Juni 2014. Rumah tersebut merupakan rumah yang kami kontrak untuk kegiatan tersebut. Kegiatannya berupa penerimaan Jasa Pengantaran ASI dan Tempat Penitipan Anak. Kegiatan tersebut sementara memiliki 1 pengasuh. Mengingat kegiatan tersebut baru berjalan tiga bulan sehingga belum mempunyai konsumen tetap. Sementara konsumen berasal dari dosen STIKES Widya Husada yang sifatnya hanya sementara. Kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk kelancaran tersebut adalah Pembelanjaan barang perlengkapan yang kami gunakan untukkebutuhan dan oprasional harian kegiatan tersebut. Peresmian kegiatan dimana peresmian mengundang karyawan di lingkungan STIKES Widya Husada dan para Ketua RW di Wilayah Kegiatan tersebut.? Pemasaran yang kami lakukan dengan memasarkan di lingkungan STIKES Widya Husada, dilingkungan Kelurahan Krapyak dan memasang 1 MMT.Kata Kunci : IbiKK, Jasa Pengantaran ASI, TPA
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) OLEH BIDAN DI KABUPATEN BATANG Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.485 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.96

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, dan ini merupakan suatu masalah kesehatan yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2009 AKI di Indonesia adalah 227 per 100.000 Kelahiran Hidup.? Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 AKI di Jawa Tengah adalah 116,01 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir terus meningkat, angkanya masih berada diatas rata rata Jawa Tengah dan target MDG,s. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses kepelayanan kesehatan ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu. Persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan upaya pemerintah berupa program Jampersal . di Kabupaten Batang program Jampersal program jampersal dimulai sejak tahun 2011, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Jampersal. Namun sebagai program yang masih baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Sehingga diperlukan evaluasi? pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) oleh bidan di Kabupaten Batang Tujuan? penelitian ini adalah agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan referensi dalam pengambilan keputusan untuk penyempurnaan pelaksanaan program jampersal di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Target khusus dari penelitian ini adalah didapatkanya gambaran motivasi bidan dalam melaksanakan program jampersal, pelayanan jampersal yang idberikan oelh bidan dan cakupan pelayanan jampersal oleh bidan di Kabupaten Batang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam . Subyek penelitian adalah sebanyak 24 orang yang diambil secara purposive. Informan utama adalah bidan dan informan triangulasi kepala seksi KIA, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan ibu yang mendapatkan pelayanan jampersal . Data diolah dengan? content anaysis. Motivasi bidan dari faktor internal : karena membantu proses persalinan ibu, menolong agar ibu bersalin kefasilitas kesehatan, faktor eksternal karena program pemerintah dan sudah ditugaskan agar bidan melaksanakan program jampersal, meningkatkan cakupan KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan jampersal yang diberikan oleh bidan adalah periksa kehamilan 4 kali, persalinan, rujukan kadang tidk mengurus klaim, nifas 2 -3 kali, pelayanan KB susah dilaksanakan karena harus nunggu 40 hari, sedangkan ibu nifas belum selapan belum boleh keluar rumah. Cakupan pelayanan KIA dengan program jampersal meningkat semua, yang tidak meningkat disebabkan karena ibu pindah wilayah, dan mutasi bidan sehingga tidak ada serah terima dari bidan lama. Saran kepada bidan agar? memberikan informasi program jampersal kepada ibu hamil dan keluarga dan menjelaskan apa saja yang didapatkan agar masyarakat tidak menganngap gratis tetapi masih ada pengutan. Kata Kunci : Evaluasi, Jampersal, BidanAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, dan ini merupakan suatu masalah kesehatan yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2009 AKI di Indonesia adalah 227 per 100.000 Kelahiran Hidup.? Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 AKI di Jawa Tengah adalah 116,01 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir terus meningkat, angkanya masih berada diatas rata rata Jawa Tengah dan target MDG,s. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses kepelayanan kesehatan ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu. Persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan upaya pemerintah berupa program Jampersal . di Kabupaten Batang program Jampersal program jampersal dimulai sejak tahun 2011, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Jampersal. Namun sebagai program yang masih baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Sehingga diperlukan evaluasi? pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) oleh bidan di Kabupaten Batang Tujuan? penelitian ini adalah agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan referensi dalam pengambilan keputusan untuk penyempurnaan pelaksanaan program jampersal di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Target khusus dari penelitian ini adalah didapatkanya gambaran motivasi bidan dalam melaksanakan program jampersal, pelayanan jampersal yang idberikan oelh bidan dan cakupan pelayanan jampersal oleh bidan di Kabupaten Batang.ISSN 20868510?Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam . Subyek penelitian adalah sebanyak 24 orang yang diambil secara purposive. Informan utama adalah bidan dan informan triangulasi kepala seksi KIA, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan ibu yang mendapatkan pelayanan jampersal . Data diolah dengan? content anaysis. Motivasi bidan dari faktor internal : karena membantu proses persalinan ibu, menolong agar ibu bersalin kefasilitas kesehatan, faktor eksternal karena program pemerintah dan sudah ditugaskan agar bidan melaksanakan program jampersal, meningkatkan cakupan KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan jampersal yang diberikan oleh bidan adalah periksa kehamilan 4 kali, persalinan, rujukan kadang tidk mengurus klaim, nifas 2 -3 kali, pelayanan KB susah dilaksanakan karena harus nunggu 40 hari, sedangkan ibu nifas belum selapan belum boleh keluar rumah. Cakupan pelayanan KIA dengan program jampersal meningkat semua, yang tidak meningkat disebabkan karena ibu pindah wilayah, dan mutasi bidan sehingga tidak ada serah terima dari bidan lama. Saran kepada bidan agar? memberikan informasi program jampersal kepada ibu hamil dan keluarga dan menjelaskan apa saja yang didapatkan agar masyarakat tidak menganngap gratis tetapi masih ada pengutan. Kata Kunci : Evaluasi, Jampersal, Bidan
PELAKSANAAN PENGASUHAN BALITA PENGANTARAN ASI DI TPA (TEMPAT PENITIPAN ANAK ) DAN JASA PENGANTARAN ASI Dwi Erawati, Ambar; yati, Rina; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.366 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i2.8

Abstract

TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada berdiri semenjak tahun 2014 dengan dana dari Dikti. Penggunaan jasa dalam penitipan anak di TPA Widya Husada rata ? rata 9 anak dalam satu hari dan penggunaan jasa pengantaran ASI di Jasa Antaran ASI Widya Husada belum ada pelanggan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada dan sebagai bahan evaluasi kegiatan. Penelitan ini adalah kualitatif dengan Obyek penelitian ini adalah Pelaksanaan kegiatan TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada. Pelaksanaan pengasuhan di TPA Widya Husada hanya memberikan pengasuhan saja tiadak ada unsur pendidikan. Pengasuhan pada TPA Widya Husada berjenis fullday karena pengasuhan dimulai pada pukul07. 00 hingga pukul 16.00 Faktor pendukung TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada adalah letak, harga, pengasuh, kebersihan. Faktor penghambat TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada adalah Fasilitas, Media sosial. Kata Kunci : Jasa Pengantaran ASI, TPA
HUBUNGAN FREKUENSI MENONTON VIDEO POSISI PERSALINAN DENGAN PILIHAN POSISI MENERAN PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS PONED KABUPATEN SEMARANG Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.206

Abstract

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah  tahun 2015 AKI di Jawa Tengah adalah 111,16 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini jauh dari target  MDG,s (Millenium Development Goals), yaitu AKI pada tahun 2015, 102 per 100.000 kelahiran  hidup. Sebagian besar kematian ibu disebabkan oleh penyebab langsung, yaitu hipertensi dalam kehamilan (28%), perdarahan (13%), infeksi (2%) dan lain lain sebesar (57%). Robekan perineum  dapat mengakibatkan perdarahan pada ibu bersalin,  dan setelah dilakukan penjahitan perineum apabila perawatan masa nifas tidak adekuat dapat mengakibatkan infeksi pada perineum dan bahkan sampai infeksi panggul. (Balitbang Kemenkes RI, Riskesdas, 2013). Robekan perineum dapat dicegah dengan memberikan pengetahuan kesehatan kepada ibu bersalin mengenai posisi mengejan yang benar, dan teknik relaksasi selama persalinan. Selama ini pemberian pengetahuan kepada ibu bersalin hanya lisan,  sehingga tingkat pemahaman ibu menjadi belum optimal. Sehingga diperlukan adanya alternative lain dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu bersalin. Seperti penggunan media video posisi persalinan dan teknik relaksasi selama proses persalinan. Tujuan jangka panjang  penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi menonton video posisi persalinan dengan rupture perineum pada ibu bersalin. Target khusus dari penelitian ini adalah dihasilkannya  video posisi persalinan.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan survey analitik. Penelitian ini dilakukan pada Mei 2017 di Puskesmas PONED Kabupaten Semarang dengan populasi seluruh ibu 27.dan seluruhnya menjadi sempel penelitian.  Variabel bebas penelitian adalah frekuensi menonton video posisi persalinan  dan variabel terikat penelitian adalah rupture perineum ibu bersalin Hasil uji korelasi spearman rank  menunjukkan  ada hubungan yang bermakna antara frekuensi menonton video posisi mengejan selama persalinan dengan posisi mengejan pada ibu bersalin di puskesmas PONED  wilayah  Kabupaten Semarang ( p = 0,035 dan nilai r = 0,408).Saran bagi tenaga kesehatan untuk mengembangkan media promosi bagi ibu hamil bersalin dan nifas agar pengetahuan, sikap dan perilaku ibu terhadap kehamilan persalinan dan nifas meningkat sehingga angka kesakitan dan kematian menurunKata Kunci : Video, Posisi Persalinan, Ibu bersalin AbstrackPerineal tears can be prevented by providing maternal health knowledge about the correct pushing position, and relaxation techniques during labor. So far, the provision of knowledge to mothers has only been oral, so that the level of understanding of mothers has not been optimal. So that other alternatives are needed in providing health education to maternity. Such as the use of video media in the position of labor and relaxation techniques during laborThe aim of this study was to determine the relationship between the frequency of watching the position of labor videos with perineal rupture in maternityThis type of research is observational with an analytical survey approach. This study was conducted in May 2017 at PONED Community Health Center Semarang Regency with a population of all 27 mothers and all of them became research samples. The independent variable of the study was the frequency of watching the position of labor videos and the dependent variable of the study was maternal perineal rupture. The results of the Spearman rank correlation test showed a significant correlation between the frequency of watching video straining positions during labor with maternal positions at PONED Puskesmas Semarang Regency (p = 0.035 and the value of r = 0.408)Suggestions for health workers to develop promotional media for pregnant and postpartum pregnant women so that the knowledge, attitudes and behaviors of mothers regarding pregnancy and childbirth increase so that the morbidity and mortality rates decreas Keywords: Video, Position of Labor, Maternity
GAMBARAN PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MIROTO KOTA SEMARANG Yati, Rina; Mariyana, W.; Pangestika, D. W.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.079 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i1.81

Abstract

Angka kematian maternal merupakan indikator yang mencerminkan status kesehatan ibu. Di Jawa Tengah, tahun 2011 angka kematian ibu sebesar 116,01 per 100.000 kelahiran hidup.Di Kota Semarang tahun 2011 terdapat 119,9 per 100.000 kelahiran hidup. P4K dengan Stiker adalah merupakan kegiatan yang di fasilitasi oleh bidan khususnya, dalam rangka peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi bag iibu hamil. Berdasarkan stud ipendahuluan, dari data bulan Januari sampai Desember 2011 cakupan PWS-KIA di Puskesmas Miroto masih belum mencapai target 95% yaitu sebesar 72,28%. Deteksi dini kehamilan risiko tinggi antara lain KEK sebesar 15 orang (12,40%) preeklamsi 4 orang (3,30%) dengan 1 ibu meninggal, perdarahan 4 orang (3,30%) dan lain-lain sebesar 31 orang (25,62%). Dan kasus rujukan ke Rumah Sakit sebanyak 7 orang (5,78%).?Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan cross? sectional?.Populasinya semua ibu hamil yang berjumlah 214, sampel ditentukan dengan accidental sebanyak 68 sampel,instrumennya adalah kuesioner.??Hasil penelitian dari 68 responden, didapatkan ibu hamil sebagian besar sudah merencanakan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi pada Ibu Hamil.Saran bagi petugas kesehatan dapatmeningkatkancakupanpelayanankesehatandengancarapenyuluhan, khususnya tentang persiapan persalinan dan pencegahan komplikas idengan menekankan pada perencanaan calon pendonor darah dan sarana transportasi persalinan, bagi peneliti dapat mencari faktor lain yang dapa tmempengaruhi gambaran perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, bagi institusi pendidikan dijadikan referensi kepustakaan bagi Prodi D III Kebidanan.?Katakunci : Gambaran,PerencanaanPersalinandanPencegahan Komplikasi, Ibu Hamil
PENGARUH PERSEPSI MUTU PROSES PEMBELAJARAN KELAS TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DI PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG TAHUN 2012 Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.016 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i2.72

Abstract

Pendidikan DIII Kebidanan dalam menyelenggarakan pendidikan berorientasi kepada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan profesi dan penyusunannya mengaju kepada kompentensi inti bidan di Indonesia. Berdasarkan kompetensi tersebut maka diharapkan lulusan pendidikan diploma kebidanan mengusai ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan dan sikap serta perilaku bidan profesional. Untuk dapat menghasilkan tenaga bidan yang mempunyai kompetensi yang sesuai dengan yang diharapkan tersebut maka sangatlah dibutuhkan pengelolaan pendidikan yang bermutu. Pengelolaan pendidikan yang bermutu memberikan kepuasan kepada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survey analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket menggunakan kuesioner terstruktur. Populasi adalah seluruh mahasiswa D3 Kebidanan STIKES Widya Husada (320) pengambilan sampel dengan teknik non proportionale random sampling. (178). Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, Analisis bivariat menggunakan tabulasi silang, chi square sedangkan analisis multivariat? menggunakan multiple regresi logistic. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki persepsi mutu proses pembelajaran dimensi kehandalan (57,86%), ketanggapan (50%), kepastian (67,41%), empati (50,56) baik. Namun dalam hal dimensi wujud (55,05%) menyatakan tidak baik, kepuasan mahasiswa (60,11%) baik. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya hubungan signifikan antara ?kehandalan (p=0,001), ketanggapan (p=0,001), kepastian (p=0,006), empati (p=0,002), wujud (p=0,0001) dengan kepuasan mahasiswa. Hasil multivariat menunjukan bahwa persepsi mutu dimensi wujud yang memiliki pengaruh paling besar pada kepuasan mahasiswa.Direkomendasikan pada STIKES Widya Husada untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran dari lima aspek dimensi mutu? terutama dalam aspek wujud fisik. berupa luas ruangan, kebersihan, kelengkapan alat laboratorium,kerapian ruangan kelas dan laboratorium serta kesejukan ruangan.?Kata Kunci : kepuasan mahasiswa, proses pembelajaran, mutu pembelajaran
HUBUNGAN ANEMIA, USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSUD DR.H.SOEWONDO KENDAL wahyuning, Sri; yati, Rina; Dwi Erawati, Ambar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.544 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i2.14

Abstract

ngka emaian ayi? di ndnesia masi inggi dan elm mencapai arge s an? Salah satu penyebab utama kematian bayi adalah prematurtas (BBLR) dan Infeksi. Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dan lebih sering di negara berkembang. Penyebab BBLR secara umum multifaktorial sehingga kadang mengalami kesulitan untuk melakukan tindakan pencegahan. Di RSUD dr.H.Soewondo Kendal pada tahun 2014 terdapat 634 kasus BBLR dan 66 (10,41%) diantaranya meningggal.? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia, usia dan paritas ibu dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan studi kasus control (case control study) dengan pendekatan retrospektif. Sampel dihitung menggunakan rumus lemeshow (1990) dan mengambil OR pada faktor risiko penelitian terdahulu, diperoleh besar sampel 68. Dengan menggunakan perbandingan kasus dengan kontrol 1:1 diperlukan jumlah sampel sebanyak 136. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berbentuk ceklis dengan melihat data sekunder dari rekam medis RSUD dr.H.Soewondo Kendal. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate Hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan Chi Square dengan taraf signifikansi 5 % diperoleh asil ada ngan yang signiikan anara amia dengan? dengan nilai? seesar? ada ngan yang signiikan anara ariael sia dengan keadian? dengan nilap? seesar? dan tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel parias dengan keadian? dengan nilap? seesar 0,189. Disarankan petugas kesehatan lebih aktif dalam memberikan pengetahuan terhadap ibu hamil tentang pertumbuhan dan perkembangan janin serta faktoe-faktor yang mempengaruhinya serta memonitor apakah ibu hamil mengkonsumsi tablet fe sesuai kebutuhan dengan cara yang benar untuk mengurangi resiko BBLR. ?Kata kunci? : Anemia, Usia, Paritan dan Kejadian BBLR
IBM PENDAMPINGAN IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PUSKESMAS MANGKANG yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri; Jamil, Masfufatun; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.319 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.38

Abstract

AKI di Jawa Tengah tahun 2012 berdasarkan laporan dari Kabupaten atau Kota sebesar 116,34 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan kasusnya sendiri mencapai 675 kasus, jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada tahun 2011, AKI hanya 668 kasus. Penyebab kematian ibu ada 2 yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Pada penyebab langsung antara lain adalah preeklamsia berat / eklamsia, perdarahan,dan infeksi.Kejadian kematian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar 48,65%, kemudian pada waktu ibu hamil sebesar 25,75% dan pada waktu persalinan sebesar 25,60%. Penyebab tersebut dapat dicegah sebelumnya dengan program program ANC, Kelas Ibu Hamil, Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Stiker, dan deteksi dini resiko tinggi melalui pendampingan Ibu hamil Resiko Tinggi.Angka kematian ibu di Kota Semarang dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 menunukan trend yang meningkat, dari 22 kasus menjasi d9 kasus dan tahun 2014 meningkat menjadi 33 kasus, sedangkan di tahun 2014 Puskesmas Mangkang ikut memberikan kontribusi ibu meninggal sebesar 2 kasus dari 33 kasus di Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan menurunkan kematian ibu melaksanakaan program pendampingan ibu hamil resiko tinggi, bidan di puskesmas mangkang memiliki tugas di poli KIA, RB dan posyandu dan kunjungan ibu hamil resiko tinggi. Jumlah ibu hamil risti di wilayah puskesmas mangkang ada 38 ibu hamil Kata Kunci: IBM, Ibu hamil, Resiko Tinggi