Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUKASI NONFORMAL

Pentingnya mengembangkan keterampilan mendengarkan efektif dalam konseling Yenti Arsini; Zachra Aulia; Tara Latifah Nur Qulby; Dewi Purnama Sari
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective communication skills are crucial in counseling sessions as they play a pivotal role in facilitating the success of counseling. Among the fundamental skills required in counseling, listening skills stand out. These skills enable counselors to not only comprehend and interpret the messages conveyed by those they counsel but also respond appropriately. This, in turn, fosters trust, comfort, and support, encouraging individuals to open up about their challenges. Furthermore, effective listening is instrumental in demonstrating empathy during the counseling process. However, in practice, there are several potential obstacles to listening, such as preconceived notions about clients, anticipating their words instead of truly hearing them, being preoccupied with one's own thoughts, personal issues, strong emotional reactions, or distractions like office noise or hunger. Within the realm of counseling skills, honing the ability to listen effectively is of paramount importance and serves as a foundational skill to nurture throughout the counseling relationship, ultimately enhancing empathy and ensuring appropriate responses.
Konseling Individual Menggunakan Pendekatan Behavioristik Dengan Teknik Modelling Untuk Membantu Mengatasi Kenakalan Pada Remaja Dwi Agustia Kurnianingsih; Fakhirah Batubara; Wahyu Indah Sari; Yenti Arsini
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang dapat digambarkan sebagai masa peralihan, yaitu peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap perkembangan lainnya. Pada usia ini remaja mengembangkan ciri-ciri kepribadian, sikap dan perilaku yang selalu ingin tahu, bersemangat untuk merasakan dan mencoba hal-hal yang belum dilakukannya. Dalam penelitian ini digunakan metode tinjauan pustaka atau literatur review. Kajian studi literatur diambil dari berbagai sumber, antara lain majalah, buku, jurnal , internet, dan perpustakaan. Jenis penulisan yang digunakan adalah tinjauan pustaka yang berfokus pada penulisan temuan terkait topik penulisan.Teknik modeling ini berguna dalam konseling individu tentang kenakalan remaja karena ketika anak menginjak usia remaja, mereka akan lebih mudah menirunya. Keberhasilan teknik modeling terletak pada kemampuannya membantu siswa menghilangkan pikiran dan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain serta menggantinya dengan yang positif
Pengembangan Program Teknik Konseling Empati untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial pada Siswa Yenti Arsini; Yola Noperiyanti; Destya Aulia; Syahvira Rachman
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai makhluk sosial, siswa harus saling mendukung dalam berinteraksi dengan orang lain. Salah satu cara mereka dapat melakukan hal ini adalah dengan menunjukkan sikap prososial, yang akan membina hubungan positif dengan teman sebaya. Penelitian ini akan memanfaatkan layanan bimbingan kelompok yang merupakan salah satu jenis bimbingan dan konseling dalam upaya meningkatkan sikap prososial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan model bimbingan kelompok yang berguna untuk menumbuhkan sikap prososial pada siswa. Purposive sampling digunakan untuk menentukan populasi penelitian yaitu seluruh siswa pada satu sekolah, dengan desain quasi eksperimen dua kelompok pretest-posttest pada siswa SMA. Instrumen untuk pengumpulan data prososial digunakan. Uji statistik Independent Sample T-Test digunakan dalam teknik analisis data untuk menguji data prososial siswa baik sebelum maupun sesudah penerapan model bimbingan kelompok.
Penggunaan Keterampilan Refleksi dalam Meningkatkan Hubungan Konselor-Klien Indri Ariani; Raisya Nafilah Lubis; Salsabila Henrita Sari; Yenti Arsini
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan refleksi adalah kemampuan keterampilan untuk memantulkan kembali kepada konseli tentang perasaan, pikiran dan pengalaman konseli sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non-verbalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan keterampilan refleksi dalam meningkatkan hubungan konselor-klien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang di laksanakan dengan cara membaca, menelaah dan mencatat berbagi literatur atau bahan bacaan yang sesuai dengan pokok bahasan, kemudian disaring dan dituangkan dalam kerangka pemikiran secara teoritis. Merefleksi klien merupakan suatu teknik yang ampuh, karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada klien. Esensi dari keterampilan ini adalah untuk mendorong dan merangsang klien agar dapat mengekspresikan bagaimana perasaan tentang situasi yang sedang dialami. Ada tiga jenis refleksi (1) Refleksi Perasaan (Refleksi Pikiran (3) Refleksi Pengalaman. Teknik ini dapat meningkatkan hubungan konselor-klien dengan cara membantu klien untuk lebih memahami dirinya sendiri dan mengembangkan kesadaran diri. Teknik refleksi dapat membantu konselor untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan klien, karena konselor menunjukkan bahwa ia benar-benar memahami perasaan dan pengalaman klien.