Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI MELALUI PERMAINAN INCREASED NUTRITION KNOWLEDGE THROUGH GAMES Utami Dewi, Nikmah; Ayu Hartini, Diah; Indah Jayadi, Yusma; Rahman, Abd.
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.591 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i1.59

Abstract

Program pendidikan kesehatan dan gizi pada anak sekolah merupakan salah satu cara untuk menerapkan intervensi kesehatan global secara sederhana dan efektif untuk memperoleh pendidikan yang lebih luas. Edukasi gizi melalui permainan merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang pentingnya gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan gizi melalui edukasi dalam bentuk permainan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan randomizedpre-post test design. Responden terdiri atas siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mendapatkan edukasi gizi melalui permainan menunjukkan peningkatan pengetahuan di tiga sekolah, sedangkan satu sekolah lainnya tidak terjadi peningkatan pengetahuan. Hal ini disebabkan oleh waktu penyuluhan yang kurang tepat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK CYCLOFEM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA Rahman, Abd.; Rahman, Nurdin; Zulaikha, Nurratri
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.042 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i3.77

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk dalam mengatasi pertumbuhan penduduk dengan tujuan mencegah kehamilan. Salah satu masalah kesehatan masyarakat tersebut juga terjadi di negara berkembang seperti di Indonesia. Penggunaan kontrasepsi suntik Cyclofem di Puskesmas Sangurara yang paling banyak yang menggunakan kontrasepsi suntik Cyclofem dibandingkan kontrasepsi lainnya. Data Dinkes Kota Palu Tahun 2017, penggunaan metode kontrasepsi suntik Cyclofem di wilayah kerja Puskesmas Sangurara yang tertinggi yaitu 45,2%. Tingginya penggunaan kontrasepsi suntik Cyclofem dipengaruhi beberapa faktor seperti paritas, pengetahuan serta dukungan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi suntik Cyclofem di wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah PUS yang menggunakan KB aktif. Sampel sebanyak 107 responden, Pengambilan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil uji chi-square menunjukkan pengetahuan (p = 0,002), paritas (p = 0,026), dukungan pasangan (p = 0,013). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan paritas, pengetahuan dan dukungan pasangan dalam penggunaan kontrasepsi suntik Cyclofem di wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Diharapkan tindakan dan keterampilan profesional petugas kesehatan wilayah kerja Puskesmas Sangurara yang lebih kompleks agar memberikan penyuluhan dan promosi kepada masyarakat terutama pasangan usia subur (PUS) tentang alat kontrasepsi suntik.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) ANUTAPURA PALU Fahira Nur, A.; Rahman, Abd.; Kurniawan, Herman
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.458 KB) | DOI: 10.22487/htj.v5i1.109

Abstract

Perdarahan postpartum adalah perdarahan atau hilangnya darah 500 cc atau lebih yang terjadi setelah anak lahir. Perdarahan postpartum merupakan penyebab tak terduga dan penyebab tercepat kematian ibu di seluruh dunia. Di Indonesia setiap tahunnya paling sedikit 128.000 perempuan mengalami perdarahan postpartum sampai meninggal. Data Dinkes Kota Palu tahun 2016 bahwa penyebab kematian ibu dikarenakan perdarahan postpartum 63,63%. Data rekam medik RSU (rumah sakit umum) Anutapura Palu, menunjukkan bahwa angka perdarahan postpartum pada tahun 2015-2017 mengalami peningkatan dan masih menjadi penyebab kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian perdarahan postpartum di RSU Anutapura Palu. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan case control. Subjek kasus adalah Ibu yang mengalami perdarahan postpartum dan kontrol adalah Ibu yang tidak mengalami perdarahan postpartum. Sampel kasus 64 dan kontrol 192 dengan matching kehamilan tunggal. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sumber data menggunakan data sekunder yaitu rekam medik 2017. Analisis data menggunakan uji odd ratio, hasil penelitian menunjukkan bahwa umur ibu (OR=2,138 dan CI=1,161-3,935), paritas (OR=4,526 dan CI=2,312-8,860), jarak kehamilan (OR=6,943dan CI=3,494-13,796), penghasilan keluarga (OR=6,548 dan CI=3,344-12,821) dan riwayat perdarahan (OR=7,725dan CI=-3,927-15,195) merupakan faktor risiko kejadian perdarahan postpartum di RSU Anutapura Palu. Dengan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit terutama dalam hal kebijakan program pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemberian pelatihan seperti asuhan persalinan dengan komplikasi dan resusitasi bayi baru lahir, serta perhatian sarana dan prasarana, maka tenaga kesehatan dapat menangani ibu bersalin dengan komplikasi kehamilan.
PERILAKU REMAJA TERKAIT PESAN BAHAYA PADA PEMBUNGKUS ROKOK DI SMP NEGERI 5 PALU Inar, Inar; Herman, Herman; Rahman, Abd
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.562 KB) | DOI: 10.22487/htj.v5i2.118

Abstract

Studi di berbagai Negara membuktikan bahwa peringatan kesehatan berbentuk gambar adalah efektif untuk meningkatkan kesadaran perokok dan bukan perokok akan bahaya merokok bagi kesehatan. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 rerata perokok saat ini di Indonesia adalah 28,8%. Data di Kota Palu, didapatkan data perokok Pada tahun 2013 siswa smp di kota palu dari 6.779 didapatkan 69,70% merokok. Berdasarkan data yang diperoleh dari SMP Negeri 5 Palu, pada tahun 2014 dari 210 siswa laki-laki terdapat 77 siswa (36%) yang merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku siswa dalam menanggapi pesan bahaya rokok pada pembungkus rokok di SMP Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Informan penelitian sebanyak 10 orang yang ditentukan dengan teknik snowball. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan sudah cukup baik mengenai pesan bahaya rokok. Sikap terdahap pesan bahaya pada pembungkus rokok negatif karena menimbulkan rasa takut tetapi belum mengubah sikap siswa karena belum merasakan dampak yang dirasakan dari kebiasaan merokok. Lingkungan fisik tempat kebiasaan siswa mengkonsumsi rokok yaitu wc, kantin, samping musollah, dan pinggir jalan. Dukungan guru BP masih belum maksimal karena masih terdapat beberapa guru yang merokok di lingkungan sekolahyang menjadi panutan perilaku mereka untuk merokok. Tindakan siswa mengenai pesan bahaya mengatakan tetap merokok walaupun mereka sudah mengetahui bahaya rokok karena dapat menimbulkan rasa nyaman. Diharapkan pihak sekolah mengeluarkan peraturan larangan merokok bagi siswa dan guru sesuai dengan peraturan pemerintah terkait larangan merokok di lingkungan sekolah
KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL SEBAGAI DAMPAK PANDEMI COVID-19 : KAJIAN LITERATUR Rahman, Abd; Urbayatun, Siti
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.054 KB) | DOI: 10.22487/htj.v7i2.161

Abstract

Latar Belakang : Penyebaran penyakit covid-19 merupakan ancaman signifikan bagi kesehatan mental ibu hamil. Dalam beberapa studi ibu hamil mengalami peningkatan gangguan kesehatan mental selama pandemi. Penelitian sebelumnya enemukan bahwa sebagian besar ibu hamil melaporkan gejala psikologis sedang sampai berat (kecemasan, stress dan depresi). Beberapa hal yang berkaitan dengan meningkatnya faktor risiko kecemasan dan depresi selama pandemi covid-19, disebabkan oleh kehamilan primipara, wanita hamil pada usia muda, pendapatan yang rendah, status pekerjaan. Metode : Tinjauan literatur dengan pencarian beberapa jurnal sesuai dengan kriteria seleksi melalui situs-situs jurnal seperti Sciencedirect, Springerlink, Cambridge, Oxford jurnal, dan Proquest dengan memasukan kata kunci : “mental health AND women pregnancy”, “depression AND women pregnancy AND pandemic COVID-19”, pregnancy AND mental health”, “effect pandemic COVID-19 AND women pregnancy”. Hasil : Total artikel yang digunakan untuk dianalisa sejumlah 37 artikel yang memenuhi kriteria seleksi. Kesimpulan : Hasil temuan literatur terhadap dampak pandemi dimana sebagian besar di setiap negara terjadi peningkatan kecemasan, stress dan depresi pada ibu hamil. Status pekerjaan, beban ekonomi dan dukungan sosial yang kurang menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan mental.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBARANA KECAMATAN POSO PESISIR UTARA KABUPATEN POSO Muh Ryman Napirah; Abd Rahman; Agustina Tony
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 1: Juli 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.171 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.1.29-39

Abstract

Community Health Center is a health service facility that organizes public health efforts and the efforts of individual health at the first level, with more prioritizes promotive and preventive efforts, to achieve the highest public health status in its working area. Utilization of Community Health Center service is influenced by several factors like the public perception of health, public perception of the quality of service, family income and level of education. This study aimed to determine the relationship of the public perception of health, public perception of the quality of service, family income and education level with Health Service Utilization in the working area of Community Health Center Tambarana North Coastal of Poso sub-district, Poso district. This type of research was analytical survey research with cross sectional approach. The total of the sample were 69 respondents which was drawn by using Standley Lameshow formula which the population was known. Data was analyzed descriptively which was known as univariate and bivariate analysis, on the credibility degree of 95% (p <0.05). Chi Square test results showed that the public perception of health related to health service utilization (ρ = 0.000), public perception of the quality of service was not related to health service utilization (ρ = 0.213), family income relatedto health service utilization (ρ = 0.004), and there was a relationship between the education level with health service utilization (ρ = 0.000). The relation absence of public perception of service quality with health service utilizationmay be affected by physical evidence, reliability, responsiveness, assurance and empathy.
EVALUASI KEPATUHAN PETUGAS DALAM TATALAKSANA PNEUMONIA DI KABUPATEN TOLITOLI Abd Rahman; Mohammad Hakimi; Rina Triasih
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.12654

Abstract

EVALUASI KEPATUHAN PETUGAS DALAM TATALAKSANA PNEUMONIA DI KABUPATEN TOLITOLIAbd Rahman1, Mohammad Hakimi2, Rina Triasih3ABSTRACTBackground: The infant mortality rate in Central Sulawesi Province is 52 per 1000 live births, which isthe fifth highest in Indonesia. The high rate of morbidity and mortality of acute respiratory infection andpneumonia in children under five in Tolitoli District in past year related to the implented efforts triandsARI eradication program. This is indeed related to how officers comply with pneumonia managementcorrectly.Objective: To evaluate officers’ compliance in implementing pneumonia manager Tolitoli Distric.Method: This was an observational study with cross-sectional study design, using quantitative approach,Data were collected through observation and interview using standardized questionnaire by tramednurses. Officer who handled pneumonia program in Tolitoli District and those in Publich Health Centreswere recruited as subjects.Result and Discussion: One hundred and nineteen subjects were recruited to this study. The percentaseof officers who complied with pneumonia management was 69%. The result of multivariate analysis thatwas training increased officers’ compliance in pneumonia management which was adjusted to education,knowledge and length of work had a significant relationship (PR: 1.79; 95% CI: 1,38 – 2,33) and theincreased value R2 of 6.3%, it mean.Conclusion: Trained officers were more compliant than untrained officers with the prevalence risk of1.79 times. Education, knowledge, and length of working service were related to officers’ compliance inpneumonia management.Keywords: training, officers’ compliance in pneumonia managementABSTRAKLatar belakang: Angka kematian bayi di Propinsi Sulawesi Tengah sebesar 52 per 1000 kelahiran hidupdan menempati urutan kelima tertinggi di Indonesia. Tingginya angka kesakitan dan angka kematian balitaakibat pneumonia di Kabupaten Tolitoli dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari seberapa jauhupaya program pemberantasan penyakit ISPA telah dilaksanakan. Hal ini sangat terkait dengan bagaimanakepatuhan petugas dalam melakukan tata laksana pneumonia secara tepat.Tujuan: Diketahuinya kepatuhan petugas dalam melakukan tatalaksana pneumonia di Kabupaten Tolitoli.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional denganmenggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan subyekpenelitian dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner.Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 119 subyek diikutkan dalam penelitian ini. Rata-rata petugas yang patuhterhadap tata laksana pneumonia sebesar 69%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabelpelatihan dan kepatuhan petugas dalam tatalaksana pneumonia dengan mengikutsertakan variabel pendidikan, pengetahuan dan masa kerja untuk dianalisis secara bersama mempunyai hubungan yangsignifikan ((RP;1,79, IK 95%; 1,38 – 2,33) dan peningkatan nilai R2 sebesar 6,3%Kesimpulan: Petugas yang telah dilatih lebih patuh dibanding petugas yang belum dilatih dengan risikoprevalensi 1,53 kali. Faktor pendidikan, pengetahuan dan masa kerja berhubungan secara bermaknadengan kepatuhan petugas dalam tataksana pneumonia.Kata kunci: pelatihan, Kepatuhan petugas tatalaksana pneumonia1 Tolitoli Faculty of Medicine and Health Science2 Maternal and Child Health-Reproductive Health Graduate Program, FK-UGM3 Pediatric Department, Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta
Analisis Kandungan Gizi Makro pada Ikan Duo (Penja) Hitam dan Putih Sebagai Pangan Lokal Kota Palu Yusma Indah Jayadi; Abd Rahman
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v2i1.5

Abstract

Pendahuluan & Tujuan: Pola Pangan Harapan Sulawesi Tengah belum memenuhi anjuran, potensi produk pangan Sulawesi Tengah salah satunya adalah ikan duo, atau biasa disebut penja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi tepung ikan duo yang menjadi sumber protein dalam potensi makanan khas Kota Palu. Bahan dan Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif laboratorik, dilakukan di laboratorium Nutrisi Makanan Peternakan untuk pembuatan tepung ikan dan analisis proksimat, penelitan dilaksanakan mulai bulan Oktober- November 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, ikan duo (penja) yang dijual di pasar inpres. Pembuatan tepung ikan duo (penja) di Laboratorium Peternakan dan selanjutnya akan diukur kadar proksimat kedua sampel. Hasil: Tepung ikan duo (penja) hitam dan putih, untuk kadar air telah memenuhi SNI mutu I yaitu 5,37% dan 6,3%, kadar protein telah memenuhi SNI mutu II yaitu 56,6% dan 54,19%, kadar lemak memenuhi SNI mutu I dan II yaitu 8,4% dan 9,72%, kadar serat memenuhi SNI mutu II yaitu 2,06% dan 2,61% dan kadar abu memenuhi SNI mutu I yaitu 10,5% dan 8,9%. Kesimpulan: Tepung ikan duo (penja) hitam dan putih lebih tinggi kadar proteinnya dibandingkan tepung teri. Kandungan gizi makro tepung ikan duo telah memenuhi SNI mutu I dan II, proteinnya lebih unggul dibandingkan tepung ikan teri.
JENIS DAN KARAKTERISTIK KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA LAKI-LAKI DI SMA/SMK KOTA YOGYAKARTA Abd Rahman; Siti Urbayatun
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v8i2.523

Abstract

This study aims to identify the types and characteristics of sexual violence in male students of SMA/SMK Yogyakarta City. This type of research is descriptive with a survey method. The sample size in the study was 380 men. Sampling was carried out at two schools, consisting of SMA Negeri 11 and SMK Private Bopkri 1 Yogyakarta. The sampling technique is by cluster random sampling. The measuring instrument used for the Child Sexual Abuse Questionnaire (CSAQ). Descriptive analysis using. The results showed that out of 172 respondents, the most experienced sexual violence with the item having been harassed by someone verbally or via the internet (whatsApp, Instagram, Facebook, email, telegram or other internet services and had been forced or urged to touch or kiss other people). on his lips, body and/or private parts) each of 76 (44.2%).The results of this study can be used as guidelines for school policy making in approaching students who experience sexual violence to take preventive measures so that it does not happen again and also psychotherapy that can be used to treat mental and emotional disorders of students who have experienced psychological trauma due to sexual violence they have experienced.
EVALUASI PROGRAM PENANGANAN GIZI KURANG MELALUI ASUHAN COMMUNITY FEEDING CENTER (CFC) PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS BIROBULI KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU Herman Herman; Abd. Rahman; Dilalatul Urfiah Muchlis
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.25 KB)

Abstract

ABSTRAK Pencapaian target MDG’s menurunkan angka kematian anak di Indonesia khususnya kasus gizi kurang belum maksimal khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Gizi kurang di Kota Palu mencapai 861 kasus dengan kasus tertinggi terdapat di wilayah Puskesmas Birobuli yaitu 183 kasus. Dalam menanggulangi gizi kurang di Kota Palu, pemerintah mengadakan program pemulihan rawat jalan yaitu Community Feeding Center (CFC) melalui pemberian makanan tambahan pada balita dan penyuluhan pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi input, process, output, dan outcome program penanganan gizi kurang melalui asuhan CFC pada anak balita di Puskesmas Birobuli. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian pada input menunjukkan bahwa petugas mendapatkan pelatihan khusus dan anggaran dana sudah cukup baik. Hasil penelitian pada process menunjukkan perencanaan program terstruktur dengan baik, dukungan positif dari masyarakat, ibu balita termotivasi memperbaiki gizi anaknya serta monitoring dan evaluasi CFC terlaksana setiap bulan. Hasil penelitian pada output menunjukkan perubahan status gizi kurang menjadi status gizi normal dan respon baik ibu balita. Hasil penelitian pada outcome setiap tahunnya mengalami penurunan angka gizi kurang dan peningkatan berat badan pada anak balita. Disarankan bagi petugas kesehatan, agar melaksanakan program dengan mengikuti perencanaan yang telah dibuat.   Kata Kunci : Program Community Feeding Center, anak balita