Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative Problem Solving terhadap Peningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa dalam Pembelajaran Fisika Fitriyani, Fitriyani; Mulvia, Rahmadhani; Muhajir, Siti Nurdianti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2354

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran pemecahan masalah kolaboratif mempengaruhi keterampilan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran fisika. Masalah utama studi ini adalah proses belajar yang masih fokus pada konsep daripada praktik dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dan metodologi kuantitatif. Studi ini melibatkan 20 siswa dalam kelompok uji coba dan 23 siswa dalam kelompok pembanding. Pre-test, post-test, dan kuesioner diterapkan untuk mengumpulkan informasi. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27 melalui analisis deskriptif dan inferensial, termasuk uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model Collaborative Problem Solving (CPS) memiliki keterampilan pemecahan masalah yang baik. Kelompok uji coba menerima skor post-test yang lebih tinggi (82) dibandingkan kelompok pembanding (68,69). Selain itu, hasil survei menunjukkan bahwa 90,5% Siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan model CPS. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa model CPS dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kualitas pendidikan fisika di era modern.
The implementation of PeSACCS (Peer and Self-Assessment for Collaboration and Communication Skills) in Experimental Class Muhajir, Siti Nurdianti; Irvani, Asep Irvan; Mulvia, Rahmadhani; Fitriyani, Fitriyani; Lestari, Rahma Tiara
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 10, No 1 (2025): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) February 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wapfi.v10i1.77061

Abstract

This century, education aims to prepare students with the skills needed to thrive in Society 5.0. This has become the basis for ensuring comprehensive, impartial, quality learning and providing long-term learning opportunities for all. Communication and collaboration are essential skills that students must possess to effectively work in teams, solve problems, and adapt to dynamic environments. This study aims to reveal the communication and collaboration skills profile through peer student assessment and laboratory activity self-assessment. This research employs a case study method to analyze the differences between self-assessment, peer assessment, and lecturer observation in practical activities. The subject of this research is fifth-semester physics education students who take the Physics Experiment course. Before the laboratory activity begins, students are divided into small groups. Students are given an observation questionnaire at the end of each class to assess themselves and their group mates. In addition to self-assessments and peer-assessments, the results of the lecturer's observations are also one of the data to provide more in-depth information on students' collaboration and communication abilities.
PENERAPAN COLLABORATIVE PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA Nuraeni, Lalas Santika Dewi; Muhajir, Siti Nurdianti; Warliani, Resti
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i1.21301

Abstract

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi abad ke-21, dunia pendidikan dituntut untuk melatihkan siswa berbagai keterampilan berpikir dalam memecahkan masalah. Salah satu keterampilan yang sangat krusial untuk dilatihkan dalam pembelajaran adalah keterampilan berpikir kreatif, karena dapat membantu siswa menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Namun, realitas di beberapa sekolah menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa masih tergolong rendah, sebab belum menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan CPBL. Metode penelitian menggunakan quasi-experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian mencakup 355 siswa, dengan sampel sebanyak 62 siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes uraian sebanyak 12 soal dan instrumen non-tes berupa angket. Hasil analisis data menyatakan bahwa Ha diterima, artinya terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Kemudian perhitungan gain ternormalisasi menunjukkan peningkatan KBK dalam kategori sedang untuk kelas eksperimen setelah penerapan CPBL dengan respons positif.
MODEL ARGUMENT DRIVEN INQUIRY (ADI) DENGAN MEMANFAATKAN GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN ILMIAH SISWA Saadah, Fitrotus; Muhajir, Siti Nurdianti; Mulvia, Rahmadhani
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i1.21302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan model Argument Driven Inquiry dengan gamifikasi berbasis website wordwall dalam meningkatkan penalaran ilmiah siswa pada materi fluida statis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-postest control group design, populasi penelitian melibatkan 72 siswa dengan sampel yang digunakan 66 siswa kelas XI di salah satu sekolah di Garut, sampel dibagi dengan 35 siswa di kelas eksperimen dan 31 di kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan instrumen pretest-postest  yang terdiri dari 10 soal deskriptif, lembar observasi, dan angket respon siswa terhadap model pembelajaran serta gamifikasi melalui Wordwall. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik Mann-whitney serta uji N-Gain melalui SPSS Statistik versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Argument Driven Inquiry  atau ADI lebih efektif dan memiliki dampak yang signifikan dibandingkan Inquiry Based Learning. Keterlaksanaan pembelajaran optimal, dan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan model Argument Driven Inquiry serta pengunaan gamifikasi dalam pembelajaran yang berkontribusi pada peningkatan penalaran ilmiah mereka.
Contextual Problem Based Learning Model to Improve Students Critical Thinking Skill in Physics Learning Nurroniah, Novi Silvia; Irvani, Asep Irvan; Muhajir, Siti Nurdianti
Kasuari: Physics Education Journal (KPEJ) Vol. 8 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Papua, Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Unipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37891/kpej.v8i1.873

Abstract

Critical thinking skills are essential competencies in the 21st century; however, they remain low in Indonesia, particularly in physics learning. This study aims to examine the effect of a contextual problem-based learning model in enhancing the critical thinking skills of 10th-grade students on the topic of kinematics in linear motion. This model integrates problem-based learning with a contextual approach. The research employs a quantitative method with a One-Group Pretest-Posttest design. The sample consists of 35 students from a Madrasah Aliyah in Garut Regency, selected through purposive sampling. The research instruments include 12 essay questions to measure critical thinking skills, 10 questionnaire statements to assess students' responses, and an observation sheet to evaluate learning implementation. The analysis was conducted using both statistical and non-statistical methods. The statistical analysis involved comparing the mean pretest and posttest scores using IBM SPSS statistics, which showed a significant difference with a significance value of 0.001 < 0.05, where the posttest mean score (88) was higher than the pretest mean score (28). Meanwhile, the non-statistical analysis was performed by calculating the N-gain score and interpreting it using Hake’s criteria, which resulted in a score of 0.82, categorized as high. Students' responses to the contextual problem-based learning model were overwhelmingly positive, reaching 86% with a highly positive interpretation. Thus, the contextual problem-based learning model effectively enhances students' critical thinking skills, particularly in the topic of kinematics in linear motion.
PENGARUH PENDEKATAN TEAMS GAMES TOURNAMENT LEARNING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA PEMBELAJARAN FISIKA Rizqia, Agnia Putri; Mulvia, Rahmadhani; Muhajir, Siti Nurdianti
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i2.21291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Cooperative Learning yang terintegrasi dengan Game-Based Learning terhadap kreativitas siswa dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya perhatian guru terhadap pengembangan aspek kreativitas dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan melibatkan 62 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok eksperimen menerapkan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT), sedangkan kelompok kontrol menggunakan model Cooperative Learning konvensional (CL). Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest serta dianalisis secara statistik menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Penerapan model TGT terbukti meningkatkan kreativitas siswa dengan rata-rata peningkatan sebesar 20,5% pada berbagai indikator, meliputi kelancaran (23%), fleksibilitas (21%), orisinalitas, dan elaborasi (19%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Teams Games Tournament lebih efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan kreativitas siswa dibandingkan model Cooperative Learning konvensional.
PENERAPAN MODEL INQUIRI TERBIMBING BERBASIS SENSOR PADA MATERI OSILASI BANDUL UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA Masrifa, Maya Sulistia; Muhajir, Siti Nurdianti; Warliani, Resti
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i2.21670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan penguasaan konsep siswa setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis sensor pada materi osilasi bandul. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penguasaan konsep sebagai dasar pemahaman fisika serta keterbatasan alat praktikum di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 31 siswa kelas XI di salah satu SMA swasta di Kabupaten Garut. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan konsep dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji paired sample t-test, serta perhitungan N-Gain. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, dan terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai signifikansi < 0,001. Nilai rata-rata N-Gain berada pada kategori sedang, yang mengindikasikan adanya peningkatan penguasaan konsep siswa setelah penerapan model pembelajaran. Selama proses pembelajaran, siswa menggunakan aplikasi Phyphox sebagai alat bantu sensor untuk memperoleh data eksperimen secara real-time. Dengan demikian, model inkuiri terbimbing berbasis sensor terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa serta memberikan kontribusi positif terhadap inovasi pembelajaran fisika yang kontekstual dan berbasis teknologi.
Development of Smartphone-Based Physics Experimental Module (EFISMART) Irvani, Asep Irvan; Warliani, Resti; Muhajir, Siti Nurdianti; Mulvia, Rahmadhani
Journal of Natural Science and Integration Vol 8, No 2 (2025): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v8i2.29206

Abstract

This study presents the development of EFISMART, a smartphone-based physics experiment module designed toenhance students’ conceptual understanding through interactive and hands-on learning experiences. The primary aimis to develop an innovative and effective educational tool that integrates modern technology into physics learning topromote deeper engagement and comprehension. Employing a mixed-methods approach with an explanatory design,this research combines quantitative and qualitative data to assess both validity and effectiveness. The module underwentexpert validation involving three specialists in physics, pedagogy, and language. The resulting average scores—4.32(86.4%), 4.15 (83.0%), and 4.60 (92.0%)—indicate a “Very Valid” classification across all domains. Thesefindings confirm that EFISMART meets scientific, pedagogical, and linguistic standards of quality. A limited trialinvolving 16 students demonstrated that the module effectively enhanced learner engagement, conceptual mastery, andexperimental skills. Overall, EFISMART offers a contextual and technology-enhanced approach to physicseducation, promoting practical competence and a more meaningful understanding of scientific concepts. The module istherefore recommended for broader implementation in educational settings to support active and inquiry-based learningin scienceKeywords: EFISMART, phyphox, hands-on experiments, physics education, smartphone-based learning
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Permainan Tradisional Nugraha Ady, Widi; Muhajir, Siti Nurdianti; Irvani, Asep Irvan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1775

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya keterampilan berpikir kritis bagi siswa SMA serta model Problem Based Learning yang dibantu dengan permainan tradisional dapat meningkatkan keterampilan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model problem based learning berbantuan permainan tradisional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dan tahapan penelitian menggunakan protokol PRISMA, yaitu mengajukan riset pertanyaan, menemukan studi, evaluasi kritis studi, pengumpulan data serta analisis dan pelaporan data artikel dari databases Semantic Schoolar pada Software Publish or Perish. Dari 412 artikel yang diidentifikasi, 397 dieliminasi karena berbagai alasan, menyisakan 15 artikel yang termasuk dalam meta-analisis. Hasil penelitian menyebutkan adanya keterkaitan antara model Problem Based Learning dan keterampilan berpikir kritis serta permainan tradisional memiliki pengaruh positif terhadap minat belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Beberapa artikel juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis masalah dan media eksperimental untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan minat siswa dalam pembelajaran fisika. Meskipun terdapat tantangan seperti literasi digital rendah dan koneksi internet yang tidak stabil, integrasi permainan tradisional dalam model PBL terbukti mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kolaboratif siswa. Penelitian ini menekankan perlunya dukungan dan pelatihan yang memadai bagi guru serta kerjasama antara semua pihak terkait untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran fisika di sekolah.
Penerapan Model Cooperative Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Bernalar Kritis Siswa dalam Pembelajaran Fisika Rohmani, Ulis; Mulvia, Rahmadhani; Muhajir, Siti Nurdianti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2264

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Sasaran utamanya adalah mengevaluasi perbedaan dampak implementasi model Cooperative Learning (CL) dan model Cooperative Problem Solving (CPS) dalam meningkatkan keterampilan bernalar kritis peserta didik tingkat XI pada bahasan momentum dan impuls dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA. Rancangan instrumen yang diimplementasikan menggunakan Pretest Posttest Control Group Design dengan perangkat pengukuran berupa butir soal pretest dan posttest yang sudah mendapat penilaian dari tim penilai ahli. Objek penelitian diambil dari sebuah Sekolah Menengah Atas pada periode pembelajaran 2024/2025. Total partisipan mencakup 68 peserta didik kelas XI, terbagi menjadi 33 peserta didik pada kelompok pembanding dan 35 peserta didik pada kelompok uji. Metode pengambilan data mencakup empat instrumen: lembar pengamatan pelaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan perilaku, kuesioner tanggapan terhadap model pembelajaran, serta instrumen pretest dan posttest yang terdiri dari 9 butir soal uraian. Analisis data dilaksanakan melalui serangkaian pengujian, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Mann-Whitney untuk verifikasi hipotesis menggunakan aplikasi statistik SPSS versi 27. Hasil pengolahan data observasi memperlihatkan tingkat keberhasilan implementasi model CPS mencapai 100%. Sementara itu, umpan balik peserta didik terhadap penerapan model CPS mencapai 83,95%, yang mengindikasikan kategori sangat memuaskan. Analisis uji Mann-Whitney menghasilkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang mengakibatkan penolakan H0 dan penerimaan Ha. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kedua model pembelajaran memberikan pengaruh terhadap keterampilan bernalar kritis peserta didik. Data deskriptif lebih lanjut memperlihatkan bahwa capaian rata-rata peserta didik berdasarkan parameter bernalar kritis pada kelompok uji (CPS) mengungguli kelompok pembanding (CL).