Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KECERDASAN ARTIFICIAL MENGUBAH KEHIDUPAN MANUSIA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0 Peniarsih .; Iswandir .; Tata Sumitra
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 11 No. 1 (2024): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v11i1.1122

Abstract

Perubahan teknologi saat ini adalah menyikapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang industri. Perubahan tidak hanya mencakup pada bidang industri akan tetapi aspek kehidupan manusia menuju keseimbangan yang dinamis .Oleh karenanya siapapun , aspek apapun mau tidak mau bersegera mengikuti perubahan itu ,jika ia tidak mau mengikutinya, maka dapat dipastikan ia akan tertinggal. Era baru inovasi industri dimulai dari sini. Industri Masa Depan adalah tentang orang-orang yang menciptakan produk yang mempermudah kehidupan kita. Teknologi Revolusi Industri 4.0 industri mempunyai aspek wacana bahwa teknolginya akan digantikan dengana inovasi teknologi kecerdasan artifisial (AI ) akan menggantikan peran manusia, akan tetapi tanggapan seperti yang terjadi dalam wacana akan tetapi kenyataannya. Kata Kunci: Teknologi, Implementasi , Kecerdasan Buatan , Revolusi Indutsri  5.0
MENGHADAPI PERUBAHAN DUNIA MELALUI TRANSFORMASI DIGITAL MENUJU KESUKSESAN PADA ERA DIGITALISASI Dimpo Sinaga; Peniarsih Peniarsih
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 11 No. 2 (2024): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v11i2.1240

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa kita semua untuk memasuki era digital, teknologi yang ada sangat membantu untuk meringankan segala pekerjaan dan aktivitas manusia Konsep digitalisasi memang membutuhkan proses untuk bisa dijalankan terutama bagi mereka yang buta akan teknologi tren digital sudah diterapkan hampir di semua bidang  Seiring dengan perjalanan teknologi di era digital, muncul  transformasi digital. Transformasi digital juga disebut sebagai tahap perkembangan dari kompetensi digital dan penggunaan digital.Transformasi suatu perubahan penggunaan metode tradisional ke konsep teknologi digital. transformasi digital adalah proses perubahan dalam penerapan teknologi digital dalam segala bidang di dalam masyarakat. Dalam meningkatkan transformasi digital menjadi lebih efisien dan inovatif, diperlukannya penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.  Maka  perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi atau masyarakat sebagai hasil dari penerapan teknologi digital. Penerapan transformasi digital dapat ditemukan dalam berbagai sektor industri, seperti e-commerce, manufaktur, perbankan, pendidikan,kesehatan, hingga media dan hiburan.Seperti e-commerce, dengan membuka toko online , Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengoptimalkan kinerja mesin pada sektor perbankan, dengan menyediakan layanan perbankan online dan aplikasi perbankan seluler. Sedangkan pada sektor pendidikan, memanfaatkan pembelajaran online, platform e-learning, dan alat kolaborasi digital.pada sektor kesehatan, industri ini menerapkan rekam medis elektronik, telemedicine, dan perangkat wearable dalam pemantauan kesehatan. Dalam sektor media dan hiburan, industri ini mengadopsi transformasi digital dalam meningkatkan konten digital, streaming media, dan platform distribusi online. Perkembangan teknologi sudah mempengaruhi kehidupan dan kebiasan manusia sehari-hari. Transformasi digital, tanpa disadari sudah menjalar di segala lini kehidupan. Perkembangan teknologi menuntut segala lini untuk bisa meninggalkan dunia analog ke dunia digital. Semua dituntut untuk melakukan perubahan kegiatan  sehari-hari hingga ke dunia bisnis.
FIREWALL DAN IPTABLES PADA JARINGAN KOMPUTER Peniarsih Peniarsih; Iswandir Iswandir
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 11 No. 2 (2024): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v11i2.1241

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, komputerisasi dan  jaringan komputer tentu sangat bermanfaat, diantaranya membuat seseorang dapat berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain tanpa mengenal lagi yang namanya jarak. Telekomputer  dapat memiliki lebih dari satu perkerjaaan yang berbeda letak geografisnya dan dapat dilakukannya dengan baik. Begitu juga dengan kebutuhan perusahaan. Perusahaan yang besar dan memiliki banyak cabang di lokasi yang berbeda tentu harus dapat memonitor cabang perusahaanya. Seiring jalannya waktu perkembangan teknologi dan jaringan komputer saat ini , perusahaan  tersebut tidak harus langsung datang ke lokasi perusahaan cabang untuk mengecek keadaan perusahaan cabangnya, namun dengan manfaat jaringan komputer  perusahaan  dapat langsung memeriksa keadaan perusahaan cabangnya tanpa datang langsung ke lokasinya. Perusahaan cabang dapat melakukan sharing  ke perusahaan. Namun, dampak dari perkembangan itu adalah semakin banyaknya permasalahan yang muncul dalam melindungi jaringan komputer dari gangguan luar seperti virus, spam, DOS, dan sebagainya. Jaringan komputer pun perlu memiliki ’pagar’ layaknya sebuah rumah. ’Pagar’ yang dapat melindungi tempat vital dalam komunikasi data dan menyimpan komponen penting dalam jaringan komputer.
Sistem Informasi Absensi Kepegawaian Menggunakan Metode Response Code Pada Kantor Dinas Kota Bekasi dedi setiadi; Muhammad Khaerudin; Andy Achmad Hendrasetiawan; Peniarsih Peniarsih; Agus Sugiharto
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 12 No. 1 (2025): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v12i1.1324

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah pengembangan Sistem Informasi Absensi yang dilakukan secara online menggunakan “Quick Responce Code“.
Implementasi Keamanan dan Pengembangan Desain Aplikasi menggunakan Statistical Analysis System (SAS) Peniarsih Peniarsih; Iswandir Iswandir
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 12 No. 2 (2025): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v12i2.1447

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat, khususnya di bidang pengembangan aplikasi, telah membawa perubahan signifikan dalam cara data dan informasi dikelola, diproses, serta disebarluaskan. Aplikasi-aplikasi yang terus berkembang di berbagai sektor, seperti e-commerce, perbankan, pemerintahan, dan kesehatan, semakin bergantung pada pengolahan data yang aman dan efisien. Dengan meningkatnya ketergantungan pada aplikasi digital, risiko terhadap ancaman keamanan siber pun semakin besar. Keamanan informasi dan data menjadi prioritas utama bagi pengembang aplikasi dan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Dalam era digital yang didominasi oleh data, keamanan informasi menjadi pilar utama pengembangan aplikasi. Organisasi di berbagai sektor, mulai dari keuangan hingga kesehatan, mengandalkan data sensitif untuk pengambilan keputusan dan operasional, Transformasi digital akan mendorong peningkatan signifikan dalam pengembangan aplikasi berbasis web serta mobile untuk berbagai sektor, termasuk keuangan, perdagangan, dan logistik. Perkembangan dengan diiringi dengan meningkatnya ancaman keamanan siber yang mengancam kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Serangan siber seperti pencurian data, manipulasi sistem, dan eksploitasi kerentanan menjadi tantangan serius bagi pengembang aplikasi.  Pengembang yang masih mengabaikan pentingnya implementasi keamanan secara menyeluruh dalam tahap awal pengembangan aplikasi. Aplikasi yang baru menerapkan langkah-langkah keamanan setelah aplikasi selesai dikembangkan atau bahkan setelah terjadi insiden kebocoran data.Era digital aplikasi perangkat lunak telah menjadi bagian integral dari kehidupan, Aplikasi menangani data sensitif serta melakukan fungsi penting. Oleh karena itu, memastikan keamanan aplikasi ini sangat penting untuk melindungi informasi pengguna, menjaga kepercayaan, dan mencegah potensi kerugian finansial atau reputasi.Pendekatan tradisional untuk keamanan aplikasi seringkali bersifat reaktif, yaitu mengatasi kerentanan setelah ditemukan. Namun, pendekatan ini terbukti tidak memadai dalam menghadapi lanskap ancaman yang terus berkembang. Untuk mengatasi tantangan ini, paradigma "keamanan oleh desain" telah muncul sebagai pendekatan yang lebih proaktif dan efektif.
Implementasi Teknologi E-Laboratorium Terpadu dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Laboratorium Perguruan : Implemntasi Lab Terpadu Peniarsih Peniarsih; Tata Sumitra; Achmad Ramadhnay; Dedi Setiadi; Iswandir
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 12 No. 2 (2025): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v12i2.1453

Abstract

Dalam era transformasi digital, pengelolaan laboratorium di lingkungan pendidikan tinggi memerlukan pendekatan inovatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengkaji efektivitas sistem E-Laboratorium Terpadu di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Sistem ini dibangun menggunakan metode Agile dengan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC). Evaluasi dilakukan melalui survei pengguna dan uji coba langsung pada lingkungan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan adanya. Pelaksanaan manajemen laboratorium hasil implementasi di Laboratorium Terpadu Dengan tingkat efektivitas yang sangat baik dengan skor observasi mencapai 86.75% ,serta  hasil angket/wawancara sebesar 97,75%  Efektivitas pemanfaatan sarana atau alat laboratorium sangat efekti frerata  85,05%.  Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui dukungan terhadap aktivitas praktikum, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Peningkatan Kompetensi Digital Guru MGMP Akuntansi Melalui Pelatihan Jaringan Komputer dan Pengolahan Data Tata Sumitra; Safri; Peniarsih; Iswandir ZA; Muryan Awaludin; Yohannes Dewanto
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/yj4jfq13

Abstract

Digital transformation in school administration requires teachers to develop competencies in network technology and data processing. A needs assessment conducted among teachers of the Accounting Teachers Association (MGMP) of Jakarta Region II identified limitations in understanding basic network connectivity and the use of Microsoft Excel data analysis features. This community service program aimed to improve teachers' digital competencies through computer network and data processing training. The program was conducted on November 14–15, 2025, at Hercules Hall, Campus A, Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, and involved 18 participants. The training applied a Hands-on Training approach consisting of needs assessment, material preparation, training implementation, evaluation, and mentoring. Participants' knowledge was evaluated using pre-test and post-test instruments on a 1–4 scale, while practical skills were assessed through direct observation. The evaluation results showed an increase in the average Crimping and VPN score from 2.61 to 3.55, representing a score change of 0.94. The average Pivot Table and Slicer score increased from 2.11 to 3.86, with a score change of 1.75. Practical observations indicated that participants were able to perform UTP cable crimping, use a LAN Tester, understand basic VPN configuration, and operate Pivot Table and Slicer features. The results indicate an increase in participants' knowledge evaluation scores and practical skills after completing the training.
Analisis Penerimaan Pengguna Terhadap Implementasi Chatbot Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) pada Layanan Akademik Menggunakan UTAUT Dimpo Sinaga; Peniarsih; Betesda; Hari Mantik; Alciano G Gani
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1529

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong institusi perguruan tinggi untuk mengadopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan guna meningkatkan kualitas layanan akademik. Salah satu inovasi yang berkembang adalah penggunaan chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai media pelayanan informasi akademik secara cepat, responsif, dan tersedia selama 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan mahasiswa terhadap implementasi chatbot AI pada layanan akademik menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Variabel yang diuji meliputi Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, dan Facilitating Conditions terhadap Behavioral Intention. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 150 mahasiswa aktif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan chatbot. Performance Expectancy menjadi faktor paling dominan, diikuti Facilitating Conditions. Nilai R-Square sebesar 0,684 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 68,4 persen variasi niat penggunaan sistem. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keberhasilan chatbot akademik sangat ditentukan oleh manfaat nyata, kemudahan penggunaan, serta dukungan infrastruktur yang memadai.