Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : EXCELLENT HEALTH JOURNAL

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn.A Khususnya Pada Ny.D Tentang Pemberian Terapi Musik Dalam Menurunkan Nyeri Pada Penderita Hipertensi Di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 Desima, Anggun; Hidayat, Ridha; Safitri, Yenny
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.32

Abstract

Penyakit hipertensi dikategorikan sebagai the silent killer (pembunuh senyap) karena tidak bergejala dan tidak ada keluhan. Sering kali penderita tidak menyadari jika mereka menderita hipertensi dan baru disadari jika dirinya menderita hipertensi sampai komplikasi berkembang. Pengobatan pada pasien hipertensi bisa dilakukan secara farmakologi maupun non farmakologi. Terapi nonfarmakologi dapat dilakukan dengan menggunakan hipnoterapi, distraksi, massage, musik dan slow deep breathing atau relaksasi Benson. Terapi musik adalah terapi menggunakan musik yang bertujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki kondisi fisik, emosi, kognitif, dan sosial bagi individu dari berbagai kalangan usia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan keluarga pada Ny.D tentang pemberian terapi musik dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di desa Simpang Kubu. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah keluarga Tn.A yaitu Ny.D perempuan berusia 46 tahun. Penelitian dilakukan pada tanggal 27-29 Juli 2023. Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dilakukan terapi musik yaitu 158/97 mmHg. Hasil setelah dilakukan penerapan terapi musik terjadi penurunan tekanan darah pada Ny.D, sistolik berada pada 136 mmHg dan diastolik 84 mmHg (Hipertensi derajat I). Kesimpulan: terapi musik dapat menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Disarankan kepada keluarga agar menggunakan penanganan non farmakologi sehingga tidak bergantung pada pemberian diuretik sebagai penyerta pengobatan hipertensi.
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Pada Ny. A  Dengan Pemberian Terapi Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 Parasandy, Ardila; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.34

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah seseorang meningkat melebihi batas normal, yang dapat mengakibatkan peningkatan tingkat kesakitan (morbiditas) dan tingkat kematian (mortalitas). Sering kali penderitanya tidak menyadari adanya penyakit hipertensi pada diri mereka, dan kesadaran mengenai kondisi tersebut baru muncul saat komplikasi mulai berkembang. Penanganan hipertensi dapat melibatkan pendekatan farmakologi dan non-farmakologi. Terapi non-farmakologi termasuk terapi komplementer seperti akupuntur, akupressure, tanaman tradisional, bekam, dan pijat atau massage menjadi pilihan yang aman dan mudah diberikan. Terapi foot massage sebagai salah satu bentuk terapi komplementer yang memberikan efek meningkatkan sirkulasi, mengurangi rasa sakit, dan memberikan rasa nyaman pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah Ny. A lansia berusia 68 tahun di desa Simpang Kubu yang mengalami hipertensi. Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dilakukan terapi foot massage adalah 160/80 mmHg, dan setelah dilakukan terapi terjadi penurunan tekanan darah menjadi 135/80 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terapi foot massage efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Disarankan pada keluarga agar menggunakan penanganan non-farmakologi sehingga tidak bergantung pada pemberian diuretik sebagai pendamping pengobatan hipertensi yaitu dengan terapi foot message.
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. M Khususnya Ny. E Dengan Pelaksanaan Aktifitas Fisik Jalan Pagi Terhadap Penurunan Tekanan Darah  Pada Penderita Hipertensi Di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 Ardi, Arimi; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.35

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah yang ada di dunia kesehatan hingga saat ini. Hipertensi yaitu peningkatan tekanan darah diatas batas normal yaitu 140/90 mmHg. Hipertensi bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, bocor, pecah, atau tersumbat. Hal ini dapat mengganggu aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak. Jika hal ini terjadi, sel-sel dan jaringan otak pun akan mati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pasien hipertensi yang mengalami gangguan rasa nyaman nyeri dengan intervensi keperawatan melakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan di desa Simpang Kubu Wilayah kerja UPT Puskesmas Air Tiris dengan 1 responden dengan fokus melakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 06 - 08 Agustus 2023 pada awal pengkajian didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg dan setelah dilakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi pada hari ke-3 didapatkan tekanan darah turun menjadi 119/80 MmHg. Intervensi pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi. Diharapkan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang ditujukan dalam mengatasi masalah keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien hipertensi.
Asuhan Keperawatan Pada Tn.A Dengan  Tuberculosis Paru Di Ruang Isolasi RSUD Bangkinang Tahun 2024 Aprilia, Uci; Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.57

Abstract

TB paru merupakan penyakit kronis menular yang sering kambuh, biasanya disebabkan oleh bakteri mikobakterium yang menyerang paru-paru. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang jumlah penderita TB pada tahun 2024 sebanyak 25 kasus (Rekam Medis RSUD Bangkinang, 2024). Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien TB paru meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan mengumpulkan data, menganalisa data dan menarik kesimpulan. Subjek pada laporan kasus ini adalah Tn.A berusia 51 tahun dengan diagnosa medis TB paru. Pada saat pengkajian pasien mengatakan  sesak, batuk berdarah dan dada terasa sakit. Peneliti dapat merumuskan diagnosa utama yaitu bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang berlebih, nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, gangguan pola tidur berhubungan dengan kontrol tidur. Pelaksanaan tindakan keperawatan pada Tn.A dilakukan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama 3 hari pada pasien didapatkan masalah telah teratasi. Pada tahap evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi dan planning tindakan dihentikan. Diharapkan penelitian ini menjadi pedoman baik Rumah Sakit dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien TB paru dan menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan bagi pasien dengan TB paru.
Asuhan Keperawatan Pada Ny.D Dengan Diagnosa Post Op Sectio Ceasarea (SC) Di Ruangan Khadijah RSUD Bangkinang Delfira, Riri; Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.66

Abstract

Dampak dari post op sectio ceasarea biasanya akan menimbulkan nyeri atau rasa sakit setelah dilakukan operasi bisa berlangsung hingga 6 bulan dan juga akan terjadi resiko infeksi yang meningkat jika bekas luka tidak di jaga kebersihannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien pasca operasi sectio caesarea di Ruang Khadijah mulai dari pengkajian hingga evaluasi di ruang Khadijah RSUD Bangkinang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek pada laporan kasus adalah Ny. D yang berusia 24 tahun dengan post op sectio ceasarea di ruang Khadijah RSUD Bangkinang yang dilakukan selama 3 hari dari tanggal 15 - 17 Mei 2024. Data yang didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian, klien merasakan nyeri dibagian bekas operasi SC. Nyeri yang dirasakan klien berada pada skala 8. Peneliti menyatakan bahwa masalah utama dalam diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan luka insisi (D.0007). Setelah evaluasi keperawatan selama tiga hari, masalah tersebut pada klien berhasil diatasi. Peneliti berharap bahwa laporan hasil studi kasus ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk penelitian lebih lanjut mengenai post op sectio caesarea. Selain itu, diharapkan laporan ini dapat menjadi referensi pembelajaran di kampus serta panduan bagi rumah sakit dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien.
Asuhan Keperawatan Pada Ny.S Dengan Dispepsia Di Wisma Seroja UPT PSTW Husnul KhotimahPekanbaru Tahun 2024 Andryani, Febri; Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.85

Abstract

Dispepsia merupakan suatu sindroma atau kumpulan gejala/keluhan berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut merasa penuh/begah. Dispepsia berhubungan dengan keluhan makan, yang dikaitkan dengan gangguan saluran cerna bagian atas. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melakukan evaluasi dari pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan dispepsia di Wisma Seroja UPT PSTW Husnul Khotimah Pekanbaru Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek pada laporan kasus adalah Ny. S yang berusia 78 tahun dengan dispepsia. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 23-27 Mei 2024. Data didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian klien merasakan nyeri pada perut bagian atas dengan skala nyeri 6, nyeri yang di asa seperti tertusuk-tusuk dan rasanya hilang timbul. Sehingga peneliti dapat merumuskan diagnosa utama nyeri kronis berhubungan dengan agen pencedera fisiologi. Intervensi yang diberikan yaitu manajemen nyeri. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. S dengan dispepsia dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama lima hari pada klien didapatkan dengan masalah teratasi. Tahap evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi dan planning dihentikan. Harapan peneliti dari penulisan laporan studi kasus ini agar menjadi pedoman baik instansi, masyarakat dan penelitian selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada lansia dengan dispepsia.
Penerapan Terapi Jus Tomat Pada Pasien Hiperkolesterolemia Di Desa Pulau Tinggi Tahun 2024 Masrel, Masrel; Hidayat, Ridha; Indrawati, Indrawati
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.101

Abstract

Kolesterol merupakan lemak yang berwarna kekuningan dan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh manusia terutama di dalam hati. Bahan makanan yang mengandung kolesterol berasal dari organ binatang, terutama bagian otak, kuning telur dan jeroan, tetapi bahan makanan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol. Kolesterol adalah salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia, mempengaruhi kesehatan jutaan orang di negara maju maupun berkembang. Penyakit jantung koroner adalah salah satu bentuk penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung, yang dikenal sebagai aterosklerosis. Pada pasien Ny.S keluhan utama pada pasien nyeri hebat pada tangkuk dan leher, pasien mengatakan nyeri terasa sangat mengganggu, pasien mengatakan nyeri hilang timbul. Tujuan Karya Ilmiah ners ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan memberikan terapi jus tomat pada pasien hiperkolesterol. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dalam mengkaji, menganalisis data, dan mendiagnosa pasien penderita hiperkolestrolemia dengan sampel satu responden dilakukan pada tanggal 27-29 November 2023. Implementasai terapi jus tomat selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian didapatkan sebelum terapi jus tomat didapatkan kadar kolesterol 250 mg/dl mengalami penurunan hingga hari ketiga didapatkan kolesterol 150 mg/dl. Setelah diberikan terapi jus tomat selama 3 harixdidapatkan kesimpulan bahwa terjadinya penurunanpkadar hiperkolesterolemia. Ny. S tampak mulai bisa beraktivitas dan mengatakan nyeri sudah berkurang. Diharapkan pasien dapat menjaga pola makanan, olaraga, serta melakukan terapi jus tomat secara rutin untuk menjaga kadar kolesterol.
Asuhan Keperawatan Pada Nn.T Dengan Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) Di Ruangan Siak Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2024 Panjaitan, Heny Monalisa; Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.103

Abstract

Perilaku kekerasan adalah salah satu respon marah yang paling maladaptive yaitu amuk. Kekerasan adalah suatu tindakan yang dapat merusak mental maupun fisik pada seseorang. Faktor yang menjadi resiko terjadinya resiko perilaku kekerasan diantaranya adalah faktor genetik maupun lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai dengan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan di ruangan Siak Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjektif pada laporan kasus Nn.T yang berusia 23 tahun dengan resiko perilaku kekerasan. Data yang didapatkan dengan wawancara mendalam. Pada saat pengkajian pasien mengatakan “saya sering marah, jika ada yang membuat saya jengkel, saya akan melempar barang yang ada disekitar”. Sehingga peneliti dapat merumuskan diagnosa keperawatan yaitu: resiko perilaku kekerasan. Peneliti melakukan SP 1-SP 5 untuk mengatasi masalah resiko perilaku kekerasan. Asuhan keperawatan dilakukan dari tanggal 14-18 Mei 2024. Evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan yaitu resiko perilaku kekerasan teratasi dan tindakan dihentikan. Diharapkan pasien dengan atau tanpa perawat mampu mengulang SP1-SP5 dan dianjurkan untuk rutin mengonsumsi obat yang telah diresepkan.
Terapi Massage Effleurage Pada Ny. G Terhadap Sensasi Proteksi Kaki Pasien Dengan Diabetes Melitus Di Desa Tambang Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang Destiana, Fitri Zhella; Kusumawati, Nila; Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.154

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease caused by the body's inability to absorb carbohydrates, fats and proteins, resulting in high blood sugar levels (hyperglycemia). DM is one of the top 10 causes of death worldwide in 2022. One of the complications of DM is damage to the nervous system (neuropathy). Various actions are taken to prevent and control the occurrence of diabetic neuropathy. The non-pharmacological therapy given is massage to increase the sensation of protection in the feet. The massage therapy that can be applied is the effleurage massage technique, which aims to relax muscles and to improve blood circulation, reduce pain, reduce swelling and so on. This study aims to conduct an effleurage massage therapy intervention to increase the sensation of foot protection in DM patients. This study was conducted on September 6-8, 2024. This study conducted a 10g monofilament test to examine the sensation of foot protection. On the first day, the sensation of foot protection with a score of 5, after doing effleurage massage therapy for 3 days the score increased to 7. This shows that effleurage massage therapy has an effect on increasing the sensation of foot protection in DM patients. It is expected that the family can work together with the client to help the client to do effleurage massage therapy independently.
Pemberian Terapi Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Akibat Hipertensi Salsabila, Novia; Hidayat, Ridha; Virgo, Gusman
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.165

Abstract

If hypertension sufferers do not regularly check their blood pressure, they will not realize that they have high blood pressure because generally hypertension sufferers do not experience any signs and symptoms. The purpose of this study is to provide family nursing care to Mrs. N by administering bay leaf decoction therapy to reduce pain levels due to hypertension in Kualu Nenas Village, the working area of ​​the Tambang Community Health Center (UPT). This study uses a descriptive research method in the form of a case study with a nursing care approach. This study was conducted on June 22-28, 2025 with 1 respondent in one family conducted at the client's home. From the case analysis on the client, it was found that there was a decrease in pain levels and blood pressure after being given bay leaf decoction therapy, on the first day the pain level was 6 then decreased to 2 on the seventh day while the results of the blood pressure examination on the first day from 211/129 mmHg decreased to 144/93 mmHg on the seventh day. It is hoped that clients and families will always pay attention to their health, check their blood pressure regularly and carry out non-pharmacological therapy, one of which is bay leaf decoction therapy.