Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : World Health Digital Journal (wolgitj)

Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasien Diabetes Mellitus  Melalui Penerapan Aromaterapi Sereh TerhadapPenurunan Kadar Gula Darah Ulyani, Fithria; Kusumawati, Nila; Hidayat, Ridha
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.53

Abstract

Diabetes melitus jika tidak segera ditangani maka akan berdampak pada kerusakan saraf dan jantung yaitu menyumbat aliran darah ke jantung dan akan mengakibatkan tekanan darah meningkat sehingga bisa menyebabkan terjadinya stroke. Tindakan untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan menggunakan penerapan aromaterapi sereh. Tujuannya untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga terhadap penurunan gula darah pada penderita diabetes melitus. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 22 Agustus  2025 dengan sampel yaitu Ny.N. Hasil pengkajian didapatkan keluhan utama yaitu Ny.N mengatakan badan lemas, sering merasa lapar, sering merasa haus, sering kesemutan dan sering buang air dimalam hari, pemeriksaan fisik didapatkan hasil tekanan darah: 120/80 mmhg, nadi: 73 kali/menit, RR: 22 kali/menit, T: 36,5oc, GDS: 210 mg/dl. Diagnosa yang ditegakkan yaitu ketidakstabilan glukosa darah. Intervensi yang dilakukan yaitu dengan pemberian aromaterapi sereh untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan cara pemberian aromaterapi selama 10 menit dan di lakukan 1 kali sehari. Hasilnya terjadi penurunan gula darah pada pasien yaitu dihari pertama GDS: 210 mg/dl dan hari ketiga 157 mg/dl. Kesimpulannya pemberian aromaterapi sereh dapat menurunkan gula darah penderita diabetes melitus. Sarannya agar Ny.N dapat menerapkan terapi aromaterapi dengan mandiri untuk menurunkan gula darahnya.
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Tn. Z dengan Pemberian Terapi Kompres Hangat Jahemerah ntuk Mengurangi Nyeri pada Penderita Gout Arhtritis di Desa Kualu Nenas Septiani, Nadia; Hidayat, Ridha; Fitria Ningsih, Neneng
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.56

Abstract

Gout Arthritis merupakan salah satu penyakit sendi akibat peningkatan kadar asam urat yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan mengganggu aktivitas sehari- hari. Penatalaksanaan nonfarmakologi, salah satunya dengan terapi kompres hangat jahe merah, terbukti efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. Z dengan pemberian kompres hangat jahe merah dalam menurunkan nyeri akibat Gout Arthritis di Desa Kualu Nenas wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang tahun 2025. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi kompres hangat jahe merah diberikan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit. Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami nyeri skala 5 sebelum intervensi, kemudian setelah tiga hari pemberian kompres, skala nyeri menurun menjadi 3. Klien juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pola makan dan perawatan mandiri. Hasil evaluasi membuktikan adanya penurunan tingkat nyeri serta peningkatan kenyamanan pasien. Dengan demikian, kompres hangat jahe merah efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan komplementer untuk menurunkan nyeri pada pasien Gout Arthritis.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tn. Z Dengan Pemberian Terapi Kompres Hangat Jahemerah untuk Mengurangi Nyeri pada Penderita Gout Arhtritis di Desa Kualu Nenas Septiani, Nadia; Hidayat, Ridha; Fitria Ningsih, Neneng
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.55

Abstract

Gout Arthritis merupakan salah satu penyakit sendi akibat peningkatan kadar asam urat yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan mengganggu aktivitas sehari- hari. Penatalaksanaan nonfarmakologi, salah satunya dengan terapi kompres hangat jahe merah, terbukti efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. Z dengan pemberian kompres hangat jahe merah dalam menurunkan nyeri akibat Gout Arthritis di Desa Kualu Nenas wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang tahun 2025. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi kompres hangat jahe merah diberikan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit. Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami nyeri skala 5 sebelum intervensi, kemudian setelah tiga hari pemberian kompres, skala nyeri menurun menjadi 3. Klien juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pola makan dan perawatan mandiri. Hasil evaluasi membuktikan adanya penurunan tingkat nyeri serta peningkatan kenyamanan pasien. Dengan demikian, kompres hangat jahe merah efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan komplementer untuk menurunkan nyeri pada pasien Gout Arthritis. 
Gambaran Karakteristik Penderita Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2025 Nuryani, Indah Sri; Hidayat, Ridha; Nislawaty, Nislawaty
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.70

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang sendi dan dapat menurunkan kualitas hidup, terutama pada kelompok lanjut usia. Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lama menderita, dan penyakit penyerta menjadi aspek penting dalam menentukan kondisi klinis penderita RA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita RA pada lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada 1–3 Oktober 2025 dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian terdiri dari 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden berusia 60–64 tahun (100%) dengan proporsi perempuan sebesar 80,4%, berpendidikan terakhir SD (43,1%), dan tidak bekerja (72,5%). Berdasarkan lama menderita, sebagian responden telah menderita RA selama 1–5 tahun (56,9%) dan memiliki penyakit penyerta (66,7%). Kesimpulan penelitian ini adalah penderita RA lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa didominasi oleh kelompok usia lanjut awal dengan tingkat pendidikan rendah, sebagian besar tidak bekerja, telah menderita RA dalam jangka waktu menengah, dan memiliki penyakit penyerta. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan program deteksi dini RA pada lansia, memperkuat edukasi mengenai pengelolaan nyeri serta pencegahan komplikasi, dan mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung perawatan sehari-hari.