Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Fisik, Kimia, serta Hedonik Velva Umbi Bengkuang dengan Penambahan Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) sebagai Penstabil Iman Waliyurahman; Valentinus Priyo Bintoro; Siti Susanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.141 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC sebagai stabilizer terhadap karakteristik fisik yaitu overrun dan daya leleh, kemudian karakeristik kimia yaitu total padatan dan kadar serat kasar serta karakteristik hedonik velva umbi bengkuang. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi CMC yaitu T0 (0%), T1 (0,25%), T2 (0,5%), T3 (0,75%), T4 (1%), dan T5 (1,25%) dari berat puree umbi bengkuang. Bahan baku yang digunakan yaitu umbi bengkuang, air, gula pasir, Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) serta asam sitrat. Hasil dari penelitian ini yaitu variasi penambahan konsentrasi CMC memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap overrun, daya leleh, total padatan serta tekstur dari velva bengkuang umbi bengkuang. Kemudian dengan penambahan CMC memiliki kecenderungan meningkatkan kadar serat kasar velva dengan adanya korelasi positif antara perlakuan penambahan CMC terhadap serat kasar. Perlakuan penambahan CMC pada velva umbi bengkuang yang optimal yaitu sebesar 0,5% karena menghasilkan overrun sebesar 15,27%; daya leleh yang memenuhi kualitas mutu yaitu 16,49 menit, total padatan yang memenuhi standar sebesar 22,83%; serta menghasilkan karakteristik hedonik yang dapat diterima dengan baik oleh konsumen
Total Asam dan Bakteri Asam Laktat Salami Daging Kelinci dengan Lama Fermentasi yang Berbeda Naila Na&#039;ma Sultana; Valentinus Priyo Bintoro; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.066 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.28257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat total asam dan total Bakteri Asam Laktat pada salami daging kelinci dengan lama fermentasi yang berbeda serta mengetahui pengaruh lama fermentasi yang berbeda pada salami kelinci terhadap total asam dan total Bakteri Asam Laktat. Materi yang digunakan adalah daging kelinci, lemak sapi, isolated soy protein, starter bakteri asam laktat yang terdiri dari L. bulgaricus, S. thermophilus dan L. acidophilus, susu bubuk skim, garam Nitrit Pokeln Saltz (NPS), gula serta bumbu-bumbu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 4 perlakuan berupa lama fermentasi jam ke 6, 12, 18, dan 24. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa salami kelinci dengan lama fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap total asam dan  total bakteri asam laktat. Perlakuan dengan lama fermentasi 18 jam merupakan perlakuan terbaik untuk seluruh parameter yang diuji.This study was aimed to determine the physicochemical characteristics of rabbit salami with varied fermentation duration based on its total acid and Lactic Acid Bacteria. The ingredients used were rabbit meat, beef fat, isolated soy protein, lactic acid bacterial starter consisting of L. bulgaricus, S. thermophilus and L. acidophilus, skimmed milk powder, Nitrite Pokeln Saltz (NPS) salt, sugar and spices . The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 preparations and 5 replications. This study consisted of formulations divided into 4 consisting of 6th, 12th, 18th and 24th hour fermentation. Data analysis used was Variant Analysis (ANOVA) at a significance level of 5%. The results showed that rabbit salami with different fermentation times had a significant effect (p <0.05) on total acid and total lactic acid bacteria. The 18 hour fermentation treatment was the best for all given parameters.  
Karakteristik Fisikokimia dan Mutu Hedonik Bubur Bayi Instan dengan Variasi Proporsi Tepung Ubi Jalar Ungu dan Kacang Hijau Fitri Nur Karimah; Valentinus Priyo Bintoro; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.517 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23876

Abstract

Bubur bayi instan merupakan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berbentuk bubuk dan bersifat instan sehingga dalam penyajiannya tidak diperlukan proses pemasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang hijau yang berbeda terhadap kandungan proksimat (kadar air, serat, abu, protein, lemak dan karbohidrat), total kalori, viskositas dan mutu hedonik bubur bayi instan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pisang ambon mengkal siap matang, kacang hijau, ubi jalar ungu, gula, dan susu bubuk merk Dancow. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan  5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau % (b/b) yaitu T1 = 50:50, T2 = 60:40, T3 = 70:30, T4 = 80:20 dan T5 = 90:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air, abu, serat kasar, protein, lemak, karbohidrat, total kalori, viskositas, warna, tekstur dan overall, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rasa dan aroma. Perlakuan terbaik yang dipilih yaitu proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau % (b/b) 50:50 yang menghasilkan kadar air (5,09%), abu (3,01), serat kasar (3,05), lemak (8,01), protein (14,08), karbohidrat (69,58%), total kalori (406,77 Kkal), viskositas (484,51 cP), rasa 3,68 (suka), tekstur 4,08 (suka), aroma 3,76 (suka), warna 2,92 (agak suka) dan overall 3,56 (suka).Instant baby porridge is a complementary food for breastmilk which is instant and so it is not necessary to cook it in its presentation. This aims of the was study to determine the effect of different proportions of purple sweet potato flour and green bean flour on the proximate content (water content, fiber, ash, protein, fat and carbohydrate), total calories, viscosity and hedonic quality of instant baby porridge. The materials used in this research were ambon banana, green beans, purple sweet potatoes, sugar, and Dancow brand milk powder. The experimental design used was CRD (Completely Randomized Design) with 5 treatments and 4 replications with variations in the proportion of purple sweet potato flour and green beans% (b / b), namely T1 = 50:50, T2 = 60:40, T3 = 70 : 30, T4 = 80:20 and T5 = 90:10. The results showed that the variation in the proportion of purple sweet potato flour and green beans significantly (P <0.05) on water content, ash, crude fiber, protein, fat, carbohydrate, total calories, viscosity, color, texture and overall, but not significant effect on taste and aroma. The best treatment chosen was the proportion of purple sweet potato flour and green beans by 50%: 50% which produced water content (5.09%), ash (3.01), crude fiber (3.05), fat (8.01) ), protein (14.08), carbohydrate (69.58%), total calories (406.77 Kcal), viscosity (484.51 Cp), taste 3.68 (likes), texture 4.08 (likes), aroma 3.76 (likes), color 2.92 (rather like) and overall 3.56 (likes).
Karakteristik Es Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L.) dengan Penambahan Pati Garut (Maranta arundinacea) Sebagai Bahan Penstabil Widya Dwi Pangesti; Valentinus Priyo Bintoro; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.931 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik es krim ubi jalar ungu yaitu overrun, kecepatan pelelehan, total padatan dan mutu hedonik dengan menggunakan pati garut sebagai bahan penstabil dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi penambahan pati garut yaitu T0(tidak ditambahkan tepung garut), T1(konsentrasi pati garut 0,2%); T2(konsentrasi pati garut 0,4%); T3 (konsentrasi pati garut 0,6%); dan T4(konsentrasi pati garut 0,8%). Parameter fisik yang diuji meliputi overrun dan kecepatan leleh sedangkan parameter kimia meliputi total padatan. Mutu Hedonik yang diuji meliputi rasa manis, aroma, warna ungu, tekstur dan overall kesukaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pati garut dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap nilai overrun, kecepatan leleh, dan total padatan serta mutu hedonik dengan atribut tekstur. Penambahan pati garut dengan konsentrasi sebesar 0,4% merupakan perlakuan terbaik dilihat dari parameter fisik, kimia, dan hedonik secara menyeluruh.
Pengaruh Proporsi Kemangi terhadap Aktivitas Air (Aw) dan Kadar Air Kerupuk Kemangi Mentah Tsurayya Ulfah; Yoga Pratama; Valentinus Priyo Bintoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.872 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20360

Abstract

Aktivitas air (aw) dan kadar air merupakan karakteristik yang dapat menentukan kualitas kerupuk. Kerupuk kemangi adalah makanan ringan yang terbuat dari bahan baku tepung tapioka dan kemangi yang diolah dengan cara dikukus, diiris tipis, dikeringkan, kemudian digoreng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kemangi terhadap aw dan kadar air kerupuk kemangi mentah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu T1 (10% kemangi, 90% tapioka), T2 (15% kemangi, 85% tapioka), T3 (20% kemangi, 80% tapioka), dan T4 (25% kemangi, 75% tapioka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk kemangi mentah dengan perlakuan T1, T2, T3, dan T4 memiliki aw masing-masing sebesar 0,444±0,023; 0,446±0,027; 0,434±0,026; dan 0,439±0,021 serta kadar air masing-masing sebesar 8,55±0,32; 8,78±0,38; 8,74±0,32; dan 8,82±0,41. Variasi proporsi kemangi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap aw dan kadar air kerupuk kemangi mentah. Water activity (aw) and water content determine the quality of cracker. Basil cracker is snacks made from tapioca starch and basil. It is processed by steaming, slicing, drying, and deep frying. This study aimed to determine the effects of basil addition to aw and water content of raw basil cracker. Complete Randomized Design was used in this research with 4 treatments and 5 replications i.e. T1 (10% basil, 90% tapioca), T2 (15% basil, 85% tapioca), T3 (20% basil, 80% tapioca), and T4 (25% basil, 75% tapioca). The research showed that raw basil crackers had aw equal to 0,444±0,023; 0,446±0,027; 0,434±0,026; 0,439±0,021 and water content equal to 8,55±0,32; 8,78±0,38; 8,74±0,32; 8,82±0,41 for T1, T2, T3, and T4 respectively. Variation of basil proportion do not give real effects to aw and water content of raw basil crackers.
Pengaruh Berbagai Jenis Gula Terhadap Sifat Sensori dan Nilai Gizi Roti Manis Visi Andragogi; Valentinus Priyo Bintoro; Siti Susanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.881 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.22108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai jenis gula pada proses pembuatan roti manis terhadap sifat sensori dan nilai gizi produk. Materi yang digunakan adalah 4 jenis gula yang berbeda seperti sukrosa, glukosa, madu, dan fruktosa, serta bahan baku pembuatan roti manis yang sudah ditentukan komposisinya. Perlakuan yang digunakan adalah dengan 4 perlakuan penggunaan gula pada pembuatan roti manis, dengan nilai dasar sukrosa (gula pasir) 100 (Relative Sweetness Values for Various Sweeteners). Perlakuan yang diterapkan yaitu sukrosa (T0), fruktosa cair (T1), madu (T2), dan glukosa (T3). Analisis data yang digunakan dalam uji sensori adalah Kruskal-Wallis, apabila ada pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Sedangkan dalam uji nilai gizi adalah pengolahan data secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perlakuan terbaik adalah roti yang menggunakan madu sebagai bahan pemanis roti.
Karakteristik Gelato Susu Kambing dengan Penambahan Ekstrak Daun Pegagan Widya Tamimi; Nurwantoro Nurwantoro; Valentinus Priyo Bintoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.217 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.22253

Abstract

Gelato merupakan salah satu jenis pangan es krim yang berasal dari Italia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai overrun, resistensi pelelehan, viskositas, kandungan zat besi dan aktivitas antioksidan pada gelato susu kambing yang telah di fortifikasi dengan ekstrak daun pegagan dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun pegagan yang tepat terhadap aroma, warna, rasa, tekstur dan kesukaan pada gelato susu kambing dengan penambahan ekstrak daun pegagan. Lima jenis perlakuan gelato susu kambing dengan ekstrak daun pegagan  %  (b/b) yaitu  T0= 0%,  T1=5%,  T2=10%,  T3=15%,  dan T4=20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh (P < 0,05) antara lima perlakuan yang berbeda terhadap overrun, resistensi pelelehan, viskositas, aktivitas antioksidan, kandungan zat besi (Fe) dan uji organoleptik tekstur, rasa, kesukaan, tetapi pada aroma dan warna tidak berpengaruh nyata (P > 0,05). Kesimpulannya, gelato susu kambing dengan penambahan ekstrak daun pegagan seiring dengan meningkatnya persentase ekstrak daun pegagan yang ditambahkan dapat meningkatkan nilai aktivitas antioksidan, zat besi, overrun, namun menurunkan nilai resistensi pelelehan dan viskositas. Berdasarkan sifat organoleptik penambahan ekstrak daun pegagan yang semakin meningkat kurang diminati oleh panelis dari segi rasa, tekstur dan kesukaan.  
Karakteristik Fisik, Kimia, Dan Hedonik Velva Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) Yang Diperkaya Sari Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Sebagai Perisa Alami Fajar Bahari; Valentinus Priyo Bintoro; Siti Susanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.792 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23839

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sari bunga kecombrang terhadap overrun, daya leleh, total padatan, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan velva bengkuang. Manfaat penelitian ini diharapkan diperoleh formulasi sari bunga kecombrang untuk menghasilkan kualitas velva bengkuang yang optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan penambahan sari bunga kecombrang T0 (0%), T1 (5%), T2 (10%), dan T3 (15%) dari total velva (v/b). Pengulangan dilakukan sebanyak 5 kali pada setiap perlakuan. Data pengujian overrun, daya leleh, dan total padatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila terdapat pengaruh dilakukan uji lanjutan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DNMRT). Pengujian tingkat kesukaan dianalisis menggunakan non parametrik Kruskall-Wallis dan apabila terdapat pengaruh dilanjutkan uji Mann-Whiteney. Parameter aktivitas antioksidan diuji secara deskriptif kualitatif. Penambahan sari bunga kecombrang dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap overrun, daya leleh, total padatan, aktivitas antioksidan dan tingkat kesukaan rasa, warna dan overall kesukaan, tetapi pada aroma dan tekstur tidak berpengaruh.
Sifat Mikrobiologi, Nilai Viskositas dan Organoleptik Kefir Optima dengan Penambahan High Fructose Syrup (HFS) Vannesya Fadjri Prastiwi; Valentinus Priyo Bintoro; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.494 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan HFS dengan konsentrasi yang berbeda terhadap total bakteri asam laktat, total khamir, nilai viskositas dan sifat organoleptik kefir optima. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi HFS yang ditambahkan yaitu 0% untuk T0, 2,5% untuk T1; 5% untuk T2; 7,5% untuk T3 dan 10% untuk T4. Susu yang digunakan adalah susu UHT dengan kefir grains sebanyak 5% dan difermentasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian HFS dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap total bakteri asam laktat, total khamir, nilai viskositas dan organoleptik kefir optima. Semakin tinggi konsentrasi HFS yang ditambahkan yaitu sampai dengan 10% akan meningkatkan total bakteri asam laktat, total khamir, nilai viskositas dan sifat organoleptik  pada kefir optima. Perlakuan terbaik adalah pada T3 yaitu penambahan HFS sebesar 7,5 % yang menghasilkan total bakteri asam laktat sebanyak 2,28 x 107 CFU/ml, total khamir sebesar 1,10 x 107 CFU/ml dengan nilai viskositas 0,43 ± 0,06 cp dan memiliki sifat organoleptik rasa yang agak asam, sensasi soda yang terasa dan bertekstur agak kental, karena dengan penambahan konsentrasi HFS yang lebih sedikit dibandingkan T4 akan menghasilkan produk yang memiliki karakteristik yag tidak terlalu berbeda dengan T4, baik dari sifat mikrobiologis,fisik maupun organoleptik. This study aims to determine the effect of HFS addition with different concentrations on total lactic acid bacteria, total yeast, viscosity value and organoleptic properties of kefir optima. This study used 5 treatments and 4 replications with variation of HFS concentration added 0% for T0, 2.5% for T1; 5% for T2; 7.5% for T3 and 10% for T4. Materials used are UHT milk with kefir grains as much as 5% and fermented for 24 hours The results showed that giving of HFS with different concentration gave significant effect to total lactic acid bacteria, total yeast, viscosity value and organoleptic kefir optima. The higher HFS concentration added up to 10% will increase total lactic acid bacteria, total yeast, viscosity value and organoleptic properties in kefir optima. The best treatment was on T3 which was HFS addition of 7.5% which resulted in total lactic acid bacteria as much as 2.28 x 107 CFU / ml, total yeast of 1.10 x107 CFU / ml with a viscosity value of 0.43 ± 0.06 cp and has a slightly acidic taste organoleptic properties, the sensation of soda is slightly thicker and textured, because with the addition of a smaller concentration of HFS than T4 will produce products that have no significant different with T4, both from microbiological, physical and organoleptic properties.
Viskositas dan Uji Hedonik Sirup Ekstrak Apu-apu (Pistia stratiotes) sebagai Alternatif Food Supplement Antiinflamasi Muthmainnah Muthmainnah; Siti Susanti; Valentinus Priyo Bintoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2018.21520

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat Sirup Ekstrak Apu-apu (SEA) dan mengetahui formulasi sirup terbaik dari berbagai konsentrasi ekstrak apu-apu serta mengetahui tingkat penerimaan SEA. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah formulasi sirup dengan pemberian konsentrasi ekstrak apu-apu yaitu T0 : 0% (kontrol), T1 : 1%, T2 : 2%, T3 : 3%, T4 : 4%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata antara lima formula yang berbeda terhadap viskositas. Formula SEA terbaik adalah sirup dengan konsentrasi ekstrak apu-apu 3% dengan viskositas 15,67 cP. SEA yang dihasilkan memiliki tingkat penerimaan yang baik.The purpose of this research was to make water lettuce extracts syrup (SEA) and to know the optimization of best syrup formulation with various concentration of water lettuce extract also the acceptance level of SEA. The treatment applied in this research was the formulation of syrup by giving different concentrations of water lettuce extract i.e.: T0 : 0% (control), T1 : 1%, T2 : 2%, T3 : 3% and T4 : 4%. The results showed that there was no significant effect between five different formulas on viscosity. The best formula was syrup with 3% water lettuce extract concentration with viscosity 15.67 cP. The resulting SEA has a good level of acceptance.
Co-Authors Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Amanullah, Danur Restu Anjasmara Bagas Wiedyantara Antonius Hintono Antonius Hintono Ashghar Yusuf Randika Islamay Putra Bambang Dwiloka Bhakti Etza Setiani Bimonov, Salsabila Alya Brilly Cahyo Krisetyadi Damayanti, Safitri Danur Restu Amanullah Desnandia Radhika Ningsih Duana Martha Saragih Enjui Pehulisa Br Barus Fahmi Arifan Fahmi Arifan Fajar Bahari fatimatuz zahra Fito Disa Guna Fitri Nur Karimah Hati, Intan Permata Helga Ayu Sarika Heni Rizqiati Heni Rizqiati Heni Rizqiati Heni Rizqiati Hifni Sofyan Arief Hutajulu, Florent Lam Angur Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iman Waliyurahman Ina, Yessy Tamu Indri Desy Natalia Siagian Indri Iriana Putri Karomatus Sholichah Kurniati, Dwitya Lady Abigael Antono Luthfi Hakim Manurung, Jethro Rafande Martha Widi Lestari Mukti Agung Laksono Muthmainnah Muthmainnah Naila Na&#039;ma Sultana Neti Zuniati Nisa Afifah Hajrah Nona Tiama Parera Nurwantoro . Octani Dwi Siswati Pramesti, Gabriela Wina Ayu Priska Kamelia Isfanida Putri Nur Anggraini Rohmat, Yusup Nur Nur Sarjana, Teysar Adi Savitri Diyas Prabaningrum Setya Budi M Abduh Setya Budi Muhammad Abduh, Setya Budi Muhammad Siringoringo, Rohayana Siti Susanti Siti Susanti Siti Susanti, Siti Sri Mulyani Sri Oktavia Ginting Tambunan, Lia Oktavia Tiara Satwika Purdi Tsurayya Ulfah Tsurayya Ulfah Ulfah, Tsurayya Umiyati Atmomarsono Vannesya Fadjri Prastiwi Visi Andragogi Widiyanto Widiyanto Widya Dwi Pangesti Widya Tamimi Yoga Pratama Yoga Pratama Yosyfa Astiari Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Zuniati, Neti