Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) PADA LANSIA PENDERITA GOUT ARTRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS DI UPT PSTW JOMBANG Abidin, Faridl Zainal; Leo Yosdimyati Romli; Arif Wijaya; Tiara Fatma Pratiwi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.348

Abstract

Abstrak: Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan mengalami penyakit degeneratif, salah satunya gout arthritis yang ditandai oleh nyeri sendi akibat penumpukan kristal monosodium urat. Kondisi ini dapat menurunkan mobilitas, kualitas hidup, serta memengaruhi aspek psikologis lansia. Tujuan: Mengetahui efektivitas penerapan PMR dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia penderita gout arthritis dengan masalah keperawatan nyeri kronis.Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi data Subjektif, objektif dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah dilakukan terapi PMR selama 4 hari secara rutin, kedua responden menunjukkan penurunan skala nyeri dari kategori nyeri sekala 5&6 sedang menjadi sekala nyeri 2 ringan. Responden juga melaporkan kondisi tubuh lebih rileks, berkurangnya ketegangan otot, serta dapat meningkatkan kemampuan aktivitas secara mandiri. Kesimpulan: Terapi PMR terbukti efektif mengkontrol nyeri pada lansia penderita gout arthritis.
TERAPI DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG GATOTKACA RSUD JOMBANG Nur Laili, Hanifah; Dina Camelia; Erna Ts Fitriyah; Leo Yosdimyati Romli
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.352

Abstract

Abstrak: Asma adalah penyakit paru-paru kronis yang disebabkan karena adanya peradangan dan penyempitan otot di sekitar saluran nafas, sehingga membuat pernapasan menjadi lebih sulit. Pasien asma yang mengalami kekambuhan akan mengalami sesak napas sehingga dapat diterapkan terapi non farmakalogi seperti Teknik diapraghmatic breathing exercise. Tujuan penelitian mampu melakukan penerapan intervensi Teknik diapraghmatic breathing exercise pada pasien asma dalam mengatasi masalah Pola Napas Tidak Efektif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus dengan pendekataan asuhan keperawatan, responden penelitian ini adalah dua pasien asma dengan masalah pola napas tidak efektif. Penelitian dilakukan selama 3 hari menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pasien pertama mengalami penurunan sesak napas pada hari ke-2 dengan ditemukan RR 26x/menit dan pada hari ke-3 sudah tidak sesak dengan RR 22x/menit, sedangkan pasien kedua mengalami penurunan sesak napas pada hari ke-1 dengan RR 26x/menit dan pada hari ke-3 pasien sudah tidak sesak dengan RR 22x/menit. Kesimpulan yang didapat adalah teknik diapraghmatic breathing exercise dapat diterapkan pada pasien asma yang mengalami sesak napas dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif
PENERAPAN TERAPI SENAM TERA PADA LANSIA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DI DUSUN BANGLE DESA DAPUR KEJAMBON JOMBANG Mardaenatuz Zahro, Umi; Dina Camelia; Leo Yosdimyati; Tiara Fatma
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.355

Abstract

Abstract: Gout arthritis adalah bentuk peradangan sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat, yang memicu respon inflamasi dan menyebabkan nyeri hebat serta pembengkakan, terutama pada sendi penopang berat badan seperti lutut, panggul, dan pergelangan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Penerapan Terapi Senam Tera Pada Lansia Penderita Gout Arthritis Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Desa Dapur Kejambon. Desain penelitian di penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini Lansia yang masih mampu untuk berdiri dan mampu melakukan gerakan senam tera dan lansia dengan nyeri pada bagian sendi-sendi yang nyerinya hilang timbul. Penelitian karya ilmiah ini dimulai dengan penyusunan proposal sampai akhir yaitu dari bulan Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan di Desa dapur Kejambon pada September 2025. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terapi senam tera dapat menjadi terapi alternatif untuk mengatasi nyeri akut pada lansia penderita gout arthritis, pada klien 1 Ny.S skala nyeri menurun di hari ke tujuh dengan skala nyeri (1), dan pada klien 2 Ny.T skala nyeri menurun di hari ke tujuh dengan skala nyeri (1). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah senam tera dapat menjadi terapi non farmakologi pada lansia penderita gout arthtritis dengan masalah keperawatan nyeri akut. Saran bagi responden dapat meningkatkan pengetahuan klien tentang bagaimana menangani masalah Gout Arthritis dengan tindakan yang benar sehingga masalah dapat teratasi.
Application of Benson Relaxation Therapy in Type 2 Diabetes Patients with Nursing Problems of Blood Glucose Level Instability Hikmah, Dafiyatil; Sudarso, Sudarso; Yosdimyati, Leo; Camelia, Dina
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 2 (2025): Infectious Diseases
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i2.13221

Abstract

Blood glucose instability is a variation in blood glucose levels that rise or fall from the normal range. Signs and symptoms that may appear include polyphagia, polydipsia, polyuria, drowsiness, dizziness, coordination disorders, and low or high blood glucose levels. Benson relaxation therapy is one non-pharmacological intervention that has been proven effective in helping to control blood glucose levels. This study aims to determine the application of Benson relaxation therapy in patients with type 2 diabetes mellitus with blood glucose level instability nursing problems. Methods: This study used a case study with a nursing care approach on two respondents with type 2 diabetes mellitus. Results: Before the intervention, both patients complained of frequent thirst, frequent urination, and frequent hunger. After the Benson relaxation therapy intervention was conducted routinely for 7 consecutive days, with each session lasting 10-15 minutes, there was a decrease in blood glucose levels in both respondents. Conclusion: This study found that Benson relaxation therapy is effective as a complementary intervention to help stabilise blood glucose levels while improving patients' psychological well-being.
Pemberdayaan Lansia Melalui Skrining Kesehatan Berkala Dan Edukasi Pola Hidup Sehat Maharnani Tri Puspitasari; Leo Yosdimyati Romli; Carlene Natasya Putri Andini
Jurnal Abdi Medika Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Abdi Medika Mei 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v6i1.1616

Abstract

Peningkatan populasi lansia di wilayah pedesaan sering kali tidak dibarengi dengan literasi kesehatan yang memadai, sehingga risiko penyakit degeneratif tetap tinggi. Desa Banjartanggul di Kabupaten Mojokerto menghadapi tantangan serupa di mana deteksi dini penyakit tidak menular masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian lansia melalui skrining kesehatan berkala dan edukasi pola hidup sehat. Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pada Januari 2026. Partisipan terdiri dari 25 lansia yang dipilih secara purposive. Instrumen kegiatan meliputi pemeriksaan biokimia (tekanan darah, gula darah, asam urat) dan kuesioner pengetahuan (pre-test dan post-test). Hasil skrining menunjukkan bahwa 60% lansia mengalami hipertensi dan 52% memiliki kadar asam urat tinggi. Setelah diberikan edukasi berbasis Kebutuhan Dasar Manusia (KDM), terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 45%, dengan capaian tertinggi pada indikator kesadaran skrining rutin (96%). Program ini efektif mengubah paradigma lansia dari perilaku kuratif menjadi preventif-proaktif. Sinergi antara pemeriksaan fisik dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan lansia yang sehat dan berdaya di tingkat desa.
Peningkatan Pengetahuan Dan Kesadaran Masyarakat Tentang Pemantauan Tekanan Darah Melalui Edukasi Kesehatan Maharnani Tri Puspitasari; Carlene Natasya Putri Andini; Leo Yosdimyati Romli
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Abdi Medika Desember 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i2.1544

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas kardiovaskular di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 34,1%. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memantau tekanan darah secara berkala, sehingga deteksi dini sering terlambat dilakukan. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan pemantauan tekanan darah melalui edukasi kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah community-based participatory research yang melibatkan partisipasi aktif warga di Desa Candimulyo, Jombang. Intervensi diberikan melalui dua sesi edukasi interaktif disertai pemeriksaan tekanan darah. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan dua minggu setelah program menggunakan kuesioner terstruktur, dengan kategori pengetahuan dan perilaku dibagi menjadi kurang, cukup, dan baik. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 9,7% menjadi 64,5%. Perilaku pemantauan tekanan darah juga membaik, dari 54,9% peserta yang melakukan pemeriksaan rutin minimal satu kali menjadi 87,1% setelah intervensi. Temuan ini memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik pemantauan tekanan darah, sehingga berpotensi diterapkan sebagai model intervensi di tingkat komunitas.
Physical Activity as a Non-Pharmacological Intervention for Chronic Pain in Elderly Gouty Arthritis Siti Naimatuz Zahro; Dina Camelia; Leo Yosdimyati R; Tiara Fatma P
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): IJHET MAY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i1.804

Abstract

Chronic pain in elderly people with gout arthritis remains a problem that lacks structured treatment, negatively impacting their quality of life and daily activities. This study aims to analyze the effect of physical activity on the level of chronic pain in elderly people with gout arthritis in Kejambon Hamlet, Dapurkejambon Village. The study used a quantitative research type with a pre-experimental one group pretest-posttest design. The study was conducted on elderly people experiencing gout arthritis pain with a mild and moderate pain scale, taken using a purposive sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria, resulting in 20 respondents. Data were collected using a pre-post test pain scale observation sheet and analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that, before the intervention, most respondents experienced moderate pain (15 respondents (75%), and after the intervention, most respondents experienced a decrease in pain levels to mild (15 respondents (75%). The Wilcoxon test results showed a significance value of 0.001 (p <0.05), which means there is a significant effect of physical activity on reducing the level of chronic pain in elderly people with gout arthritis. It was concluded that physical activity significantly reduced chronic pain levels in elderly people with gouty arthritis. This study recommends that this activity can be used as an effective non-pharmacological intervention in geriatric nursing practice.
Telemonitoring-Based Cardiac Care to Reduce Readmissions in Coronary Heart Disease Patients Hariyono Hariyono; Sri Pantja Madyawati; Leo Yosdimyati Romli; Chin Xuan Tan; Shifa Fauziyah; Teguh Hari Sucipto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i2.24553

Abstract

Coronary heart disease (CHD) continues to be a leading cause of hospital readmissions, especially among elderly individuals with low educational attainment and limited understanding of health information. This research aimed to evaluate how cardiac care management influences the frequency of hospital readmission in patients diagnosed with CHD. Employing a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design, the study involved 100 participants at Jombang Hospital, chosen through purposive sampling. Information regarding readmission rates was gathered before and after the intervention using structured questionnaires and assessed through the Wilcoxon signed-rank test. Before receiving the intervention, 25% of patients had been readmitted more than twice, while none avoided readmission altogether. Following the management program, only 5% experienced multiple readmissions, and 25% reported none. The statistical outcome demonstrated a significant difference (p = 0.002), proving that cardiac care interventions consisting of educational support, family involvement, and consistent follow-up effectively decreased patient readmission. Most participants were aged between 61 and 75, male, and had only completed elementary school, all of which are factors associated with poor disease self-management. This trial confirms that integrated cardiac care management greatly improves the outcomes of recovery and decreases the risk of rehospitalization in CHD patients.