Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MENGISI KESENJANGAN DALAM PEMBENTUKAN CITRA PARIWISATA BERKELANJUTAN: PERSPEKTIF SOCIAL MEDIA AFFORDANCES DAN KEPELBAGAIAN KATEGORI WISATAWAN Taufiqqurrachman; Firdaus El Hadi; Fajriani Ananda
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.490

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara wisatawan dalam memperoleh informasi, membagikan pengalaman, dan membentuk citra destinasi. Dalam konteks ini, social media affordances menawarkan sebuah framework alternatif untuk menjelaskan bagaimana fitur-fitur media sosial memediasi pembentukan citra pariwisata berkelanjutan. Artikel kajian pustaka ini bertujuan mensintesis landasan teoritis dan temuan empiris mengenai relasi antara social media affordances, kepelbagaian kategori wisatawan, dan citra pariwisata berkelanjutan. Melalui eksplorasi literatur, kajian artikel ini menunjukkan bahwa pelbagai penelitian terdahulu telah mengonfirmasi peran media sosial dalam pembentukan citra destinasi, namun masih sangat terbatas kajian yang mengintegrasikan antara perspektif affordances, perbedaan kategori wisatawan (wisatawan kunjungan pertama dan ulangan), serta dimensi keberlanjutan. Maka, hasil kajian artikel menegaskan perlunya kerangka analitis yang lebih kontekstual untuk memahami bagaimana wisatawan memaknai dan merepresentasikan destinasi melalui media social yang merupakan bagian penting dalam proses pembentukan citra destinasi. Secara konseptual, artikel ini memperkaya literatur komunikasi pariwisata dengan menempatkan citra berkelanjutan sebagai hasil interaksi antara teknologi, pengalaman wisatawan, dan tujuan pembangunan pariwisata nasional.
EDUKASI GERAKAN MASYARAKAT MAKAN IKAN (GEMARI) BERBASIS DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN MENJADI NUGGET DI DESA TELUK PAPAL, KECAMATAN BANTAN, KABUPATEN BENGKALIS Fajriani Ananda; Sovia Rabuma; Erika Oktavia Sipahutar; Firman Harisyandi; Hazimah Nazilah; Intan Putri Kamilah; Lidya Angelika; Meriana Lubis; Mikha Dwi N Raja Gukguk; Nadya Rahmawati; Siti Jamillatul
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi tinggi dan berperan penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Meskipun Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar, pemanfaatan ikan oleh masyarakat masih didominasi dalam bentuk konsumsi segar sehingga diversifikasi produk olahan ikan masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan melalui edukasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARI) serta pelatihan diversifikasi olahan ikan menjadi nugget. Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif yang terdiri atas tahap identifikasi masalah, persiapan, pelaksanaan edukasi, demonstrasi pembuatan nugget ikan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat konsumsi ikan, kandungan gizi ikan, serta pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, peserta mampu mengikuti tahapan pembuatan nugget ikan mulai dari persiapan bahan hingga menghasilkan produk siap konsumsi. Produk nugget ikan memperoleh respons positif dari peserta karena memiliki rasa, tekstur, dan tampilan yang menarik serta berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan rumah tangga. Kegiatan edukasi GEMARI berbasis diversifikasi olahan ikan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi ikan sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil perikanan lokal secara lebih optimal.
Pengawasan Terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) Sembako oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Rizky Ramadhan; Fajriani Ananda
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6945

Abstract

Penetapan HET artinya suatu barang tidak boleh dijual dengan harga lebih tinggi daripada yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebagai payung hukum dalam pengendalian harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru berpijak pada beberapa kebijakan utama dalam menyusun kebijakan operasionalnya. Setidaknya terdapat dua kebijakan utama yaitu Undang-undang No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan yang mengamanatkan kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pangan pokok, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana proses pengawasan harga eceran tertinggi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat efektivitas pengawasan tersebut. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi langsung di lapangan, serta dokumentasi, guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan pengawasan dan hambatan yang dihadapi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori dari Efendi (2014) yang mencakup lima indikator utama, yaitu: penentuan standar pelaksanaan, penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, pengukuran pelaksanaan kegiatan, pembanding pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan, pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan harga eceran tertinggi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru belum berjalan secara optimal. Belum adanya penetapan standar operasional prosedur dan jadwal pelaksanaan pengawasan yang jelas. Pengawasan HET sembako di Kota Pekanbaru masih menghadapi kendala seperti kesenjangan informasi, lemahnya komunikasi, minimnya pelibatan pelaku pasar, dan kurang optimalnya tindakan korektif. Untuk itu, perlu penguatan koordinasi, sosialisasi, dan pendekatan langsung agar pengawasan lebih efektif dan berdampak nyata bagi stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa hambatan utama seperti keterbatasan personel pengawas, keterbatasan pasokan dari distributor, kurangnya infrastruktur yang memadai di Pasar tradisional, serta rendahnya tingkat kesadaran dan kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan HET, menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi agar pengawasan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Partisipasi Sosial Bank Pohon: Adaptasi Iklim dan Promosi Kesehatan Fajriani Ananda; Yustikasari
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 15 No 1 (2026): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This qualitative case study examines social participation in the Tree Bank Program at the Faculty of Economics and Business, Universitas Riau, as a climate adaptation and campus health-promotion strategy. Existing green-campus studies largely emphasize physical infrastructure or environmental performance, while the social processes that sustain tree-based adaptation and health co-benefits remain underexplored. This study addresses that gap by integrating Cohen and Uphoff’s participation framework, social capital, and climate-health perspectives. Informants representing faculty leaders, lecturers, staff, students, alumni, Humendala, BPDAS, and DLHK were purposively selected. Data from interviews, observations, focus groups, and documents were thematically analyzed using NVivo 12 Plus. Participation was strongest in implementation, adequate in decision-making and benefit utilization, and weakest in evaluation. The study’s novelty lies in conceptualizing the Tree Bank as participatory green infrastructure whose adaptation and health value depends on maintenance, canopy growth, survival monitoring, heat-risk literacy, inclusive green-space use, and shared responsibility.
Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Logas di Nagari Muaro Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat Muhammad Vikrah; Fajriani Ananda
Jurnal Niara Vol. 18 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/yxf2cs82

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Logas merupakan bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam menyediakan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi ikon baru bagi wilayah Kabupaten Sijunjung. Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Logas merupakan wujud kewajiban Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam mewujudkan manfaat ekologis, sosial, estetika, dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengelolaan serta faktor-faktor penghambat dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Logas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis untuk menarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori pengelolaan menurut George R. Terry yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Logas secara umum telah berjalan cukup baik, terutama dari sisi koordinasi antarinstansi, sehingga pengelolaan aspek perawatan fasilitas, kebersihan, pedagang, parkir, dan keamanan dapat bersinergi dengan semestinya. Adapun faktor penghambat dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Logas adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan serta keterbatasan anggaran, terutama pada masa efisiensi.
Program KUKERTA Universitas Riau di Desa Berancah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Fajriani Ananda; Muhammad Az Zaky Habibie M; Fatia Nurhafizah; Bintang Lerefina Sihole; Annisa Azzura
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol. 3 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v3i2.9049

Abstract

This community service program was conducted through the Universitas Riau Community Service Program (KUKERTA) in Berancah Village, Bantan District, Bengkalis Regency, from June 19 to August 1, 2026. The program addressed several community issues, including limited awareness of dengue fever prevention, healthy lifestyles and proper hand hygiene, environmental cleanliness, bullying prevention, household food security, and the sustainable utilization of local tourism potential. The objective of this program was to empower the community by enhancing knowledge, awareness, and participation in health, education, and environmental management through participatory and educational approaches. The methods employed included field observation, needs assessment, coordination with village stakeholders, community education, counseling, demonstrations, mentoring, and the development of educational infrastructure. The implemented activities comprised the installation of waste education signboards, the construction of a village welcome sign, dengue fever prevention campaigns, health education through physical exercise, anti-bullying awareness programs, proper handwashing education, hydroponic kale cultivation training, and mangrove ecotourism strengthening initiatives. The results indicated that all planned programs were successfully implemented with strong community participation. These activities contributed to improving public knowledge and awareness regarding healthy living practices, including proper handwashing, environmental conservation, educational values, household food security, and the sustainable development of local tourism. Overall, the program strengthened community capacity and supported sustainable village development through collaborative empowerment involving the university, village government, and local residents.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MASYARAKAT TERHADAP NORMA KAWASAN BEBAS ASAP ROKOK DI KELURAHAN AGROWISATA Fajriani Ananda; T. Romi Marnelly; Ice Irawati; Andry Sukarmen; Alkausyari Aziz
JURNAL SENPLING MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/senpling.v1i1.4

Abstract

Smoking is one of the negative habits that is quite difficult to change even though its negative effects have often been informed. Cigarette smoke is not only harmful to active smokers but also passive smokers. So the habit of smoking should be stopped. In Pekanbaru city, there is an area that has been officially designated as a smoke-free area, namely RT 05 RW 05 Agrotourism Village, Rumbai District. Although the smoking habit is difficult to change, in this predetermined area there continues to be an increase in the number of respondents who smoke. This study analyzed what factors influenced respondents to stop smoking and comply with the norms of the smoke-free area. This research uses a descriptive quantitative approach. With a population of all residents of RT 05 RW 05 who are categorized as having smoked, there are 24 people who are also used as samples. Sampling is done by census. quantitative processing of data with simple mathematics. The results showed that the factors that influence people's compliance with the norms of smoke-free areas are public knowledge of the norms of smoke-free areas and knowledge of the dangers of cigarettes, involvement in socialization, supervision and situations.