Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TENAGA KERJA SUKARELA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN DI RS TK. II UDAYANA DENPASAR Putri Kusuma Dewi; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha; Made Agus Sugianto
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.373 KB)

Abstract

ABSTRAKSistem Jaminan Sosial Nasional merupakan program negara yang bertujuan memberi perlindungan sosial bagi rakyat Indonesia, dan dapat memberikan perlindungan apabila terjadi kecelakaan kerja, memasuki usia lanjut, atau pensiun, dan meninggal dunia.Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap tenaga kerja sukarela terhadap pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di RS Tk. II Udayana Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menganalisa hubungan antara pengetahuan dan sikap pegawai terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 70 orang dengan Teknik pengambilan sampel Accidental Sampling dan menggunakan kuisioner sebagai instrument penelitian. Uji analisa data yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian setelah dilakukan analisis Chi Square didapatkan hasil nilai Sig. = 0,005 < 0,05 karena nilai sig dibawah 0,05 artinya adanya hubungan antara pengetahuan dengan sikap kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di RS Tk. II Udayana Denpasar.Kata Kunci: Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, RS.ABSTRACTThe National Social Security System was a state program that aims to provide social protection for the people of Indonesia and can provide protection in the event of a work accident, entering old age, or retiring, and dies. The general objective of this study was to find out the existence of a relationship of knowledge with the attitude of voluntary workers towards the implementation of the Employment Social Security program at TK. II Hospital Udayana Denpasar. This research was an analytical study by analyzing the relationship between knowledge and attitudes of employees towards employment social security programs using the Cross Sectional approach. The number of samples was 70 people with Accidental Sampling Technique and using questionnaires as a research instrument. The data analysis test used was Chi Square. The results of the study after Chi Square analysis obtained the value of Sig. = 0.005 <0.05 because the value of sig was below 0.05 means that there was a relationship between knowledge and attitudes of participation in employment social security at the TK. II Hospital Udayana Denpasar.Keywords: Voluntary Worker, Social Security, Hospital.
Evaluasi Kebijakan Program Garbasari dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Badung Ni Nengah Ayu Mahartini; Made Agus Sugianto; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.606 KB)

Abstract

AbstrakStunting adalah kondisi gagal tumbuh anak balita karena kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 HPK. Tergolong stunting apabila tinggi badan menurut umur lebih rendah dari pada standar nasional atau nilai Z-Score indeks TB/U < -2 SD. Tahun 2020 kasus stunting di Kabupaten Badung sudah menurun yaitu 6,1%. Tetapi pada Puskesmas Petang II angka stunting tinggi 20,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kebijakan program garbasari dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Badung. Penelitian ini deskriptif kuantitatif, design penelitian cross sectional. Jumlah sampel 42 orang (metode total sampling). Analisa data Penilaian Indeks Kualitas Kebijakan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia tahun 2021 dari hasil kuesioner dan telaah dokumen. Hasil penelitian penilaian evaluasi agenda setting kebijakan klasifikasi baik (94,0%), penilaian evaluasi formulasi kebijakan klasifikasi baik (92,5%), penilaian evaluasi implementasi kebijakan klasifikasi sedang (73,5%) dan penilaian evaluasi kebijakan program penanggulangan stunting klasifikasi tidak baik (38,7%). Kata kunci: Garbasari, Evaluasi Kebijakan, StuntingAbstractDue to chronic malnutrition, particularly in the first 1,000 days of life, stunting is a condition in which children under the age of five fail to thrive. Stunting is defined as having a height at age that is below the national average or the Z-Score index for TB/U -2 SD. Stunting instances in Badung Regency fell by 6.1% in 2020. However, the stunting rate at the Petang II Health Center was high at 20.7%. The purpose of this study is to assess the effectiveness of the Garbasari program's stunting prevention strategy in Badung Regency. This study uses a cross-sectional, descriptive quantitative research design. There are 42 samples in all (total sampling method). The Republic of Indonesia's State Administration will evaluate the Policy Quality Index in 2021 using the findings of questionnaires and document reviews. The research's findings on the evaluation of the evaluation of the classification policy's agenda setting are good (94.0%), the evaluation of the policy's formulation is good (92.5%), the implementation of the policy is moderate (73.5%), and the evaluation of the policy's evaluation of the classification of the stunting prevention program is not good (38.7%).Keywords: Garbasari, Policy Evaluation, Stunting
Evaluasi Program Home Care Jembrana Kembali Jaya (JKJ) Plus di Puskesmas II Mendoyo Gusti Ayu Putu Juwita Mahasari; Nyoman Suarjana; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.997 KB)

Abstract

AbstrakUpaya pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jembrana meluncurkan program Jembrana Kembali Jaya (JKJ) Plus. Salah satu jenis pelayanan JKJ Plus yang telah dilaksanakan rutin saat ini adalah home care. Berdasarkan pelaksanaan program dari Mei sampai dengan Desember 2021, Puskesmas II Mendoyo masih belum berjalan dengan efektif dibandingkan puskesmas lainnya sehingga perlu adanya evaluasi terkait pelaksaan program. Penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan di Puskesmas II Mendoyo pada bulan Maret-Agustus 2022. Hasil evaluasi input program home care JKJ Plus diperoleh aspek man, money, method, material, dan machine sudah sesuai dengan pedoman. Namun mengalami kendala pelaksanaan program pada SDM yang rangkap tanggung jawab dan keterbatasan APD. Hasil evaluasi proses program home care JKJ Plus diperoleh sudah sesuai berjalan dengan baik dan sesuai pedoman. Perlu dikembangkan pedoman evaluasi dan melakukan evaluasi program home care JKJ Plus di seluruh Puskesmas.Kata kunci: Evaluasi, home care, JKJ Plus, Puskesmas AbstractTo approach health services to the community, the Jembrana Regency Government launched the JKJ Plus program. One type of JKJ Plus service that has been carried out routinely is home care. Based on the implementation of the program from May to December 2021, Puskesmas II Mendoyo is still not running effectively compared to other health centers. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected using interviews and document review. The research was conducted at Puskesmas II Mendoyo in March-August 2022. The results of the evaluation of the input of the JKJ Plus home care program were by the guidelines. However, there are obstacles in human resources who have dual responsibilities and the limitations of PPE. The results of the evaluation of the JKJ Plus home care program process were obtained that were running well and according to the guidelines. Need evaluation in all health centers.Keywords: Evaluation, home care, JKJ Plus, Puskesmas
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Pemanfaatan Buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara Ni Ketut Sri Yuliandari; Ni Ketut Martini; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.627 KB)

Abstract

Abstract Many pregnant women do not use the MCH book properly. MCH services are intended to detect early health problems in mothers, children, and families. This study aims to determine the relationship between pregnant women's knowledge and attitudes regarding the use of MCH books in the Puskesmas Kuta Utara working area. This is a quantitative study employing a cross-sectional design with sampling by means of probability sampling. The study sample consists of 55 participants. The data analysis utilized the chi-square test. The results of the study on the knowledge variable of pregnant women placed 45.5% in the good knowledge category, 63.6% in the positive attitude category, and the chi-square test yielded the knowledge value of pregnant women to be p = 0.005 and p < ɑ (0,005 < 0.05) and the value of the mother's attitude to be p = 0.000 and p < α (0,000 < 0.05). The conclusion of this study is that there is a correlation between the knowledge and attitudes of pregnant women regarding the use of MCH books in the Puskesmas Kuta Utara working area. Keywords:Knowledge, Attitude, use of MCH books Abstrak Banyaknya ibu hamil tidak memanfaatkan buku KIA dengan baik, fungsi buku KIA untuk mencari dari awal adanya masalah kesehatan ibu, anak dan keluarga melalui pelayanan KIA. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Kuta Utara, penelitian ini penelitian kuantitatif memakai desain penelitian crosssectional, pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling, besar sampel penelitian 55 responden, analisa data yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian pada variable pengetahuan ibu hamil kategori pengetahuan baik sebanyak 45,5%, sikap ibu hamil kategori sikap positif sebanyak 63,6% dan hasil uji chi square didapatkan nilai pengetahuan ibu hamil nilai p = 0,005 dimana p < ɑ (0,005 < 0.05) dan nilai sikap ibu nilai p = 0,000 dimana p < α (0,000 < 0.05). Simpulan dari hasil penelitian ini ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Kuta Utara. Kata kunci:Pengetahuan, Sikap, Pemanfaatan Buku KIA
Implementasi Aplikasi Teknologi Informasi untuk Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di UPT Puskesmas Abiansemal IV Kabupaten Badung I Kadek Erik Ariastana; Made Agus Sugianto; Ni Ketut Martini
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.782 KB)

Abstract

                                                 Abstrak Inovasi pelayanan kesehatan sebagai upaya pencegahan dan penaggulangan stunting. Desa Punggul meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Garbasari Punggul (SIGARPU) untuk meningkatkan kinerja Posyandu dalam mengatasi stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sigarpu dalam mengatasi stunting dengan membandingkan Desa Selat sebagai Desa tanpa Aplikasi di Wilayah UPT Puskesmas Abiansemal IV Kabupaten Badung. Penelitian ini analitik kuantitatif dengan design cross sectional. Teknik samplingnya proportionate stratified random sampling. Variabel meliputi aplikasi teknologi informasi dan indeks gizi balita. Hasil indeks TB/U balita di Desa tanpa aplikasi: sangat pendek 6 orang (13.0%), pendek 27 orang (58.7%), normal 12 orang (26.1%) tinggi 1 orang (2.2%). Hasil indeks TB/U balita di Desa Sigarpu, pendek 3 orang (6.1%), normal 44 orang (89.8%) tinggi 2 orang (4.1%). Uji Man Whitney menunjukkan p value sebesar 0.000 (p value < 0.05) yaitu ada perbedaan indeks TB/U balita antara kedua Desa.Kata kunci: Indeks Status Gizi Balita, Stunting, Aplikasi Sigarpu, Pencegahan Stunting                                             Abstract Health service innovation as an effort to prevent and overcome stunting. Punggul Village launched the Garbasari Punggul Information System Application (SIGARPU) to improve the performance of Posyandu in overcoming stunting. This study aims to analyze the implementation of Sigarpu in overcoming stunting by comparing Selat Village as a village without application in the UPT area of Abiansemal IV Health Center, Badung Regency. This research is quantitative analytic with cross sectional design. The sampling technique is proportionate stratified random sampling. The variables include the application of information technology and the nutritional index of children under five. The results of the TB/U under five in the village without the application: very short 6 people (13.0%), short 27 people (58.7%), normal 12 people (26.1%) high 1 person (2.2%). Sigarpu village, short 3 people (6.1%), normal 44 people (89.8%) tall 2 people (4.1%). The Man Whitney test shows a p value of 0.000 (p value < 0.05), which means that there is a difference in the TB/U under fives index between the two villages.
Evaluasi Pengelolaan Vaksin COVID-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2022 Ni Komang Sutriari; Ni Putu Widya Astuti; I Nyoman Suarjana; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.359 KB)

Abstract

AbstrakPenanganan pandemi COVID-19 melalui vaksinasi memerlukan Vaksin COVID-19. Vaksin merupakan produk biologis yang rentan rusak sehingga memerlukan pengelolaan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan Vaksin COVID-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2022. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian adalah pejabat dan staf yang terlibat dalam pengelolaan vaksin COVID-19 menggunakan instrumen yang berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Vaksin COVID-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2022 yang meliputi penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penanganan vaksin rusak dan kadaluarsa, serta pencatatan dan pelaporannya menggunakan acuan pedoman yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan. Kalibrasi alat belum dilakukan sesuai aturan pada proses penyimpanan namun secara umum proses penyimpanan sudah dilakukan sesuai standar. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa secara umum pengelolaan Vaksin COVID-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2022 yang meliputi penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penanganan vaksin rusak dan kadaluarsa, serta pencatatan dan pelaporannya sudah sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan.Kata kunci: Pengelolaan, Vaksin, COVID-19, Dinas Kesehatan Provinsi BaliAbstractHandling the COVID-19 pandemic through vaccination requires a COVID-19 vaccine. Vaccines are biological products that are susceptible to damage, so they require special management. This study aims to evaluate the management of the COVID-19 Vaccine at the Bali Provincial Health Office in 2022. The study used a descriptive qualitative method. Research informants are officials and staff involved in the management of the COVID-19 vaccine using an instrument in the form of an interview guide. The results showed that the management of the COVID-19 Vaccine at the Bali Provincial Health Office in 2022 which includes receiving, storing, distributing, handling damaged and expired vaccines, as well as recording and reporting using the reference guidelines set by the Ministry of Health. The instrument calibration has not been carried out according to the rules in the storage process but in general the storage process has been carried out according to standards. Based on the results of the study, it was concluded that in general the management of the COVID-19 Vaccine at the Bali Provincial Health Office in 2022 which includes receipt, storage, distribution, handling of damaged and expired vaccines, as well as recording and reporting are in accordance with the standards set by the Ministry of Health.Keywords:Management, Vaccines, COVID-19, Bali Provincial Health Office 
Analisis Kebutuhan Tenaga Rekam Medis Berdasarkan WISN (Workload Indicator of Staffing Need) di Unit Rekam Medis UPTD Puskesmas Selemadeg Ni Wayan Ernawati; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.651 KB)

Abstract

Abstract The number of human resources in the Medical Record Unit at the UPTD of the Selemadeg Health Center is three people, with an average poly visit of 50-70 patients per day, and the number of ER visits is an average of 15-20 patients per day. UPTD Puskesmas Selemadeg is an inpatient puskesmas where the existing medical record officers are only on duty in the morning. With so many patients, officers often feel overwhelmed by entering two types of patient input, which causes patients to queue for too long. To solve the problem, necessary to plan energy requirements with the WISN, which expect to reduce errors due to workload. Data collection techniques collect through participatory observation, documentation, and interviews. This type of research is a descriptive method WISN. The research instrument used a checklist and SOP. The number research population is three people with a total sample sampling. The available working time is 90,000 minutes/year with a standard workload of 13195.16 minutes/year, and the standard allowance is 0.184 HR. The need for human resources by WISN analysis shows that the number of workers is five from the current three people. Hence, the UPTD Puskesmas Selemadeg needs to plan to add two people to the medical record profession to suit the workload.Keywords:Manpower Needs, WISN Method, WISN Ratio, Medical Record Unit Abstrak Jumlah SDM di Unit Rekam Medis di UPTD Puskesmas Selemadeg sebanyak 3 orang dengan jumlah kunjungan poli rata- rata 50 – 70 pasien per hari dan jumlah kunjungan UGD rata – rata 15 – 20 pasien per hari. UPTD Puskesmas Selemadeg merupakan puskesmas rawat inap dimana petugas rekam medis yang ada hanya bertugas pada pagi hari. Dengan banyak nya pasien petugas sering kali merasa kewalahan dengan mengentry 2 jenis penginputan pasien yang menyebabkan pasien antre terlalu lama. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan perencanaan kebutuhan tenaga dengan metode WISN yang diharapkan mampu menekan terjadinya kesalahan akibat beban kerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode WISN. Jumlah populasi penelitian 3 orang dengan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan checklist dan SOP. Teknik  pengumpulan data dengan observasi partisipatif, dokumentasi danwawancara. Waktu kerja tersedia sebesar 90.000 menit / tahun denganstandar beban kerja sebesar 13195.16 menit / tahun, standar kelonggaransebesar 0,184 SDM. Kebutuhan tenaga dengan analisis WISNdidapatkan jumlah tenaga sebesar 5 orang dari yang ada saat ini baru 3orang. Sehingga manajemen UPTD Puskesmas Selemadeg perlumengadakan perencanaan penambahan tenaga sebanyak 2 orang denganprofesi perekam medis agar sesuai dengan beban kerja. Kata kunci:Kebutuhan Tenaga, Metode WISN, Rasio WISN, Unit Rekam Medis
Implementasi Posyandu Pintar dalam Upaya Pencegahan Malnutrisi di UPTD Puskesmas Pupuan I Ni Wayan Eka Rusniati; Made Agus Sugianto; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.56 KB)

Abstract

Abstract Smart Posyandu is one of the innovation programs of the Tabanan District Health Office as an effort to prevent malnutrition in Tabanan District. This study aims to analyze the differences in the nutritional status of children under five between smart Posyandu and regular Posyandu at UPTD Puskesmas Pupuan I. This type of research is quantitative analytic with cross sectional design. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 100 children aged 12-59 months. The variables in this study were the Posyandu group consisting of ordinary Posyandu and smart Posyandu, the BB/U, TB/U and BB/TB index of toddlers in each Posyandu which analyzed using the Mann Whitney Test statistical test with a significance level of = 0.05. The results of the Mann Whitney Test statistical test analysis, the differences in the nutritional status of children under five between the ordinary Posyandu and the smart Posyandu in the working area of UPTD Puskesmas Pupuan I, showed p value index of BB/U is 0.038, p value of index of TB/U is 0.022 and a p value of index BB/TB is 0.025. The result of this study shows the differences in the nutritional status of children under five between smart Posyandu and regular Posyandu at UPTD Puskesmas Pupuan I. The suggestion for Puskesmas (Health Care Center) is to be more intense to conduct advocacy to the villages that do not have a smart Posyandu to immediately form a smart Posyandu.Keywords:nutritional status, innovation, smart Posyandu, UPTD Puskesmas Pupuan I Abstrak Posyandu Pintar merupakan salah satu program inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan sebagai upaya mencegah terjadinya malnutrisi di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status gizi balita antara posyandu pintar dengan posyandu biasa di UPTD Puskesmas Pupuan I. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan design cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang balita umur 12-59 bulan. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok posyandu yang terdiri dari posyandu biasa dan posyandu pintar, Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB balita di masing-masing posyandu yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik Mann Whitney Test dengan dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil uji statistik Mann Whitney Test analisis perbedaan status gizi balita antara posyandu biasa dengan posyandu pintar di posyandu wilayah kerja UPTD Puskesmas Pupuan I masing-masing menunjukkan p valueindeks BB/U sebesar 0,038, p value indeks TB/U sebesar 0,022 dan pvalue indeks BB/TB sebesar 0,025. Hasil dari penelitian ini adalahterdapat perbedaan status gizi balita antara posyandu pintar denganposyandu biasa di UPTD Puskesmas Pupuan I. Adapun saran untukPuskesmas diharapkan lebih intens melakukan advokasi ke desa yangbelum memiliki posyandu pintar agar segera membentuk posyandupintar. Kata kunci:Status gizi, inovasi, posyandu pintar, UPTD Puskesmas Pupuan I
Analisis Implementasi Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (Bok) di Era Pandemi Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2020 Anak Agung Istri Mas; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.772 KB)

Abstract

Abstract Health Operational Assistance (BOK) is a fund used to ease the public's burden of financing the health sector, particularly services at Community Health Centers, reducing maternal mortality, infant mortality, and malnutrition. This research is a descriptive study with a qualitative approach, the number of informants in this study was seven (7) people, and the informants were selected based on the principles of adequacy and suitability. The triangulation method used in this study consisted of source triangulation, namely the researcher obtained data from different informants in exploring the same topic, and data triangulation, namely researchers using observation methods, documentation studies, and in-depth interviews. The results showed that the low absorption of Health Operational Assistance funds was due to the delay in the technical guidance (JUKNIS) of the Health Operational Assistance (BOK), causing the withdrawal of all activities that used BOK funds. Suggestions that can be given are to coordinate with the BOK manager at the Ministry of Health so that the issuance of Technical Instructions (Juknis) is accelerated so that the planning process at the Bali Provincial Health Office can be carried out earlier and the program manager should first prepare a plan of activities that will be carried out before the technical guidelines come down so that program managers can immediately start activities when technical guidelines have been issued.Keywords:Health Operational Assistance AbstrakBantuan Operasional Kesehatan, yang selanjutnya disebut BOK, adalahdana yang digunakan untuk meringankan beban masyarakat terhadappembiayaan bidang kesehatan, khususnya pelayanan di Pusat KesehatanMasyarakat, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, danmalnutrisi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif, jumlah informan penelitian ini adalah tujuh (7) orang,informan dipilih berdasarkan asas kecukupan dan kesesuaian. Adapunmetode triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri daritriangulasi sumber yaitu peneliti mendapatkan data dari informan yangberbeda dalam menggali topik yang sama dan triangulasi data yaitupeneliti menggunakan metode observasi, studi dokumentasi danwawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan rendahnya serapandana Bantuan Operasional Kesehatan adalah dikarenakan adanyaketerlambatan turunnya petunjuk teknis (JUKNIS) BOK sehinggamenyebabkan mundurnya seluruh kegiatan yang menggunakan danaBOK. Saran yang dapat diberikan adalah Berkoordinasi denganpengelola BOK di Kementrian Kesehatan agar penerbitan PetunjukTekhnis (Juknis) di percepat sehimgga proses perencanaan di DinasKesehatan Provinsi Bali bisa dilaksanakan lebih awal dan sebaiknyapengelola program terlebih lebih dahulu mempersiapkan rancangankegiatan yang akan dilaksanakan sebelum juknis turun sehinggapengelola program dapat langsung berkegiatan saat juknis telah turun Kata kunci:Bantuan OperasionalKesehatan
Manajemen Pengelolaan Obat di Unit Pelayanan Teknis Dinas Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ni Putu Ayu Indah Paramita; Made Agus Sugianto; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.717 KB)

Abstract

Abstract The deficient of drug management will result the stagnant of drug supplies and stock outs. Stagnant drugs have a risk of expiration and damage if not stored properly. The research is to know the management of drug management. The research used is descriptive qualitative research, through in-depth interview techniques. The determination of informants by applying purposive sampling technique. There are 4 informants. The study was conducted in March-August 2022. The study showed that the drug planning stage is using 2 methods including the consumption and morbidity method. The selection stage of drug needs is using the national formulary and DOEN. The drug revenue budget is from APBN, APBD/DAK funds, grants, and donations. Procurement of drugs using the e-Purchasing method. The administration system for receiving drugs is still done manually by using the excel program. Drug storage is not based on alphabetical and not based on dosage form. Mechanism of drug distribution is done by push distribution and pull distribution. The recording and reporting of drugs has not been going well because there are often differences in the amount of medicine between the available drugs and drugs that are recorded on the stock card. Drug destruction is carried out every 2 years through a tender mechanism.Keywords:The Management of Drug Management, Bali Public Health Office Abstrak Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant dan stock out. Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kadaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 4 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2022. Penelitian menunjukan bahwa tahap perencanaan obat menggunakan 2 metode meliputi metode konsumsi dan morbiditas. Tahapan seleksi kebutuhan obat menggunakan formularium nasional dan DOEN. Anggaran pendapatan obat bersumber dari dana APBN, APBD/DAK, hibah dan donasi. Pengadaan obat menggunakan metode e-Purchasing. Sistemadministrasi penerimaan obat masih dilakukan secara manualmenggunakan program excel. Penyimpanan obat belum berdasarkanalfabetis dan tidak berdasarkan bentuk sediaan. Mekanismependistribusian obat dilakukan secara push distribution dan pulldistribution. Pencatatan dan pelaporan obat belum berjalan dengan baikkarena sering terjadi perbedaan jumlah obat antara fisik barang denganyang tercatat di kartu stok. Pemusnahan obat dilakukan setiap 2 tahunsekali melalui mekanisme tender. Kata kunci:Manajemen Pengelolaan Obat, Dinas Kesehatan Provinsi Bali