Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pencegahan dan Pengendalian DBD Sugianto, Made Agus
Bappenas Working Papers Vol 6 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47266/bwp.v6i1.184

Abstract

Angka kesakitan DBD di Kabupaten Badung tahun 2021 mencapai 55 per 100.000 penduduk, sementara di Kecamatan Kuta Utara mencapai besaran yang sama. Angka ini di atas target nasional yaitu tidak lebih dari 49 per 100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik penderita DBD, memetakan daerah risiko serta menetapkan strategi terbaik pencegahan dan pengendalian DBD di Kecamatan Kuta Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita DBD terbanyak adalah kelompok umur dewasa dan berjenis kelamin laki-laki. Penyebab tingginya angka DBD di Kecamatan Kuta Utara antara lain karena kepadatan penduduk yang tinggi serta banyaknya mobilitas masyarakat. Penyebab lainnya adalah adanya penolakan dari masyarakat serta jumantik yang tidak bekerja dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan Desa Canggu dan Desa Tibu Beneng termasuk kategori Daerah Risiko rendah, Kelurahan Kerobokan dan Kelurahan Kerobokan Kaja termasuk dalam Daerah Risiko Sedang, sedangkan Desa Dalung dan Kelurahan Kerobokan Kelod termasuk kategori Daerah Risiko Tinggi. Hasil scoring menunjukkan bahwa prioritas pertama strategi pencegahan dan pengendalian DBD adalah meningkatkan Promosi dan Edukasi Kesehatan kepada masyarakat. Rekomendasi penelitian ini antara lain melakukan promosi dan edukasi secara massif kepada masyarakat, menggerakkan semua komponen masyarakat, perlunya dukungan anggaran dan pelatihan kepada pengelola program serta pengembangkan aplikasi sistem informasi surveilans penyakit.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara Rina, Ni Nengah; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3525

Abstract

Bidan sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan angka kematian dan kesakitan ibu. Karena bidan diharapkan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan profesinya, mereka harus mampu melakukannya dan memiliki keterampilan yang diperlukan Kondisi ideal rasio bidan yaitu 1:1.000 penduduk. Namun distribusi tenaga kesehatan belum merata di Indonesia. Tujuan penelitian menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara. Tujuan penelitian menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan WISN. Besar sampel 4 orang bbidan yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian kegiatan langsung bidan yang paling banyak melakukan anamnesa dna pemeriksan pasien, waktu kerja 96.840 menit/tahun, stadar beban kerjanya 19.368, jumlah waktu kelonggaran 0,274, jumlah bidan yang dibutuhkan adalah 6 orang. Kesimpulan jumlah kebutuhan tenaga bidan berdasarkan beban kerja di UPT Puskesmas Bangli Utara yaitu 6 orang dengan menggunakan metode WISN. Sehingga dari 4 orang bidan yang ada di UPT Puskesmas Bangli Utara masih terdapat kekurangan lagi 2 orang.
Implementasi Program Pencegahan dan Pengendalian Kasus Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara Putri, Connie Pratami; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3530

Abstract

Incidence Rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara tahun 2021 sebesar 55/100.000 penduduk dan mengalami kenaikan pada tahun 2022 sebanyak 95,73/100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pencegahan dan pengendalian kasus DBD di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik Triangulasi Sumber Data yaitu wawancara mendalam, penelusuran dokumen serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada input SDM yang terlibat, jumlahnya dan kompetensinya sudah sesuai. Anggaran bersumber dari APBD dan sudah mencukupi. Sarana berupa penunjang administrasi, pemeberantasan vektor dan teknologi informasi. Metodenya dari buku pedoman jumantik dan prosedur pelaporan. Pada procces yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan dengan melibatkan stakeholder. Pada output capaian program dan kriteria keberhasilan dinilai berdasarkan ABJ, CI, IR, jumlah kasus, angka kematian dan partisipasi masyarakat. Aspek input sudah memadai, namun penggunan aplikasi belum optimal karena tidak bisa digunakan disemua perangkat. Aspek procces sudah sesuai namum belum seluruh rumah bisa diperiksa karena kendala yang ditemui jumantik saat pemantauan. Aspek output belum seluruhnya mencapai target nasional. Penghitungan ABJ berdasarkan rumah yang disurvei saja mengindikasikan belum seluruh rumah bebas jentik. Untuk mengefektifkan pencegahan DBD perlu meningkatkan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan sistem aplikasi SILIRA agar dapat digunakan disemua perangkat.
Upaya Pencegahan Malnutrisi melalui Kelas Ibu Balita Cermat di Puskesmas Tembuku II Sastrawan, I Kadek Hery; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3573

Abstract

Kegiatan pencegahan stunting di Kabupaten Bangli dilakukan dengan intervensi sensitive dan spesifik. Pengembangan yang dilakukan dengan melakukan kelas ibu Hamil CERMAT yang merupakan inovasi dari kelas ibu balita dengan melakukan praktek langsung pembuatan MP-ASI. Jenis penelitian. Rancangan penelitian ini yaitu analitik kuantitatif dengan design penelitian case control. Besar sampel 150 orang yang terdirid ari 75 orang mengikuti kelas ibu balita biasa dan 75 orang mengikuti kelas ibu balita Cermat. Analisa data dengan cross sectional. Hasil penelitian Balita yang mengalami gizi lebih pada kelas ibu balita CERMAT sebanyak 68 orang (54,8%) sedangkan pada kelas ibu balita biasa sebanyak 56 orang (45,2%). Balita yang mengalami berisiko gizi lebih pada kelas ibu balita Cermat sebanyak lima orang (22,7%) sedangkan pada kelas ibu balita biasa sebanyak 17 orang (77,3%). Balita yang mengalami obesitas tidak ada pada kelas ibu CERMAT sedangkan pada kelas ibu balita biasa satu orang (100%). Hasil uji statistik mendapatkan nilai p 0,008 (< 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kelas ibu balita CERMAT dengan kelas ibu balita biasa berdasarkan status gizi berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) di UPTD Puskesmas Tembuku II. Kepada Puskesmas agar mengembangkan kelas ibu balita Cermat untuk semua Desa.
Analisis Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan Pendekatan Policy Triangle di Puskesmas Seririt III Buleleng Bali Suciarini, Ni Luh; Putri, Kadek Fina Aryani; Sugianto, Made Agus
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3574

Abstract

Puskesmas Seririt III mengalami penurunan realisasi keuangan BOK dalam beberapa tahun terakhir.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Seririt III ditinjau dari empat komponen Policy Triangle yaitu aktor, proses, konteks dan konten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis isi dengan metode validasi dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metoda. Informan berjumlah 3 orang deng purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan BOK di Puskesmas Seririt III jika dilihat dari 4 komponen Policy Triangle belum berjalan dengan baik. Dilihat dari komponen aktor, konteks dan konten masih ada beberapa hal yang belum sesuai sedangkan jika dilihat dari segi proses implementasi kebijakan sudah berjalan sesuai aturan. Implementasi kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan pendekatan Policy Triangle masih memerlukan perbaikan dari unsur aktor, konteks dan konten.
Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di UPTD Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung Dewi, Ni Putu Intan Pramana; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3599

Abstract

Meningkatnya kasus HIV perempuan usia produktif menyebabkan tingginya transmisi HIV secara vertikal. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) adalah intervensi pengendalian penularan IMS dan HIV/AIDS pada ibu ke anak, tergabung dengan layanan VCT dan ANC terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) melalui komponen input, proses dan output di UPTD. Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumen. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling sebanyak enam informan meliputi pemegang program KIA, pemegang program HIV, petugas LKB, konselor dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan komponen input telah memadai meski belum ada penyusunan SOP di puskesmas. Process, keseluruhan layanan sesuai dengan pedoman Kemenkes RI, namun kurang koordinasi dengan klinik/dokter swasta diluar wilayah kerja puskesmas, ibu hamil belum mendapatkan konseling, petugas kesulitan komunikasi penerimaan hasil, keterbukaan pasien, kerahasiaan status, loss to follow up, hasil layanan sempat tidak dilapor ke SIHA. Output, ibu hamil yang datang ke puskesmas tidak sebanyak dari target yang ditetapkan Pusdatin. Pelaksanaan program berjalan optimal sesuai pedoman Kemenkes RI.
Hubungan Kelas Ibu Hamil Serasi dan Non Serasi dengan Tingkat Pengetahuan, Status Gizi, dan Kunjungan K4 di UPTD Puskesmas Torue Aprilisia, Made Viani; Sugianto, Made Agus; Astuti, Ni Putu Widya
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3600

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan bentuk kelompok belajar yang memberikan edukasi atau penyuluhan kesehatan ibu hamil pada usia kehamilan 4 minggu hingga 36 minggu menjelang persalinan. UPTD Puskesmas Torue telah mengembangkan kelas ibu hamil dengan nama SERASI (sehat, rajin dan berseri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, status gizi, dan kunjungan K4 ibu hamil antara Kelas Ibu Hamil Serasi dan non Serasi di UPTD Puskesmas Torue. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain case control. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok kelas ibu hamil yang terdiri dari kelas ibu hamil serasi dan kelas ibu hamil non serasi, tingkat pengetahuan, status gizi, kunjungan K4 di masing-masing kelas ibu hamil yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil uji statistik chi-square hubungan antara kelas ibu hamil serasi dan non serasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Torue masing-masing menunjukkan nilai p value tingkat pengetahuan sebesar 0,045, p value status gizi sebesar 0,003, p value kunjungan K4 sebesar 0,036. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kelas ibu hamil serasi dan non serasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Torue.
Manajemen Pengelolaan Obat di UPTD Puskesmas Marga II Kabupaten Tabanan Yudiani, Ni Nyoman; Sugianto, Made Agus; Putri, Kadek Fina Aryani
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3613

Abstract

Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan memberikan berbagai pelayanan. Satu pelayanan yang diberikan adalah pelayanan obat atau farmasi. Pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant dan stock out. Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kadaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Puskesmas Marga II mengalami peningkatan obat kadaluarsa dalam periode waktu 3 tahun mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 202.Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat. Metode penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 6 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2023. Hasil penelitian menunjukan tahap perencanaan obat menggunakan 2 metode meliputi metode konsumsi dan morbiditas. Seleksi kebutuhan obat menggunakan formularium nasional dan DOEN. Sumber dana pengadaan obat dari dana APBD/DAK dan BLUD. Pengadaan obat menggunakan metode e-Purchasing. Administrasi penerimaan obat dilakukan secara elektronik menggunakan website Simokata. Penyimpanan obat berdasarkan alfabetis dan berdasarkan bentuk sediaan. Pendistribusian obat dilakukan secara push distribution dan pull distribution. Pencatatan dan pelaporan obat berjalan dengan baik namun pernah terjadi perbedaan jumlah obat antara fisik barang dengan kartu stok. Pemusnahan obat tidak pernah dilakukan di puskesmas.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Perawat di Puskesmas I Denpasar Timur Parasuari, Luh Diah; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3632

Abstract

Beban kerja yang tinggi dalam pemberian keperawatan apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan tenaga yang cukup maka akan memengaruhi kualitas tenaga dalam pemberian pelayanan. Beban kerja sebagai salah satu komponen penting dalam perhitungan kebutuhan tenaga dengan metode Workload Indicator of Staffing Need (WISN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga perawat di Puskesmas 1 Denpasar Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan analisis data kuantitatif dengan metode WISN. Penentuan responden dilakukan dengan teknik total population sampling sebanyak 16 responden yang merupakan tenaga perawat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Hasil penelitian didapatkan waktu kerja tersedia perawat adalah 241 hari/tahun atau 90.375 menit/tahun. Penggunaan waktu kerja perawat untuk kegiatan produktif sebesar 89,75% yang terdiri dari kegiatan produktif langsung sebesar 50,71% dan kegiatan produktif tidak langsung sebesar 39,04%, yang berarti sudah melebihi standar optimal yakni sebesar 80%. Kesimpulan dari penelitian ini, didapatkan kebutuhan tenaga perawat di Puskesmas I Denpasar Timur sebanyak 23 orang, sedangkan jumlah tenaga perawat yang tersedia sebanyak 16 orang sehingga masih terdapat kekurangan tenaga perawat sebanyak 7 orang. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban kerja yaitu memanfaatkan teknologi dan sistem informasi dalam manajemen pelayanan keperawatan.
PkM Pelatihan Manajemen Diri Pasien Hipertensi dalam Upaya Pencegahan Komplikasi dengan Pendekatan Usadha Bali di Kota Denpasar Purnawan, I Nyoman; Nyandra, Made; Kurniati, Made; Yudha, Ari Natalia; Hardy, Dedy Kastama; Martini, Ketut; Sugianto, Made Agus; Putri, Fina Aryani; Astuti, Putu Widya; Sumadewi, Utari; Suarjana , Nyoman
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.18022

Abstract

Pendahuluan: Di Kota Denpasar, prevalensi hipertensi dan komplikasinya mengalami peningkatan dari tahun 2022 – 2023 sebanyak 2,14%. Terjadinya komplikasi pada pasien hipertensi dikarenakan rendahnya manajemen diri. Tujuan PKM untuk meningkatkan manajemen diri pasien hipertensi dengan pendekatan usadha bali. Metode: Kegiatan PKM dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Barat pada bulan November 2024. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dan pelatihan yoga asana. Evaluasi kegiatan berupa pengukuran perubahan pengetahuan dan perilaku yoga serta pengukuran perubahan tekanan darah. Analisis statistik menggunakan one sample t test. Hasil: Dari 25 pasien hipertensi yang hadir, nilai rata-rata pretest pengetahuan sebesar 7,20 dan posttest sebesar 9,56 sehingga terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 2,36. Nilai rata-rata pretest perilaku yoga sebesar 5,30 dan posttest sebesar 9,00 sehingga terdapat peningkatan rata-rata perilaku yoga sebesar 3,70. Nilai rata-rata pretest tekanan darah sebesar 151/95 mmHg dan posttest sebesar 138/87 mmHg sehingga terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sebesar 13/8 mmHg. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dan perilaku yoga serta terjadi penurunan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Diharapkan peningkatan manajemen diri dengan pendekatan usadha bali pada pasien hipertensi dilakukan lebih luas di Puskesmas se-Kota Denpasar.