Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategi Peningkatan Kompetensi Tim Fasilitasi Monitoring Dan Evaluasi Melalui Metode Analisis SWOT/QSPM Setiyono Setiyono; Sait Abdullah; Ely Sufianti; Abdul Rahman
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10335

Abstract

Sumber daya manusia yang kompeten merupakan faktor kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan daerah, termasuk Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW). Tim Fasilitasi, Monitoring, dan Evaluasi (FASMONEV) P2RW Kecamatan Gunungpuyuh memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas program. Namun, pelaksanaan tugas tim masih menghadapi berbagai kendala kompetensi, baik pada aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kompetensi Tim FASMONEV serta merumuskan strategi peningkatan kompetensi yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data secara induktif. Untuk perumusan strategi digunakan analisis SWOT yang diperkuat dengan matriks IFE, EFE, SPACE, TOWS, dan penentuan prioritas strategi menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Tim FASMONEV belum merata, terutama pada pemahaman teknis pembangunan, analisis RAB, serta kemampuan penyusunan rekomendasi berbasis data. Analisis strategis menempatkan tim pada Kuadran I (agresif), yang menunjukkan kondisi internal cukup kuat dan didukung peluang eksternal. Berdasarkan hasil QSPM, strategi prioritas adalah penguatan kapasitas SDM berbasis praktik, diikuti penataan manajemen kerja dan kolaborasi, optimalisasi sistem dan prosedur kerja, serta adaptasi regulasi dan mitigasi risiko organisasi. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelaksanaan monitoring dan evaluasi P2RW.
Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi Yulia Prastika; Teni Listiani; Septiana Dwi Putrianti; Abdul Rahman
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi dalam kerangka sistem merit Aparatur Sipil Negara (ASN). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pemerintah Kota Sukabumi dengan fokus pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Informan penelitian dipilih secara purposive yang terdiri dari pejabat pengelola kepegawaian, tim manajemen talenta, serta ASN yang terlibat dalam proses assessment dan rotasi jabatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi telah memiliki landasan regulasi melalui Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 60 Tahun 2022, namun implementasi manajemen talenta belum berjalan optimal. Kendala utama meliputi belum terbentuknya talent pool yang komprehensif, keterbatasan pelaksanaan assessment kompetensi, belum adanya rencana suksesi yang sistematis, serta sistem penilaian kinerja yang belum sepenuhnya objektif. Penelitian ini juga menghasilkan model penerapan manajemen talenta yang terdiri dari tahapan akuisisi, pengembangan, retensi, dan penempatan talenta yang terintegrasi dengan faktor pendukung seperti nilai meritokrasi, dukungan pimpinan, sistem database kepegawaian, dan sistem penilaian kinerja. Model ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam penguatan implementasi manajemen talenta untuk mendukung profesionalitas ASN dan peningkatan kinerja organisasi pemerintahan daerah.
Penilaian Kondisi Keuangan Perusahaan Pertelevisian yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Andini; Nur Imam Taufik; Abdul Rahman; Reni Wijayanti
Journal of Fundamental Management (JFM) Vol. 5 No. 2 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jfm.v5i2.34633

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat dan pergeseran pola konsumsi media menghadirkan tantangan signifikan yang berpengaruh pada kinerja keuangan berbagai perusahaan televisi saat ini. Laba bersih dan tingkat utang perusahaan pertelevisian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kondisi yang fluktuatif dan belum mencerminkan stabilitas finansial secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi keuangan perusahaan pertelevisian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia melalui model analisis Zmijewski (X-Score), yang melibatkan perhitungan tiga jenis rasio keuangan, yaitu Return On Assets, Debt Ratio, dan Current Ratio.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengambilan data sekunder, berupa laporan keuangan neraca dan laba rugi perusahaan pertelevisian periode 2019-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara keenam perusahaan yang dianalisis, hanya MNCN yang berada dalam kondisi keuangan yang benar-benar sehat. Sementara itu, lima perusahaan lainnya, yaitu SCMA, MDIA, NETV, IPTV, dan MSKY, memerlukan perbaikan kinerja keuangan ke depannya. Selain itu, terdapat satu perusahaan televisi yang mencatat kondisi paling tidak sehat selama periode analisis, yaitu NETV pada tahun 2023. Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan pertelevisian perlu lebih adaptif terhadap dinamika kondisi ekonomi dan industri untuk menjaga stabilitas bisnis.
Human Resource Development Strategies For Mental Health Program Officers: A Case Study in Sukabumi City Florens Liesna Hasudungan Marpaung; Abdul Rahman; Septiana Dwiputrianti; Hafid Aditya Pradesa
Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jibeka.v20i2.2480

Abstract

Mental health is a priority in Indonesia’s development, yet primary care faces significant human resource (HR) challenges. In Sukabumi City, 2024 service coverage for severe mental disorders (ODGJ) reached 95.9%, falling short of the 100% Minimum Service Standard (SPM). This qualitative case study evaluates manager performance and formulates HR development strategies using the Miles and Huberman framework alongside IFAS, EFAS, and SWOT analysis. The study concludes that Sukabumi occupies an Aggressive-Growth (Quadrant I) position. While performance is currently hindered by internal structural bottlenecks—notably an 80% dual-role burden and clinical competency gaps—these are outweighed by strong internal commitment and significant external opportunities, such as Mayor’s Regulation No. 126/2025. To bridge the performance gap, the study recommends a strategic HRD roadmap: formalizing the Community Mental Health Task Force (TPKJM) at the sub-district level to redistribute workloads, implementing SKKNI-based certified training, and optimizing the SIMKESWA platform for digital monitoring. Transitioning from fragmented, multi-tasking roles to a specialized, competency-based system is essential. By integrating these strategies, Sukabumi City can transform program officers into strategic coordinators, ensuring the sustainable achievement of the 100% national mental health mandate.
Model Pelayanan Beres Sehari (Rengse Sapoe) PBB di Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Bandung Fida Azzahra Puti Goci; Abdul Rahman; Laksmi Fitriani; Melati Dewi Asri
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan (JIMEK)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v5i3.8003

Abstract

This study examines the implementation of the Beres Sehari (Rengse Sapoe) service model for Land and Building Tax (Pajak Bumi dan Bangunan/PBB) at the Regional Revenue Agency (Badan Pendapatan Daerah/Bapenda) of Bandung City. The research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews and documentation. Data analysis is conducted through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while source triangulation is used to ensure the validity and reliability of findings. The results reveal that human resource capacity and stable internet connectivity are key factors for achieving effective and efficient service delivery. Furthermore, the study highlights the importance of developing a dedicated Standard Operating Procedure (SOP) for the Rengse Sapoe service to ensure an organized, consistent, and accountable process. Sustainable service development is envisioned through the integration of other public services, including population administration, licensing, motor vehicle tax (PKB) payments, and community-focused activities such as low-cost bazaars. Such integration aims to enhance public accessibility to various essential services beyond PBB transactions. Despite these potentials, several challenges are identified, including the absence of formal documentation for the activities and limited outreach or socialization efforts to the public, which may hinder service optimization. To address these issues, the study recommends preparing formal activity proposals and implementing routine outreach programs to increase public awareness and participation. Overall, the findings contribute to understanding how localized public service innovations, such as Beres Sehari (Rengse Sapoe), can improve tax service delivery while simultaneously fostering public engagement in other administrative and community services. The study emphasizes the necessity of strengthening both operational and promotional strategies to ensure long-term service sustainability and greater societal benefits.
Scaling Up Stunting Prevention: Integrated Strategic Framework for Assistance Team Competency Hesti Trestiawati; Abdul Rahman; Muhamad Nur Affandi; Ely Sufianti; Hafid Aditya Pradesa
Wiga : Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Vol. 16 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30741/wiga.v16i2.1875

Abstract

This research addresses the competency gap challenges faced by Family Assistance Teams (TPK) in handling 4,502 at-risk families with only 49 team members in Cikole District. The study employs a dual analytical framework integrating SWOT-QSPM and Analytical Hierarchy Process (AHP) to formulate comprehensive competency improvement strategies. Using Spencer & Spencer's competency framework, qualitative data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document review. SWOT-QSPM analysis produced six strategies prioritizing Service Quality Improvement (TAS: 7.65) based on external conditions and immediate impact needs. Conversely, AHP analysis placed Continuous Competency Development as the top priority (29.2%) based on systematic evaluation of five competency aspects, with knowledge having the highest weight (42.8%). The research reveals that these differing priorities are complementary rather than contradictory, representing external-pragmatic versus internal-fundamental perspectives. The integrated strategy recommends phased implementation over 24 months, simultaneously addressing quick wins through service quality enhancement while building fundamental capabilities through systematic competency development. This dual perspective approach provides balanced strategy formulation that optimizes both short-term stakeholder support and long-term sustainability. The study contributes methodologically by demonstrating how SWOT-QSPM and AHP can be integrated as complementary analytical tools, and practically by providing actionable blueprint for competency improvement considering real field constraints.