Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Karakteristik Capaian Index Pemberdayaan Gender di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Pembangunan Masyarakat Berbasis Gender 2021 Muhammad Abi Firmansyah; Soetji Lestari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i11.14132

Abstract

Yogyakarta Special Region Province is the region with the best Gender Empowerment Index (IDG) compared to other provinces in Indonesia. The figures for the Human Development Index (HDI), Gender Development Index (IPG), Gender Empowerment Index (IDG) for the Yogyakarta Special Region Province as a whole are higher than the national scale. The Gender Empowerment Index is an achievement or indicator to measure the implementation of gender justice and equality based on political and economic participation; women need to be empowered so that gender mainstreaming must be the benchmark in every human empowerment program. Gender mainstreaming is a series of strategies for integrating gender perspectives in development and development. Yogyakarta Special Region Province as a province that received the Anugerah Parahita Ekapraya (APE) award three times in 2016, 2018 and 2021; This indicates that the Yogyakarta Special Region Province is good at gender empowerment through gender mainstreaming. Good women's empowerment in each Regency/City region in the Special Region of Yogyakarta Province needs to be reviewed at the characteristics of each region to ensure equitable development and gender empowerment. The regional characteristics of the Special Region of Yogyakarta Province have differences in development and empowerment, Gunung Kidul Regency in this case is still lagging behind in terms of Expected Years of Schooling and Average Years of Schooling, apart from that, Bantul Regency is still lagging behind in terms of women's participation in parliament. Regency/City areas in the Special Region of Yogyakarta Province have different characteristics in the Gender Empowerment Index, equitable development and gender empowerment in the Special Region of Yogyakarta Province are not yet evenly distributed.
Karakteristik Capaian Index Pemberdayaan Gender di Kabupaten/Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Pembangunan Masyarakat Berbasis Gender (PMBG) 2021 Firmansyah, Muhammad Abi; Lestari, Soetji
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.13822

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah dengan Index Pemberdayaan Gender (IDG) paling baik dibandingkan dengan provinsi lain di Indoensia. Angka Index Pembangunan Manusia (IPM), Index Pembangunan Gender (IPG), Index Pemberdayaan Gender (IDG) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta secara keseluruhan sudah lebih tinggi dibandingkan skala nasional. Index Pemberdayaan Gender merupakan capaian atau indikator untuk mengukur terlaksananya keadilan dan kesetaraan gender berdasarkan partisipasi politik dan ekonomi; perempuan perlu diberdayakan sehingga pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) harus menjadi tolak ukur dalam setiap program pemberdayaan manusia. Pengarusutamaan gender merupakan rangkaian strategi untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam pengembangan dan pembangunan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai provinsi yang mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) sebanyak tiga kali pada tahun 2016, 2018, dan 2021; hal tersebut menandakan bahwa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sudah baik dalam pemberdayaan gender melalui pengarusutamaan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik setiap wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Index Pemberdayaan Gender (IPG) pada tahun 2021. Menggunakan metode penelitian studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerataan belum dilakukan secara signifikan, walaupun pada beberapa wilayah sudah mencapai pembangunan dan pemerataan yang maksimal. Ketimpangan angka pembangunan terjadi di Kabupaten Gunung Kidul karena masih memiliki capaian pembangunan manusia berbasis gender yang sangat rendah (tertinggal) dari wilayah lainnya; sedangkan Kota Yogyakarta sudah memiliki capaian yang lebih tinggi dari akumulasi pembangunan wilayah provinsinya. Wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki karakteristk yang berbeda dalam Index Pemberdayaan Gender, pemerataan pembangunan dan pemberdayaan gender di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum merata.