Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemodelan Kepadatan Lapangan Campuran Beraspal Panas Menggunakan Regresi Kuadratik Berganda pada Lapisan AC-WC dan AC-BC Andre Bachtiar Sihaloho; Gina Cynthia Raphita Hasibuan; M. Ridwan Anas
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2787

Abstract

Kepadatan lapangan merupakan parameter penting dalam pengendalian mutu campuran beraspal panas karena berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, dan kinerja perkerasan selama masa pelayanan. Penelitian ini bertujuan memodelkan kepadatan lapangan campuran beraspal panas pada lapisan AC-WC dan AC-BC menggunakan regresi kuadratik berganda dengan variabel utama jumlah lintasan alat pemadat dan suhu intermediate rolling. Data yang digunakan merupakan data sekunder pekerjaan campuran beraspal panas di wilayah BBPJN Sumatera Utara sebanyak 120 data pengamatan, terdiri atas 66 data AC-WC dan 54 data AC-BC. Analisis dilakukan secara terpisah untuk masing-masing lapisan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linier berganda, regresi kuadratik berganda, dan regresi kuadratik satu variabel untuk menentukan titik optimum operasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mekanisme pemadatan antara AC-WC dan AC-BC. Pada AC-WC, jumlah lintasan memiliki hubungan positif sedang dan signifikan terhadap kepadatan lapangan dengan koefisien korelasi 0,481, sedangkan suhu intermediate rolling tidak signifikan. Pada AC-BC, suhu intermediate rolling memiliki hubungan positif dan signifikan dengan koefisien korelasi 0,301, sedangkan jumlah lintasan tidak signifikan. Model regresi kuadratik berganda meningkatkan kemampuan penjelasan dibandingkan model linier, yaitu dari R² 0,328 menjadi 0,395 pada AC-WC dan dari R² 0,249 menjadi 0,283 pada AC-BC. Titik optimum operasional menunjukkan bahwa AC-WC lebih representatif dikendalikan melalui jumlah lintasan sebesar 25,62 lintasan atau 25–26 lintasan, sedangkan AC-BC lebih representatif dikendalikan melalui suhu intermediate rolling sebesar 121,42°C atau 120–122°C. Penelitian ini memberikan dasar kuantitatif untuk pengendalian pemadatan campuran beraspal panas secara spesifik berdasarkan jenis lapisan
Analisis Optimalisasi Biaya dan Waktu dalam Perencanaan Bangunan Irigasi Sawah Menggunakan Pendekatan Value Engineering Fikri Damara; Johannes Tarigan; Gina Cynthia Raphita Hasibuan
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i3.910

Abstract

Pembangunan infrastruktur irigasi sawah memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, pelaksanaan proyek irigasi sering menghadapi permasalahan berupa pembengkakan biaya, waktu pelaksanaan yang panjang , Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi biaya, waktu tanpa mengurangi mutu pada perencanaan bangunan irigasi sawah menggunakan pendekatan Value Engineering (VE) di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi beberapa alternatif struktur saluran sekunder, yaitu beton bertulang, pasangan batu kali, dan U-Ditch precast. Metode penelitian menggunakan tahapan Value Engineering meliputi tahap informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, dan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif beton bertulang 60×40 cm menghasilkan penghematan biaya terbesar sebesar 50,09%, sedangkan alternatif U-Ditch precast 60×40 memberikan percepatan waktu pelaksanaan terbaik sebesar 65,52% dibandingkan perencanaan awal. Alternatif U-Ditch precast dipilih sebagai alternatif paling optimal karena mampu memberikan keseimbangan antara efisiensi biaya, percepatan waktu pelaksanaan, dan pemenuhan mutu teknis. Penggunaan sistem pracetak juga dinilai lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan distribusi air irigasi sehingga tidak mengganggu masa tanam petani. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan Value Engineering pada tahap perencanaan mampu menghasilkan alternatif desain yang lebih efisien dan mendukung pembangunan infrastruktur pertanian.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Krayon Ramah Lingkungan melalui teknologi CRAY-OON di Yayasan Al Kahfi Medan Amplas Gina Cynthia Raphita Hasibuan; Muhammad Thoriq Al Fath; Ahmad Perwira Mulia; Dea Amanda Sari Nasution; Philip Kwek; Angel Angel; Michael Michael
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i1.1140

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) CRAY-OON bertujuan untuk memanfaatkan minyak jelantah (Waste Cooking Oil, WCO) sebagai bahan dasar pembuatan krayon ramah lingkungan melalui pendekatan kolaboratif di Yayasan Al Kahfi Medan Amplas. Minyak jelantah yang dikumpulkan dari dapur dan lokasi sekitar yayasan diolah melalui proses penyaringan, pencampuran dengan pewarna makanan, dan pencetakan menjadi krayon dengan alat CRAY-OON. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi bagi masalah lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, tetapi juga membekali anak-anak dengan keterampilan daur ulang dan wirausaha. Kegiatan PKM CRAY-OON menekankan pentingnya keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga lingkungan dan menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular. Tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah kualitas minyak yang tidak seragam dan keterbatasan sistem pengumpulan minyak jelantah. Ke depan, perluasan cakupan pengumpulan dan peningkatan kualitas produksi diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan dan dampak program ini. Model CRAY-OON berpotensi diadopsi oleh komunitas lain sebagai kegiatan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, pendidikan, dan ekonomi.