Claim Missing Document
Check
Articles

HOT PRESSING METALURGI SERBUK ALUMINIUM DENGAN VARIASI SUHU PEMANASAN Toto Rusianto
Jurnal Teknologi Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bushing adalah bantalan jenis silinder bercelah yang berfungsi untuk menumpu poros. Bushing dapat dibuat dengan proses metalurgi serbuk, untuk mendapatkan proses pemadatan yang sempurna, kompaksi dapat dilakukan pada temperatur tinggi atau Hot Presing. Pres dalam keadaan panas akan menjadikan serbuk menjadi lebih lunak/plastis, sehingga memudahkan untuk dipadatkan. Untuk itu pengaruh suhu pemanasan harus dapat terkontrol agar didapat produk yang homogen. Kepadatan sangat berpengaruh sekali terhadap kekuatan dari produk yang dihasilkan. Bahan baku yang digunakan adalah serbuk aluminium, variasi pemanasan pada saat pemadatan dengan temperatur yang berbeda yaitu pada suhu ruang, suhu 100, 200 dan 300 oC, temperatur yang lebih tinggi sulit dicapai karena keterbatasan alat. Hasil penelitian menunjukan bahwa foto struktur mikro terlihat bahwa aluminium berwarna putih keabuan dan yang terlihat berwarna hitam pada struktur mikro merupakan porositas. Persentase rata-rata porositas mengalami penurunan dengan meningkat temperatur kompaksi, dan berat jenis bahwa bushing mengalami kenaikan dengan meningkatnya suhu hot pressing. Pada pengujian kekerasan diketahui bahwa kekerasan bushing meningkat dan laju keausan menurun dengan meningkatnya suhu hot pressing. Kata kunci: bushing, hot pressing, aluminium, metalurgi serbuk.
PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL BERBAHAN BAKU SABUT KELAPA DENGAN BAHAN PENGIKAT ALAMI (LEM KOPAL) Sudarsono Sudarsono; Toto Rusianto; Yogi Suryadi
Jurnal Teknologi Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil samping dari perkebunan kelapa di Indonesia adalah sabut kelapa, dimana selama ini sabut kelapa hanya dimanfaatkan untuk produk-produk seperti keset, sapu dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian untuk meningkatkan nilai tambah dari sabut kelapa ini, dimana selama ini sabut kelapa hasil sampingan perkebunan di ekspor ke manca negara untuk dimanfaatkan oleh bangsa lain menjadi papan partikel atau produk-produk lain. Untuk meningkatkan nilai tambah sabut kelapa, dirasa perlu untuk dilakukan penelitian pembuatan papan partikel berbahan baku sabut kelapa dengan menggunakan lem kopal sebagai pengikat. Dalam penelitian ini, digunakan campuran (berat) antara sabut kelapa : lem kopal sebesar 1 : 5 dan 1 : 6, dengan perbandingan kompresi 4 : 1. Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis dari papan partikel ini, adalah berat jenis (density), serta pengujian bending statis (Static Bending Test) untuk mendapatkan Modulus of Elasticity (MOE) dan Modulus of Rupture (MOR). Hasil pengujian berat jenis (density), terlihat bahwa papan partikel dengan perbandingan serat 1 : 6 mempunyai berat jenis terkecil , sedangkan hasil pengujian bending test untuk MOE adalah 1 : 5 = 64,2672 kg/mm2 ; 1 : 6 = 89,2009 kg/mm2, dan hasil bending test untuk MOR adalah 1 : 5 = 2,4555 kg/mm2; 1 : 6 = 1,7513 kg/mm2 . Kata kunci : sabut kelapa, papan partikel, MOE , MOR
Pengaruh Parameter Proses Manufacturing Menggunakan 3D Printer Jenis FDM terhadap Ketangguhan Material Polyethylene Terephthalate Glycol (PETG) Triadia, Tan; Hariyanto, Satriawan Dini; Rusianto, Toto
Journal of Mechanical Engineering Vol 7, No 2 (2023): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v7i2.8092

Abstract

3D Printer jenis fused deposition modelling (FDM) dalam penggunaannya menggunakan beragam filamen berbahan polimer termoplastik seperti PLA dan ABS untuk mencetak obyek. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas filament PETG terus meningkat di kalangan pengguna 3D printer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter proses (nozzle temperature, infill density dan infill pattern) yang optimum terhadap nilai impact strength menggunakan filament polyethylene terephthalate glycol (PETG) dengan metode Taguchi. Dalam penelitian ini menggunakan desain eksperimen Orthogonal array (OA) L9 (33)
PENERAPAN TEKNOLOGI IRIGASI BERBASIS TENAGA SURYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI DUSUN PUTAT, KAPANEWON PATUK, GUNUNGKIDUL Santoso, Gatot; Hani, Slamet; Rusianto, Toto; Wahid, Rindo Maulana; Sidik, Khalil; Wijaya, Dwi Anggra
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i3.808

Abstract

The aim of this activity is to improve the welfare of farmers in Padukuhan Gumawang, Putat Village, Gunungkidul, through the application of irrigation technology that uses renewable energy, namely solar power. The majority of the population in this village are farmers who depend heavily on agricultural products, especially rice and secondary crops. However, one of the main problems faced is limited water during the dry season, which causes a decrease in agricultural productivity. Therefore, innovative and sustainable solutions are needed to overcome this problem. The method used in community service is designing and testing a tool to obtain a Solar Power Plant (PLTS) as an energy source to operate a submersible pump to support a more efficient and energy-saving irrigation system. Activities carried out include outreach to farmers regarding the benefits of renewable energy technology, PLTS design and installation, as well as equipment maintenance training. Apart from that, ongoing assistance is also provided so that farmers can independently manage this system. The results of this activity show an increase in farmers' understanding of the use of environmentally friendly technology and renewable energy. The PLTS-based irrigation system has succeeded in increasing agricultural land productivity by up to 30% and significantly reducing operational costs, especially savings in terms of purchasing fuel. Apart from that, the application of this technology also contributes to reducing carbon emissions in the region. Thus, this program is able to double the productivity of secondary crops, provide direct financial benefits to farmers and provide a positive and sustainable impact on improving the welfare of farmers in Padukuhan Gumawang.
Pendampingan Kegiatan Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat Pada Kelompok Budidaya Ikan Timur Lesti Maju Dusun Sopiturang Desa Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang Sholeh, Muhammad; -, Sudarsono; Rusianto, Toto; Rahayu, Suparni Setyowati; Dullah, Mohammad
Journal of Dedicators Community Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v8i2.5788

Abstract

Salah satu potensi ekonomi yang ada di dusun Sopiturang   desa Pagedangan Kecamatan Turen kabupaten Malang adalah adanya kelompok budidaya  ikan. Sebagai upaya untuk  meningkatkan potensi masyarakat, tim  dari Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta dan Universitas WIsnuwardhana Malang melaksanakan kegiatan pendampingan. Kegiatan yang dilaksanakan  sebagai upaya mewujudkan  kolaborasi sosial membangun masyarakat  (kosabangsa). Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan dan penerapan IPTEKS merupakan pendekatan yang penting untuk memajukan inovasi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat . Kegiatan Kosabangsa  merupakan program pendanaan dari Ditjen Diktiristek melalui DRTPM Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuan dari kegiatan ini diantaranya meningkatkan potensi ekonomi  masyarakat terutama yang bergabung pada kelompok budidaya  ikan. Upaya meningkatkan potensi ekonomi dilakukan dengan menerapkan TTG  terutama perikanan yang merupakan hasil penelitian.  Metode kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna (TTG), pendampingan dan keberlanjutan serta monitoring dan evaluasi.  Hasil kegiatan pengabdian diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi dengan  menggunakan TTG .TTG yng diterapkembangkan diantaranya   mesin pengolah sosis ikan, dan bioflok ikan model bulat dan persegi.  Selain itu, hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat   memperkenalkan inovasi dalam proses paska panen ikan sehingga   memiliki nilai ekonomi tinggi dan meningkatkan pendapatan.  
Penerapan Teknologi Electroplating pada Knalpot Kendaraan Bermotor di Industri Kecil Knalpot Tegaltirto Sleman Yogyakarta Rusianto, Toto; Kristiyana, Samuel; A. Rusyda, Annisa Rizka
Journal of Dedicators Community Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v9i1.7444

Abstract

Knalpot pada sepeda motor yang secara langsung terkena panas yang cukup tinggi akibat dari fungsinya yang sebagai saluran pembuangan sisa pembakaran dari sepeda motor tersebut. Selain terkena panas secara langsung dari fungsinya sebagai saluran sisa pembuangan, knalpot juga sering berkontak langsung dengan lingkungan sekitarnya yang dapat mengakibatkan terjandinya korosi. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu pencegahan agar material knalpot bertahan dalam pemakaiannya. Salah satu indutri produsen knalpot adalah Creampie racing muffler. Knalpot Creampie ini berasal dari Yogyakarta yang spesialis membuat knalpot motor  untuk ajang balapan lokal maupun untuk motor harian. Creampie racing muffler adalah pabrik rumahan usaha kecil mandiri/UKM beralamat di Jalan Sampaan-Berbah, Sleman, Yogyakarta. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Creampie Racing Muffler adalah kurangnya kemampuan UKM dalam formulasi bahan pelapis (warna produk pucat dan kurang mengkilat), serta proses elektroplating yang ramah lingkungan. Melalui pelaksanaan program dari PkM ini dapat memberikan solusi permasalahan secara bertahap terdiri dari aplikasi perbaikan proses produksi dengan teknologi eco-electroplatting (formulasi bahan dan waktu pelapisan) serta pengolahan limbah cair proses electroplatting sehingga mampu mengurangi beban pencemaran lingkungan. Dengan adanya kegiatan tersebut, pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat mengurangi biaya produksi hingga 40% karena proses produksi berupa pewarnaan pada knalpot dapat dilakukan sendiri oleh UKM Knalpot Creampie
Usulan Penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada Pembuatan Wuwung Hias Gerabah di Mrajak Keramik, Kasongan, Bantul, Yogyakarta Emaputra, Andrean; Mawadati, Argaditia; Sekarjati, Kartinasari Ayuhikmatin; Simanjuntak, Risma Adelina; Susetyo, Joko; Arbintarso, Ellyawan Setyo; Rusianto, Toto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i3.8884

Abstract

Kerajinan keramik berkembang pesat di Kasongan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu UKM yang memproduksi gerabah/ keramik di kawasan tersebut adalah Mrajak Keramik. Produk utama dari Mrajak Keramik adalah wuwung hias, selain itu, UKM tersebut juga menyediakan layanan edukasi pembuatan gerabah. Area kerja dari UKM tersebut masih perlu untuk mendapatkan perbaikan untuk mempercepat proses produksi dan meningkatkan kualitas produk. Oleh karena itu, tim dosen dan mahasiswa Universitas AKPRIND Indonesia melakukan kegiatan sosialisasi dan usulan penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada UKM tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu: tahap pertama, tim pengabdi melakukan sosialisasi kepada pemilik dan pekerja UKM tersebut, kemudian, tahap kedua, tim pengabdi memberikan usulan perbaikan lingkungan kerja berdasarkan prinsip 5S. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pengetahuan pemillik dan pekerja terhadap lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan teratur dapat meningkat. Selain itu, pemilik mendapatkan saran perbaikan untuk mempercepat proses produksi, menjaga kualitas produk wuwung hias, dan meningkatkan proses edukasi pembuatan gerabah. Hal utama yang dapat dilakukan untuk memperbaiki lingkungan kerja seperti pemilahan barang yang masih dipakai dan yang sudah tidak dipakai, pemberian label jenis barang pada rak yang tersedia, pemasangan nama area kerja, penambahan alas pencetakan produk, dan pemasangan slogan-slogan 5S dan K3 untuk mendisiplinkan karyawan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas produk wuwung hias.
Energy and exergy analysis of coal-fueled fire tube alstom boiler using direct method: case study at garment factory Trikusuma, Septian; Susastriawan, A.A.P.; Rusianto, Toto
Journal of Engineering and Applied Technology Vol. 6 No. 02 (2025): (August)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jeatech.v6i02.88002

Abstract

This research analyze the energy and exergy efficiency of coal-fueled fire tube Alstom boiler operating for five years (2019 – 2024) in garment factory using the direct method. Energy efficiency reflects how effectively coal energy is converted into steam, while exergy efficiency assesses the portion of that energy available for useful work. Results indicate a decline in energy efficiency from 75.92% in the first year to 65.47% in the fifth year due to scale buildup, increased heat loss through blowdown and flue gas, and component degradation. Similarly, exergy efficiency dropped from 24.45% to 22.00%, primarily due to heat loss from boiler walls and steam pipes, high-temperature flue gas, and combustion inefficiencies. A temporary efficiency increase in the fourth year resulted from improved maintenance, but the decline continued in the fifth year. These findings emphasize the need for regular maintenance and combustion optimization. Measures such as routine cleaning, fuel quality monitoring, and thermal insulation improvements can mitigate energy losses and enhance efficiency. Implementing these strategies can sustain or improve energy performance, contributing to industrial sustainability through more efficient energy consumption.
Analisis Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Pompa Air di Kelurahan Terong Dlingo Bantul dalam Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Rusianto, Toto; Setyowati Rahayu, Suparni; Purnawan; Taufik Ridho, Dimas; Rizka A. Rusyda, Annisa
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v6i2.6869

Abstract

Naskah ini memaparkan analisis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Pengelola Air Bersih/PAB di Kalurahan Terong Dlingo Bantul sebagai mitra produktif yang berperan penting dalam mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Air yang dikelola memiliki sumber dengan lokasi di bawah jalan raya dengan elevasi tinggi 40 m. Air dinaikkan menggunakan pompa submersibel 2 HP kapasitas 10 m3/jam, untuk dapat didistribusikan kepada masyarakat. Selama ini pompa menggunakan tenaga listrik dari PLN, dikarenakan daya yang besar maka biaya listrik juga besar. Untuk mengurangi biaya membeli listrik, maka dibangun PLTS untuk mengurangi ketergantungan biaya listrik yang besar. Untuk itu dilakukan analisis kebutuhan komponen utama yang diperlukan membangun PLTS sesuai dengan beban daya pompa tersebut. Hasil analisis dapat ditentukan kebutuhan komponen PLTS antara lain panel surya 600 Wp sejumlah 4 buah, Solar charge controller/SCC dengan beban arus lebih besar atau sama dengan 80 A, Baterai dengan tegangan 12 V kapasitas 200 Ah berjumlah 4 buah dan Inverter dengan tegangan inout 24V DC daya nominal 5.000 VA dan beban arus listrik minimal 70A. Dengan adanya PLTS ini diharapkan masyarakat Kalurahan Terong dapat menikmati kebutuhan air bersih dengan biaya yang lebih ringan.
PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN BERBASIS SOLAR CELL PADA LAHAN CABAI PASIRAN TLOGOPRAGOTO Fadjeri, Akhmad; Zuhdi, Rasyid; Rahmawati, Aulia; Hermawan, Risdianto; Hamzah, Amir; Rusianto, Toto; Rahayu, Suparmi Setyowati; Sholeh, Muhammad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37371

Abstract

Desa Tlogopranoto, Kabupaten Kebumen, merupakan daerah sentra cabai rawit yang memiliki kondisi lahan pasiran sehingga penguapan tinggi dan air mudah terserap. Hal pengairan menjadi tantangan dalam budidaya, mengingat cabai membutuhkan cukup air sedangkan irigasi tidak bertahan lama. Kondisi ini menuntut irigasi yang lebih intensif, yang selama ini mengandalkan listrik konvensional dengan biaya tinggi. Selain itu letaknya yang di pesisir menyebabkan sumber air cukup jauh. Untuk mengatasi tantangan ini dan mendukung keberlanjutan produksi, program pengabdian masyarakat melalui KOSABANGSA dari Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen dan Universitas AKPRIND Indonesia memperkenalkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar cell untuk sistem irigasi sprinkle pada lahan cabai seluas satu hektar. PLTS ini mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional, memudahkan budidaya dan mendukung praktik pertanian ramah lingkungan dengan mengandalkan energi terbarukan. Kegiatan ini mencakup peninjauan kondisi lapang, pemasangan PLTS, pemasangan sprinkle, sosialisasi perawatan PLTS, dan praktek irigasi. Materi lainnya yaitu mengenai efektivitas irigasi pada budidaya cabai lahan pasiran, sehingga didapatkan pengetahuan bagi anggota kelompok tani berupa manfaat adanya teknologi tepat guna dibandingkan cara budidaya sebelumnya. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kapasitas petani dalam mengelola teknologi irigasi dan budidaya modern, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas cabai dan pendapatan petani. Secara keseluruhan, penerapan PLTS sebagai solusi irigasi ini menjadi contoh nyata penerapan teknologi berkelanjutan di sektor pertanian, mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).