Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peningkatan Aktivitas Kencan Online di Masa Pandemi Balqis, Naura Adzillina; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p422-428

Abstract

Abstract: One of the phenomena that occurred during the Covid – 19 pandemic was the increase in online dating activity. When compared to previous years, there is a very high increase in the use of online dating access, such as Tinder, Bumble, and Hinge applications. This also brings huge benefits to the holder of online dating access. The purpose of the researcher here is to find out what causes this phenomenon to occur with previous theories. The theory used is the theories proposed by Finkel, Toma, Hancock, and other genius inventors written in the book entitled Social Psychology by Elliot Aronson, Timothy D. Wilson, Robin M. Akert, Samuel R. Sommers and Social Psychology Book An Introduction by Dr. Fatah Hanurawan. Not only that, researchers also use the data that has been collected to find the cause of the phenomenon that occurs. Keywords: online dating; pandemic; factors causing an increase in online dating Abstrak: Salah satu fenomena yang terjadi saat pandemi Covid-19 terjadi adalah peningkatan aktivitas kencan online. Apabila dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya, terdapat peningkatan yang sangat tinggi pada penggunaan akses kencan online, seperti aplikasi Tinder, Bumble, dan Engsel. Hal ini pun membawa keuntungan yang sangat besar kepada pemegang akses kencan online tersebut. Tujuan peneliti di sini ialah untuk mencari tahu apa saja penyebab fenomena ini terjadi dengan teori-teori terdahulu. Teori yang digunakan ialah teori-teori yang dicetuskan oleh Finkel, Toma, Hancock, dan penemu-penemu genius lainnya yang tertulis di dalam buku berjudul Social Psychology karya Elliot Aronson, Timothy D. Wilson, Robin M. Akert, Samuel R. Sommers serta buku Psikologi Sosial Suatu Pengantar oleh Dr. Fattah Hanurawan. Tidak hanya itu, peneliti juga menggunakan data-data yang telah terkumpulkan untuk mencari penyebab dari fenomena yang terjadi. Kata kunci: kencan online; pandemi; faktor penyebab peningkatan kencan online
Pengaruh Evaluasi Diri Terhadap Kepercayaan Diri Dalam Pergaulan di Masa Pembelajaran Daring Faizin, Nur Auliya Rahmah; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p429-434

Abstract

Abstract: In 2020, the COVID-19 virus was declared to have entered Indonesia. The World Health Organization has designated COVID-19 as a pandemic. President Joko Widodo decided to impose large-scale social restrictions (PSBB), activities in schools and workplaces were closed and activities in public places or facilities and religious places were also restricted. Online learning as an alternative to learning is immediately implemented so that students continue to get an education and can still interact with friends and teachers even though they are quarantining at home during a pandemic. Online learning which initially became a new experience for students then began to bring up one by one obstacles, one of which was the lack of interaction by students with the social environment. The purpose of this study was to identify the factors causing the lack of social interaction of students with their social environment and determine whether self-evaluation can affect self-confidence and can be a solution to increase self-confidence. The method used in this article is literature review. It was found that the lack of social interaction caused by lack of intense communication with peers, lack of social support, and self-evaluation was influential in increasing self-confidence. Keywords: self-confidence; self-evaluation; online learning; social interaction Abstrak: Pada tahun 2020, virus COVID-19 dinyatakan telah masuk ke Indonesia. World Health Organization telah menetapkan status COVID-19 sebagai pandemi. Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kegiatan di sekolah dan tempat kerja diliburkan lalu kegiatan di tempat atau fasilitas umum dan tempat keagamaan juga dibatasi. Pembelajaran daring sebagai alternatif pembelajaran segera dilaksanakan agar para pelajar tetap mendapatkan pendidikan dan tetap dapat berinteraksi dengan teman dan juga para guru meskipun sedang melakukan karantina di rumah disaat pandemi. Pembelajaran daring yang awalnya menjadi pengalaman baru bagi para pelajar kemudian mulai memunculkan satu persatu hambatan, salah satunya kurangnya interaksi oleh para siswa dengan lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab kurangnya interaksi sosial siswa dengan lingkungan sosialnya dan mengetahui apakah evaluasi diri dapat mempengaruhi kepercayaan diri serta dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kepercayaan diri. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah literature review. Ditemukan hasil bahwa kurangnya interaksi sosial disebabkan oleh kurangnya komunikasi yang intens dengan teman sebaya, kurangnya dukungan sosial, serta evaluasi diri berpengaruh dalam meningkatkan kepercayaan diri. Kata kunci: kepercayaan diri; evaluasi diri; pembelajaran daring; interaksi sosial
Persepsi Terhadap Citra Diri Pengguna Media Sosial Instagram Nerita, Rinda Saskiona; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p435-439

Abstract

Abstract: Instagram is a social media based on photos and videos with various interesting features that provide facilities for users to interact with other users. Instagram can be said to be a social environment because there are various interactions in it. Instagram users will create an ideal self-image which will then be presented in an upload in the form of photos or videos. The upload will cause various different perceptions from everyone who sees it. Therefore, the author will discuss and analyze the perceptions that arise in Instagram social media using the point of view of Social Psychology. This Instagram article was created with the aim of identifying and analyzing the formation of Instagram users ' self-image that can cause various different perceptions among other Instagram users. The theory that will be used to discuss the problem in this article is the theory of inferential correspondence attributes. This article was written using the literature study method. Perceptions that arise will cause various responses, these responses can be in the form of like (Like), share (Share), follow (follow), unfollow (unfollow), block, comment, or report (report). Keywords: perception; Instagram user self-image; social media; social psychology Abstrak: Instagram merupakan media sosial yang berbasis foto dan video dengan berbagai fitur menarik yang memberikan fasilitas bagi penggunanya untuk berinteraksi dengan pengguna lainnya. Instagram dapat dikatakan lingkungan sosial karena terjadi berbagai interaksi di dalamnya. Para pengguna Instagram akan menciptakan citra diri yang ideal yang kemudian akan dipresentasikan dalam suatu unggahan yang berupa foto maupun video. Unggahan tersebut akan menimbulkan berbagai persepsi yang berbeda dari setiap orang yang melihatnya. Oleh karena itu, penulis akan membahas dan menganalisis mengenai persepsi yang muncul dalam media sosial Instagram dengan menggunakan sudut pandang psikologi sosial. Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pembentukan citra diri pengguna Instagram yang dapat menimbulkan berbagai persepsi yang berbeda diantara pengguna Instagram lainnya. Teori yang akan digunakan untuk membahas permasalahan di dalam artikel ini adalah Teori Atribut Korespondesi Inferensial. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode studi literatur. Persepsi yang muncul akan menimbulkan berbagai respon, resppon tersebut dapat berupa like (suka), share (membagikan), follow (mengikuti), unfollow (batal mengikuti), block, komentar, maupun report (melapor). Kata kunci: persepsi; citra diri pengguna Instagram; media sosial; psikologi sosial
Akun Alter: Cara Baru Presentasi Diri di Media Sosial Syavitri, Risya Meidhina; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p440-446

Abstract

Abstract: In the modern era, the development of Science and technology brought many changes in people's lives. Internet and social media which is a product of the development of information and communication technology emerged to facilitate interaction between people. In interacting, humans will form a self-presentation to be accepted by society, both naturally and artificially. Today, social media offers a variety of convenience for its users to form a self-presentation as desired by operating more than one account in the same device. This is what then causes the emergence of anonymous accounts without identity or commonly known as alter accounts. This study aims to identify the form of self-presentation strategies such as what the alter account users have. This study was conducted using the literature review method. The results of the literature review revealed that alter account users use self-presentation strategies ingratiation, intimidation, and self-promotion. Most alter account owners avoid disclosing information that could indicate identity, but dare to express personal opinions that may be controversial. Keywords: alter accounts; self presentation; social media Abstrak: Di era modern, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa banyak perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Internet dan media sosial yang merupakan produk dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi muncul untuk mempermudah interaksi antar manusia. Dalam berinteraksi, manusia akan membentuk presentasi diri untuk bisa diterima masyarakat, baik secara alami maupun dibuat-buat. Dewasa ini, media sosial menawarkan beragam kemudahan bagi para penggunanya untuk membentuk presentasi diri sesuai keinginan dengan mengoperasikan lebih dari satu akun dalam perangkat yang sama. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya akun-akun anonim tanpa identitas atau yang biasa dikenal dengan istilah akun alter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan bentuk strategi presentasi diri seperti apa yang dimiliki para pengguna akun alter. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode review literatur. Hasil dari kajian literatur mengungkapkan bahwa pengguna-pengguna akun alter menggunakan strategi presentasi diri ingratiation, intimidation, dan self-promotion. Kebanyakan pemilik akun alter menghindari mengemukakan informasi yang bisa menunjukkan identitas, namun berani mengemukakan pendapat personal yang mungkin bersifat kontroversial. Kata kunci: akun alter; presentasi diri; media sosial
Perilaku Pengeroyokan Saat Unjuk Rasa: Ditinjau dari Contagion Theory pada Kerumunan (Crowd) Sari, Titik Yulita; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p499-506

Abstract

Abstract: Recently, cases of collective behavior, namely beatings, have been increasingly common. Where is currently going viral, there was a case of beatings during a demonstration on April 11, 2022, in front of the DPR RI Building. This beating was experienced by a social media activist who is also a lecturer at the University of Indonesia named Ade Armando. This can be categorized as collective behavior, where the characteristics of the behavior are spontaneous, unstable, and sometimes contrary to existing social norms or rules. In the emergence of collective behavior, there is usually a crowding behavior, where individuals will gather and be physically close to causing comfort in the reaction given to the same stimulus. Based on this, it will be very possible to beat the crowd. The purpose of writing this article is for the writer to try to analyze, identify the causal factors, and how to overcome the negative behavior of beatings with the study of Social Psychology. The theory used by the author is the Theory of Contagion with the method of writing this article is a literature review. The results of the review show that the causes of beating behavior are anonymity, there is a decrease in social control, and individuals are easily influenced. For this reason, there are several ways that the masses can control so that mobs do not occur, namely by suppressing feelings of anonymity, diverting the center of attention, and dividing public opinion from the masses. It is hoped that this will become a way to prevent crowds of individuals from committing acts of beatings. Abstrak: Belakangan ini semakin marak terjadi kasus perilaku kolektif yakni pengeroyokan. Dimana yang tengah viral, terdapat sebuah kasus pengeroyokan saat demonstrasi pada , 11 April 2022 di depan Gedung DPR RI. Pengeroyokan ini dialami oleh aktifis sosial media yang juga sebagai dosen Universitas Indonesia Bernama Ade Armando. Hal ini dapat dikategorikan sebagai perilaku kolektif, dimana karakteristik perilakunya adalah spontan, tidak stabil, dan terkadang bertentangan dengan norma atau aturan sosial yang ada. Dalam timbulnya perilaku kolektif biasanya terdapat sebuah perilaku berkerumun (Crowd), dimana individu akan berkumpul dan berdekatan secara fisik hingga menyebabkan kesamaan pada reaksi yang diberikan pada stimulus yang sama. Atas dasar hal inilah, akan sangat memungkinkan terjadi pengeroyokan pada kerumunan (Crowd). Tujuan dari menulis artikel ini adalah penulis mencoba menganalisis, mengidentifikasi faktor penyebab, serta cara mengatasi perilaku kolektif pengeroyokan dengan kajian Psikologi Sosial . Teori yang digunakan penulis adalah Teori Penularan (Contagion Theory) dengan metode penulisan artikel ini adalah review literatur. Dengan hasil review yang menunjukkan faktor penyebab perilaku pengeroyokan adalah terdapat anonimitas, terjadi penurunan kontrol sosial, serta individu mudah dipengaruhi (suggestible). Untuk itu terdapat beberapa cara kerumunan dapat dikendalikan agar tidak terjadi pengeroyokan, yakni dengan menekan perasaan anonimitas, mengalihkan pusat perhatian, dan memecah pendapat umum dari kerumunan. Dengan ini diharapkan bisa menjadi cara untuk mencegah kerumunan individu melakukan sebuah tindakan pengeroyokan.
Efektivitas Permainan Green Generation untuk Meningkatkan Perilaku Pro Lingkungan pada Siswa Sekolah Dasar Dharmastuti, Anjarie; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi; Nurmalitasari, Femmi; An-Nisa, Lhulu; Agusdian, Rian
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p286-296

Abstract

Mitigating global warming disasters caused by climate change can be achieved through pro-environmental behavior. Developing such behavior from an early age is considered more effective. However, teaching disaster-related topics to children must be done carefully to avoid fear and confusion. One alternative solution is using educational game media with a disaster theme. This study aimed to design and test the effectiveness of an educational game themed around global warming, as well as to analyze elementary school students’ perceptions of its use. This study used a quantitative pre-experimental approach. The subjects of this study were 90 students of SDN Kotalama. The results of the expert validity test of the material in the game showed that 97.5% of the data was used without revision. Hypothesis analysis with the Paired Samples Test showed that this educational game was effective because there was a significant increase in knowledge from pretest to posttest. All research subjects (100%) felt that their knowledge of global warming had increased and were increasingly motivated to protect the environment. It can be concluded that this educational game media is effective in increasing knowledge of global warming disasters and increasing student motivation related to pro-environmental behavior. AbstrakMitigasi bencana pemanasan global akibat perubahan iklim dapat dilakukan dengan perilaku pro lingkungan. Pembentukan perilaku pro lingkungan sejak dini dinilai akan lebih efektif. Pengajaran materi kebencanaan pada anak-anak harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar tidak menimbulkan rasa takut dan bingung. Media permainan edukatif bertema bencana menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menguji keefektifan permainan edukatif bertema pemanasan global, serta menganalisis persepsi siswa SD terhadap penggunaan permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif praeksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN Kotalama sebanyak 90 siswa. Hasil uji validitas ahli terhadap materi dalam permainan menunjukkan 97,5% data terpakai tanpa revisi. Analisis hipotesis dengan Paired Samples Test menunjukkan permainan edukatif ini efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dari pretest ke posttest. Seluruh subjek penelitian (100%) merasakan bahwa pengetahuannya tentang pemanasan global menjadi meningkat dan semakin termotivasi untuk menjaga lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa media permainan edukatif ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan akan bencana pemanasan global dan meningkatkan motivasi siswa terkait perilaku pro lingkungan.