Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penyuluhan Sebagai Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Warga RW 12 dan 15 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Wiraharja, Regina Satya; Soetedjo, Robby; Christopher; Theja, Fernando Alonzo; Wangi, Pricilya H.
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.5163

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab utama kematian di dunia yang menyerang semua kelompok usia. Menurut Riskesdas 2018, PTM dengan prevalensi tertinggi di Indonesia adalah hipertensi, stroke, dan diabetes mellitus. Hipertensi adalah masalah PTM tertinggi yang ditemukan pada warga RW 15, yaitu sebanyak 26,3% dan RW 12 sebanyak 23,40%, sehingga dilakukan kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan warga mengenai hipertensi. Penyuluhan kesehatan dilakukan kepada warga RW 12 dan RW 15 Kecamatan Penjaringan dengan metode penyuluhan kelompok menggunakan media papan balik. Materi yang diberikan berupa definisi hipertensi, faktor risiko, gejala, komplikasi, beserta pencegahan primer dan sekunder. Pemilihan materi-materi ini berdasarkan survei yang dilakukan sebelumnya. Evaluasi penyuluhan dilakukan dengan mengumpukan data pengetahuan melalui kuesioner pretest dan posttest terkait hipertensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan paired samples T test. Hasil pretest dan posttest dari 70 responden dengan rata-rata nilai pretest 63,71±25,09 dan rata-rata nilai posttest 74,86±23,08. Pada posttest terdapat peningkatan jumlah responden yang di atas rata-rata yaitu 52 responden. Perbedaan antara nilai pretest dan posttest ditemukan signifikan secara statistik (p < 0,0001).
KEGIATAN PENGUATAN KAPASITAS MURID SMA SWASTA DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Wiraharja, Regina Satya; Kristian, Kevin; Astiarani, Yunisa; Denish
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5752

Abstract

Pandemi COVID-19 menghambat sistem pendidikan di Indonesia akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh pemerintah. Banyak masalah kesehatan yang dialami para murid baik dari segi fisik maupun mental, meningkat akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Menyikapi hal tersebut, sangat diperlukan program yang adaptif dan inovatif untuk menyokong kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Penulis mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Penguatan Kapasitas Murid SMA untuk meningkatkan pengetahuan para murid mengenai masalah kesehatan yang mereka alami. Kegiatan dimulai dengan identifikasi masalah kesehatan siswa melalui kuesioner online yang diisi oleh siswa dan orang tua, serta wawancara dengan guru. Setelah masalah kesehatan, teridentifikasi dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas tahap awal secara daring berupa peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini terdiri dari pre-test & post-test, ice breaking, penyampaian materi, role play antar siswa, tanya jawab, dan kuis. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa 81% siswa mengalami peningkatan pengetahuan mengenai masalah kesehatan.. Kegiatan ini disarankan untuk dilakukan secara berkesinambungan dengan memperhatikan kesesuaian topik berdasarkan data faktual terkait masalah kesehatan yang dialami siswa, dan  melibatkan kegiatan ini ke dalam kurikulum pendidikan.   
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI BERBASIS KELUARGA DI PENJARINGAN, JAKARTA UTARA Astiarani, Yunisa; Kurniawan, Felicia; Wiraharja, Regina Satya; Fitriah, Nur
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i1.3892

Abstract

Manajemen hipertensi secara individual masih dianggap belum cukup efektif dalam meningkatkan keteraturan pengobatan penderita. Program pencegahan hipertensi berbasis keluarga diharapkan mampu mengatasi masalah keteraturan pengobatan, pencegahan komplikasi dan meningkatkan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat. Sebuah Rukun Warga (RW) di Penjaringan dibina dalam program komprehensif BERANI (BERsama melawaN hipertensI) yang mengikutsertakan puskesmas, kader kesehatan, akademisi dan keluarga penderita hipertensi. Sebanyak 178 rumah tangga dengan penderita hipertensi dari 631 rumah tangga terdaftar setuju mengikuti kegiatan program. Selain itu, rumah tangga tanpa penderita hipertensi (n=453) juga difasilitasi dalam kegiatan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) berkelanjutan untuk penduduk usia 15 tahun ke atas melalui pos pelayanan terpadu. Monitoring tekanan darah, keteraturan pengobatan, pencatatan aktivitas fisik dan evaluasi diet tinggi serat di lakukan oleh kader kesehatan pada keluarga hipertensi tiap bulannya. Setelah dua bulan berjalan, peningkatan monitoring tekanan darah, frekuensi makan sayur buah dan aktivitas fisik sesuai dengan target yang ditetapkan. Keteraturan pengobatan belum mencapai target meskipun peningkatan terjadi di bulan kedua. Peserta pos pemeriksaan terpadu sebagai pos skrining untuk rumah tangga tanpa hipertensi juga mencapai target bulanan yang telah ditetapkan. Dukungan kepala wilayah, kader kesehatan dan pusat kesehatan masyarakat setempat sangat bermakna dalam keberhasilan program. Pendekatan keluarga efektif dalam meningkatkan monitoring tekanan darah penderita, mendukung keteraturan berobat serta meningkatkan pola hidup yang lebih sehat.Manajemen hipertensi secara individual masih dianggap belum cukup efektif dalam meningkatkan keteraturan pengobatan penderita. Program pencegahan hipertensi berbasis keluarga diharapkan mampu mengatasi masalah keteraturan pengobatan, pencegahan komplikasi dan meningkatkan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat. Sebuah Rukun Warga (RW) di Penjaringan dibina dalam program komprehensif BERANI (BERsama melawaN hipertensI) yang mengikutsertakan puskesmas, kader kesehatan, akademisi dan keluarga penderita hipertensi. Sebanyak 178 rumah tangga dengan penderita hipertensi dari 631 rumah tangga terdaftar setuju mengikuti kegiatan program. Selain itu, rumah tangga tanpa penderita hipertensi (n=453) juga difasilitasi dalam kegiatan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) berkelanjutan untuk penduduk usia 15 tahun ke atas melalui pos pelayanan terpadu. Monitoring tekanan darah, keteraturan pengobatan, pencatatan aktivitas fisik dan evaluasi diet tinggi serat di lakukan oleh kader kesehatan pada keluarga hipertensi tiap bulannya. Setelah dua bulan berjalan, peningkatan monitoring tekanan darah, frekuensi makan sayur buah dan aktivitas fisik sesuai dengan target yang ditetapkan. Keteraturan pengobatan belum mencapai target meskipun peningkatan terjadi di bulan kedua. Peserta pos pemeriksaan terpadu sebagai pos skrining untuk rumah tangga tanpa hipertensi juga mencapai target bulanan yang telah ditetapkan. Dukungan kepala wilayah, kader kesehatan dan pusat kesehatan masyarakat setempat sangat bermakna dalam keberhasilan program. Pendekatan keluarga efektif dalam meningkatkan monitoring tekanan darah penderita, mendukung keteraturan berobat serta meningkatkan pola hidup yang lebih sehat.
EVALUASI KELAYAKAN MEDIA KESEHATAN ELEKTRONIK DAN DISTRIBUSINYA DALAM MENGADAPTASI KEBIASAAN BARU DI ERA PANDEMI COVID-19 Astiarani, Yunisa; Putri, Giovani Indah Giantoro; Santi, Bryany Titi; Wiraharja, Regina Satya; Hadiyanto; Kristian, Kevin
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4459

Abstract

Informasi yang salah selama pandemi COVID-19 dapat menyebabkan ketidak pedulian bahkan perilaku berbahaya di masyarakat. Informasi yang valid dan benar, khususnya tentang adaptasi kebiasaan baru di era new normal, dibutuhkan untuk mengurangi penyebaran penyakit yang kian meningkat. Kegiatan evaluasi kelayakan media promosi kesehatan eletronik bertujuan agar informasi lebih mudah dimengerti dan diaplikasikan. Distribusi media promosi kesehatan yang melibatkan tokoh masyarakat, kader, dan wakil warga diharapkan dapat mengurangi resistensi warga setempat terhadap informasi pencegahan. Evaluasi dan distribusi media kesehatan elektronik dilakukan di sebuah rukun warga (RW) di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Perwakilan warga setempat mengevaluasi e-poster dan video edukasi melalui formulir online tentang kejelasan informasi, bahasa, dan desain. Kedua media tersebut kemudian disebarkan ke seluruh kepala keluarga di RW setempat. Sebanyak 54 wakil warga mengevaluasi media promosi kesehatan elektronik tersebut, dengan rata-rata 97% setuju bahwa e-poster mudah dibaca, menarik untuk dibaca lebih lanjut, dan membantu pemahaman yang lebih baik. Video edukasi juga diterima dengan baik, dengan rata-rata 98% peserta setuju bahwa video tersebut mudah dipahami, memiliki artikulasi yang jelas, dan membantu pemahaman yang lebih baik. Selain itu, 94.5% peserta tidak setuju video tersebut dijelaskan terlalu cepat. Distribusi media mencapai 87,6% dari seluruh rumah tangga di rukun warga setempat dan diterima dengan baik. Evaluasi media promosi kesehatan yang dilakukan oleh perwakilan warga membantu kelancaran distribusi media elektronik pada warga sekitar.
Senam Kaki Diabetes untuk Memperbaiki Keluaran Polineuropati pada Penderita Diabetes Astiarani, Yunisa; Margareta, Revi; Mutiara Putri, Marcelvina; Shalsamir Cotto, Nadjoua; Kurniawan, Felicia; Santi, Bryany Titi; Hadiyanto; Kristian, Kevin; Satya, Regina
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.5028

Abstract

Prevalensi ulkus kaki diabetik (Diabetic Foot Ulcer/DFU) di seluruh dunia mencapai 19-34%, dengan dampak serius termasuk risiko amputasi dan kematian. Senam kaki diabetes menjadi salah satu upaya untuk mengatasi prevalensi tersebut. Kegiatan ini mengevaluasi efektivitas senam kaki diabetes dalam memperbaiki rasa kebas, kesemutan dan nyeri serta menilai efek perubahan HbA1c pada responden. Partisipan melibatkan individu dengan DM tipe 2 yang telah mengalami polineuropati atau ulkus kaki. Senam kaki diabetes dilakukan selama 10 menit setiap hari selama 12 minggu, dengan tujuan mengevaluasi efektivitasnya terhadap keluaran kaki diabetes, seperti skor Visual Analogue Scale (VAS), intensitas serta frekuensi nyeri, kesemutan, dan kebas. Kadar HbA1c juga dibandingkan sebelum dan sesudah perlakuan. Sebanyak 27 penderita polineuropati dan DFU datang dalam kegiatan demonstrasi senam kaki. Penurunan signifikan pada skor VAS, intensitas dan frekuensi nyeri, kesemutan, dan kebas setelah senam kaki diabetes diamati. Tidak terdapat perubahan kadar HbA1c yang signifikan, mengindikasikan senam kaki diabetes independen terhadap monitoring glukosa pada pasien DM tipe 2 dengan polineuropati. Senam kaki diabetes dengan 9 gerakan yang direkomendasikan mampu memberikan dampak positif pada keluaran kaki diabetes, menunjukkan penurunan nyeri, kesemutan, dan kebas.  
Penyuluhan Sebagai Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Warga RW 12 dan 15 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Wiraharja, Regina Satya; Soetedjo, Robby; Christopher; Theja, Fernando Alonzo; Wangi, Pricilya H.
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.5163

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab utama kematian di dunia yang menyerang semua kelompok usia. Menurut Riskesdas 2018, PTM dengan prevalensi tertinggi di Indonesia adalah hipertensi, stroke, dan diabetes mellitus. Hipertensi adalah masalah PTM tertinggi yang ditemukan pada warga RW 15, yaitu sebanyak 26,3% dan RW 12 sebanyak 23,40%, sehingga dilakukan kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan warga mengenai hipertensi. Penyuluhan kesehatan dilakukan kepada warga RW 12 dan RW 15 Kecamatan Penjaringan dengan metode penyuluhan kelompok menggunakan media papan balik. Materi yang diberikan berupa definisi hipertensi, faktor risiko, gejala, komplikasi, beserta pencegahan primer dan sekunder. Pemilihan materi-materi ini berdasarkan survei yang dilakukan sebelumnya. Evaluasi penyuluhan dilakukan dengan mengumpukan data pengetahuan melalui kuesioner pretest dan posttest terkait hipertensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan paired samples T test. Hasil pretest dan posttest dari 70 responden dengan rata-rata nilai pretest 63,71±25,09 dan rata-rata nilai posttest 74,86±23,08. Pada posttest terdapat peningkatan jumlah responden yang di atas rata-rata yaitu 52 responden. Perbedaan antara nilai pretest dan posttest ditemukan signifikan secara statistik (p < 0,0001).
KEGIATAN PENGUATAN KAPASITAS MURID SMA SWASTA DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Wiraharja, Regina Satya; Kristian, Kevin; Astiarani, Yunisa; Denish
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5752

Abstract

Pandemi COVID-19 menghambat sistem pendidikan di Indonesia akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh pemerintah. Banyak masalah kesehatan yang dialami para murid baik dari segi fisik maupun mental, meningkat akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Menyikapi hal tersebut, sangat diperlukan program yang adaptif dan inovatif untuk menyokong kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Penulis mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Penguatan Kapasitas Murid SMA untuk meningkatkan pengetahuan para murid mengenai masalah kesehatan yang mereka alami. Kegiatan dimulai dengan identifikasi masalah kesehatan siswa melalui kuesioner online yang diisi oleh siswa dan orang tua, serta wawancara dengan guru. Setelah masalah kesehatan, teridentifikasi dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas tahap awal secara daring berupa peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini terdiri dari pre-test & post-test, ice breaking, penyampaian materi, role play antar siswa, tanya jawab, dan kuis. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa 81% siswa mengalami peningkatan pengetahuan mengenai masalah kesehatan.. Kegiatan ini disarankan untuk dilakukan secara berkesinambungan dengan memperhatikan kesesuaian topik berdasarkan data faktual terkait masalah kesehatan yang dialami siswa, dan  melibatkan kegiatan ini ke dalam kurikulum pendidikan.