Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Failure Study of Concrete Pile Structures on Riverbanks in Singkawang Raihan, Nabila Nur; Priadi, Eka; Rustamaji, Rustamaji
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v25i1.86536

Abstract

Urban infrastructure development often faces geotechnical challenges, especially around rivers, where concrete piles are used to reinforce riverbanks. The stability of concrete piles is highly dependent on proper planning, construction, and maintenance, which is influenced by the quality of materials, construction methods, and environmental conditions. This study aims to determine the value of embedment depth (D) in concrete piles under normal conditions and when bearing embankment loads. The research was conducted on sheet piles on both sides of the river between Jalan Alianyang and Jalan Tani, Singkawang. Primary data used were the field and laboratory test results, including testing the physical and mechanical properties of the soil, while secondary data were obtained from the Regional Development Planning Agency (BAPEDDA). The results showed that the 8.577 m long sheet pile had an embedment depth (D) value of 4.917 m under normal conditions. However, the sheet pile collapsed when it withstood the embankment load of 65.374 kN/m ² due to dredging using an excavator. Based on the analysis, the sheet pile that can withstand the load requires a length of 12.555 m with an embedment depth (D) of 8.895 m.
ANALYSIS OF SLOPE STABILITY DUE TO ILLEGAL GOLD MINING IN BENGKAYANG REGENCY Saputra, Andrianus; Priadi, Eka; Rustamaji, Rustamaji
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i1.76179

Abstract

Illegal gold mining is extracting gold without a formal license from the government or competent authority. It presents a significant environmental and geological challenge in Bengkayang Regency, Indonesia. This practice, carried out without proper authorization or adherence to safety regulations, is recognized as a significant cause of slope instability in the area.This study analyzes slope stability from unlicensed gold mining in Kinande Village, Bengkayang Regency. It uses manual Fellenius calculations and Geo Studio/Geo Slope 2023 software to determine the Safety Factor (SF) for potential landslides, assuming circular landslide planes are unaffected by earthquakes.Laboratory tests revealed varying soil types and properties at these points, impacting shear strength and slope stability. Loamy soils exhibit high cohesion but low internal friction, making them susceptible to instability. Sandy soils lack cohesion and rely on particle friction. Shear strength parameters like cohesion (c) and internal friction angle (φ) are critical in assessing slope stability. The study employed the Fellenius method and Geo Studio 2023 software to analyze slope stability, with safety factor (SF) results indicating potential hazards. Mining in plain areas showed favorable SF values (1.5), suggesting activity safety. Conversely, mining in mountainous and watercourse areas exhibited lower SF values (1.5), indicating instability and safety risks. Recommendations include stratified mining practices to maintain stable slopes and ensure miner safety. This research contributes to understanding geohazards and proposes measures for enhanced safety, environmental sustainability, and regulatory governance in mining areas. Understanding and analyzing these factors are crucial for the stability and safety of geotechnical projects, ensuring balanced shear stress and shear strength for slope stability.
Pemodelan Deformasi Tanah Dasar Pada Struktur Jalan di Tanah Lunak (Studi Kasus: Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas) Fadhlurrohman, Kaloka Pambayun; Rustamaji, Rustamaji; Priadi, Eka
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol. 13 No. 3 (2026): JeLAST Edisi Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur jalan yang dibangun di atas tanah lunak sering mengalami kerusakan berat berupa longsor dan penurunan akibat kapasitas daya dukung yang rendah dan tingkat kompresibilitas yang tinggi. Penelitian ini mengkaji kasus longsor yang memakan badan jalan pada ruas Jalan Serindang–Pelanjau di STA 0+437,40–0+487,00, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemodelan deformasi vertikal dan horizontal tanah dasar menggunakan bantuan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga guna menganalisis perilaku keruntuhan akibat pembebanan jalan serta memodelkan stabilitas rencana perbaikannya. Analisis dilakukan menggunakan program Plaxis 2D 2024.2 pada tiga titik tinjauan, yaitu STA 0+450, STA 0+475, dan STA 0+500, dengan memodelkan empat kondisi muka air tanah, yaitu surut, pasang, pasang tiba-tiba surut (rapid drawdown), dan banjir. Hasil pemodelan kondisi eksisting menunjukkan bahwa kondisi paling rawan dan kritis terjadi pada skenario pasang tiba-tiba surut, dengan Faktor Keamanan (FK) menurun tajam hingga mencapai nilai terendah pada rentang 1,182–1,314, disertai deformasi vertikal dan horizontal yang paling ekstrem. Penerapan perbaikan menggunakan perkuatan cerucuk terbukti sangat efektif dalam mengamankan lereng karena mampu meningkatkan nilai FK secara drastis hingga di atas 1,5 pada kondisi kritis serta menahan badan jalan agar tidak amblas. Namun demikian, kekakuan sistem perkuatan cerucuk ini memicu timbulnya efek perasan (lateral squeezing effect) yang mendesak tanah lunak ke arah samping sehingga deformasi pergeseran horizontal justru semakin besar.
PENGARUH LIMBAH RED MUD SEBAGAI BAHAN TAMBAH TANAH TIMBUNAN DISTABILISASI DENGAN SEMEN Afzan, Afzan; Priadi, Eka; Rustamaji, Rustamaji
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol. 13 No. 3 (2026): JeLAST Edisi Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengolahan bauksit menjadi alumina di Kalimantan Barat menghasilkan limbah padat berupa lumpur merah (red mud) dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, kebutuhan material tanah timbunan untuk pembangunan infrastruktur jalan terus meningkat, sementara ketersediaan material alam semakin terbatas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah lumpur merah (red mud) sebagai bahan tambahan pada tanah timbunan yang distabilisasi dengan semen terhadap sifat fisis tanah. Adapun variasi campuran yang digunakan adalah kadar Portland Composite Cement atau Semen Portland 3%, serta variasi red mud sebesar 25% dan 50% dari berat kering tanah, baik tanpa maupun dengan penambahan semen dan variasi masa pemeraman 0, 7, dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukan penambahan Red Mud dan Semen menurunkan nilai kadar air namun bertambahnya Red Mud kadar air mengalami peningkatan,untuk berat jenis penambahan Red Mud Meningkatkan nilai Berat Jenis untuk nilai batas cair (LL) menurun dan untuk batas plastis meningkat sehingga indeks plastisitas menurun yang awalnya 14,897% menurun menjadi 4,612% sehingga memenuhi dalam perancanngan struktur fondasi bawah kelas B dan S. Serta dari Pengujian Hidrometer dan Analisa Saringan butiran tanah menjadi lebih besar dibandingkan dengan butiran tanah asli.
Pengaruh Penambahan Semen Pada Campuran Tanah dan Lumpur Merah (Red Mud) terhadap Nilai CBR Laboratorium Fratama, Idham Andi; Rustamaji, Rustamaji; Priadi, Eka
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol. 13 No. 3 (2026): JeLAST Edisi Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur merah (red mud) merupakan limbah padat hasil pengolahan bauksit menjadi alumina melalui metode bayer yang bersifat alkalis tinggi dan dihasilkan dalam jumlah besar, sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan kembali. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah sebagai material tambahan pada lapis fondasi jalan, namun perbedaan karakteristik mekanis antara lumpur merah dan tanah dapat memengaruhi daya dukung campuran yang dievaluasi melalui nilai CBR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pencampuran tanah dan lumpur merah, serta pengaruh penambahan semen 3% dengan variasi masa pemeraman yang berbeda terhadap nilai CBR campuran. Pengujian meliputi pemadatan standar untuk mendapatkan parameter kepadatan kering maksimum (MDD) dan parameter kadar air optimum (OMC), serta pengujian CBR pada kondisi kering (unsoaked) dan rendaman (soaked). Hasil penelitian menunjukkan pencampuran tanah dengan lumpur merah menyebabkan nilai MDD dan CBR menurun, sedangkan OMC meningkat. Penambahan semen 3% secara umum meningkatkan nilai CBR unsoaked dan soaked, dengan CBR unsoaked terus meningkat seiring bertambahnya masa pemeraman, meskipun MDD campuran menurun dan OMC meningkat, terutama pada campuran berpersentase lumpur merah besar. Namun, keberadaan lumpur merah dalam persentase besar menurunkan efektivitas semen, sehingga nilai CBR campuran yang distabilisasi semen tetap tidak melebihi nilai CBR tanah yang distabilisasi semen tanpa lumpur merah. Kata Kunci: CBR, kepadatan, lumpur merah, stabilisasi semen, subgrade.
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tanah Lunak (Studi Kasus: Ruas Jalan Serindang – Pelanjau STA 0+437 – STA 0+487 Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas) Nursutar, Ari; Rustamaji, Rustamaji; Widodo, Slamet
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol. 13 No. 3 (2026): JeLAST Edisi Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan di atas tanah lunak rentan mengalami penurunan dan gangguan stabilitas lereng, seperti yang terjadi pada ruas Jalan Serindang-Pelanjau STA 0+437–0+487, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, yang diduga runtuh akibat kepingan muka air drainase. Penelitian ini mengkaji faktor keamanan (SF) lereng sebelum dan sesudah perkuatan menggunakan cerucuk dan mini tumpukan, pada kondisi muka air banjir, rapid draw down, dan pasang. Perhitungan dilakukan secara manual dengan metode Bishop Siplified (bidang longsor busur lingkaran) pada tiga stasiun pengamatan (STA 0+450, 0+475, 0+500). Tanpa perkuatan, kondisi rapid draw down di STA 0+450 terbukti paling kritis (SF = 1,235), lebih rendah dibandingkan kondisi pasang (1,319) dan banjir (1,441), sehingga tergolong rawan (SF < 1,3) dan memerlukan perkuatan. Perkuatan cerucuk mengacu pada teori Mochtar (2000), sedangkan mini tumpukan menggunakan pendekatan irisan komposit Zhang dan Wang (2017). Dengan variasi jarak 0,5 m dan 1,0 m, faktor keamanan meningkat signifikan; di STA 0+475, cerucuk menghasilkan SF 1,760–1,749 dan mini tumpukan 4,374–4,081. Cerucuk juga menambah daya dukung sebesar 332,414 kN, melampaui beban kerja 105,041 kN/m, dengan penurunan yang terjadi sebesar 15,069 cm.