Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

VISITING LECTURER (MATA KULIAH EDUPRENEURSHIP) UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA FITK UIN SUMATERA UTARA Nanda Novita; Yunita Syafitri Rambe; Saufa Yardha Moerni; Yuan Anisa; Fadilla Azmi; Maqhfirah Maqhfirah
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v4i2.4811

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat telah memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan, sehingga kemampuan menciptakan solusi berbasis digital menjadi keterampilan penting bagi calon pendidik dan wirausahawan pendidikan (edupreneur). Untuk mendukung hal tersebut, Program Visiting Lecturer pada mata kuliah Edupreneurship dilaksanakan melalui skema PMM FITK UINSU dengan melibatkan 25 mahasiswa Pendidikan Matematika. Kegiatan ini melakukan pengembangan platform pembelajaran daring, aplikasi edukatif, dan sistem manajemen pembelajaran. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses membangun usaha pendidikan berbasis teknologi, tantangan implementasi, serta strategi menciptakan solusi berkelanjutan. Melalui diskusi interaktif dan studi kasus, peserta juga mendapat nilai tambah yang tidak diperoleh dari pembelajaran teori semata. Isu-isu seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, dan penyelarasan inovasi dengan kurikulum turut dibahas, disertai dengan berbagai solusi praktis. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan semangat inovasi dalam mengembangkan proyek kewirausahaan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan era digital.
A New Form of the Co-Housing Open Space Concept Application for Low-Income Community Housing in the New-Normal Era which Environmentally Friendly Ina Triesna Budiani; Sasmita Siregar; Aulia Muflih Nst; Yunita Syafitri Rambe
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v10i1.24950

Abstract

Along with the narrowness of urban land and the more expensive, it is making people in dense cities who live more in slum areas require alternative solutions to the problem of providing houses with open spaces that be used together but which are affordable and environmentally friendly, incredibly energy efficient. Co-Housing is a concept where a community group plans, finances, and builds their house together on the same land/parcel and has communal/shared spaces . The concept of Co-housing is usually applied in new housing, but given the high price of land in dense cities, this concept will be tried to be used to housing in existing slums. Where a group of people's houses are revitalized and equipped with communal/shared open spaces that are environmentally friendly, especially energy efficient so that people do not have to spend a lot of money to get all the existing facilities available in these communal/shared open spaces. The purpose of this research was to create a new form of the Co-Housing Concept of open shared spaces in environmentally friendly low-income housing. The research method used was descriptive qualitative, which was supported by the identification of land for the Co-Housing concept application and city regulations. The result of the research was a layout draft (master plan) of a new concept of open shared spaces in environmentally friendly low-income housing in several dense urban slum areas.
Evaluasi Penerapan Neo Vernakular Karo pada Perancangan Kawasan Wisata di Desa Simempar Yunita Syafitri Rambe; Bella Syahrina
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.11300

Abstract

Pariwisata di Kabupaten Deli Serdang, khususnya di Desa Simempar, merupakan fokus utama dalam upaya pengembangan berkelanjutan. Potensi alam dan kebudayaan yang dimiliki desa ini menjadi landasan untuk memajukan sektor pariwisata. Desa Simempar, yang mayoritas dihuni oleh suku Batak Karo, telah dipilih sebagai desa wisata pada tahun 2021. Dalam strategi pengembangan desa wisata, konsep desain yang digunakan mengusung tema Karo Neo Vernakular, yang bertujuan untuk mengintegrasikan unsur tradisional ke dalam bangunan baru tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Salah satu contohnya adalah pengembangan kawasan wisata resort sungai, yang mengadaptasi tradisi Karo dalam desain atap, ornamen, dan tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan implementasi pendekatan desain Karo dalam pengembangan pariwisata, sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif, dengan melakukan observasi dan analisis terhadap desain yang diusulkan. Luaran hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dasar dalam pengambilan keputusan perencanaan kawasan resort.
PERAN ARSITEKTUR SURYA PASIF DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI ENERGI PADA THE ASTON INN HOTEL KOTA MEDAN Risdaman Laila; Yunita Syafitri Rambe
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/zawmh139

Abstract

Pertumbuhan sektor perhotelan di Kota Medan menghadirkan tantangan besar terkait konsumsi energi, terutama untuk pendinginan dan pencahayaan akibat iklim tropis lembap. Penelitian ini menganalisis penerapan prinsip arsitektur surya pasif pada The Aston Inn Hotel Medan dengan tujuan meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengguna, analisis dokumen desain, serta pengukuran kondisi lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa strategi surya pasif yang diterapkan meliputi orientasi bangunan utara–selatan, penggunaan shading devices, ventilasi silang, material reflektif, serta integrasi vegetasi. Penerapan strategi tersebut terbukti menurunkan beban pendinginan hingga 20–25%, mengurangi penggunaan pencahayaan buatan lebih dari 30% di siang hari, serta meningkatkan kenyamanan termal ruang publik maupun kamar. Perbandingan dengan studi hotel tropis lainnya memperlihatkan konsistensi efektivitas desain pasif dalam menekan konsumsi energi hingga 30%. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur surya pasif bukan hanya solusi desain berkelanjutan, tetapi juga strategi manajemen energi jangka panjang yang relevan bagi sektor perhotelan di kawasan tropis.