Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Memertabatkan Semula Sejarah Maritim Sebagai Suatu Disiplin dan Cadang Ilmu dalam Mendepani Perkembangan Semasa Ilmu Kelautan Modern Ismail Ali; Singgih Tri Sulistiyono; Encep Supriatna
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laut dan lautan secara tradisinya  telah  menjadi sumber  inspirasi  untuk mencari kebenaran dan seterusnya berjaya menidakkan worldview manusia yang mengaitkannya dengan pelbagai unsur metos dan tahyul.  Laut dan lautan  juga merupakan  satu tempat yang mempunyai kelebihannya tersendiri bagi menyatukan perhubungan di antara negara, membentuk semangat bersatu, saling  memahami dan bersatupadu serta menjana kekayaan. Ia adalah satu harta yang tidak ternilai, tidak boleh ditukar ganti dan diubah suai. Dalam pensejarahan awal martitim dunia telah memperlihatkan  bagaimana para pelaut kuno dengan hanya berbekalkan kearifan lokal yang  terhad terhadap alam kelautan tetap berhasil menakluki laut dan lautan utama dunia sehingga telah berjaya membangunkan sebuah peradaban sepertimana yang kita warisi pada masa kini. Seiring dengan perubahan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi pada masa ini telah memperlihatkan kewujudan pelbagai  bidang, disiplin  dan aliran baharu dalam ilmu kelautan yang kini lebih dikenali sebagai oceanografi sahaja. Justru itu penelitian dan penulisan makalah ini  bertujuan untuk memperlihatkan  bagaimana  sejarah maritim masih lagi releven  untuk terus dikaji dan dipelajari dan diangkat sebagai suatu bidang dan disiplin ilmu dalam ilmu kelautan dalam mendepani perubahan dan perkembangan terkini ilmu kelautan atau oceanografi dalam mencorakan perkembangan ilmu kelautan dan hala-tuju pembangunan agenda kelautan sesebuah negara.
Dampak Revitalisasi Kawasan Banten Lama Terhadap Kunjungan Wisatawan dari Kalangan Mahasiswa/Pelajar Sebagai Sumber Belajar IPS di SD Encep Supriatna; Widjoyoko Widjoyoko; Ajo Sutarjo; Deni Wardana; Dede Ibnu Romdoni
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2021): DIDAKTIS 6: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2021
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebijakan pemerintah provinsi Banten yang ingin membenahi dan merlakukan penertiban Kawasan Banten lama Sebagai ikon Budaya dan Sejarah Banten, Kawasan Banten Lama sudah lama dijadikan sumber pembelajaran bagi para siswa dan mahasiswa yang ingin melihat sisa-sisa peninggalan masa lalu Banten, dengan berkunjung ke Kawasan banten Lama membuat pembelajaran lebihbermakna. Akibatnya tidak menghasilkan anak SD didik yang memiliki kesadaran sejarah yang baik. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap pentingnya situs sejarah, di samping itu guru perlu memberikan pengarahan dan motivasi kepada para siswa untuk berkunjung ke situs Banten Lama, akan tetapi belum di dapatkan contoh-contoh pembelajaran yang menarik melalui media yang disenangi anak. Untuk itulah maka peneliti mencoba untuk menggunakan lingkungan sosial budaya siswa dalam hal ini kawasan Banten Lama sebagai Sumber pembelajaran di SD sehingga diharapkan anak akan mengikuti dan mengindentifikasi dirinya sesuai dengan cerita yang ada dalam pembelajaran tersebut. Lokasi penelitian yang dijadikan subjek dalam penelitian ini adalah Kawasan Banten Lama yang terletak di Kota Serang. Metode penelitiannya dengan menggunakan Penelitian Studi Kasus dengan melakukan serangkaian observasi, wawancara sejak mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan penyusunan laporan. Sedangkan analisis datanya dilakukan dengan cara triangulasi, member check, audit trial dan expert opinion untuk selanjutnya data yang telah dianalisis ditarik kesimpulan.
Lokakarya Peningkatan Keterampilan Komunikasi Guru Sd Labschool Upi Kampus Serang Melalui Media Boneka Baraya Ki Banten Encep Supriatna; Susilawati Susilawati; Tiurlina Tiurlina; Gina Maulida
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2021): DIDAKTIS 6: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2021
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran aktif orangtua dalam pendidikan anak memberikan dampak yang positif bagi anak, meliputi peningkatan prestasi anak, penurunan jumlah absen anak, perkembangan emosi dan komunikasi yang lebih baik, serta berkembangnya kemampuan beradaptasi anak menjadi lebih baik. Namun, di beberapa taman kanak-kanak Kota Serang, keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak di sekolah masih sangat minim dikarenakan oleh berbagai faktor, salah satunya yakni miskomunikasi yang disebabkan oleh asumsi bahwa “guru adalah orangtua anak di sekolah”. Dikarenakan asumsi tersebut, banyak orangtua dan juga guru yang merasa bahwa pendidikan anak di sekolah adalah sepenuhnya tanggung jawab guru dan orangtua pun menjadi enggan ikut campur. Untuk meluruskan miskomunikasi tersebut guru perlu memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang baik agar dapat melakukan komunikasi secara efektif dengan orangtua, sehingga pesan terkait pentingnya kemampuan komunikasi dapat sampai pada dan dipahami oleh seluruh orangtua siswa. Luaran utama yang diharapkan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kepakaran bidang ilmu pendidikan, selain itu kegiatan ini juga diharapkan dapat menghasilkan : (1) Rumusan program lokakarya peningkatan komunikasi Guru SD Labschool; (2) Panduan pelaksanaan program lokakarya peningkatan komunikasi Guru SD Labschool UPI Serang; serta (3) Publikasi tulisan ilmiah terkait, berupa artikel atau paper di proceeding konferensi pada tingkatan nasional.
Upaya Peningkatan Sikap Toleransi Melalui Media Powtoon Dalam Pembelajaran IPS Tentang Bentuk Keragaman Budaya Siswa Kelas IV SDN Dalung 1 Nabila Agnesta Nur; Encep Supriatna
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 7 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.159 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7816400

Abstract

This research is motivated by observations showing that tolerance is not practiced in elementary schools. The purpose of this study was to describe the process of learning tolerance through Powtoon media in social learning and to find out the results of increasing tolerance with the help of Powtoon media in social learning. The approach used in this research is a qualitative approach using classroom action research methods. Data analysis methods include observation, interviews and documentation. Researchers conducted data analysis to find out the results of the data collection techniques used. Data analysis uses four functions, namely data collection, data presentation, data reduction and inference. On Action Research in the Pre-Cycle, Cycle I and Cycle II which includes action planning, implementation, action observation and reflection. Research results found in psychology, ie. the results of observing student evaluations carried out in the pre-cycle, the researcher obtained a result of 5.92 or 14.81%, in Cycle 1 the results of student evaluation observations were obtained. result 9.96. namely 44.44%, then the results of the observation evaluation of students who completed Cycle II researchers obtained a score of 3.18 with an average of 11.96, namely 77.77%. Therefore, the researcher concluded that powtoon media can increase students' tolerance for several forms of cultural diversity in Social Studies IV at SDN Dalung 1.
Perancangan Sistem Informasi Kinerja Dosen Sebagai Acuan Kenaikan Level Encep Supriatna
INTERNAL (Information System Journal) Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Masoem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/internal.v4i2.396

Abstract

Evaluation of lecturer performance is currently still done manually by three parts, namely assessment of learning performance by study programs, assessment of research and community service by LPPM, and overall assessment by the rector. Because it doesn't use a database, data from one section cannot be accessed by other sections, so each section must repeat the same transaction, besides that lecturers must make copies of documents to be submitted to each section that requires it, this is considered inefficient. For this reason, it is necessary to make a lecturer performance information system so that the lecturer's performance appraisal activity becomes more effective. Another benefit of a computerized system is that it can minimize subjectivity in the assessment process, the assessment becomes transparent and lecturers can monitor the results of their performance whenever needed. The method used in developing this system is the User Experience Design Process method, which includes product devintion, research, analysis, design, implementation. Data was collected by observation, interviews, and literature study. The system modeling uses the Unified Modeling Language (UML). the tools used are use case diagrams, activity diagrams, sequence diagrams and class diagrams. The implementation uses the PHP and HTML programming languages ??and MySQL as the database. The results of this study can integrate data on the performance assessment process of lecturers from different departments, the information generated from each process and its supporting documents can be accessed by all privately related departments, and the subjectivity of the assessment team can be minimized.
Penerapan Sistem Rantai Dingin Usaha Kecil Menengah (UKM) Pada Produksi Jamur Merang Ma’ruf; Eryawan, Billal Soebhii; La Ode Alam Minsaris; Ajo Sutarjo; Encep Supriatna; Susilawati; Deni Wardana; Luthfy Rachman
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i3.1726

Abstract

Di tengah era globalisasi saat ini, peran sektor usaha kecil menengah (UKM) menjadi sangat penting dalam mendukung ekonomi lokal dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. program pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan sistem rantai dingin untuk menjaga kualitas produk jamur merang dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu, Sosialiasi program, Pendataan stakeholder dalam sistem, Perjalinan kerja sama pihak terkait, Perancangan Sistem, Pilot proyek, evaluasi awal, perbaikan berkelanjutan berdasarkan insight yang didapat. Pengabdian kepada masyarakat di Desa Jruek Bak Kreh, Aceh Besar, membuktikan bahwa penerapan sistem rantai dingin pada produksi jamur merang memiliki dampak positif terhadap kualitas produk dan efisiensi rantai pasok. Kemasan yang baik dan strategi penyimpanan yang tepat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan kerusakan produk. Flowchart sistem rantai dingin yang terintegrasi memberikan panduan praktis bagi pelaku usaha dan mendukung keberlanjutan produksi jamur merang.
SISTEM RELIGI DAN UPACARA KEAGAMAAN MASYARAKAT BADUY Resti Hidayat; Sapriya; Encep Supriatna; Putri Fajriani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21280

Abstract

The Baduy people, who live in Banten, Indonesia, adhere to a traditional belief called Sunda Wiwitan. Respect for ancestors, the power of nature, and belief in the Blessed One (the Almighty) are the basis of this religious system. The purpose of this article is to study the religious system and religious ceremonies of the Baduy people, as well as the customary values reflected in their religious practices. Data was obtained by conducting literature research with sources from 2020–2024. The study shows that the religious system of the Baduy people serves as a spiritual guide and contributes to social and environmental balance.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPA DI KELAS 5 Sukaesih; Encep Supriatna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21323

Abstract

Creative thinking skills are essential for elementary school students to face the challenges of the rapidly advancing and increasingly complex 21st century. However, the low level of students' creative thinking abilities, especially in science learning, has become a pressing issue that requires immediate attention. This problem not only affects students' understanding of science concepts but also diminishes the meaning and effectiveness of learning. This study aims to identify the extent of students' creative thinking abilities in science learning and explore solutions to enhance these skills, making learning more meaningful and delivering optimal outcomes.
MATA PENCAHARIAN DAN KEARIFAN EKONOMI MASYARAKAT BADUY: MENJAGA TRADISI DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN Sukaesih; Sapriya; Encep Supriatna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21324

Abstract

The Baduy community is an indigenous group known for their simple way of life and strong adherence to tradition amidst the waves of modernization. This study aims to understand how the Baduy people sustain their livelihood systems and economic wisdom while adapting to changing times without losing their cultural identity. This research employs a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews with community leaders and members, direct observation of daily activities, and a review of related literature. The findings reveal that the Baduy people rely on activities such as slash-and-burn farming, gardening, and traditional handicraft-making, all conducted with sustainability principles and respect for nature. Their economic wisdom is reflected in a modest lifestyle, bartering practices, and minimal reliance on money. However, external influences, such as trade and tourism, are beginning to impact their community. In conclusion, the Baduy community has successfully preserved their traditions in their livelihood and economic systems while gradually adapting to change. This study highlights the importance of balancing modernization with cultural preservation as a key to sustaining their identity.
ANALISIS PENGGUNAAN TEKNOLOGI DAN PERALATAN RUMAH TANGGA DI ERA MODERN PADA MASYARAKAT BADUY LUAR Neli Nurmala; Sapriya; Encep Supriatna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21365

Abstract

This article discusses the analysis of the technological and living equipment of the Baduy Luar community, an indigenous community in Banten Province, Indonesia. This research aims to identify and understand how traditional technology, such as agricultural tools, food processing systems, and daily equipment, contributes to the sustainability of the lives of the Outer Baduy community. This research uses a qualitative approach with ethnographic methods to understand in depth the technological systems and living equipment of the Outer Baduy community. This method was chosen because it is able to explore cultural meanings and social practices in the context of everyday life. The research location was carried out in the Kanekes area, Lebak Regency, Banten, with a focus on villages inhabited by the Outer Baduy community. Data was collected through direct observation, in-depth interviews and documentation studies. The research results show that the Outer Baduy people rely on simple, environmentally friendly technology, which not only meets their daily needs but also preserves their cultural values. Apart from that, the adaptation of modern technology is hampered by local wisdom and deeply held social norms. These findings provide an important perspective for developing policies that respect local wisdom in facing modernization.