Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Role of Arabic Lexicons in Teaching Ta’bîr Material at the Islamic Boarding School for Girls Lina Marlina; Khalid Khamis Farraj; Maryam Jamilah Zahra
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v9i1.22902

Abstract

This research highlights the importance of the Arabic lexicon in teaching and studying ta’bîr courses in Ma’had al-Imarat Bandung. This qualitative research depends on a field study and a descriptive analysis. This importance is due to three aspects: The first is the ta’bîr courses of materials prescribed in any Arabic language learning institutes to develop students’ four skills. The second is that lexicons are tools for teaching and learning the Arabic language, especially in the subject matter of ta’bîr. The third is that the Arabic lexicon is one of the primary sources people refer to correct their linguistic knowledge. The results indicate that language acquisition is the most important of that knowledge. Furthermore, in acquiring the Arabic language, many factors are linguistic and non-linguistic. Dictionaries are considered one of the primary tools in language acquisition in studying the subject matter of ta’bîr.
Peran Ilmu Aṣwāt Dalam Memahami Intonasi dan Jeda Kalimat Bahasa Arab Lina Marlina; Pajar Abdurahman; Yusri Yusron; Halwa Nida Nur Syariah
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 9, No 1 (2025): MEI
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v9i1.8600

Abstract

Abstract: Ilm al-Aṣwāt, the study of Arabic phonetics and phonology, plays a crucial role in enhancing both fluency and accuracy in spoken communication. This article aims to explore the role of phonetic knowledge in understanding intonation and pause (waqf) in Arabic sentences and its contribution to the development of learners’ communicative competence. Using a literature review approach, this study analyzes recent scholarly works on how intonation distinguishes sentence types (declarative, interrogative, imperative, and prohibitive), and how strategic pauses influence meaning especially within the Qur’anic context. The findings suggest that proper control of intonation and pausing not only strengthens sentence structure but also directly affects meaning, nuance, and message clarity in Arabic discourse. Therefore, integrating the science of aṣwāt into Arabic language instruction is essential to support the formation of comprehensive speaking skills. This study recommends that aṣwāt be taught not merely as a technical discipline but as a pragmatic strategy for developing both linguistic and sociolinguistic competence among learners.Keywords: Ilm al-Aṣwāt, Suprasegmental Phonology, Intonation, Pausing, Arabic Language Abstrak: Ilmu aṣwāt, sebagai kajian fonetik dan fonologi dalam bahasa Arab, memainkan peran vital dalam menunjang kefasihan dan ketepatan komunikasi lisan. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam bagaimana ilmu aṣwāt berkontribusi dalam memahami intonasi dan jeda kalimat bahasa Arab, serta relevansinya dalam membentuk kompetensi komunikatif pembelajar non-Arab. Melalui pendekatan studi pustaka, dikaji sejumlah literatur terkini yang mengupas fungsi intonasi dalam membedakan jenis kalimat (khabariyyah, istifhāmiyyah, amr, nahy) serta peran jeda (waqf) dalam menghindari ambiguitas makna, khususnya dalam konteks Al-Qur’an. Temuan menunjukkan bahwa ketepatan dalam mengelola intonasi dan jeda tidak hanya memperkuat struktur ujaran, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap makna, nuansa, dan keberterimaan pesan dalam komunikasi Arab. Oleh karena itu, integrasi ilmu aṣwāt dalam pembelajaran bahasa Arab merupakan kebutuhan mendesak dalam mendukung pembentukan maharah kalām yang utuh. Penelitian ini merekomendasikan agar ilmu aṣwāt tidak hanya diajarkan secara teknis, tetapi juga dimaknai sebagai strategi pragmatis dalam membangun kompetensi linguistik dan sosiolinguistik pembelajar.Kata kunci: ilmu aṣwāt, fonologi suprasegmental, intonasi, jeda, bahasa Arab
The Use of Arabic Children's Songs to Improve Students' Vocabulary Memorization Muhamad Izzul Arifin; Lina Marlina; Jimmy Surya Nugraha
Gunung Djati Conference Series Vol. 55 No. 1 (2025): International Conference on Language Learning and Literature (ICL3)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mufrodat is an important component in language learning which is the basis for other language skills such as speaking, reading, writing and listening. Children's songs have the characteristics of being easy to remember, fun and entertaining, so they can be an effective medium for improving memorization. This research aims to determine the effectiveness of using Arabic children's song media in improving mastery and memorization of mufradat in class VI MI Ar-rosyidiyah Cibiru, Bandung. The research method used is qualitative. The research subjects were 23 students. Data was collected through mufradat mastery tests before and after implementing classroom action research. The research followed a procedure consisting of four stages, including the planning stage, implementation stage, observation stage and reflection stage, showing that using Arabic children's song media can improve mufradat (vocabulary) memorization for class VI MI Ar-Rosyidiyah students. The results of the research showed that there was a significant increase in students' mastery of mufradat. Apart from that, the use of children's songs in Arabic can also increase students' interest in learning and motivation in learning Arabic. The conclusion of this research is that the use of Arabic children's song media is effective in improving the mastery and memorization of mufradat in class VI students at MI Ar-Rosyidiyah Cibiru, Bandung. It is recommended that the implementation of using Arabic language children's song media be adopted more widely in Arabic language teaching in order to achieve optimal learning outcomes.
ANALISIS KESALAHAN PENGUCAPAN HURUF HIJAIYYAH PADA SANTRI TINGKAT DASAR: Study Kasus Terhadap Program Tahsin Al-Quran di Pesantren Al-Husna Putra Purwakarta Abdul Rahmat Fauzi; Lina Marlina
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2727

Abstract

Pengucapan huruf hijaiyyah secara benar merupakan dasar utama dalam membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. Namun, pada tingkat pemula masih banyak santri yang mengalami kesalahan pengucapan huruf hijaiyyah, baik yang berkaitan dengan makhraj, sifat huruf, maupun faktor lain yang memengaruhi kualitas bacaan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan program tahsin sebagai upaya meningkatkan ketepatan bacaan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program tahsin Al-Qur’an serta menganalisis berbagai bentuk kesalahan pengucapan huruf hijaiyyah yang ditemukan pada santri mubtadi di Pesantren Alhusna Putra Al-Hikamussalafiyyah Cipulus Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pembimbing tahsin serta santri mubtadi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahsin dilaksanakan melalui tiga tahapan pembelajaran, yaitu sorogan sebagai penyampaian materi dasar, murottal sebagai tahap latihan membaca, dan talaqqi sebagai proses evaluasi melalui koreksi langsung oleh pembimbing. Selain itu, ditemukan sepuluh pola kesalahan pengucapan huruf hijaiyyah yang meliputi kesalahan membedakan huruf yang memiliki kemiripan visual, makhraj yang berdekatan, tafkhim dan tarqiq, huruf halaqiyah, huruf berkarakteristik khusus, sifat huruf, panjang pendek bacaan, interferensi bahasa pertama, keterbatasan kontrol pernapasan, serta faktor psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesalahan pengucapan huruf hijaiyyah dipengaruhi oleh faktor linguistik dan nonlinguistik sehingga pembelajaran tahsin memerlukan latihan yang sistematis, koreksi berkelanjutan, dan pendampingan yang intensif
Integrasi Ilmu Ashwat dan Nahwu dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Systematic Literatur Review Nisa Nur Fitria; Maulidya Harahap; Lina Marlina
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.6106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi ilmu ashwat dengan pembelajaran nahwu dalam meningkatkan kemahiran bahasa Arab siswa. Fokus penelitian mencakup karakteristik ilmu ashwat dan nahwu dalam pembelajaran bahasa Arab, strategi integrasi ilmu ashwat dengan pembelajaran nahwu pada siswa, dampak integrasi terhadap peningkatan kemahiran bahasa Arab, serta rekomendasi strategi integrasi untuk optimalisasi pembelajaran bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian relevan yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Arab, ilmu ashwat, dan nahwu. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pola integrasi kedua disiplin ilmu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu ashwat memiliki karakteristik yang berfokus pada ketepatan bunyi, makhraj, intonasi, dan pelafalan bahasa Arab, sedangkan nahwu berperan dalam memahami struktur gramatikal dan susunan kalimat. Integrasi keduanya dapat dilakukan melalui latihan pelafalan berbasis struktur kalimat, pembelajaran komunikatif, metode talaqqi, serta penggunaan media audio-linguistik. Integrasi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berbicara, membaca, mendengar, dan memahami kaidah bahasa Arab secara lebih aplikatif. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran kolaboratif dan kontekstual yang memadukan aspek fonologi dan gramatika secara seimbang agar proses pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih efektif, interaktif, dan berorientasi pada keterampilan berbahasa siswa
Phonetic Analysis of Isymam in Qiraat Imam 'Ashim: A Study of Ashwat Science in Grade 10 Students of Sma It Al-Huda Cianjur Habiburahman; Lina Marlina
Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/tilawah.v2i2.21

Abstract

This research is motivated by the still low level of students' understanding and mastery of the phonetic phenomenon of isymam in the recitation (qiraat) of Imam ‘Asim, particularly in terms of pronunciation. Isymam is one of the rare forms of recitation (qiraat gharīb) that holds significance in the science of Qur’anic recitation and possesses distinct phonetic characteristics that are not represented in writing but are only found in oral practice. The aim of this study is to analyze students’ ability to pronounce isymam in the recitation of Imam ‘Asim, as well as to examine the factors causing pronunciation errors. This is a field study using a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and oral tests of Qur’anic reading. The data analysis technique employed is a descriptive-evaluative method, and the results are presented narratively. The findings show that a small number of students still struggle to accurately demonstrate the pronunciation of isymam, mainly because it requires coordination between producing the dammah vowel sound and a simultaneous but voiceless lip movement. Contributing factors to the mispronunciation include limited practice-based qiraat learning in madrasahs, the lack of phonetic Qur’an training, and the absence of dedicated programs for the rare recitations of Imam ‘Asim. Therefore, a phonetic-based approach and intensive training are needed to enhance students' proficiency in reading the Qur’an more fluently in accordance with authentic qiraat rules.
EFEKTIVITAS METODE AUDIO-LINGUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISKRIMINASI BUNYI BAHASA ARAB MELALUI KETERAMPILAN ISTIMA’ Mushthafa Shadiq Al-Rafi'i; Muhammad Ghoniyul Fahmi; Lina Marlina; Izzudin Mustafa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15968

Abstract

Kemampuan diskriminasi bunyi merupakan salah satu aspek penting dalam keterampilan istima’ bahasa Arab karena berperan dalam membantu peserta didik membedakan bunyi-bunyi huruf yang memiliki kemiripan makhraj dan sifat. Namun, dalam praktik pembelajaran masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan mengenali perbedaan bunyi bahasa Arab akibat kurangnya latihan mendengar yang intensif dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Audio-Lingual dalam meningkatkan kemampuan diskriminasi bunyi bahasa Arab melalui keterampilan istima’ pada peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 11 peserta didik yang diberikan pretest, perlakuan berupa pembelajaran menggunakan metode Audio-Lingual, dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Paired Sample t-Test, dan analisis N-Gain dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,343 dan 0,065. Hasil uji Paired Sample t-Test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,009 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest setelah penerapan metode Audio-Lingual. Selain itu, hasil analisis N-Gain sebesar 0,492 menunjukkan peningkatan kemampuan peserta didik pada kategori sedang. Dengan demikian, metode Audio-Lingual terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan diskriminasi bunyi bahasa Arab melalui keterampilan istima’, meskipun tingkat peningkatannya masih berada pada kategori sedang.