Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Role of Arabic Lexicons in Teaching Ta’bîr Material at the Islamic Boarding School for Girls Lina Marlina; Khalid Khamis Farraj; Maryam Jamilah Zahra
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v9i1.22902

Abstract

This research highlights the importance of the Arabic lexicon in teaching and studying ta’bîr courses in Ma’had al-Imarat Bandung. This qualitative research depends on a field study and a descriptive analysis. This importance is due to three aspects: The first is the ta’bîr courses of materials prescribed in any Arabic language learning institutes to develop students’ four skills. The second is that lexicons are tools for teaching and learning the Arabic language, especially in the subject matter of ta’bîr. The third is that the Arabic lexicon is one of the primary sources people refer to correct their linguistic knowledge. The results indicate that language acquisition is the most important of that knowledge. Furthermore, in acquiring the Arabic language, many factors are linguistic and non-linguistic. Dictionaries are considered one of the primary tools in language acquisition in studying the subject matter of ta’bîr.
Peran Ilmu Aṣwāt Dalam Memahami Intonasi dan Jeda Kalimat Bahasa Arab Lina Marlina; Pajar Abdurahman; Yusri Yusron; Halwa Nida Nur Syariah
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 9, No 1 (2025): MEI
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v9i1.8600

Abstract

Abstract: Ilm al-Aṣwāt, the study of Arabic phonetics and phonology, plays a crucial role in enhancing both fluency and accuracy in spoken communication. This article aims to explore the role of phonetic knowledge in understanding intonation and pause (waqf) in Arabic sentences and its contribution to the development of learners’ communicative competence. Using a literature review approach, this study analyzes recent scholarly works on how intonation distinguishes sentence types (declarative, interrogative, imperative, and prohibitive), and how strategic pauses influence meaning especially within the Qur’anic context. The findings suggest that proper control of intonation and pausing not only strengthens sentence structure but also directly affects meaning, nuance, and message clarity in Arabic discourse. Therefore, integrating the science of aṣwāt into Arabic language instruction is essential to support the formation of comprehensive speaking skills. This study recommends that aṣwāt be taught not merely as a technical discipline but as a pragmatic strategy for developing both linguistic and sociolinguistic competence among learners.Keywords: Ilm al-Aṣwāt, Suprasegmental Phonology, Intonation, Pausing, Arabic Language Abstrak: Ilmu aṣwāt, sebagai kajian fonetik dan fonologi dalam bahasa Arab, memainkan peran vital dalam menunjang kefasihan dan ketepatan komunikasi lisan. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam bagaimana ilmu aṣwāt berkontribusi dalam memahami intonasi dan jeda kalimat bahasa Arab, serta relevansinya dalam membentuk kompetensi komunikatif pembelajar non-Arab. Melalui pendekatan studi pustaka, dikaji sejumlah literatur terkini yang mengupas fungsi intonasi dalam membedakan jenis kalimat (khabariyyah, istifhāmiyyah, amr, nahy) serta peran jeda (waqf) dalam menghindari ambiguitas makna, khususnya dalam konteks Al-Qur’an. Temuan menunjukkan bahwa ketepatan dalam mengelola intonasi dan jeda tidak hanya memperkuat struktur ujaran, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap makna, nuansa, dan keberterimaan pesan dalam komunikasi Arab. Oleh karena itu, integrasi ilmu aṣwāt dalam pembelajaran bahasa Arab merupakan kebutuhan mendesak dalam mendukung pembentukan maharah kalām yang utuh. Penelitian ini merekomendasikan agar ilmu aṣwāt tidak hanya diajarkan secara teknis, tetapi juga dimaknai sebagai strategi pragmatis dalam membangun kompetensi linguistik dan sosiolinguistik pembelajar.Kata kunci: ilmu aṣwāt, fonologi suprasegmental, intonasi, jeda, bahasa Arab
The Use of Arabic Children's Songs to Improve Students' Vocabulary Memorization Muhamad Izzul Arifin; Lina Marlina; Jimmy Surya Nugraha
Gunung Djati Conference Series Vol. 55 No. 1 (2025): International Conference on Language Learning and Literature (ICL3)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mufrodat is an important component in language learning which is the basis for other language skills such as speaking, reading, writing and listening. Children's songs have the characteristics of being easy to remember, fun and entertaining, so they can be an effective medium for improving memorization. This research aims to determine the effectiveness of using Arabic children's song media in improving mastery and memorization of mufradat in class VI MI Ar-rosyidiyah Cibiru, Bandung. The research method used is qualitative. The research subjects were 23 students. Data was collected through mufradat mastery tests before and after implementing classroom action research. The research followed a procedure consisting of four stages, including the planning stage, implementation stage, observation stage and reflection stage, showing that using Arabic children's song media can improve mufradat (vocabulary) memorization for class VI MI Ar-Rosyidiyah students. The results of the research showed that there was a significant increase in students' mastery of mufradat. Apart from that, the use of children's songs in Arabic can also increase students' interest in learning and motivation in learning Arabic. The conclusion of this research is that the use of Arabic children's song media is effective in improving the mastery and memorization of mufradat in class VI students at MI Ar-Rosyidiyah Cibiru, Bandung. It is recommended that the implementation of using Arabic language children's song media be adopted more widely in Arabic language teaching in order to achieve optimal learning outcomes.
ANALISIS KESALAHAN PENGUCAPAN HURUF HIJAIYYAH PADA SANTRI TINGKAT DASAR: Study Kasus Terhadap Program Tahsin Al-Quran di Pesantren Al-Husna Putra Purwakarta Abdul Rahmat Fauzi; Lina Marlina
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2727

Abstract

Pengucapan huruf hijaiyyah secara benar merupakan dasar utama dalam membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. Namun, pada tingkat pemula masih banyak santri yang mengalami kesalahan pengucapan huruf hijaiyyah, baik yang berkaitan dengan makhraj, sifat huruf, maupun faktor lain yang memengaruhi kualitas bacaan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan program tahsin sebagai upaya meningkatkan ketepatan bacaan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program tahsin Al-Qur’an serta menganalisis berbagai bentuk kesalahan pengucapan huruf hijaiyyah yang ditemukan pada santri mubtadi di Pesantren Alhusna Putra Al-Hikamussalafiyyah Cipulus Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pembimbing tahsin serta santri mubtadi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahsin dilaksanakan melalui tiga tahapan pembelajaran, yaitu sorogan sebagai penyampaian materi dasar, murottal sebagai tahap latihan membaca, dan talaqqi sebagai proses evaluasi melalui koreksi langsung oleh pembimbing. Selain itu, ditemukan sepuluh pola kesalahan pengucapan huruf hijaiyyah yang meliputi kesalahan membedakan huruf yang memiliki kemiripan visual, makhraj yang berdekatan, tafkhim dan tarqiq, huruf halaqiyah, huruf berkarakteristik khusus, sifat huruf, panjang pendek bacaan, interferensi bahasa pertama, keterbatasan kontrol pernapasan, serta faktor psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesalahan pengucapan huruf hijaiyyah dipengaruhi oleh faktor linguistik dan nonlinguistik sehingga pembelajaran tahsin memerlukan latihan yang sistematis, koreksi berkelanjutan, dan pendampingan yang intensif
Integrasi Ilmu Ashwat dan Nahwu dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Systematic Literatur Review Nisa Nur Fitria; Maulidya Harahap; Lina Marlina
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.6106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi ilmu ashwat dengan pembelajaran nahwu dalam meningkatkan kemahiran bahasa Arab siswa. Fokus penelitian mencakup karakteristik ilmu ashwat dan nahwu dalam pembelajaran bahasa Arab, strategi integrasi ilmu ashwat dengan pembelajaran nahwu pada siswa, dampak integrasi terhadap peningkatan kemahiran bahasa Arab, serta rekomendasi strategi integrasi untuk optimalisasi pembelajaran bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian relevan yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Arab, ilmu ashwat, dan nahwu. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pola integrasi kedua disiplin ilmu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu ashwat memiliki karakteristik yang berfokus pada ketepatan bunyi, makhraj, intonasi, dan pelafalan bahasa Arab, sedangkan nahwu berperan dalam memahami struktur gramatikal dan susunan kalimat. Integrasi keduanya dapat dilakukan melalui latihan pelafalan berbasis struktur kalimat, pembelajaran komunikatif, metode talaqqi, serta penggunaan media audio-linguistik. Integrasi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berbicara, membaca, mendengar, dan memahami kaidah bahasa Arab secara lebih aplikatif. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran kolaboratif dan kontekstual yang memadukan aspek fonologi dan gramatika secara seimbang agar proses pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih efektif, interaktif, dan berorientasi pada keterampilan berbahasa siswa
Phonetic Analysis of Isymam in Qiraat Imam 'Ashim: A Study of Ashwat Science in Grade 10 Students of Sma It Al-Huda Cianjur Habiburahman; Lina Marlina
Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/tilawah.v2i2.21

Abstract

This research is motivated by the still low level of students' understanding and mastery of the phonetic phenomenon of isymam in the recitation (qiraat) of Imam ‘Asim, particularly in terms of pronunciation. Isymam is one of the rare forms of recitation (qiraat gharīb) that holds significance in the science of Qur’anic recitation and possesses distinct phonetic characteristics that are not represented in writing but are only found in oral practice. The aim of this study is to analyze students’ ability to pronounce isymam in the recitation of Imam ‘Asim, as well as to examine the factors causing pronunciation errors. This is a field study using a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and oral tests of Qur’anic reading. The data analysis technique employed is a descriptive-evaluative method, and the results are presented narratively. The findings show that a small number of students still struggle to accurately demonstrate the pronunciation of isymam, mainly because it requires coordination between producing the dammah vowel sound and a simultaneous but voiceless lip movement. Contributing factors to the mispronunciation include limited practice-based qiraat learning in madrasahs, the lack of phonetic Qur’an training, and the absence of dedicated programs for the rare recitations of Imam ‘Asim. Therefore, a phonetic-based approach and intensive training are needed to enhance students' proficiency in reading the Qur’an more fluently in accordance with authentic qiraat rules.
EFEKTIVITAS METODE AUDIO-LINGUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISKRIMINASI BUNYI BAHASA ARAB MELALUI KETERAMPILAN ISTIMA’ Mushthafa Shadiq Al-Rafi'i; Muhammad Ghoniyul Fahmi; Lina Marlina; Izzudin Mustafa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15968

Abstract

Kemampuan diskriminasi bunyi merupakan salah satu aspek penting dalam keterampilan istima’ bahasa Arab karena berperan dalam membantu peserta didik membedakan bunyi-bunyi huruf yang memiliki kemiripan makhraj dan sifat. Namun, dalam praktik pembelajaran masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan mengenali perbedaan bunyi bahasa Arab akibat kurangnya latihan mendengar yang intensif dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Audio-Lingual dalam meningkatkan kemampuan diskriminasi bunyi bahasa Arab melalui keterampilan istima’ pada peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 11 peserta didik yang diberikan pretest, perlakuan berupa pembelajaran menggunakan metode Audio-Lingual, dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Paired Sample t-Test, dan analisis N-Gain dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,343 dan 0,065. Hasil uji Paired Sample t-Test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,009 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest setelah penerapan metode Audio-Lingual. Selain itu, hasil analisis N-Gain sebesar 0,492 menunjukkan peningkatan kemampuan peserta didik pada kategori sedang. Dengan demikian, metode Audio-Lingual terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan diskriminasi bunyi bahasa Arab melalui keterampilan istima’, meskipun tingkat peningkatannya masih berada pada kategori sedang.
Analisis Komparatif Kesalahan Fonologis Pengucapan Huruf Arab dalam Pembacaan Al-Qur'an pada Penutur Dewasa Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa di Kabupaten Brebes Anneu Rosyanti Suryana; Lina Marlina; Izzuddin Musthafa
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i3.4684

Abstract

Kesalahan pengucapan huruf Arab dalam pembacaan Al-Qur’an masih banyak ditemukan pada penutur non-Arab, khususnya yang memiliki latar belakang bahasa daerah. Perbedaan sistem fonologi antara bahasa Arab dengan bahasa Sunda dan Jawa menyebabkan terjadinya kesalahan dalam pelafalan huruf Arab, terutama pada huruf-huruf yang tidak memiliki padanan dalam bahasa ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan fonologis dalam pengucapan huruf Arab serta membandingkan kesalahan yang terjadi pada penutur bahasa Sunda dan Jawa di Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penutur dewasa yang memiliki latar belakang bahasa Sunda dan Jawa. Data dikumpulkan melalui rekaman suara pembacaan Al-Qur’an dan wawancara secara daring. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan fonologis yang dominan terjadi pada huruf tenggorokan, huruf tafkhim, huruf interdental, serta huruf qaf. Penutur bahasa Jawa cenderung melakukan substitusi bunyi secara tegas, seperti perubahan huruf qaf menjadi kaf, sedangkan penutur bahasa Sunda cenderung melakukan pelemahan bunyi atau penghilangan, seperti hilangnya bunyi ‘ain menjadi ain. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sistem fonologi bahasa ibu serta kebiasaan pengucapan yang telah terbentuk sejak dini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latar belakang bahasa daerah memiliki pengaruh terhadap kesalahan pengucapan huruf Arab dalam pembacaan Al-Qur’an, sehingga diperlukan latihan makhraj dan sifat huruf secara terarah untuk meningkatkan ketepatan pengucapan.
Phonemic Hermeneutics of Eschatological Intonation in Sūrat Al-Qiyāmah Recitation Ahid Ilham Zulfiqar; Diyan Rifky Ramdhani; Lina Marlina
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 6 No 1 (2026): IJHESS AUGUST 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v6i1.2418

Abstract

This study aims to analyze the eschatological pitch movements in Misyārī Rāsyid al-‘Afāsī’s recitation of Sūrat Al-Qiyāmah and to interpret their semantic-pragmatic meanings through al-‘Ani’s pitch-level framework. Using a descriptive qualitative phonemic approach, this study examines twenty-nine eschatological verses selected from Sūrat Al-Qiyāmah based on classical exegetical boundaries. The primary data were obtained from al-‘Afāsī’s murattal audio recitation, while the semantic baseline was established through six authoritative tafsir works. Data were collected through repeated listening, note-taking, pitch-pattern classification, and digital pitch-contour visualization. The analysis applied Nasution’s five-category pitch typology and al-‘Ani’s four-level pitch notation. The findings show that falling pitch dominates the corpus, appearing in 41.4% of the verses, followed by falling-rising pitch at 31.0%, rising-falling pitch at 17.2%, rising pitch at 6.9%, and flat pitch at 3.4%. The application of al-‘Ani’s framework indicates that 37.9% of the data show semantic-pragmatic congruence, 13.8% show incongruence, and 48.3% remain undetermined due to the complexity of Qur’anic illocutionary functions. The most significant finding appears in Q. 75:40, where an interrogative construction is recited with falling pitch to encode absolute theological affirmation. This study proposes the concept of phonemic hermeneutics, namely the interpretive function of pitch in Qur’anic recitation. The findings contribute to Arabic prosody, Qur’anic phonology, and taḥsīn pedagogy by showing that intonation is not merely vocal ornamentation, but a semantic-pragmatic device that supports meaning-conscious recitation.
PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Etri Suryanti; Enok Milhah Malihatusolihah; Ilyas Rifa’i; Lina Marlina
Indonesian Journal of Teaching and Learning (INTEL) Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.552 KB) | DOI: 10.56855/intel.v2i1.204

Abstract

Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam. Di dalamnya dijelaskan berbagai petunjuk dan pelajaran dalam segala aspek, bagi umatnya yang berakal. Ia merupakan mukjizat Nabi Muhammad Saw. yang sangat luar biasa. Al-Qur’an dapat menjelaskan hal-hal yang terjadi di masa lampau, masa kini, bahkan masa depan. Penjelasan tentang pendidikan juga tak luput dari pembahasan. Hebatnya, al-Qur’an telah menyinggung tentang pendidikan pada ayat tentang proses penciptaan manusia pertama yang terjadi bahkan sebelum masehi. Hal tersebut yang melatarbelakangi kajian ini. Selanjutnya didapati bahwa pendidikan di dalam al-Qur’an diistilahkan dengan tarbiyah, ta’lim, dan tazkiyah yang masing-masing memiliki kekhasan namun saling berkaitan. Kemudian pendidik, tujuan pendidikan, dan metode pendidikan juga menjadi objek kajian pada artikel ini.