Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengkajian Luka Menurut Meggit-Wagner dan Pedis Pada Pasien Ulkus Diabetikum Mayusef Sukmana; Roni Sianturi; Sholichin Sholichin; Muhammad Aminuddin
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 2 (2019): JKPBK 1 Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.458 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i2.3463

Abstract

Latar belakang: ulkus  diabetikum merupakan  salah  satu komplikasi  diabetes  melitus. Pengkajian  ulkus  diabetikum dilakukan sebagai dasar dalam menentukan perawatan luka dan terapi yang diberikan. Meggit-Wagner memiliki kelebihan sistem yang sederhana, mudah diingat, berdasarkan lokasi dan kedalam ulcerasi, sementara PEDIS memberikan penilaian yang lebih luas dan mendalam meliputi perfusi, ukuran, kedalaman, infeksi dan sensasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengkajian ulkus diabetikum di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dengan menggunakan Wagner-Meggit dan  PEDIS. Metode : Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang dilaksanakan bulan Mei 2019 dengan tiga orang responden. Hasil : R1 luka grade 4 yang ditandai dengan adanya gangren yang terlokalisir pada jari kaki dan luka sudah mengenai tendon dan tulang, R2 luka grade 3 ditandai dengan adanya formasi abses, adanya eritema dan edema dan pada R3 luka grade 3 ditandai dengan adanya kemerahan dan edema dan adanya abses, luka pada kedua-duanya belum mengenai tendon, sendi atau tulang dan tidak terdapat gangrene pada jari-jari kaki. Pengkajian   PEDIS yaitu adanya selulitis >2cm, adanya abses pada jaringan dalam dan gangren namun tidak ada tanda inflamasi sistemik. Kesimpulan: Pengkajian ulkus menurut Meggit-Wagner adalah R1 grade 4 dan R2 dan R3 grade 3. Menurut PEDIS ketiga responden grade 3(Infeksi berat). Tenaga kesehatan diharapkan menerapkan pengkajian ulkus diabetikum yang lebih mendetail sehingga dapat menentukan perawatan yang sesuai.Kata kunci : pengkajian diabetes melitus,  ulkus diabetikum, Megit-Wagner, PEDIS
The Relationship Of The Role Of Drug Control By Families And Health Workers With Preventive Behavior And Tbc Client Compliance During The Covid-19 Pandemic At Puskesmas Juanda Samarinda Sholichin Sholichin; Muhammad Aminuddin; Mayusef Sukmana; Dwi Nopriyanto; Iwan Samsugito
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 4, No 1 (2021): JKPBK Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v4i1.5859

Abstract

Tuberculosis is a disease that many Indonesians suffered, even arguably more terrible than the coronavirus that is now spreading in Indonesia. Therefore tuberculosis caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis should continue to be echoed. Tuberculosis sufferers of the victims continue to fall from year to year and always increase, as if this disease can not be treated, can not be cured, and can not be detected. The purpose of this study is to test the relationship between drug control by families and health workers with the preventive and compliance behavior of TUBERCULOSIS clients in the Puskesmas Juanda area. This study is a descriptive research correlation with the cross-sectional approach. A study was conducted to describe the relationship between independent variables (supervisors of taking drugs by families and health workers) with dependent variables (preventive behavior and compliance of tuberculosis clients) together in a certain period.Keywords: PMO of families and health workers, Preventive Behavior And Compliance of Tuberculosis Sufferers. 
Terapi Seft Menurunkan Intensitas Kebiasaan Merokok Di Kelurahan Sambutan Kota Samarinda Muhammad Aminuddin; Iwan Samsugito; Dwi Nopriyanto; Rita Puspasari
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.053 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v3i2.3899

Abstract

Jumlah perokok dari tahun ke tahun semakin meningkat. Negara Indonesia menempati urutan ketiga di dunia berdasarkan tingginya jumlah perokok setelah Cina dan India.Spriritual Emotional Freedom Technique (SEFT) merupakan terapi yang memadukan antara kekuatan spiritual dan energi psikologi, dan didapatkan efek pelipat gandaan (amplifying effect) serta dapat menurunkan intensitas kebiasaan merokok. Tujuan kegiatan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok dan menigkatkan kesadaran untuk berhenti merokok, (2) menurunkan intensitas kebiasaan merokok masyarakat dengan terapi SEFT. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah survei keluarga, pendidikan kesehatan dan terapi SEFT. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan jumlah perokok di kelurahan Sambutan kota Samarinda masih tinggi. Didapatkan 420 KK (48,4%) yang minimal memiliki satu orang anggota keluarganya yang merokok dan mayoritas (49,05%) menghabiskan 1 bungkus perhari dengan lama merokok terbanyak lebih dari 10 tahun (62,4%).Penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat dengan berhenti merokok. Terapi SEFT dapat menurunkan intensitas kebiasaan merokok masyarakat di kelurahan Sambutan kota Samarinda.
Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Menurunkan Peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM) Dwi Nopriyanto; Muhammad Aminuddin; Iwan Samsugito; Rita Puspasari; Ruminem Ruminem; Mayusef Syukmana
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.613 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v3i2.4726

Abstract

Meningkatnya kejadian PTM merupakan permasalahan yang banyak terjadi di area Asia Tenggara, serta diprediksi terus meningkat pada tahun 2030, dan  menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dimana 64% sebagian besar disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler, hipertensi dan diabetes melitus. Strategi pemberdayaan masyarakat digunakan untuk merubah perilaku masyarakat dalammenurunkan masalah penyakit PTM seperti hipertensi dan diabetes melitus.Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat melibatkan kelompok  masyarakat di 10 RT yang berada di Kelurahan Sambutan, dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sambutan.  Metode pemecahan masalah diantaranya (1) Survey dengan cara melakukan screening pemeriksaan kesehatan, (2) Pendidikan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan, dan (3) Pelatihan dengan melakukan demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan dari 242 orang, teridentifikasi sekitar 103 orang (42,5 %) mengalami penyakit hipertensi, 66 orang (27,3 %) teridentifikasi gejalan diabetes melitus sampai dengan teridentifikasi menderita diabetes melitus. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan wawasan bagi masyarakat tentang penyakit tidak menular dan diharapkan menjadi awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan berperilaku hidup sehat di kelurahan Sambutan kota Samarinda.
Prevalensi Penyakit Arteri Perifer Berdasarkan Nilai Ankle-Brachial Pressure Index di Universitas Mulawarman Muhammad Aminuddin
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62556

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penyakit arteri perifer (PAP) pada tahun 2015 di dunia diperkirakan lebih dari 200 juta orang. Penyakit ini terjadi pada <0,4 per 1000 orang pada usia 35-45 tahun dan 6 dari 1000 orang pada usia di atas 65 tahun.  Namun prevalensi PAP dan faktor risiko yang mempengaruhi usia remaja sampai saat ini belum tergambarkan dengan jelas.Tujuan: Mengetahui prevalensi dan faktor risiko penyakit arteri perifer pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Mulawarman.Metode: Penelitian ini melibatkan 141 responden dengan teknik pengambilan responden purposive sampling. PAP ditegakkan dengan interpretasi nilai ankle-brachial  pressure index (ABPI). Nilai ABPI diukur menggunakan doppler vaskular dan sfigmomanometer, sedangkan faktor risiko diukur menggunakan kuesioner.Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi  52,5% responden memiliki nilai ABPI normal, 44,7% mengalami PAP (ringan dan sedang) dan 2,8% kalsifikasi pembuluh darah. Faktor risiko PAP tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan nilai ABPI/PAP dengan p value 0,730 (konsumsi makanan asin), 0,823 (konsumsi manis), 0,718 (minum kopi), 0,445 (merokok), dan 0,981 (aktivitas fisik).Kesimpulan: Kebiasaan mengkonsumsi makanan asin, makanan manis, minum kopi berlebih, dan kebiasaan merokok serta aktivitas fisik yang kurang dapat menurunkan nilai ABPI atau menjadi faktor risiko terjadinya penyakit arteri perifer.
The Use of Wireless and Bed Alarm System Technology to Prevent The Risk of Falling Patients Dwi Nopriyanto; Muhammad Aminuddin; Rita Puspa Sari
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 5, No 1 (2022): JKPBK Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v5i1.7624

Abstract

Assessment of services provided in hospitals is not only based on patient satisfaction but must be able to protect patients as service users. Prevention of injury due to falls is one of the six indicators of patient safety while receiving services at the hospital. The purpose of this paper is to explore the use and examine the use of information technology applications to control the occurrence of falls during hospitalization. The literature used is taken from articles and journals related to the application of information technology in the world of health and nursing and non-health ranging from 2007-2019. Wireless devices offer additional patient monitoring capabilities, thereby increasing monitoring effectiveness with regard to changes in patient sleep status and increasing the alertness of all member care team members. One of the technological designs that can be applied is to use wireless technology and an alarm system in bed (wireless and bed alarm system).Keywords:  Patient safety, prevention of fall injuries, use of technology.
Edukasi Pencegahan Infeksi Saluran Kemih (Sirkumsisi) Pada Orang Tua Dan Anak Usia Sekolah Jamaah Masjid Darussalam Bengkuring Kota Samarinda Rita Puspa Sari; Ruminem Ruminem; Bahtiar Bahtiar; Mayusef Sukmana; Iskandar Muda; Muhammad Aminuddin; Dwi Nopriyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4729

Abstract

 ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberian edukasi berupa  penyuluhan tentang Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada orang tua dan anak-anak  yang dilakukan sirkumsisi adalah bentuk perhatian petugas Kesehatan dalam melakukan pencegahan masalah Kesehatan yang mungkin timbul di kelompok masyarakat. Edukasi yang diberikan kepada orang tua dan anak yang dilakukan sirkumsisi diharapkan mampu mencegah infeksi saluran kemih dengan dilakukan sirkumsisi dan cara perawatan dirumah pasca tindakan sirkumsisi  serta menambah pengetahuan tentang penyakit infeksi yang dapat terjadi pada anak-anak. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan infeksi saluran kemih serta perawatan pasca sircumsisi yang dibutuhkan oleh orang tua dan anak yang dilakukan sirkumsisi. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 23 Juni 2021 di Ruang Minihospital Laboratorium Keperawatan Prodi D3 Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, dengan sebanyak 30 orang tua dan 15 anak. Kegiatan edukasi yang dilakukan berupa penyampaian materi   tentang pencegahan infeksi saluran kemih dan  perawatan pasca sircumsisi dirumah. Kegiatan ini membawa dampak yang positif  dilingkungan kelompok masyarakat yaitu dengan bertambahnya pengetahuan orang tua dan anak yang ditunjukkan dengan mereka mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemateri serta atas permintaan pengurus masjid agar dapat dilaksanakan juga edukasi untuk remaja masjid, melihat antusiasme seperti ini  perlu kiranya diberikan edukasi dengan materi lainnya yang memang sangat diperlukan dalam meningkatkan Kesehatan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Infeksi saluran kemih, Sirkumsisi  ABSTRACTCommunity service activities by providing education in the form of counseling about the prevention of Urinary Tract Infections for parents and children who have circumcision are a form of concern for health workers in preventing health problems that may arise in community groups. The education given to parents and children who underwent circumcision is expected to be able to prevent urinary tract infections by doing circumcision and how to take care at home after circumcision and increase knowledge about infectious diseases that can occur in children. The purpose of this activity is to provide knowledge about the prevention of urinary tract infections and post-circumcision care needed by parents and children undergoing circumcision. This activity was carried out on June 23 2021 in the Minihospital Room of the Nursing Laboratory of the D3 Nursing Study Program, Faculty of Medicine, Mulawarman University, with as many as 30 parents and 15 children. Educational activities were carried out in the form of delivering materials on the prevention of urinary tract infections and post-circumcision care at home. This activity has a positive impact on the community group, namely by increasing the knowledge of parents and children which is shown by their being able to answer the questions posed by the presenters and at the request of the mosque management so that education can also be carried out for mosque youth, seeing enthusiasm like this is necessary. given education with other materials that are needed in improving the health of families and communities. Keywords: Education, Urinary tract infection, Circumcision
Pemberian Suplemen Jahe Merah Dan Senam Kaki Diabetik Bagi Jamaah Masjid Alam Semesta (MAS) Sempaja Samarinda Mayusef Sukmana; Ida Ayu Kade Sri Widiastuti; Endang Sawitri; Nurul Hasanah; Muhammad Aminuddin; Iwan Samsugito; Anik Puji Rahayu; Azi Surya Kurniawan; Yoga Bowo Leksono; Syaiful Yanwar
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4310

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan kegiatan ibadah di masjid memiliki risiko terjadinya penularan covid-19. Upaya yang dilakukan mencegah penularan selain menerapkan protokol kesehatan adalah dengan meningkatkan imunitas dan meningkatkan kebugaran jamaah masjid melalui pemberian jahe dan senam kaki diabetic. Pengabdian masyarakat bertujuan jamaah masjid Alam Semesta Sempaja Samarinda mampu mempraktikan senam kaki diabetik dan meminum jahe dalam rangka meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh. Metode yang digunakan adalah mendemontrasikan senam kaki diabetic, senam bersama, edukasi manfaat jahe, meminum jahe bersama dan membagikan jahe untuk 7 hari. Kegiatan menerapkan protokol kesehatan melalui pengukuran suhu dan membagikan masker, Kegiatan dikuti oleh seluruh jamaah Masjid Alam Semesta Sempaja berjumlah 80 orang. Para jamaah mampu melakukan senam kaki diabetic dan rutin meminum jahe.    Kata kunci : Senam Kaki Diabetic, Jahe ABSTRACT The implementation of worship activities in mosques has a risk of covid-19 transmission. Efforts made to prevent transmission in addition to implementing health protocols are to increase immunity and improve the fitness of mosque’s congregations through the provision of ginger water and diabetic foot exercises. Community service aims at the congregation of the Alam Semesta Sempaja Samarinda mosque to be able to practice diabetic foot exercises and drink ginger water in order to improve fitness and immunity. The method used was to demonstrate diabetic foot exercise, doing the exercise together, educate the benefits of ginger water, drink ginger water together and distribute ginger water for 7 days. The activity of implementing health protocols by measuring temperature and distributing masks, this activity was attended by 80 congregations of the Alam Semesta Sempaja Mosque. The congregation is able to do diabetic foot exercises and drink ginger water regularly. Keyword: Diabetic Foot Gymnastics, Ginger Water
Hipnoterapi Sebagai Pilihan Utama Manajemen Nyeri Pada Intraoperatif Sirkumsisi Iwan Samsugito; Mayusef Sukmana; Muhammad Aminuddin; Sholichin Sholichin; Ediyar Miharja; Dwi Nopriyanto; Syukma Rhamadani Faizal Nur; Bahtiar Bahtiar; Iskandar Muda; Siti Rahmadhani; Isma Zul Abdillah Jaya; Enda Maimia Taesa Allison; Siti Riyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4647

Abstract

ABSTRAK Masalah yang terjadi pada sirkumsisi adalah nyeri akibat penyuntikan. Jika nyeri dapat dihilangkan proses sirkumsisi akan berjalan dengan lancar. Pilihan utama terapi komplementer dalam mengatasi nyeri intraoperatif adalah hipnoterapi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah menghilangkan nyeri saat penyuntikan anestesi sehingga anak anak yang dilakukan sirkumsisi merasa nyaman dan senang. Metode yang dijalankan meliputi: protocol kesehatan, penjelasan hipnoterapi, melakukan hipnoterapi, evaluasi hipnoterapi dan pelaksanaan penyuntikan untuk sirkumsisi. Hasil yang didapat rata-rata anak-anak mengatakan tidak merasakan nyeri saat disuntik, orang tua senang melihat anaknya berani disuntik. Pengabdian masyarakat tentang penerapan hipnosis saat intraoperative sirkumsisi mampu menghilangkan nyeri saat penyuntikan obat anestesi. Diharapkan hipnosis dapat diterapkan saat pelaksanaan sirkumsisi. Kata Kunci: Sirskumsisi, Khitan, Sunat, Hipnoterapi  ABSTRACT The problem that occurs in circumcision is pain due to injection. If the pain can be eliminated the circumcision process will run smoothly. The main choice of complementary therapy in dealing with intraoperative pain is hypnotherapy. The purpose of community service is to relieve pain when injecting anesthesia so that children undergoing circumcision feel comfortable and happy. The methods used include health protocols, explanation of hypnotherapy, performing hypnotherapy, evaluation of hypnotherapy, and administering injections for circumcision. The results obtained on average said that children did not feel pain when injected, parents were happy to see their children dared to be injected. Community service about the application of hypnosis during intraoperative circumcision is able to relieve pain during injection of anesthetic drugs. It is hoped that hypnosis can be applied during circumcision Keyword: Circumcision, Khitan, Sunat, Hypnotherapy
EFEK SAMPING EKSTRAK ETANOL DAUN Moringa oleifera Lam. TERHADAP HEWAN UJI Rattus norvegicus Rudi Saputra; Muhammad Aminuddin; Naila Cantika Salsabila; Nabiela An’nisa Putri; Dading Satrio Setiawan; Abdillah Iskandar; Iskandar Muda
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v9i2.8870

Abstract

Moringa oleifera Lam. (MoL) telah dikenal luas penggunaannya dalam dunia medis. Tanaman ini dapat digunakan sebagai analgesik, antiinflamasi, antipiretik, antikanker, dan lain sebagainya. Efek samping obat adalah setiap efek yang timbul pada tubuh yang kemunculannya tidak diinginkan atau diharapkan. Pada efek samping obat dapat muncul berbagai macam manifestasi klinis, hingga kematian dan dianggap sebagai bentuk toksisitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanda dan gejala efek samping pemberian ekstrak etanol daun MoL. Daun MoL diperoleh dari pasar tradisional Sungai Dama, Samarinda. Daun ini dimaserasi dengan pelarut etanol 96% selama 24 jam. Sebanyak 12 tikus Wistar albino jantan digunakan sebagai subjek penelitian. Tikus ini dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol (diberikan akuades) dan tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberi ekstrak etanol MoL 5%, 10%, dan 15%. Setiap tikus diberi satu dosis sediaan uji per oral. Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA (p<0,05). Pada subjek penelitian tidak terjadi perubahan tanda klinis yang signifikan. Secara rata-rata, tidak ditemukan adanya penurunan berat badan pada subjek penelitian. Pada hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan perubahan berat badan antarkelompok (p=0,980). Uji yang dilakukan pada kelompok perlakuan MoL 5%, 10%, dan 15% tidak menunjukkan efek samping.