Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Sebagai Penerapan Homecare Pasien Asma Dengan Resistensi Saluran Nafas Non Elastis Sholichin Sholichin; Mayusef Sukmana; Muhammad Aminuddin; Abdillah Iskandar; Sirajul Munir
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i1.7672

Abstract

ABSTRACT Nonelastic airway resistance is resistance to airflow or frictional resistance to airflow in the airways in asthmatic patients. Nonelastic airway resistance can be measured with a spirometer or a mini peak flow meter (PFM). One way to seek normal lung function, maintain it, and prevent airway obstruction is by performing SEFT. This research is to identify respondents' characteristics and differences in the decrease in nonelastic airway resistance as a result of measuring the average percentage of APE before and after SEFT. A study quasi-experiment with an approach design randomized one group pretest-posttest. Sampling was done by simple random sampling based on inclusion criteria. The analyzing data using the Wilcoxon alternative test with 0.05. The number of samples are 100 respondents with a random sampling technique. There are six respondents whose APE Percentage value after SEFT is smaller than APE Percentage Before SEFT, as many as 93 respondents whose APE Percentage value After SEFT is greater than the APE Percentage value Before SEFT, and one respondent whose value is the same before and after SEFT. The  SEFT can reduce nonelastic airway resistance. This research recommends  SEFT can become the wrong intervention in COPD patient care. Keywords: SEFT , Resistance Channel Breath Nonelastic, Asthma              ABSTRAK             Resistensi saluran nafas  nonelastik adalah resistensi terhadap aliran udara atau tahanan gesekan terhadap aliran  udara dalam saluran nafas pada pasien asma, adanya resistensi saluran nafas nonelastik ini menyebabkan pasien asma harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas. Resistensi saluran nafas nonelastik dapat diukur dengan spirometer atau alat mini peak flow meter (PFM). Salah satu cara mengupayakan fungsi paru senormal mungkin serta mempertahankannya dan mencegah obstruksi jalan napas yaitu dengan cara melakukan SEFT. SEFT merupakan teknik terapi yang menggabungkan sistem energi tubuh dan terapi spiritualitas dengan metode tapping pada 18 titik kunci di sepanjang 12 jalur energi tubuh. Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik responden dan perbedaan penurunan resistensi saluran nafas nonelastik hasil pengukuran rata-rata persentase APE sebelum dan sesudah dilakukan SEFT. Quasi eksperimen dengan pendekatan desain randomized one group pretest-posttest. Sampling dilakukan dengan cara simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen menggunakan terapi metode SEFT dan alat mini PFM, kemudian dilakukan pengumpulan dan pengolahan data (editing, coding, scoring, tabulating) lalu dilakukan analisa data  menggunakan uji alternative Wilcoxon dengan α 0,05. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Sebanyak 6 responden yang nilai Persentase APE Sesudah SEFT lebih kecil daripada Persentase APE Sebelum SEFT, sebanyak 93 responden nilai Persentase APE Sesudah SEFT lebih besar daripada nilai Persentase APE Sebelum SEFT dan 1 responden yang nilainya sama sebelum dan sesudah SEFT. Hasil uji statistik didapatkan p <  (0,05) berarti ada perbedaan yang signifikan resistensi saluran nafas nonelastik sebelum dan sesudah di lakukan SEFT.SEFT dapat menurunkan resistensi saluran nafas nonelastik. Penelitian ini merekomendasikan SEFT dapat menjadi salah satu intervensi dalam asuhan keperawatan pasien PPOK. Kata Kunci: SEFT, Resistensi Saluran Nafas Nonelastik, Asma
Penerapan Terapi Musik dan Relaksasi Napas Dalam Untuk Menurunkan Tingkat Stres pada Keluarga Lansia Dengan Syndrom Kelemahan di Wilayah Kerja Kelurahan Lempake Samarinda Bahtiar Bahtiar; Nida Alifah Syaikhah; Muhammad Aminuddin; Dwi Nopriyanto
Journal of Nursing Innovation Vol 1 No 1 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Infermia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.528 KB)

Abstract

Pendahuluan: Frailty akan meningkatkan ketergantungan lansia pada keluarga yang cenderung membawa beban bagi keluarga. Hal ini memicu potensi keluarga mengalami stres saat merawat lansia dengan sindrom frailty. Mendengarkan musik dan relaksasi napas dalam merupakan manajemen stres yang baik, berdampak pada keluarga yang mampu mencegah stres, menghadapi stres, serta memelihara stres dalam setiap ketegangan dalam keluarga. Tujuan: Menganalisa perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah terapi musik dan relaksasi napas dalam pada keluarga lansia dengan sindrom kelemahan. Metode: Desain dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan studi kasus, teknik pengambilan sample secara Purposive Sampling, yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022 dengan jumlah responden 3 orang. Results: Tingkat stres pada 3 responden sebelum terapi musik dan relaksasi napas dalam berada di kategori sedang dengan skor DASS 21 sebesar (20), (22), (25), setelah terapi musik dan relaksasi napas dalam berada di kategori ringan dengan skor DASS 21 sebesar (16), (15), (18). Kesimpulan: Terdapat penurunan tingkat stres pada ketiga responden sebelum dan sesudah terapi musik dan relaksasi napas ketiga responden merasa lebih ikhlas dan rileks saat merawat lansia. Hal ini membuat beban yang dialami oleh responden berkurang, sehingga tekanan yang dapat menjadi salah satu faktor stres responden berkurang.
Penerapan Kompres Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Bahtiar Bahtiar; Nanda Sukma Diati; Dwi Nopriyanto; Muhammad Aminuddin
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Nursing Innovation
Publisher : Infermia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.572 KB)

Abstract

Pendahuluan: Gout Arthritis adalah salah satu penyakit yang sering diderita lansia. Salah satu terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pada lansia dengan gout arthritis adalah kompres jahe merah yang dapat mengurangi peradangan dan asam urat yang menumpuk dan melancarkan sirkulasi darah. Tujuan: Penelitian ini menganalisis skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian kompres jahe merah pada lansia dengan gout arthritis. Metode: Desain penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus yang dilaksanakan selama 2 minggu dengan 6 kali pertemuan pada bulan Juni 2022 dengan jumlah responden 3 orang. Hasil: Skala nyeri pada 3 responden sebelum diberikan kompres jahe merah berturut-turut 5 (nyeri sedang), 4 (nyeri sedang), 5 (nyeri sedang) dan setelah diberikan kompres jahe merah 0 (tidak nyeri), 0 (tidak nyeri), 2 (nyeri ringan). Kesimpulan: Terdapat penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi kompres jahe merah. Kompres jahe dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan dalam penanganan nyeri pada lansia dengan masalah Gout Arthritis.
EDUKASI MANAJEMEN STRES UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN DIRI MERAWAT PADA CAREGIVER KELUARGA LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIK DI LEMPAKE KOTA SAMARINDA Bahtiar Bahtiar; Iskandar Muda; Khumaidi Khumaidi; Muhammad Aminuddin; Dwi Nopriyanto; Ida Widiastuti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (NADIMAS) Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Nadimas)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.501 KB) | DOI: 10.31884/nadimas.v1i1.11

Abstract

Background: The elderly in Indonesia are predominantly cared for by elderly families. Elderly families often have difficulty caring for and assisting the elderly, so it has the potential to trigger psychological problems. Purpose: This community service is carried out to improve the knowledge, attitudes, and skills of elderly family caregivers in implementing stress management. Methods: The activity was carried out for two days with a lecture, discussion, and demonstration approach. Results: There was increased knowledge, attitudes, and skills before and after giving stress management education to elderly family caregivers. This activity can be applied as a mental health promotion activity for elderly family caregivers with chronic diseases. Conclusion: This community service activity can increase the knowledge, attitudes, and skills of caregivers for elderly families with chronic diseases so that they are expected to be able to increase family resilience.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KEBUGARAN FISIK DI ERA PANDEMI COVID-19 Muhammad Aminuddin; Sholichin Sholichin; Siti Rahmadhani; Enda Maimia
Husada Mahakam Vol 12 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v12i1.264

Abstract

Good physical fitness is needed to ensure the continuity of education, especially during the Covid-19 pandemic which requires students to do online learning. This study aims to analyze the relationship between sleep quality and physical activity with fitness levels in college students during the Covid-19 pandemic. This study used a descriptive-analytic study method with a cross-sectional design using 228 respondents. Sleep quality was measured using the Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) and physical fitness level were measured using a questionnaire. The data were analyzed using the SPSS Chi-Square statistical test. The results showed good sleep quality in 82 people (36%) and 146 people (64%). The level of physical fitness of respondents is very fit 15 people (6.6%), fit 46 people (20.2%), quite fit 119 people (52.2%) and less fit and not fit 17.1% and 3 respectively,9%. The results of the statistical test of the relationship between sleep quality and physical fitness level obtained p-value = 0.019, which means that there is a significant relationship. There is a significant relationship between sleep quality and student fitness levels during the Covid-19 pandemic.
EFEK HIPNOSIS DALAM MENGURANGI NYERI LUKA AKUT PASCA OPERASI Iwan Samsugito; Muhammad Aminuddin; Rita Puspasari; Dwi Nopriyanto
Husada Mahakam Vol 11 No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v11i2.272

Abstract

Latar Belakang: Pasca operasi terjadi luka pada kulit sampai ke otot sehingga terjadi rangsangan pada nosireseptor dan menimbulkan nyeri akut akibat luka operasi. Nyeri yang di alami bersifat individual kerena merupakan pengalaman sensorik dan emosional kurang menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Hipnoterapi adalah metode terapi menggunakan sugesti hipnosis, yang membuat orang merasa rileks dan pikiran bawah sadarnya aktif. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui efek hipnosis dalam mengurangi nyeri luka akut pasca operasi. Metode: Metode dalam penelitian ini quasi eksperiment dengan rancangan penelitian pre test and post test nonequivalent control group, terdiri dua kelompok tanpa randomisasi yaitu satu kelompok intervensi yang dilakukan hipnosis dan kelompok kontrol yang dilakukan perawatan sesuai standar rumah sakit. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling dengan sampel masing masing 16 responden. Skala nyeri di ukur dengan menggunakan Skala nyeri numerik rating scale (NRS). Analisa univariat nilai rata-rata dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Kelompok kontrol nilai p = 0,034, mean pengukuran awal 5,25 dan pengukuran ke dua 5,62. Pada kelompok kasus didapat nilai p = 0,000 < 0,05 dengan mean pengukuran awal 6,31 turun menjadi 1,69 ini berarti hipnosis memberi efek mengurani nyeri pada nyeri akut pasca operasi. Kesimpulan: Hipnosis memberikan efek menurunkan tingkat nyeri pada klien yang mengalami nyeri luka akut pasca operasi
The Community Service Empowering Teachers To Apply Seft (Spiritual Emotional Freedom Techniques) For Smoking Students At Vocational School 2 Samarinda City Syukma Rhamadani Faizal Nur; Muhammad Aminuddin; Iwan Samsugito; Mayusef Sukmana; Dwi Nopriyanto; Muhammad Bagas Prayoga
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a period when individuals have a strong desire and adventure about everything they have never known. Exposure to tobacco at an early age will not only make you a lifelong smoker but will also increase the risk of contracting non-communicable diseases (PTM) such as heart disease, chronic respiratory disease, diabetes, and cancer as an adult. SEFT is a therapy that combines psychological energy with spirituality to improve emotional, mental, and behavioral conditions with three simple techniques, namely set-up, tune-up, and tapping. The purpose of this activity is to equip SMKN 2 Samarinda teachers to understand the SEFT process and then apply it to their students so they can stop smoking behavior. The method used is the post-test by assessing the teacher's skills in performing the SEFT technique. The result of this community service is that teachers are proficient in doing SEFT. So it is hoped that consistency from teachers in carrying out this SEFT therapy to students, so that smoking behavior in students can be reduced or even stop smoking.