Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Fisioterapi Dada Terhadap Penurunan Resistensi Saluran Nafas Nonelastik dalam Asuhan Keperawatan Pasien PPOK di RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda Sholichin Sholichin
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 1, No 2 (2018): JKPBK 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.617 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v1i2.3630

Abstract

Latar Belakang: Resistensi saluran nafas  nonelastik merupakan resistensi terhadap aliran udara dalam saluran nafas pada pasien PPOK yang dikarenakan adanya mukus yang berlebihan di saluran napas. Salah satu cara memperbaiki resistensi saluran nafas  nonelastik pada pasien PPOK adalah fisioterapi dada. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya perbedaan penurunan resistensi saluran nafas nonelastik sebelum dan sesudah fisioterapi dada, adanya perbedaan penurunan resistensi saluran nafas nonelastik antara kelompok yang melakukan fisioterapi dada dan yang tidak melakukan fisioterapi dada, serta variabel yang paling dominan mempengaruhi penurunan resistensi saluran nafas nonelastik sesudah fisioterapi dada. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan desain randomized control group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 42 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil: Penelitian ini menyimpulkan bahwa resistensi saluran nafas nonelastik lebih baik sesudah diberikan fisioterapi dada pada kelompok intervensi (p=0.000, =0,05), resistensi saluran nafas nonelastik lebih baik pada kelompok intervensi daripada kelompok control pada hari kelima (p=0.000, =0,05). Kesimpulan: penelitian ini adalah fisioterapi dada dapat menurunkan resistensi saluran nafas nonelastik. Penelitian ini merekomendasikan fisioterapi dada dapat menjadi salah satu intervensi dalam asuhan keperawatan pasien PPOK.Kata kunci : fisioterapi dada, resistensi saluran nafas nonelastik, PPOK.
Analysis of the Implementation of the National Early Warning Score (NEWS) on Nurses in Handling Follow-up of Emergency Patients through Fast Response Assessment Sholichin Sholichin; Anik Puji Rahayu; Ediyar Miharja; Mayusef Sukmana
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 4, No 1 (2021): JKPBK Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v4i1.5850

Abstract

Patients who come to the emergency department (ER) show good condition at the beginning of admission, but the status of the patient's condition can change to worsen. Subtle changes in parameters affect acute physiological conditions in patients, such as pulse rate, blood pressure, respiratory rate, and level of consciousness. Poor clinical monitoring and inadequate interpretation of changes in physiological parameters, and failure to prescribe appropriate measures can result in serious adverse events such as cardiac arrest, intensive care unit admission, and even death (Alam, Hobbelink, Van Tienhoven). , Jansma & Nayakkara, 2014). This study aimed to see the effectiveness of the application of NEWS on the assessment of nurses' fast response. This study is a quasi-experimental study with a pre-post approach without group control, namely research that provides intervention to a group of subjects by measuring before after the intervention or without a comparison group. The population in this study were all emergency room nurses at Parikesit Hospital Tenggarong. In this study, the sampling technique used was simple random sampling. Sampling with population members is homogeneous and has the same opportunity to take as a sample. The inclusion criteria in this study were nurses who served in the ER at Abdul Moeis Hospital Samarinda. This study concludes that applying NEWS will be more effective in handling follow-up emergency patients through Fast Response assessment with a p-value < 0.05. The conclusion of this study is the quick response assessment at the Parikesit Tenggarong Hospital before the application of NEWS to patients treated in the Karang Asam and Enggang room. The result shows that 16 nurses (45.7%) were suitable to carry out treatment based on the patient's emergency. After the implementation of NEWS the nurse's response to patient care increased to 74.3%.
Pengkajian Luka Menurut Meggit-Wagner dan Pedis Pada Pasien Ulkus Diabetikum Mayusef Sukmana; Roni Sianturi; Sholichin Sholichin; Muhammad Aminuddin
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 2 (2019): JKPBK 1 Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.458 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i2.3463

Abstract

Latar belakang: ulkus  diabetikum merupakan  salah  satu komplikasi  diabetes  melitus. Pengkajian  ulkus  diabetikum dilakukan sebagai dasar dalam menentukan perawatan luka dan terapi yang diberikan. Meggit-Wagner memiliki kelebihan sistem yang sederhana, mudah diingat, berdasarkan lokasi dan kedalam ulcerasi, sementara PEDIS memberikan penilaian yang lebih luas dan mendalam meliputi perfusi, ukuran, kedalaman, infeksi dan sensasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengkajian ulkus diabetikum di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dengan menggunakan Wagner-Meggit dan  PEDIS. Metode : Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang dilaksanakan bulan Mei 2019 dengan tiga orang responden. Hasil : R1 luka grade 4 yang ditandai dengan adanya gangren yang terlokalisir pada jari kaki dan luka sudah mengenai tendon dan tulang, R2 luka grade 3 ditandai dengan adanya formasi abses, adanya eritema dan edema dan pada R3 luka grade 3 ditandai dengan adanya kemerahan dan edema dan adanya abses, luka pada kedua-duanya belum mengenai tendon, sendi atau tulang dan tidak terdapat gangrene pada jari-jari kaki. Pengkajian   PEDIS yaitu adanya selulitis >2cm, adanya abses pada jaringan dalam dan gangren namun tidak ada tanda inflamasi sistemik. Kesimpulan: Pengkajian ulkus menurut Meggit-Wagner adalah R1 grade 4 dan R2 dan R3 grade 3. Menurut PEDIS ketiga responden grade 3(Infeksi berat). Tenaga kesehatan diharapkan menerapkan pengkajian ulkus diabetikum yang lebih mendetail sehingga dapat menentukan perawatan yang sesuai.Kata kunci : pengkajian diabetes melitus,  ulkus diabetikum, Megit-Wagner, PEDIS
The Relationship Of The Role Of Drug Control By Families And Health Workers With Preventive Behavior And Tbc Client Compliance During The Covid-19 Pandemic At Puskesmas Juanda Samarinda Sholichin Sholichin; Muhammad Aminuddin; Mayusef Sukmana; Dwi Nopriyanto; Iwan Samsugito
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 4, No 1 (2021): JKPBK Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v4i1.5859

Abstract

Tuberculosis is a disease that many Indonesians suffered, even arguably more terrible than the coronavirus that is now spreading in Indonesia. Therefore tuberculosis caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis should continue to be echoed. Tuberculosis sufferers of the victims continue to fall from year to year and always increase, as if this disease can not be treated, can not be cured, and can not be detected. The purpose of this study is to test the relationship between drug control by families and health workers with the preventive and compliance behavior of TUBERCULOSIS clients in the Puskesmas Juanda area. This study is a descriptive research correlation with the cross-sectional approach. A study was conducted to describe the relationship between independent variables (supervisors of taking drugs by families and health workers) with dependent variables (preventive behavior and compliance of tuberculosis clients) together in a certain period.Keywords: PMO of families and health workers, Preventive Behavior And Compliance of Tuberculosis Sufferers. 
PERBANDINGAN METODE STUDENT-CENTERED LEARNING DENGAN TEACHER-CENTERED LEARNING DALAM PENDIDIKAN GIZI Sholichin Sholichin; Dewi Vimala
Media Informasi Vol 17, No 2 (2021): Media Informasi Volume 17 No 2 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i2.609

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis efektifitas pendidikan gizi antara metode Student-Centered Learning (teknik Discovery Learning) dibandingkan metode Teacher-Centered Learning (teknik ceramah dan tanya jawab). Penelitian menggunakan True Experimental Design dengan jenis Control Group Pre-Test and Post-Test. Populasi adalah siswa kelas XI. Subjek ditentukan berdasarkan uji homogenitas hasil pre-test dan dikelompokkan menjadi kelompok perlakuan (29 subjek) dan kelompok kontrol (27 subjek). Kriteria inklusi yaitu subjek mengerjakan pre test, mengikuti pendidikan gizi, dan mengerjakan post-test. Data pengetahuan gizi diperoleh dari hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan gizi memberikan pengaruh signifikan dalam peningkatan skor pengetahuan gizi pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Rerata pengetahuan gizi pre dan post pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan rerata dari 69,11 + 10,54 menjadi 80,3 + 12,75 dan terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,001) berdasarkan uji Paired T-Test. Sedangkan  rerata pengetahuan gizi pre dan post pada kelompok kontrol mengalami peningkatan rerata dari 69,40 + 11,66 menjadi 82,44 + 9,35 dan terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,001) berdasarkan uji Paired T-Test. Namun, peningkatan rerata pengetahuan gizi antara kelompok perlakuan (10,92 + 11,41) dengan kelompok kontrol (13,04 + 11,54) tidak ada perbedaan yang signifikan (p = 0,650) berdasarkan uji Mann-Whitney Test.
Hipnoterapi Sebagai Pilihan Utama Manajemen Nyeri Pada Intraoperatif Sirkumsisi Iwan Samsugito; Mayusef Sukmana; Muhammad Aminuddin; Sholichin Sholichin; Ediyar Miharja; Dwi Nopriyanto; Syukma Rhamadani Faizal Nur; Bahtiar Bahtiar; Iskandar Muda; Siti Rahmadhani; Isma Zul Abdillah Jaya; Enda Maimia Taesa Allison; Siti Riyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4647

Abstract

ABSTRAK Masalah yang terjadi pada sirkumsisi adalah nyeri akibat penyuntikan. Jika nyeri dapat dihilangkan proses sirkumsisi akan berjalan dengan lancar. Pilihan utama terapi komplementer dalam mengatasi nyeri intraoperatif adalah hipnoterapi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah menghilangkan nyeri saat penyuntikan anestesi sehingga anak anak yang dilakukan sirkumsisi merasa nyaman dan senang. Metode yang dijalankan meliputi: protocol kesehatan, penjelasan hipnoterapi, melakukan hipnoterapi, evaluasi hipnoterapi dan pelaksanaan penyuntikan untuk sirkumsisi. Hasil yang didapat rata-rata anak-anak mengatakan tidak merasakan nyeri saat disuntik, orang tua senang melihat anaknya berani disuntik. Pengabdian masyarakat tentang penerapan hipnosis saat intraoperative sirkumsisi mampu menghilangkan nyeri saat penyuntikan obat anestesi. Diharapkan hipnosis dapat diterapkan saat pelaksanaan sirkumsisi. Kata Kunci: Sirskumsisi, Khitan, Sunat, Hipnoterapi  ABSTRACT The problem that occurs in circumcision is pain due to injection. If the pain can be eliminated the circumcision process will run smoothly. The main choice of complementary therapy in dealing with intraoperative pain is hypnotherapy. The purpose of community service is to relieve pain when injecting anesthesia so that children undergoing circumcision feel comfortable and happy. The methods used include health protocols, explanation of hypnotherapy, performing hypnotherapy, evaluation of hypnotherapy, and administering injections for circumcision. The results obtained on average said that children did not feel pain when injected, parents were happy to see their children dared to be injected. Community service about the application of hypnosis during intraoperative circumcision is able to relieve pain during injection of anesthetic drugs. It is hoped that hypnosis can be applied during circumcision Keyword: Circumcision, Khitan, Sunat, Hypnotherapy
Analisis Strategi Mengatasi Stres Kerja Pada Pekerja Wanita di Sentra Industri Pandaan Pasuruan Andrean yanwar Krisna; Djoko Kustono; sholichin solichin
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.37 KB) | DOI: 10.17977/um054v1i1p1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tingkat stres kerja pekerja wanita di sentra Industri Pandaan Pasuruan, serta beberapa penyebab stres kerja pekerja wanita, dan mengatasi stres kerja pekerja wanita. Stres kerja pasti akan dialami oleh seluruh pekerja, penelitian ini bertujuan agar pekerja wanita nantinya lebih diperhatikan dan lebih diperlakukan dengan sewajarnya, tidak melampaui kemampuan dari pekerja wanita itu sendiri. Stres kerja yang terjadi nantinya akan mengurangi tingkat produktivitas dari suatu perusahaan, namun jika pekerja wanita seluruhnya merasa baik-baik saja tanpa tertekan pastinya hasil yang didapatkan juga lebih sempurna dan resiko-resiko lain yang timbul jika mengalami stres kerja nantinya tidak akan terjadi.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, karena penelitian ini menggunakan angket. Fokus dari penelitian ini adalah memaparkan secara mendalam atau mendeskripsikan menyeluruh hasil analisis data maupun fakta-fakta yang diperoleh dari pengamatan lapangan oleh peneliti, yang mana peneliti mengambil data penelitian di Sentra Industri Pandaan Pasuruan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengambilan data dengan memberikan angket kepada para pekerja wanita sebagai narasumber. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari (1) perbedaan usia, (2) tingkat pendidikan, (3) pengalaman kerja,  (4) jabatan dalam mengatasi stres kerja pada pekerja wanita di Sentra Industri Pandaan Pasuruan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengujian Regresi dari variabel stres kerja dengan variabel mengatasi stres kerja diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,049 lebih kecil dari 0,05.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Pasien dalam Minum Obat Anti Hipertensi Sholichin; Marina Kristi Layun; Syahrun
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.708 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i2.81

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemukan di Indonesia. Seseorang itu dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan sistolik >140 mmHg dan tekanan diastolik >90 mmHg. Pada penderita hipertensi harus menjalani terapi dengan minum obat untuk mengontrol tekanan darah agar tidak tercetus komplikasi dari penyakit hipertensi. Mengontrol tekanan darah bukan hanya dengan menjaga makan dan minuman yang meningkatkan tekanan darah, akan tetapi kepatuhan dalam minum obat anti hipertensi juga sangat penting untuk di perhatikan pasien. Tujuan: Mengetahui hasil tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat anti hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Teknik sampling dengan consecutive sampling, sebanyak 78 sampel. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner kepatuhan minum obat MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale), dengan kriteria pasien hipertensi dewasa awal sampai dengan dewasa akhir. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil, responden dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 64,1%, sedangkan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 10,3%. Kesimpulan: Sebagian besar responden mempunyai kepatuhan yang tinggi akan minum obat anti hipertensi.
Literature Review: Penerapan Patient Safety Selama Pandemi COVID-19 Putri Handayani; Kiki Hardiansyah Safitri; Sholichin; Syahrun
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.817 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i2.82

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan prinsip dasar dalam pelayanan kesehatan, demikian pula identifikasi kasus baru yang belum terbukti bermanfaat dalam mencegah penularan penyakit, seperti Covid-19. Di tengah wabah Covid-19, peningkatan keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Perawat sudah diwajibkan memakai alat pelindung diri untuk mencegah penyebaran infeksi kepada pasien atau perawat itu sendiri. Terkait Covid-19 yang sudah menyebar ke seluruh dunia, rumah sakit telah mengambil tindakan dengan melarang keluarga pasien berkunjung selama peningkatan Covid-19 masih tinggi, dengan solusi setiap pasien hanya bisa dijaga oleh satu keluarga. member, tidak lebih, sehingga di masa pandemi, penyebaran Covid-19 dapat dikurangi dan patient safety dapat tetap terjaga. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan patient safety selama masa pandemi covid-19. Metode: Penelitian ini berdasarkan literature review atau metode literature review. Hasil: Kekhawatiran internasional tentang keselamatan pasien selama wabah Covid-19, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), pembatasan kunjungan, dan paparan staf, meningkat. Kurangnya ketersediaan, kelalaian, kurangnya kesadaran, dan ketidaknyamanan pribadi adalah semua penyebab yang dapat menyebabkan penggunaan APD yang salah. Lebih lanjut, pihaknya meminta pihak rumah sakit untuk mengambil tindakan dengan melarang sanak keluarga pasien untuk berkunjung selama tingkat Covid-19 masih tinggi. Kesimpulan: Dalam menentukan tindakan preventif sebagai respon di kalangan tenaga kesehatan dan untuk meningkatkan produktivitas mereka selama situasi darurat pandemi Covid-19, atau tindakan lainnya, perhatian keselamatan pasien terkait alat pelindung diri dan pembatasan kunjungan selama pandemi Covid-19 sangat berguna. informasi. Bencana serupa lainnya mungkin muncul di masa depan yang memerlukan respons yang sama.
Persepsi Masyarakat yang Tinggal di Zona Merah terkait Pengecekan Rapid Test dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 Septian A. P. Dery; Chrisyen Damanik; Anisa Ain; Sholichin; Syahrun
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.581 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i2.84

Abstract

Latar Belakang: Penyebaran Covid-19 saat ini sudah sangat meluas di seluruh Indonesia. Angka kejadian dan kematian terus meningkat. Pemerintah merespons hal tersebut dengan membuat pemekaran wilayah berdasarkan jumlah kasus Covid-19. Selain itu, pemerintah juga mewajibkan masyarakat di beberapa zona yang terdeteksi memiliki jumlah kasus Covid-19 yang banyak untuk melakukan Rapid Test. Hal ini diharapkan efektif dalam mendeteksi penyebaran Covid-19 di masyarakat. Tujuan: Untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat yang tinggal di zona merah tentang Pemeriksaan Rapid Test Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19. Desain: Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan desain deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021 dengan melibatkan 89 responden masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Samarinda Ulu, Desa Dadi Mulya, RT 14, dengan menggunakan teknik Quota sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: sebagian besar responden memiliki persepsi baik terhadap pemeriksaan Rapid Test sebesar 58,4% dan memiliki persepsi buruk sebesar 41,6%. Kesimpulan: gambaran persepsi, masyarakat yang tinggal di zona merah terkait Rapid Test pencegahan Covid-19 yang tinggal di kecamatan samarinda ulu desa dadi mulya RT 14 menunjukkan hasil Sebagian besar persepsi baik.